Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Yang tak disangka


__ADS_3

Meski hatinya galau dan pikirannya kacau, Arisa masih menyempatkan diri untuk berdandan dan mengenakan gaun santai dengan warna cerah, yang membuatnya tetap terlihat anggun dan cantik, meski dengan perut yang cukup membuncit.


Pikirnya, kalaupun sampai malam ini benar dia akan melabrak suaminya bersama wanita lain, dia tidak boleh terlihat awut - awutan sehingga orang-orang akan mengira pantesan saja suaminya cari wanita yang lain, istrinya tidak menarik. Dia berusaha tampil cantik malam ini, paling tidak agar tidak mempermalukan dirinya nanti dan masih level jika dibandingkan dengan wanita cantik yang dekat dengan Andika.


Wanita cantik? Ya ampun, kenapa aku bisa berpikiran sejauh itu. Cepat-cepat Arisa mengalihkan pikirannya yang terlalu jauh ke mana-mana. Kini Arisa sudah berada di dalam taksi online yang dalam perjalanan menuju resto yang dimaksud oleh Farah tadi siang.


Setelah hampir satu jam perjalanan, karena jalanan cukup macet saat itu, akhirnya Arisa sampai di resto tersebut. Resto mewah itu terdiri dari 3 lantai. Arisa melangkahkan kakinya dengan ragu memasuki resto mewah tersebut. Apakah benar kalau Andika sedang berada di sini saat ini?


Sebuah pesan dari Farah masuk mengatakan, kalau Andika berada di lantai paling atas. Maka, saat Arisa disambut oleh pelayanan resto yang menanyakan apakah dia telah mereservasi tempat, karena kebetulan di lantai bawah terlihat pengunjung cukup ramai, Arisa spontan mengatakan kalau dia ingin menemui Andika.


Sepertinya, sang pelayan resto itu mengetahui siapa yang dimaksud oleh Andika. Pelayan tersebut pun dengan ramah menawarkan diri untuk mengantar Arisa ke lantai 3. Hati Arisa semakin berkecamuk, membayangkan hal apa yang akan dilihatnya di atas nanti.


Tenang....tenang .... Arisa


Arisa berkata pada dirinya sendiri untuk menenangkan pikirannya yang kalut. Sang pelayan hanya mengantar sampai di ujung tangga lantai 3, kemudian menunjuk sisi Andika berada dan mempersilakan Arisa menuju ke sana.


Lantai 3 resto tersebut ditata dengan konsep terbuka dengan suasana lampu remang-remang dan saat itu tidak ada satupun pengunjung yang berada di lantai ini, kecuali ada 2 orang yang duduk berhadapan di sudut sana, yang cukup jauh dari tempat Arisa berdiri.


Terlihat samar-samar, namun Arisa bisa memastikan bahwa itu adalah seorang laki-laki dengan seorang wanita di depannya. Apakah laki-laki itu adalah Andika, lalu siapa wanita itu? Jadi benar kalau Andika punya hubungan dengan wanita lain.


Oh tidak, aku tidak sanggup menerima kenyataan ini.


Langkah kaki Arisa terasa semakin berat, ketika berjalan mendekati tempat Andika duduk. Semakin dekat, dia bisa melihat semakin jelas, kalau itu adalah Andika dan wanita di depannya itu. Dia sama sekali tidak mengenal wanita itu. Terlihat Andika dan wanita itu sedang bersenda gurau tertawa bahagia. Arisa mempercepat langkahnya.


"Mas!" teriak Arisa saat sudah berada tepat di depan meja Andika yang segera disambut oleh keterkejutan Andika dan wanita tersebut.


"Apa-apaan ini? Siapa wanita ini, Mas?" tanya Arisa sambil terisak menangis karena sudah tidak bisa membendung air matanya mengalir lancar dari pelupuk matanya.

__ADS_1


"Arisa, tenang dulu, aku bisa jelaskan ini!" jawab Andika yang segera beranjak dari kursinya untuk menghampiri istrinya namun Arisa mundur beberapa langkah menghindar dari Andika yang ingin memeluknya.


"Dengarkan aku dulu!" ujar Andika


"Tidak, aku sudah lihat dengan mataku sendiri. Tega-teganya kamu Mas, di saat aku sedang hamil anakmu sekarang." ucap Arisa penuh dengan emosi dan segera membalikkan badannya untuk segera pergi dari tempat itu. Dia tidak mau mendengar penjelasan apa-apa lagi dari Andika.


Namun baru beberapa langkah dia berjalan ke arah tangga, tiba-tiba lampu-lampu dinyalakan dan entah dari mana keluar beberapa orang sambil menyanyikan lagu ulang tahun. Salah satu dari mereka membawa kue ulang tahun, yaitu Della, mamanya dan dia mulai mengenali yang lainnya, ada papanya, Handoko, kedua mertuanya, Dina,bahkan Farah dan Alex juga ikut hadir.


Dari belakang Andika dan wanita itu juga ikut menyanyikan lagu ulang tahun.


"Selamat ulang tahun, sayang!" ucap Andika sambil merangkul Arisa dari belakang.


"Ayo, tiup lilinnya sayang!" sahut Della.


Arisa masih terlihat bingung, seingatnya hari ini bukanlah tanggal ulang tahun seperti yang biasa dirayakannya setiap tahun.


"Ulang tahun, Mas? Hari ini bukan tanggal ulang tahunku." ucap Arisa.


"Tiup...tiup...tiup...!" ucap semua orang yang ada di situ bersahut-sahutan sehingga mau tidak mau Arisa segera meniup lilin ulang tahunnya itu meski dia tetap merasa ini bukan tanggal ulang tahunnya.


"Selamat ulang tahun, sayang!" ucap Della sambil memeluk Arisa.


"Mama?" ujar Arisa seolah ingin menanyakan sesuatu, dan Della tahu apa yang hendak ditanyakan oleh Arisa.


"Hari ini adalah tanggal ulang tahunmu sayang, tanggal di mana mama melahirkan kamu dan Erina dulu." jawab Della menjelaskan. Arisa menatap ke arah Dina ibunya yang terlihat mengangguk, jadi barulah dia mengerti sekarang. Kalau hari ini adalah tanggal lahirnya yang sebenarnya. Selama ini dia merayakan hari ulang tahunnya hanya berdasarkan tanggal perkiraan yang diberitahukan oleh Dina, ibunya dulu.


"Selamat ulang tahun ya, mbak!" ucap wanita yang tadi berdua dengan Andika sambil menyodorkan tangannya untuk memberi salam. Arisa kelihatan ragu dan memandang ke arah Andika.

__ADS_1


"Perkenalkan, ini Tasya, sepupuku yang baru pulang dari Australia. Dia Barus aja menyelesaikan pendidikannya di sana." ucap Andika menjelaskan setelah menangkap kebingungan di mata Arisa.


Barulah Arisa menerima salam tangan Tasya dan meminta maaf kalau tadi sudah salah paham terhadapnya.


"Tidak apa-apa, saya tadi hanya ikut ide gilanya mas Andika dan Tante, maafkan diriku juga ya mbak Arisa." ucap Tasya.


"Tetapi, ngomong-ngomong aktingku tadi bagus kan?" canda Andika yang langsung mendapat hadiah cubitan di pinggang oleh Arisa.


"Bagus, sampai berhasil bikin aku shock dan jantungan, Mas." sahut Arisa, membuat semuanya tertawa mendengar kepolosan Arisa tersebut.


"Selamat ulang tahun ya, Arisa!" ucap Farah telah mendekat pada Arisa bersama dengan Alex.


"Farah, jadi kamu juga sudah tahu ide gila ini, ya?" protes Arisa tidak terima karena merasa telah dikerjai oleh Farah.


"Maafkan diriku, aku hanya menuruti perkataan Andika demi memberikanmu kejutan ulang tahun Andika. Kita tetap teman baik kan?" ucap Farah seraya tertawa.


"Kali ini, kumaafkan, dan kupikir-pikir dulu apakah masih mau berteman denganmu ya hahaha...." jawab Arisa seraya ikut tertawa.


"Selamat ulang tahun ya Arisa!" ucap Alex seraya menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Arisa.


"Terima kasih Alex!"


"Oh ya, kami punya kabar bahagia nih!" sahut Farah.


"Apaan?" tanya Arisa.


"Kami akan segera menikah bulan depan." jawab Farah.

__ADS_1


"Wah, aku senang mendengarnya. Selamat ya!" ucap Arisa.


Kemudian semuanya pun makan malam dengan suasana kebersamaan yang begitu menyenangkan.


__ADS_2