Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Lamaran Alex


__ADS_3

Setelah mendengar kalau Farah akan membantunya untuk mencari tahu informasi tentang kesibukan Andika akhir-akhir ini, untuk memastikan kalau kecurigaannya itu tidaklah benar, Arisa bisa merasa lebih lega sedikit.


Sementara itu, Farah segera memerintah salah seorang temannya, yang memang pekerjaan sebagai detektif panggilan untuk menyelidiki Andika.


Tidak perlu waktu lama, setelah dua hari, Farah mendapatkan informasi penting mengenai kesibukan Andika akhir-akhir ini. Namun, Farah merasa sebaiknya informasi itu tidak disampaikan kepada Arisa dulu demi kebaikan bersama. Maka Farah merahasiakannya dari Arisa.


Hari ini, Farah memiliki janji makan malam dengan Alex. Ia sudah tidak sabar menanti malam itu tiba. Waktu baru menunjukkan pukul 4 sore, tetapi Farah sudah mengakhiri pekerjaannya dan segera pulang ke rumah agar bisa mempersiapkan dirinya dengan maksimal untuk makan malam romantisnya bersama Alex.


Farah memilih mengenakan gaun merah kesukaannya yang dipadukan dengan sepatu high heel merah . Farah terlihat begitu anggun mengenakan gaun selutut itu, sederhana namun elegan. Apalagi, setelah Farah mendandani wajahnya dengan polesan ringan namun benar-benar mempesona.


Saat Alex datang dan menjemputnya, Alex sempat terkesima memandangi Farah yang berjalan turun dari lantai dua. Mereka pun segera meluncur ke resto yang sudah direvervasi secara khusus oleh Alex.


Ini pertama kalinya Farah diperlakukan secara spesial oleh Alex dalam makan malam mereka. Biasanya makan malam mereka berlangsung dengan kaku, karena Alex lebih sering sibuk dengan handphonenya dibandingkan mengobrol dengan Farah. Tetapi tidak dengan malam ini, pandangan Alex benar-benar terfokus dengan wanita di depannya itu, sampai-sampai membuat Farah menjadi salah tingkah sendiri karena diperhatikan Alex saat sedang makan.


"Apaan sih? Kok perhatikan aku terus? Ayo, kamu makan juga dong." ujar Farah dengan nada sedikit manja.


"Gak ada salahnya kan, aku perhatikan kekasihku yang sedang makan." jawab Alex yang spontan mengenggam tangan Farah.


"Sayang..." Alex mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.


"Maukah kamu menikah denganku?" tanya Alex sembari memperlihatkan sebuah cincin dalam kotak yang dibukanya pada Farah.


Farah terdiam sebentar. Dia tidak menyangka Alex akan melamarnya secepat itu. Tentu saja dia tidak akan berpikir dua kali untuk menerima lamaran itu. Farah mengangguk.


"Iya, aku mau" jawab Farah yang langsung membuat Alex segera memakaikan cincin tersebut di jari Farah. Alex beranjak dari kursi untuk mendekatkan dirinya kepada Farah dan mengecup lembut kening kekasihnya itu.


"Terima kasih, kamu tetap mau menerima aku, setelah sekian lama aku mengacuhkanmu dan bersikap buruk terhadapmu selama ini." ujar Alex.

__ADS_1


"Jadi, kapan kita akan menikah, Alex?" tanya Farah.


"Kalau kamu siap, besok juga bisa..." jawab Alex spontan bercanda dengan Farah yang sudah bertanya dengan serius, membuat kekasihnya itu menjadi cemberut sesaat.


"Alex!"


"Iya..iya, aku serius sekarang. Bagaimana kalau bulan depan. Aku pikir waktu sebulan cukup untuk kita mempersiapkan semuanya. Tenang saja, kita akan menggunakan jasa wedding organizer yang handal. Jadi, kamu tidak akan terlalu repot, sayang!"


"Apakah itu tidak terlalu cepat?" tanya Farah ingin memastikan kembali kalau Alex tidak bercanda.


"Tentu saja tidak. Lagipula, bukankah orang tua kita masing-masing sudah sangat menginginkan pernikahan kita ini."


"Iya sih, ya sudah. Aku ikut saja."


Sungguh senang hati Farah. Akhirnya penantian cintanya selama ini membuahkan hasil yang begitu manis. Dia tidak sabar ingin menceritakan tentang kabar gembira ini kepada Arisa. Tetapi, tunggu dulu, Arisa sekarang sedang dirundung kekuatiran. Tidak tepat rasanya kalau dia menceritakan dalam waktu-waktu ini. Akhirnya Farah membatalkan niatnya ini. Dia akan menunggu saat yang tepat untuk memberitahukan kabar ini kepada Arisa.


****


Apalagi pagi ini, sikap Andika semakin aneh. Andika sama sekali tidak menghiraukan dia saat dia bangun tidur dan Andika sudah selesai mandi bersiap-siap akan memakai setelan kerjanya.


Arisa segera beranjak bangun dari tempat tidur untuk membantu mempersiapkan pakaian Andika. Namun, bukannya berterima kasih, Andika marah berkata dengan nada gak tinggi kalau dia tidak mau memakai kemeja yang dipilih oleh Arisa. Alasannya, warnanya terlalu norak.


Arisa kaget dengan nada bicara Andika yang tidak pernah seperti itu. Namun, dia tetap berusaha tegar, meski rasanya mau menangis. Arisa mencoba menahan agar air matanya tidak sampai keluar dan menangis di hadapan suaminya itu.


Setelah itu, Andika langsung keluar dari kamar untuk sarapan dan langsung ke kantor tanpa berpamitan dengan Arisa, seperti yang biasa dilakukannya sebelumnya.


Meski sedih dengan perlakukan Andika pagi tiu, Arisa mencoba tetao bersikap seperti biasanya, seolah-oleh tidak terjadi apa-apa, karena dia tidak mau ibunya menjadi curiga dan menanyakan macam-macam Untuk saat ini, dia benar-benar tidak mau diinterogasi oleh ibubya.

__ADS_1


Arisa teringat dengan pembicaraannya dengan Farah beberapa waktu yang lalu. Akhirnya Arisa mencoba menghubungi Farah untuk menanyakan informasi. Mungkin saja Farah tahu sesuatu tentang apa yang dilakukan Andika akhir-akhir ini.


"Halo, Farah."


"Hai, Arisa. Apa kabar? Tumben kamu telepon, ada apa?" tanya Farah.


"Gak, aku hanya ingin tanya, siapa tahu kamu sudah mendapatkan informasi tentang kesibukan Andika akhir-akhir ini? Apakah benar dia....?"


"Mengenai itu.....Maaf Arisa, aku belum berhasil mendapatkan informasi apa-apa mengenai Andika, tetapi ...." jawab Farah seolah mengetahui sesuatu namun enggan menceritakan kepada Arisa.


"Tetapi? tetapi apa Farah?" tanya Arisa.


"Kamu mungkin bisa mencari tahu sendiri. Nanti malam kamu datang saja di resto Wahana di Jalan Melati. Beberapa malam ini Alex selalu datang ke resto itu."


"Apa? katakan kepadaku, dengan siapa dia di resto itu? Apakah bersama wanita lain?" Arisa mulai kalut.


"Tenang dulu, Arisa. Kamu datang saja dan pastikan semuanya. Jangan dulu, ambil kesimpulan sendiri." jawab Farah.


Setelah mengakhiri pembicaraannya di telepon, Arisa galau memikirkan segala kemungkinan yang bisa terjadi nanti malam. Namun, dia berjanji dalam hatinya, apapun yang dilihatnya nanti malam, dia akan berusaha tegar, demi anak yang sedang dikandungnya saat ini.


Arisa menjadi uring-uringan sepnjang hari, bahkan menjadi semakin tidak berselera makan siang itu, sampai-sampai Dina harus mengingatkannya berkali-kali, barulah akhirnya dia memaksakan dirinya untuk melahap sedikit makanan yang telah disediakan oleh ibunya. Sore itu, Dina mengatakan ada urusan sampai cukup malam, jadi itu berarti kesempatan bagi Arisa untuk keluar nanti malam ke tempat yang disebutkan Farah tadi, tanpa harus memberitahukan kepada ibunya.


Arisa sudah bersiap-siap sedari tadi, tidak sabar untuk segera sana, namun waktu baru menunjukkan pukul 5 sore lewat, masih terlalu awal. Sembari menunggu waktu pukul 6, Arisa mencoba mengirim pesan kepada suaminya.


Mas, pulang awal hari ini?


Cukup lama, barulah ada balasan dari Andika.

__ADS_1


Iya


Singkat tanpa basa-basi, membuat Arisa semakin pedih hatinya.


__ADS_2