Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Ada Apa dengan Andika???


__ADS_3

"Tunggu dulu!" ujar Alex menahan Arisa yang sudah melangkah ke arah pintu. Arisa menoleh ke belakang.


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama?"


"Maaf...sepertinya aku tidak bisa, karena sudah ditunggu teman-teman di bawah." jawab Arisa berbohong. Dia sengaja menolak ajakan Alex karena tidak nyaman jika nanti dilihat oleh karyawan lainnya.


"Kalau begitu, aku permisi dulu!" Arisa berjalan keluar meninggalkan ruangan Alex.


Alex duduk terpaku, selama ini belum pernah seorangpun menolak ajakannya, malahan ada begitu banyak gadis yang mengidam-idamkan bisa jalan bersama Alex, namun selalu ditolaknya. Dia menutup hatinya sejak dia putus cinta dengan kekasih lamanya, yang menjadi cinta pertamanya dulu. Hatinya begitu kecewa, saat kekasihnya itu akhirnya memutuskan hubungan mereka ketika dia dalam keadaan terpuruk saat perusahaan orang tuanya sempat hampir bangkrut. Namun, kini dia telah membangun kembali semuanya. Dia menjadi salah satu yang termasuk dalam jajaran pembisnis muda sukses di Indonesia. Wajahnya yang tampan semakin menambah kharismanya menjadi seorang pria yang banyak diidolakan oleh para gadis.


"Arisa.....kamu seperti ulat yang telah berubah menjadi kupu-kupu...Hmm...." ujar Alex pelan mengagumi kecantikan dan keanggunan Arisa yang selama ini tidak pernah disadarinya.


Sepertinya dia telah jatuh cinta kepada Arisa. Dalam hatinya, dia bertekad akan mendapatkan hati Arisa.


Waktu makan siang telah berakhir, Arisa yang akhirnya menyusul Dinda dan Reni untuk pergi makan siang pun telah kembali kesibukannya masing-masing. Mereka bertiga menjadi cepat akrab, bahkan sekarang mereka mempunyai grup chat yang menjadi sarana mereka untuk mengobrol atau lebih tepatnya ngerumpi.


Drret....drret....drret....


Handphone Arisa bergetar. Sekilas dilihatnya, ada pesan yang masuk di grup chat kepunyaan mereka bertiga itu.


Dinda : Hei, tahu gak teman-teman tadi pagi pas aku nyampe kantor, aku berpapasan dengan Tuan Direktur kita lho, pas mau naik lift...


Reni : Wow?? gimana.....benaran tampan gak seperti kata orang-orang...


Arisa hanya membaca saja tanpa ikut nimbrung


Dinda : Gila bokh.....benar-benar tampan sekali tahu??!!! Iya kan Risa... Kamu tadi kan disuruh ke ruang direktur kan?


Arisa : Iya, lumayan deh...


Dinda : Lho, kok lumayan aja.....keren banget tahu???!!! Terus tadi kamu ngapain aja di ruang Pak Direktur nih? Enak ya, bisa ketemu langsung dengan si Tuan keren langsung.

__ADS_1


Reni : Iya nih, kapan-kapan, mau dong kitanya yang disuruh menghadap.


Dinda : ngarep....


Arisa : Yah, cuma kasih laporan, terus ditandatangani, udah...itu aja.


Reni : Ya, sayang dong....kamu godain kek...mumpung ada kesempatan. Siapa tahu, bisa kecantol sama kamu.


Arisa : Udah akh...kerja...kerja....ngobrol terus...


Reni: Yah....lagi seru nih...


Entah apa lagi yang diobrolkan Dinda dan Reni selanjutnya, namun Arisa sudah tidak ikutan lagi karena dia mau menyelesaikan semua laporannya agar dia bisa pulang tepat waktu hari ini.


Waktu hampir menunjukkan pukul 5 sore, tinggal sedikit lagi pekerjaan Arisa. Tiba-tiba sebuah pesan chat masuk, Arisa membuka handphonenya untuk membaca pesan tersebut, yang rupanya dari Andika.


Andika : Sayang, maaf ya hari ini aku tidak bisa menjemputmu. Aku masih harus bertemu klien sore ini. Jadi, mungkin aku pulangnya agak lambat ya....


Arisa : Tidak apa-apa. Aku bisa naik taksi online kok..


Arisa : Love you too...


Tepat saat jam pulang kantor, Arisa menyelesaikan semua pekerjaannya. Dia pun merapikan meja kerjanya sebelum pulang dan menghampiri kedua rekannya itu.


"Kalian belum pulang?" tanya Arisa


"Iya, bentar lagi. Tugasku belum selesai nih, mana besok laporannya sudah diperlukan." jawab Reni


"Iya, punyaku juga. Kayaknya aku lembur deh hari ini." sahut Dina.


"Hahahaha..."

__ADS_1


"Kok ketawa....????" tanya Reni dan Dinda bersamaan.


"Makanya, tadi tuh kerja yang betul, jangan kebanyakan ngerumpi. Jadinya kayak gini kan...." ujar Arisa meledeki kedua temannya itu.


"Kalau gitu, aku pulang dulu ya...dah..." Arisa berjalan ke arah pintu ke luar. Sambil berjalan, dia membuka handphonenya untuk memesan taksi online. Matanya tertuju pada layar handphone membuat dia tidak memperhatikan langkahnya.


Tiba-tiba, Bruk.....


Arisa menabrak seserang. Dilihatnya seorang wanita sedang memungut berkas-berkasnya yang terjatuh dan berserakan di lantai.


"Maaf....maaf....!" ucap Arisa sambil segera membantu merapikan berkas-berkas tersebut.


"Udah...tidak usah...aku bisa sendiri. Makanya, kalau jalan tuh lihat-lihat!" ketus wanita tersebut kemudian berjalan pergi meninggalkan Arisa.


"Judes banget." guman Arisa. Diapun berjalan ke depan untuk menunggu taksi online yang telah dipesannya. Mungkin karena ini adalah jam pulang kantor dan jalanan sedang macet, taksi yang ditunggu masih juga tak kunjung muncul. Arisa memilih duduk di kursi lobi depan yang terletak di salah satu sudut.


Tak lama kemudian, dia melihat Alex keluar dari lift dan berjalan melewatinya. Dilihatnya juga, wanita judes yang tadi tak sengaja ditabraknya itu juga berjalan di samping Alex. Seperti hubungan mereka cukup dekat, karena Arisa melihat mereka kemudian masuk ke dalam satu mobil. Mungkin itu kekasihnya Alex, pikir Arisa.


Tak lama setelah mobil yang membaca Alex dan si wanita judes itu pergi, barulah datang taksi online yang dipesan Arisa. Sesampainya di apartemen, Arisa segera berkutat di dapur. Dia berniat menyiapkan makan malam istimewa untuk suaminya saat pulang nanti.


Setelah semua masakannya selesai, barulah dia mandi untuk membersihkan tubuhnya. Selesai mandi dan telah berpakaian, diapun menunggu di meja makan, berharap Andika segera pulang agar mereka bisa makan malam bersama. Namun, Andika tak kunjung pulang. Bahkan saat jam hampir menunjukkan pukul 9 malam, Andika belum pulang . Dia mencoba mengirim pesan dan menghubungi Andika, namun belum juga ada balasan dan panggilannya tidak tersambung.


Arisa menjadi sedikit kuatir, dia kemudian memilih menunggu di kursi sofa depan tv sambil berbaring dan menonton tv, namun malah akhirnya dia ketiduran.


Saat Andika pulang, dilihatnya televisi yang masih menyala dan Arisa yang sudah tertidur pula di sofa. Dia berjalan ke arah dapur ingin mengambil air minum untuk melepaskan dahaganya. Saat dia berjalan melewati meja makan, dilihatnya berbagai hidangan makanan yang telah disajikan di atas meja.


Apakah dia menungguku untuk makan malam? Apakah dia benar-benar mencintaiku? Akh....


Sebenarnya saat pulang tadi, hati Andika sedang kesal setelah bertemu dengan seseorang tadi. Namun setelah melihat wajah polos Arisa yang tertidur dan semua yang telah disiapkan oleh istrinya itu, hatinya menjadi luluh. Bagaimana mungkin dia bisa marah terhadap wanita yang telah berusaha menjadi istri yang baik baginya. Dia kemudian berjalan mendekati tempat Arisa tidur. Dia menatap lekat wajah yang kecapekan itu. Lalu, mencium lembut keningnya.


"Aku mencintaimu, sayang!' ucap Andika pelan.

__ADS_1


****


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman


__ADS_2