Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Waktunya Pulang


__ADS_3

Lampu penanda operasi di atas pintu depan ruangan telah dimatikan. Andika berharap cemas menunggu dokter keluar dari ruangan untuk memberitahukan keadaan istrinya.


Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruang operasi. Dengan segera, Andika beranjak dari tempatnya berdiri menghampiri dokter tersebut. Sebelum sempat Andika melontarkan pertanyaannya, dokter sudah terlebih dahulu menjelaskan.


"Operasi caesar istri Anda berjalanndengan lancar, Ibu Arisa juga sudah dalam keadaan stabil. Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruangan perawatan. Saat ini, ibu Arisa masih belum sadar, tetapi itu tidak masalah. Anda bisa menemuinya di ruangan perawatan, segera setelah kami pindahkan."


"Lalu, bagaimana keadaan anak-anak kami, Dok?"


"Anak-anak Anda untuk saat ini harus ditempatkan di dalam inkubator, karena lahir prematur. Tetapi, tidak ada yang perlu dikuatirkan. Ini normal, berhubung mereka harus lahir sebelum cukup bulan. Setelah mereka sudah lebih kuat dan mampu beradaptasi, Anda baru bisa membawanya pulang."


Sungguh senang hati Andika mendengar perkataan dokter barusan. Begitu juga dengan kedua orang tuanya dan mertuanya. Tidak sabar rasanya dia ingin segera menemui istrinya dan juga anak-anaknya.


Setelah Arisa sudah dipindahkan ke ruang perawatan, Andika segera menyusul dan menunggui istrinya yang tak kunjung sadar. Sepertinya dia masih terlelap efek obat bius yang diberikan saat operasi tadi.


Akhirnya, pelan-pelan Arisa membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya. Pandangan pertamanya tertuju pada Andika yang tepat berada di hadapannya


"Bagaimana dengan anak kita Mas?" tanya Arisa dengan suara yang sangat pelan, namun cukup jelas untuk didengar Andika.


"Kamu tenang saja, sayang. Semuanya baik-baik saja. Yang terpenting sekarang, kamu bisa segera sehat kembali ya."

__ADS_1


"Iya, Arisa, kamu harus benar-benar istirahat total ya untuk memulihkan kesehatanmu, apalagi setelah kamu menjalani operasi" timpal Anita.


"Iya Nak, soal kedua cucu ibu, kamu jangan kuatir. Mereka juga baik-baik saja."


"Tetapi mereka di mana sekarang, Ma? Aku ingin melihat mereka." tanya Arisa.


"Mereka sekarang masih harus dirawat di dalam inkubator, tetapi kami tidak perlu kuatir, sayang. Nanti kalau sudah saatnya, kamu pasti bisa melihat mereka. Yang terpenting sekarang, kamu jaga kesehatanmu supaya cepat pulih ya, sayang." jawab Della.


Setelah mereka mengobrol sesaat, tak lama kemudian Wijaya dan Handoko beserta istrinya masing-masing pamit pulang supaya Arisa bisa istirahat dengan baik.


"Arrrrgh......sakit" keluh Arisa tiba-tiba.


"Di sini....." jawab Arisa sambil memegang area di sekitar perutnya.


Andika segera memanggil perawat untuk memeriksa keadaan istrinya karena kuatir. Seorang perawat segera masuk untuk memeriksa keadaan Arisa.


"Ini lumrah Pak, pasien biasanya memang akan merasa nyeri di sekitar area bekas operasi. Untuk itu, usahakan pasien jangan banyak bergerak dulu ya." ujar perawat itu menjelaskan. Tak lupa juga, perawat tersebut menjelaskan pantangan-pantangan lain yang yang harus diperhatikan oleh pasien yang habis menjalani operasi caesar.


Selama di rumah sakit, Andika dengan sabar merawat istrinya. Setelah dua hari, Arisa sudah cukup kuat untuk bergerak dan tidak merasa kesehatan. Bahkan sudah bisa berjalan dengan lancar, namun Andika masih belum mengizinkan istrinya banyak bergerak.

__ADS_1


Arisa ingin sekali pergi melihat anak-anaknya. Meski Ariasa sudah mampu berjalan sendiri, namun Andika Tidka mengizinkan istrinya berjalan sendiri. Dia memaksa Arisa harus duduk di kursi roda. Dia yang akan mendorong dan mengantar Arisa menuju ruang perawatan bayi prematur.


Sudah tidak sabar rasanya, Arisa ingin melihat anak-anaknya untuk pertama kali. Sesampainya di ruang perawatan bayi, kursi dorong Arisa diarahkan ke dua box NICU yang berisikan dua bayi mungil yang berdampingan.


"Ini anak-anak kita Mas?" tanya Arisa kepada Andika yang segera dijawab dengan anggukan kepala Andika. Tak pernah dibayangkannya dulu, akhirnya dia akan menjadi seorang ibu dan mempunyai dua bayi mungil ini.


"Bisakah aku menggendongnya Mas?"


"Biarkan adek di dalam dulu ya, adek masih harus dipantau dengan segala perawatan medis ini. Nanti akan ada saatnya kamu bisa mengendong mereka sayang."


Akhirnya Arisa hanya bisa memandangi kedua bayi mungilnya yang ada di dalam box tersebut. Ingin rasanya dia mendekap kedua anaknya itu, tetapi bayi-bayi itu masih terlalu kecil dari bayi normal pada umumnya.


Setelah beberapa saat, Andika membawa Arisa kembali ke ruangannya setelah berhasil membujuk istrinya.


*****.


Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Arisa sudah diizinkan untuk pulang ke rumah. Namun, kedua bayinya masih belum diizinkan untuk dibawa pulang mengingat kondisinya masih rawan.


Sebenarnya berat hati rasanya, Arisa mau meninggalkan kedua anaknya di rumah sakit, sementara dia bisa pulang ke rumah. Namun setelah dibujuk oleh semua anggota keluarganya, barulah dia mau pulang karena kedua anaknya masih membutuhkan perawatan intensif untuk beberapa waktu lamanya, sehingga belum bisa dibawa pulang sekalian.

__ADS_1


__ADS_2