Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Membereskan Kekacauan


__ADS_3

Satu hari setelah kepulangannya dari Belanda, Handoko mulai ke kantor untuk membereskan masalah yang terjadi di perusahaannya. Kerugian yang dialami perusahaannya cukup besar, namun dia harus berusaha menjaga agar keberlangsungan perusahaan ini tetap terjamin.


" Perusahaan dalam keadaan sekarat saat ini, Om. Untuk tetap bertahan, kita harus bisa mendapatkan investor yang mau menginvestasikan dana besar di perusahaan kita dalam waktu dekat ini. Tetapi, apakah mungkin ada investor yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita dalam waktu mepet begini?" ucap Calvin menjelaskan dengan sedikit ketakutan. Biar bagaimana, ada rasa bersalah pada dirinya, dia merasa tidak becus menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan pamannya kepada dirinya.


"Mengenai itu, aku akan pikirkan. Sekarang tugasmu, pantau terus perkembangan pencarian kedua manager yang telah menyebabkan masalah ini terjadi!" perintah Handoko


" Untuk manager produksi, Pak Santoso telah ditangkap polisi,Om. Dia akan mempertanggung jawabkan kejahatannya. Namun, manager keuangan, Pak Ario sampai sekarang belum diketahui kabarnya. Dia benar-benar seperti ditelan bumi. Bakan dia memboyong seluruh keluarganya meninggalkan kota ini, sehingga kita masih kesulitan menemukan jejaknya." ucap Calvin menjelaskan perkembangan usaha pencarian kedua sosok yang telah mengakibatkan perusahaan hampir di ambang kehancuran. Keduanya telah menyelewengkan dana yang begitu besar sehingga perusahaan mengalami kerugian besar.


"Baiklah, kamu boleh keluar sekarang. Aku mau mengecek laporan ini dulu." ujar Handoko kepada Calvin.


"Baik Om."


Handoko semakin kesal ketika membaca laporan keuangan perusahaan. Tak pernah disangkanya, orang yang telah diberikannya kepercayaan jabatan, malah mengambil kesempatan untuk mengambil keuntungan diri sendiri. Diapun tidak bisa menyalahkan Calvin sepenuhnya, karena dia tahu hal ini di luar kendali Calvin.


"Dari mana aku bisa mendapatkan dana sebanyak itu?" ucap Handoko pelan sambil berpikir. Tiba-tiba dirinya teringat dengan sahabat lamanya, Wijaya. Apakah mungkin Wijaya mau menolongnya.


Namun tidak ada salahnya mencoba, pikirnya. Tetapi hari ini, Handoko masih harus melakukan pemantauan ke semua departemen perusahaan yang sudah ditinggalkannya cukup lama, dia tidak bisa mengunjungi Wijaya hari ini.

__ADS_1


Aku akan mengunjungi besok saja, kebetulan besok adalah hari Minggu. Jadi, waktuku lebih santai. Lagipula, aku ingin meminta maaf atas sikap Della terhadapnya terakhir kami bertemu. Aku merasa tidak enak hati terhadapnya atas ucapan Della waktu itu.


Handoko melanjutkan pekerjaannya memantau jalannya perusahaan pada semua departemen hari ini. Meski dirinya menghadapi masalah besar saat ini, dia mencoba tetap bersikap tenang. Apalagi, saat bersama dengan istrinya. Dia tidak mau Della ikut mengkuatirkan perusahaan, sehingga semakin menambah beban pikirannya. Cukup hanya dia saja yang menanggung beban ini, pikirnya.


Waktu berjalan begitu cepat saat orang sedang sibuk, itulah yang dirasakan oleh karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan Handoko dengan segala rutinitasnya. Karena sudah waktunya pulang, Handoko pun menelepon sopirnya untuk segera menjemputnya.


Sesampainya di rumah, istri Handoko sudah menunggu untuk makan malam bersama. Setelah Handoko selesai mandi, mereka pun menikmati makan malam bersama.


" Bagaimana keadaan perusahaan kita, Pa? tanya Della.


" Tidak ada masalah serius, Ma..Hanya ada beberapa hal yang memang menuntutku untuk turun tangan langsung. Tetapi mama gak perlu kuatir, semuanya telah tertangani dengan baik kok." jawab Handoko santai agar istrinya tidak curiga.


"Hari Minggu besok, kita mengunjungi makam Erina yuk, Pa." ajak Della membuat Handoko tiba-tiba tersedak dengan makanannya. Dia tidak mungkin bisa menolak keinginan istrinya itu jika tanpa disertai alasan yang kuat


"Baiklah, tetapi kita berangkat agak awal ya, Ma. Soalnya papa ada janji temu klien baru di siang harinya nanti." jawab Handoko beralasan. Meski Della agak bingung, kok bertemu klien pada hari Minggu, namun dirinya tidak ingin bertanya lebih lanjut.


" Iya, kita berangkat jam 9 pagi saja ya "

__ADS_1


" Baiklah!" mereka pun meneruskan makan malam dengan serius tanpa obrolan lagi.


******


Keesokan paginya, tepat pukul 9, Handoko dan istrinya berangkat ke makam Erina.Sesamoai di sana, belum sempat Della berkata apa-apa, tangisannya sudah meledak di dekat makam Erina.


" Sudahlah, Ma. Mama jangan menangisi Erina seperti itu lagi, dia sudah tenang di sana sekarang." ucap Handoko mencoba menghibur istrinya. Namun, istrinya tetap saja menangis dengan isakan pelan yang mengharukan. Handoko juga sama sedihnya dengan istrinya, namun dia harus tetap kuat agar bisa mendampingi istrinya dengan baik.


"Rasanya aku masih belum bisa menerima, Pa...Erina pergi secepat ini. Sekarang rasanya aku tidak memiliki siapa-siapa lagi hiks....." ucap Della sambil terisak sedih.


" Mama jangan ngomong begitu, kan ada papa yang selalu menemani mama." hibur Handoko sambil merangkul bahu istrinya dan mengelus pelan.


Sekitar 20 menit mereka berada di makam Erina, kemudian mereka pun pulang. Mereka sampai di rumah tepat pukul 11 siang.


" Sekarang, mama istirahat dulu ya..aku masih ada urusan pekerjaan sebentar ya. Aku keluar sekarang ya, Ma." Della hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan menuju ke kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Handoko, segera melajukan mobilnya menuju rumah sahabat lamanya, Wijaya.


******

__ADS_1


Update sedikit dulu ya..jangan lupa tinggalkan jejak melalui like, komen, rate dan vote ya teman-teman.


Terima Kasih..


__ADS_2