Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Tidak Berani Menolak


__ADS_3

Dengan langkah malas, Arisa berjalan menuju ruang kantor Alex Dia memang tidak melihat Mbak Evalia lagi di meja kerjanya seperti sebelumnya. Membayangkan dia yang akan mengisi posisi kosong itu, sebenarnya Arisa merasa enggan, namun dia tidak berani menolak.


Tok...tok...tok..


" Masuk!" Arisa pun melangkahkan kakinya masuk.


" Kamu pasti sudah tahu kan alasan kenapa kamu dipanggil ke sini?" tanya Alex basa-basi


" Iya, Pak!"


" Jadi, bagaimana? kamu siap ya dengan posisi dan tanggung jawab baru kamu. Mulai besok, tempat kerjamu berpindah di mejanya Evalia ya!"


" Baik, Pak!"


" Terus, tugas kamu, yang terpenting adalah mengatur semua jadwal meeting saya dan mendampingi saya sewaktu-waktu saat bertemu klien di luar. Untuk hal lainnya, akan dijelaskan secara detail oleh asisten saya, Pak Rendi."


" Iya, Pak!" Arisa hanya menjawab seperlunya saja. Memang apa lagi yang bisa dia katakan. Meski Alex adalah teman sekolahnya dulu, tetapi sekarang pria di depannya itu adalah atasannya, jadi dia harus bersikap sewajarnya sebagai bawahan yang patuh pada perintah atasan.


"Baiklah, kalau tidak ada pertanyaan lagi, kamu boleh keluar! ujar Alex.


"Baik, saya permisi dulu, Pak!" jawab Arisa lesu.


Alex menatap langkah Arisa yang berjalan meninggalkan ruangan. Dirinya dapat membaca suasana hati yang tidak semangat dari Arisa. Apakah Arisa tidak senang untuk mengisi posisi ini, padahal ada begitu banyak staf wanita lain yang menginginkannya. Dasar gadis aneh, pikir Alex.


Meski Alex sudah mengetahui status Arisa sudah menikah, itu tidak mengurungkan niatnya untuk mencari kesempatan agar bisa dekat dengan Arisa. Paling tidak, selama di kantor, dia bisa melihat dan mengagumi kecantikannya dari dekat.


****


Arisa telah berjalan kembali ke ruang kerjanya. Adinda dan Reni yang penasaran, kenapa lagi Arisa dipanggil ke ruang direktur, segera menanyakannya di grup chat.


Reni : Ada gerangan dirimu dipanggil lagi ke ruang direktur say?


Dinda : Iya, sepertinya sering sekali Arisa dipanggil, sesekali gantian kita dong...


Arisa : Hush, mau tahu aja...

__ADS_1


Dinda : Kamu gak melakukan kesalahan kan?


Arisa : Ya, gak lah..


Reni : Terus kenapa dong?


Arisa : Udah, nanti aja aku ceritanya...maish banyak kerjaan nih...


Dinda : Oke...nanti kita makan siang bareng ya. Awas lho, kalau kamu gak cerita...😅😅


Arisa : Iya..


Obrolan berhenti, mereka pun melanjutkan kerjaan mereka masing-masing sampai waktunya jam makan siang. Kali ini, mereka berencana untuk makan siang di foodcourt mall yang ada di dekat kantor mereka. Tidak perlu waktu lama, tinggal menyeberang dan berjalan sebentar, mereka pun sampai di mall yang dituju. Mereka langsung menuju lantai foodcourt makanan.


Ketiganya sudah memesan makanan kesukaannya masing-masing dan kini mereka sedang duduk di salah meja kosong sambil menunggu pesanan mereka diantar.


"Lanjut yang tadi, jadi gimana? tadi kenapa lagi kamu dipanggil ke ruang Pak Direktur tampan kita?" tanya Reni penuh rasa ingin tahu.


"Iya nih, cerita dong. Kita kan pengen tahu. Perasaan, kamu sering sekali dipanggil menghadap. Kamu gak membuat kesalahan kan?." sahut Adinda menimpali.


"Iya dong, itu mah semua juga udah pada tahu. Terus apa hubungannya dengan kamu? Jangan bilang, kamu....."


" Nah, karena posisi sekretaris Direktur kosong. Pak Alex menunjuk diriku untuk menggantikan posisi mbak Evalia itu."


" Apa?" sahut Reni kaget sampai-sampai tersedak dengan minuman yang barusan diteguknya.


" Aku gak salah dengar kan? Astaga, beruntung sekali kamu Arisa." ujar Reni


"Ikh, apanya yang beruntung sih. Biasa aja lagi." balas Arisa


" Masa biasa aja. Secara banyak lho yang berharap bisa dipilih menggantikan kekosongan posisi sekretaris Direktur itu lho...aku aja berharap bisa terpilih. Tetapi rupanya keberuntungan itu jatuh padamu "


"Pasti, habis ini kamu bakalan jadi bahan pembicaraan para staf yang lain tuh..siap-siap aja deh."


" Itu dia yang aku takutkan. Aku juga tidak mau mendapat masalah, apalagi statusku kan masih sebagai karyawan baru." ujar Arisa lesu.

__ADS_1


" Sudah, gak usah dipusingkan, kan ada kita-kita yang selalu mendukungmu. Iya gak Ren?" ucap Adinda menyemangati Arisa.


"Terima kasih ya guys..." Arisa bersyukur memiliki teman baru yang bisa diajak bertukar pikiran. Itulah sebabnya, kalau bisa memilih dia lebih senang ditempatkan pada posisi seperti saat ini.


Makanan pesanan mereka pun datang, mereka menikmatinya dengan lahap sampai habis ludes tak bersisa.


" Kentangnya... Jadi, kebelet mau pipis nih. Aku mau ke toilet bentar. Ada yang mau ikutan? " tanya Arisa. Namun kedua temannya hanya menggelengkan kepala.


" Ya sudah, aku ke toilet sebentar. Tungguin ya. Jangan ke mana-mana ya!" ujar Arisa memperingati karena dia tahu kedua temannya itu bakalan jelalatan ke mana-mana, apalagi waktu istirahat masih tersisa setengah jam. Waktu yang cukup untuk mereka berjalan-jalan cuci mata sebentar.


"Tungguin ya!" ujar Arisa membalikkan wajahnya lagi setelah berjalan beberapa langkah.


"Iya..iya..sudah sana, cepat ke toiletnya...katanya udah kebelet!" sahut Reni.


Arisa pun berjalan menuju toilet terdekat dari foodcourt tersebut. Syukurnya ada satu toilet yang kosong, jadi dia segera membuang hajatnya tanpa harus menunggu lama. Saat dia sedang berada di dalam toilet, terdengar suara seseorang dari luar yang sepertinya sedang berbicara di telepon, dan suaranya itu terdengar tidak asing bagi Arisa.


" Pokoknya kamu siapin rancangan gaunmu yang terbaik. Aku mau tampil secantik-cantiknya pas malam acara tersebut, supaya Andika jatuh hati dengan diriku hahaaha..." ucap Michella yang sedang berbicara dengan seseorang di telepon.


Arisa yang malas bertemu dengan Michella memilih menunggu sebentar di dalam toilet, berharap Mak Lampir sombong itu segera meninggalkan tempat itu. Setelah menunggu beberapa saat, Arisa memberanikan diri keluar, namun bersamaan Arisa, toilet sebelah Arisa pun terbuka pintunya dan Michella melangkah keluar dari dalam Akhirnya tidak bisa dihindari lagi, mau tidak mau Arisa harus berpapasan dengan Mak Lampir sombong itu.


"Hei, ketemu lagi kita, nih. Tumben, bisa juga kamu berpakaian rapi begini." ujar Michella dengna ketua sambil menatap penampilan Arisa dari atas sampai ke bawah.


"Emangnya kenapa kalau saya berpenampilan begini? gak ada yang salah kan? Tidak ada juga yang melarang kan?"


"Hahaha, meski kamu mau mengubah penampilanmu kayak gimanapun, tak akan mampulah menandingiku. Jauh levelnya..." ucap Michella dengan angkuhnya.


" Apalagi nanti di malam pesta yang akan diadakan perusahaan Andika, aku pasti akan tampil paling cantik, biar Andika jatuh cinta sama diriku. Pasti Andika akan berpaling dari kamu." lanjut Michella semakin membuat Arisa berang, namun dia mencoba bersabar Menghadapi Mak Lampir sombong itu harus dengan taktik, tidak bisa dengan emosi, pikir Arisa dalam hati.


" Kamu lihat saja nanti." ucap Michella sambil berjalan pergi meninggalkan Arisa yang rasanya sudah mau menjambak-jambak rambut Mak Lampir tersebut.


Arisa pun kembali menyusul kedua temannya yang masih menunggu di foodcourt dan segera kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


*****


Jangan lupa, tinggalkan jejak ya teman-teman, like, komen dan vote kalau berkenan.

__ADS_1


__ADS_2