Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Kebohongan Rasti


__ADS_3

Arisa yang memang tertidur awal semalam tidak menyadari kalau Andika tidak pulang tadi malam, sampai pagi tiba, ketika tangan Arisa meraba-raba area tidur Andika, didapatinya kosong, segera dia membuka mata dan berpikir mungkin Andika bangun lebih awal dan sedang di kamar mandi sekarang. Namun ketika dia ke kamar mandi, tidak ada suaminya di sana. Apa mungkin, Andika sudah keluar pagi-pagi? Mungkin dia mau joging pagi? Pikir Arisa, lalu dia segera meraih handphonenya menelepon Andika untuk memastikan keberadaan suaminya itu. Namun, panggilan tersebut tidak tersambung, apa mungkin handphonenya low bat.


Sementara itu, di kamar Rasti, Andika yang mulai terbangun meski masih merasakan sedikit pusing kepalanya, begitu kaget ketika dia membuka mata dan mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, itu bukan kamarnya. Bagaimana mungkin dia bisa salah masuk kamar tadi malam? Lalu ini kamar siapa? Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi menandakan seseorang sedang mandi. Dengan segera dia memakaikan kembali kemejanya yang tergeletak di samping tempat tidur dan bermaksud segera keluar dari kamar tersebut. Namun saat dia hendak melangkah, tiba-tiba seorang wanita yang hanya mengenakan sebuah handuk membalut tubuh telanjangnya keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan sebuah handuk kecil.


Awalnya Andika tidak melihat jelas siapa wanita tersebut karena wajahnya tertutup oleh rambut dan handuknya, namun betapa terkejutnya ketika wanita itu mendongakkan wajah, Andika bisa mengenali bahwa wanita itu tidak lain adalah Rasti. Apakah dia bersama dengan Rasti semalaman di kamar ini? Akh, pikiran Andika kacau sekali berusaha mengingat kembali apa yang terjadi semalam, namun dirinya cuma ingat saat dirinya masih bersenda gurau dengan teman-teman lamanya di resto tadi malam. Lalu bagaimana ceritanya, dia bisa berada di kamar ini, dia tidak ingat.


"Kamu sudah bangun?" tanya Rasti dengan suara genitnya.


"Kenapa aku bisa di sini? Apa yang kamu lakukan tadi malam?" tanya Andika geram.


"Kamu lupa dengan apa yang kita lakukan tadi malam? Kita sudah menikmati malam yang begitu indah, bagaimana mungkin kamu bisa melupakan itu sayang." ujar Rasti menambah-nambah, padahal tidak terjadi apa-apa di antara mereka tadi malam.


"Kamu mencumbui diriku tak henti-hentinya tadi malam lho, bahkan kita sampai melakukan itu....." lanjutnya sambil tersenyum genit kepada Andika.


"Tidak mungkin! Aku tidak mungkin melakukan seperti itu denganmu, pasti kamu mengada-ngada." bantah Andika.


"Aku tidak percaya itu! Kamu pasti bohong" ujar Andika.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak, tetapi yang jelas mungkin saja nanti aku mengandung benihmu di dalam sini...Kalau sampai itu terjadi, aku akan meminta pertanggung jawabanmu hahaha...." ucap Rasti sambil menepuk pelan perutnya, membuat Andika menjadi semakin geram.


"Aku tidak percaya itu selama tidak ada bukti, itu pasti hanya khayalan belakamu saja."

__ADS_1


"Argh....." tiba-tiba Andika merasakan sakit kepala yang luar biasa saat dia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam. Dengan cepat dia berlari keluar dari kamar Rasti dan segera berlari menuju kamarnya yang terletak satu lantai di atas, untuk segera meminum obat pereda sakitnya.


Dia membuka pintu kamar dengan kunci yang dipegangnya dan langsung menyerbu masuk menuju tempat dia menyimpan obatnya. Arisa yang sedang duduk di atas tempat tidur dan masih berusaha menghubungi Andika saat itu, kaget melihat Andika yang kacau seperti itu. Dan dia melihat Andika masih memakai baju yang sama saat dia keluar tadi malam, apa itu berarti semalam dia tidak pulang ke sini. Namun melihat kondisi Andika yang seperti itu, dia tidak berani menanyakan hal itu.


"Kamu kenapa Mas? apa masih sakit kepalanya?" tanya Arisa sambil memijat lembut kepala Andika saat dia mencoba berbaring di atas tempat tidur setelah meminum obat pereda sakitnya.


"Sudah mendingan, pijatanmu membuat kepalaku tidak sesakit tadi lagi." ujar Andika yang memang merasa begitu nyaman saat kepalanya dipijat oleh Arisa.


"Jangan berhenti dulu ya...." pinta Andika, tak lama kemudian akhirnya Andika malah terlelap. Arisa pelan-pelan beranjak dari tempat tidurnya dan membiarkan Andika beristirahat. Lagipula hari ini mereka belum memiliki rencana akan pergi ke mana, mungkin saja mereka akan seharian di kamar. Dan besok, mereka akan kembali ke Jakarta.


Hari sudah cukup siang ketika akhirnya Andika terbangun dan melihat Arisa sedang duduk di balkon.


"Sudah bangun Mas? Makan dulu nih, ntar keburu makanannya dingin." ujar Arisa saat melihat Andika mendekatinya. Kebetulan dia tadi memesan makanan melalui layanan kamar dan makanannya baru saja diantar.


"Kamu tadi malam tidak pulang, Mas?" tanya Arisa setelah melihat kondisi Andika sudah baikan dari sebelumnya.


"Maaf tadi malam aku lupa ngabarin kamu, semalam aku nginap di tempatnya Rinto." jawab Andika berbohong, tidak mungkin dia memberitahukan yang sebenarnya kepada istrinya bahwa dia tidur di kamar Rasti tadi malam.


"Oh, begitu?"


"Maaf ya, sudah membuatmu kuatir, sayang."

__ADS_1


"Tidak apa-apa, yang penting mas tidak kenapa-napa sekarang, aku tadi kuatir banget lho saat bangun dan tidak melihatmu di kamar."


"Kamu kangen ya sama aku?" goda Andika merasa senang karena istrinya mengkuatirkannya.


"Akh...apaan sih, udah mandi sana? bau tuh belum mandi dari tadi." ujar Arisa mengalihkan pembicaraan dan berpura-pura menutup hidungnya.


"Mana bau, masih wangi begini. Semalam hampir setengah botol minyak wangi sudah kusemprotkan kok." ucap Andika pura-pura mencium badannya yang memang tidak bau sama sekali, malahan memang masih wangi sisa-sisa parfum yang dipakainya semalam.


"Udah...pokoknya mandi sana, habis makan ya!"


"Aku maunya mandi bareng sama kamu, sayang!" goda Andika.


"Tapi akunya udah mandi, gak mau akh!" tolak Arisa.


"Gak apa-apa dong, mandi lagi, biar tambah wangi..."


"Ayo....ayo dong sayang...." rengek Andika seperti anak kecil yang sedang meminta permen, membuat Arisa tak kuasa menolak permintaan suaminya, meski dia tahu bahwa aktivitas di dalam kamar mandi pasti akan jadi berlangsung lama karena bukan hanya sekedar mandi saja.


Cukup lama mereka berada di dalam kamar mandi, namun tetap saja belum cukup bagi Andika, dia kemudian memapah tubuh Arisa yang hanya ditutupi oleh sehelai handuk putih dan membawanya ke atas tempat tidur. Keduanya kemudian melanjutkan kegiatan panas mereka di atas tempat tidur. Namun, saat Andika sedang mencumbui istrinya, tiba-tiba pikirannya terfokus pada Rasti, apa mungkin semalam dia juga melakukan hal yang sama dengan wanita itu seperti yang dia lakukan dengan istrinya saat ini. Dengan cepat, dia mengenyahkan pikiran tersebut agar tidak menganggu momen indah bersama istrinya saat ini.


Kegiatan panas mereka berlangsung cukup lama bahkan sampai hari menjelang sore, hingga akhirnya Arisa tertidur lelap karena kelelahan meladeni Andika tadi. Saat melihat wajah polos istrinya yang terlelap itu, dia mencium lembut keningnya.

__ADS_1


"Maafkan aku, sayang." ucap Andika pelan merasa bersalah.


__ADS_2