Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Apa yang terjadi?


__ADS_3

Bukan main senangnya, kedua orang tua Andika saat mendengar kabar bahagia dari Andika sesaat setelah mereka selesai makan siang. Sebenarnya bagi Wijaya, tentu saja cucu laki-laki ataupun perempuan sama saja baginya, hanya saja untuk Della sendiri memang lebih mengharapkan kalau bisa anak pertamanya Andika adalah laki-laki supaya bisa meneruskan perusahaan ayahnya nanti, tetapi kalaupun akhirnya yang lahir ternyata adalah perempuan, Anita tetap akan menyayangi cucunya juga.


Tetapi rupanya, tak disangka malah mereka akan mendapatkan dua cucu sekaligus. Wijaya dan istrinya sangat senang karena memang sudah lama mereka mengharapkan kehadiran cucu di tengah-tengah masa tua mereka.


Kabar yang bahagia ini juga segera tersampaikan ke kedua orang tua kandung Arisa dan ibunya. Mereka juga sangat senang. Kini, mereka tidak sabar rasanya menanti sekitar 3 bulan lagi, menyambut kehadiran sepasang cucu mereka. Apalagi Della, dia menjadi semakin antusias membantu anaknya untuk melakukan segala persiapan dalam menyambut kelahiran kedua cucunya nanti.


Dalam beberapa minggu ini, Andika berencana akan mengatur kepindahan sebagian barang-barang mereka ke rumah baru mereka.


Hari itu, karena mereka mempunyai cukup banyak waktu santai, maka Andika dan Arisa mencoba mengepak sebagian barang yang akan dibawa oleh mereka. Mereka dibantu oleh Dina, Della beserta kedua pembantu di rumah yang diajaknya.


Setelah selesai mengepak barang-barang yang dirasa perlu, kini mereka tinggal menunggu layanan mobil pindah barang yang telah mereka pesan.


Tak sabar rasanya, Arisa ingin segera menata barang-barang keperluan kedua bayi mereka nantinya di kamar mereka masing-masing yang telah dipersiapkan oleh Andika sebelumnya. Siapa yang menyangka akhirnya semua barang yang dibeli mama dan mertuanya itu akhirnya akan terpakai semua sekaligus.


Setelah sebagian barang mereka sudah dipindahkan ke rumah baru mereka, mamak Arisa pun memulai aktivitas barunya untuk menata barang-barang yang ada pada tempatnya. Kebetulan, hari itu adalah akhir pekan, jadi Andika bisa ikut membantu Arisa.


"Sayang, ini sebaiknya digantung di mana?" tanya Andika sambil memegang hiasan dinding dari kayu yang mempermanis kamar mereka.


"Di sudut itu saja, Mas. Biar lebih terlihat." jawab Arisa.


"Oke, Nyonya. Siap dikerjakan!" sahut Andika.


Sedang asyik menata barang-barang masih menumpuk di hadapannya, tiba-tiba Arisa merasakan sakit yang luar biasa.

__ADS_1


"Mas....mas...!" rintih Arisa dengan suara pelan sementara dirinya mencoba duduk dengan posisi nyaman di atas ranjang.


"Mas..." suara Arisa yang pelan hampir saja tidak terdengar oleh Andika. Namun, syukur Andika tiba-tiba menoleh. Dia begitu kaget saat melihat Arisa sudah dalam keadaan terduduk di atas ranjang dengan setengah berbaring bersandar pada bantal dan sepertinya istrinya sedang merasakan kesakitan.


"Sayang, apa yang terjadi? kamu kenapa sayang?" tanya Andika dengan kuatir dan segera menghampiri Arisa.


"Kita segera ke rumah sakit ya!"


Dengan cekatan langsung menggendong istrinya. Sementara itu, Della dan Dina yang sedang membantu menata barang di ruang tamu tak kalah kagetnya saat melihat Arisa berada dalam gendongan Andika yang terlihat sangat panik.


"Arisa, kenapa Dika?" tanya Della.


"Tidak tahu, Ma. Aku akan segera bawa ke rumah sakit."


"Aku juga!" sahut Dina.


Maka mereka pun segera meluncur untuk mengantarkan Arisa ke rumah sakit. Semua orang yang ada di dalam mobil terlihat panik dan begitu kuatir melihat Arisa yang masih merintih kesakitan sesekali.


Hingga akhirnya, ketika sudah sampai di rumah sakit, sepertinya Arisa sudah kehilangan kesadarannya dan terkulai lemas. Para perawat segera memberikan penanganan.


Andika dan kedua ibu mertuanya terlihat cemas. Bahkan Andika terlihat tidak bisa tenang untuk duduk di kursi tunggu. Dia berjalan mondar-mandir berharap, dokter yang menangani istrinya di dalam segera keluar memberikan kabar tentang kondisi istrinya.


Apa yang terjadi? Bukankah terakhir mereka kontrol dua minggu yang lalu, semua baik-baik saja menurut hasil pemeriksaan dokter. Saat ini, usia kehamilan Arisa baru memasuki awal 7 bulan. Apa jangan-jangan? Akh, Hati Andika berkecamuk memikirkan dan membayangkan skenario terburuk yang mungkin menimpa istrinya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, keluarlah seorang dokter beserta seorang perawat yang mengiringinya Dengan cepat, Andika menghampiri dokter tersebut untuk menanyakan kondisi istrinya


"Bagaimana keadaan istri saya sekarang, Dok?" tanya Andika.


"Kondisi istri Anda sudah mulai stabil. Namun, demi keselamatan istri Anda dan anak-anak Anda, kami harus segera memberikan penanganan lanjutan, operasi caesar untuk kelahiran kedua bayi Anda,karena terdapat kelainan pada posisi ari-ari dan ketuban istri Anda juga sudah pecah, maka bayi-bayi Anda harus lahir secara prematur." jawab Dokter menjelaskan.


"Apapun itu Dok, lakukan, demi keselamatan istri dan anak-anak saya, Dok. Tolong, Dok. Lakukan yang terbaik untuk istri saya."


"Baik, kami akan berusaha yang terbaik. Mohon ikut saya, untuk menandatangani surat persetujuan pihak keluarga atas penangangan ini."


Andika segera mengikuti dokter ke ruangannya. Pikirannya sungguh tak bisa tenang, apalagi memikirkan kondisi kedua anaknya yang akan lahir dalam kondisi prematur. Sedikit yang diketahuinya, bahwa bayi yang biasanya akan mengalami beberapa kelainan, karena perkembangannya belum cukup matang dan siap untuk dilahirkan. Lalu, bagaimana keadaan keduanya nanti. Dia sungguh kuatir.


Sementara itu, Della segera menghubungi besannya untuk mengabari kondisi Arisa. Tak lama kemudian, Anita dan Wijaya pun sudah sampai ke rumah sakit.


Kini semua berharap cemas menunggu Arisa yang sedang menjalani prosedur operasi caesar. Andika terlihat begitu gelisah meski kedua orang tuanya bahkan mertuanya sudah berusaha menenangkannya. Dia sangat mengkuatirkan kondisi Arisa.


Happy reading


*****


Maaf ya, agak telat updatenya. Lagi ada kesibukan di dunia nyata, jadi lupa untuk berhalu meneruskan cerita ini hehehehe.....


Tetapi tenang saja, author pasti akan berusaha sampai tamat cerita ini ya, supaya tidak menggantung dan mengecewakan readers yang sudah mengikuti dari awal.

__ADS_1


Thanks ya atas supportnya


__ADS_2