Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Tidak Masuk kerja


__ADS_3

"Mas!"


"Aku minta maaf!" Masih belum terdengar jawaban dari Andika, membuat Arisa membalikkan badannya. Betapa terkejutnya dia, saat melihat wajah suaminya itu begitu pucat tidak menyadarkan diri dan terlihat ada banyak ruam-ruam merah di area wajah dan lehernya.


Arisa segera meraih handphone Andika untuk mencari nomor kontak dokter Hadi, yang menjadi dokter pribadi Andika selama ini. Setelah menghubungi dokter Hadi, yang kemudian menyarankan agar Andika segera dibawa ke rumah sakit. Arisa segera mempersiapkan apa sekiranya diperlukan sambil menunggu ambulans rumah sakit yang akan datang menjemput.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mobil ambulans datang dan membawa Andika ke rumah sakit. Sebelumnya, Arisa telah menghubungi mertuanya untuk mengabarkan keadaan Andika. Tentu saja Anita juga kaget mendengarnya dan sangat mengkuartirkan keadaan anaknya itu. Syukur Wijaya dan menenangkan istrinya dan mereka pun segera menuju ke rumah sakit.


Sesampai di rumah sakit, setelah Andika masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Tinggallah Arisa menunggu sendiri di depan ruang tersebut, sambil terduduk lesu mengkuatirkan keadaan suaminya tersebut. Tidak lama kemudian, barulah kedua mertuanya itu menyusul datang.


"Bagaimana keadaan Dika? Di mana dia sekarang, Risa?" tanya Anita.


"Tenang dulu, Ma." ujar Wijaya.


"Andika lagi diperiksa di dalam, Ma. Kita tunggu dulu, mudah-mudahan Andika tidak apa-apa Ma." Sekilas Arisa kemudian menceritakan keadaan Andika saat mereka di apartemen tadi.


Tak lama kemudian, dokter Hadi yang memeriksa Andika di dalam pun keluar, langsung saja Anita dan Andika menyerbu dengan rentetan pertanyaan.


"Bagaimana keadaan anak saya, Dok?" tanya Anita


"Andika tidak apa-apa. Dia hanya mengalami alergi saja. Tubuhnya menolak makanan yang dikonsumsinya hari ini, sehingga menimbulkan efek seperti itu. Sekarang kondisinya sudah stabil kembali dan akan dipindahkan ke ruang perawatan. Nanti, Anda bisa membesuknya di sana."


"Syukurlah!" ucap Arisa.

__ADS_1


"Memangnya apa yang dimakan Andika hari ini?" tanya Anita sambil menatap tajam ke arah Arisa. Tentu saja Arisa tidak tahu apa yang dimakan oleh suaminya hari saat makan siang tadi. Arisa juga tidak pernah tahu kalau Andika memiliki alergi dengan beberapa makanan. Dia sudah merasa ngeri dengan pertanyaan ibu mertuanya yang seolah mengintegorgasinya.


"Ma, apakah Mama pernah kasih tahu Arisa tentang beberapa makanan yang bisa membuat Andika alergi sebelumnnya?"


"Oh iya yah, aku lupa, Pah. Andika sendiri juga mungkin tidak ingat, makanya dia lupa kalau dia tidak boleh mengkonsumsi makanan apapun yang memiliki kandungan ikan tuna. Pasti Andika hari ini mengkonsumsi makanan itu." ucap Anita berasumsi sendiri. Memang benar, saat makan siang tadi, Andika memesan makanan online dan terdapat menu ikan tuna pada paket makan siangnya itu. Karena lupa ingatan, dia pun tidak tahu makanan apa saja yang pantang baginya.


"Yang terpenting sekarang, Andika tidak apa-apa. Ayo, kita melihat Andika di ruangannya." ajak Wijaya. Syukurlah ada bapak mertuanya yang bisa bersikap bijak dan tenang dalam menghadapi situasi seperti ini, sehingga tidak membuat Arisa merasa semakin tersudut.


Sesampai di ruangan perawatan Andika, terlihat Andika masih belum sadar dan masih tertidur pulas. Setelah menunggu beberapa lama, Wijaya mengajak istrinya untuk pulang. Meski awalnya, Anita bersikeras ingin menunggui putra kesayangannya itu, namun akhirnya dia menurut kepada suaminya. Kini tinggalkan Arisa seorang diri yang menunggui Andika di ruangan tersebut.


Malam sudah cukup larut, Arisa pun sudah cukup lelah dengan aktivitasnya sepanjang hari ini, sehingga akhirnya diapun ikut terlelap di samping tempat tidur Andika dalam posisi kepalanya tertunduk di tempat tidur.


******


Keesokan paginya, Andika terbangun di saat Arisa masih terlelap dalam posisi tidurnya seperti itu. Pelan-pelan Andika membuka matanya dan mengedarkan pandangan ke sekelilingnya yang terlihat asing, dia mulai sadar bahwa ini bukan di kamar tidurnya. Dilihatnya, Arisa yang masih tertidur di sampingnya.


Andika merasa terharu membayangkan Arisa yang mungkin semalaman menjagainya. Pelan-pelan, tangan Andika menyentuh kepala Arisa dan membelai rambutnya, sehingga tak lama kemudian Arisa pun terbangun.


"Kamu sudah bangun, Mas? Gimana keadaanmu sekarang? Sudah agak baikan kan?" Andika hanya mengangguk.


"Tunggu sebentar, aku ambilkan air putih dulu ya!"


"Nah, diminum airnya!"

__ADS_1


Arisa kemudian teringat sesuatu, dengan cepat dia meraih handphonenya untuk memberi kabar ke Alex bahwa dia tidak bisa masuk kerja hari ini.


"Kamu tidak kerja hari ini?" tanya Andika.


"Tidak, Mas! Aku sudah minta izin kok. Aku mau menjagamu hari ini." jawab Arisa. Andika merasa senang sekali mendengar jawaban Arisa yang terdengar tulus memberikan perhatian kepadanya. Dan selama di rumah sakit sepanjang hari itu, Arisa benar-benar telaten merawat suaminya tersebut, sehingga hati Andika mulai luluh dan tidak marah lagi kepada Arisa terkait kejadian makan siang Arisa dan Alex kemarin.


*****


Sementara itu, Alex yang mendapatkan pesan singkat dari Arisa yang mengabarkan bahwa Arisa tidak bisa masuk kerja hari ini karena ada suatu urusan, membuat dirinya uring-uringan tidak fokus dengan pekerjaannya karena memikirkan wanita pujaan hatinya itu.


Dia mengirimkan pesan singkat untuk menanyakan kabar Arisa namun belum mendapat balasan, sehingga membuatnya semakin tidak karu-karuan. Sambil menatap layar handphonenya, dia berharap segera ada balasan dari Arisa. Namun yang ditunggu tak kunjung membalas, malah beberapa pesan berturut-turut dikirim oleh Farah yang memintanya untuk menemaninya untuk hadiri di acara fashion show yang akan diadakan nanti malam. Farah memang merupakan seorang desaigner busana, sehingga dia biasa menghadiri acara-acara seperti itu. Alex sengaja mengabaikan pesan dari Farah tersebut.


Tak lama kemudian, seseorang masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, siapa lagi kalau bukan Farah. Alex memang tidak pernah bisa menghindar jauh dari Farah, sedikit saja Alex mengabaikan pesan chat Farah, pasti tidak lama kemudian wanita itu akan muncul di hadapannya. Kadang-kadang Alex heran, apakah wanita itu tidak mempunyai kesibukan lain selain menempel terus dengannya.


"Jadi, bagaimana? Kamu bisa kan menemaniku ke acara tersebut nanti malam." Alex hanya mengangguk.


"Yes! Gitu dong" ucap Farah lalu mengecup pipi Alex.


"Kamu sibuk hari ini?"


"Ya begitulah. Jadi, kalau bisa, kamu jangan lama-lama di sini, aku tidak bisa kerja dengan fokus jadinya." ujar Alex dangan ketus.


"Ikh....masa gitu. Kekasih datang, masa diusir....tega kamu!" ujar Farah, kemudian pura-pura manyun. Namun, tentu saja taktik itu tidak akan berhasil, karena Alex jarang sekali mau membujuknya. Jadi, akhirnya dia memilih untuk pergi saja, yang penting, Alex sudah berjanji akan menemaninya nanti malam. Alex lega dengan kepergian Farah tersebut, namun memikirkan nanti malam dia harus keluar bersama dengan wanita itu, membuatnya merasa malas sekali.

__ADS_1


*****


Maaf ya, lama tidak update. Author jadi ikutan rada-rada malas, setelah membaca komen-komen par para penulis tentang kebijakan platform yang tidak menguntungkan para penulis. Mudah-mudahan ada kebijakan baru yang bisa menguntungkan para penulis ya.... Supaya author bersemangat kembali, boleh dong bantu dilike, komen dan vote ya teman-teman...


__ADS_2