
Beberapa hari ini, Arisa merasakan perubahan sikap Andika yang tidak biasanya. Akhir-akhir ini, Arisa merasa suaminya itu bersikap dingin terhadap dirinya, padahal biasanya Andika selalu bersikap mesra terhadapnya. Namun, Arisa tidak mau pusing memikirkan hal itu, karena saat ini dia sedang fokus dalam kesibukan barunya, apalagi dengan statusnya sebagai karyawan baru yang masih harus banyak belajar.
Andika terlihat lebih banyak diam saat bersama dengan Arisa di apartemen. Seperti yang terjadi pagi ini saat mereka makan bersama, mereka pun menikmati makanannya di dalam kebisuan, tidak ada obrolan sama sekali. Kemudian, Andika memilih berangkat ke kantor duluan tanpa menunggu Arisa untuk berjalan keluar bersama.
Meski merasa sedikit aneh, Arisa kemudian memilih menyibukkan diri dengan aktivitasnya hari ini. Cukup banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya saat dia sampai di kantor. Saat sedang sibuk dengan laporan yang harus diselesaikannya, tiba-tiba Ibu Nelly pimpinan di divisi Arisa memanggilnya.
"Maaf, Ibu memanggil saya?' tanya Arisa.
"Iya, saya baru saja dapat telepon dari Pak Direktur. Beliau menyuruh kamu ke kantornya sekarang juga!"
Arisa merasa bingung. Ada urusan apa Alex memanggilnya? apakah dia melakukan kesalahan? Rasanya tidak.
Saat Arisa sampai di lantai ruangan direktur, dilihatnya meja sekretaris direktur, kosong. Apakah mbak Evalia tidak masuk kerja hari ini? Arisa bertanya-tanya sambil mengetuk pintu ruangan Direktur.
"Masuk!" terdengar sahutan dari dalam.
"Maaf, Bapak memanggil saya?" tanya Arisa setelah berjalan sampai di depan meja Alex.
"Iya, saya perlu bantuanmu hari ini untuk menggantikan tugas sekretaris saya. Nona Evalia tidak masuk hari ini, jadi kamu harus menggantikannya untuk mendampingi saya bertemu klien penting hari ini!" ujar Alex.
"Hah? saya pak?"
"Iya, kamu! Kenapa? kamu tidak bersedia?"
"Tetapi...."
"Sudah tidak usah membantah, sebentar lagi kita berangkat!" ujar Alex.
Kenapa harus diriku sih? Bukankah masih banyak staf lain yang lebih tepat untuk menggantikan posisi mbak Evalia, aku kan karyawan baru, belum tahu apa-apa. Gerutu Arisa dalam hati, namun dirinya tidak berani membantah, meski Alex adalah teman lamanya namun saat ini Alex juga merupakan atasannya.
"Baiklah!"
Tidak lama kemudian, Alex dan Arisa pun segera meluncur ke sebuah resto tempat janji temu klien itu dilakukan. Mereka sengaja datang lebih awal, agar tidak sampai ditunggu oleh klien.
Cukup lama mereka menunggu, bahkan sudah hampir setengah jam, namun orang yang ditunggu tak kunjung datang. Saat ini mereka sedang duduk di salah satu pendopo resto yang berada di sudut agar lebih terjaga privasinya, berhubung ruangan privat resto tersebut telah dibooking duluan oleh orang lain, sehingga mau tidak mau Alex memilih mereservasi area tersebut, karena pihak kliennya menginginkan tetap bertemu di resto tersebut.
Dritt....dritt...drritt.....
__ADS_1
Handphone Alex berbunyi. Dia segera mengangkatnya.
"Iya, baiklah. Tidak masalah....saya bisa mengerti....kita bisa atur lagi pertemuan ini di lain waktu!" ucap Alex mengakhiri panggilan tersebut setelah berbicara beberapa saat dengan orang yang meneleponnya.
"Tuan Haryono tidak jadi datang?" tanya Arisa. Alex mengangguk.
"Jadi, berarti kita bisa segera kembali ke kantor sekarang kan?"
"Tunggu dulu!"
"Kenapa?" tanya Arisa
"Kamu lupa, kita sudah memesan makanannya. Daripada mubazir, kita sekalian makan siang dulu, baru kembali ke kantor!" ucap Alex. Meski pertemuan klien batal hari ini, Alex tidak kecewa, karena dengan begitu dia bisa menghabiskan waktu bersama dengan Arisa hari ini.
Belum sempat Arisa menjawab, makanan sudah mulai dihidangkan oleh para pelayan, membuat Arisa memilih mengikuti saran Alex. Mereka pun menikmati makan siang mereka sambil mengobrol tentang masa-masa saat mereka SMA dulu.
Namun tanpa mereka sadari, keakraban mereka tertangkap oleh pandangan mata seorang pria saat ini. Apa yang dilihatnya ini benar-benar membuatnya cemburu. Hati siapa yang tidak akan terbakar api cemburu saat melihat istrinya sedang makan siang dan terlihat mesra bersama laki-laki lain. Andika yang kebetulan juga mereservasi ruang privat resto ini untuk mengadakan pertemuan dengan kliennya, tanpa sengaja melihat Arisa sedang makan berduaan dengan seorang laki-laki.
Namun, Andika memilih untuk tidak mendekati mereka karena saat ini dia sedang ada janji temu dengan klien penting. Dia pun segera berlalu dari tempat itu dan memasuki ruangan privat resto tersebut.
****
Sore ini, saat Arisa hendak pulang kerja, dirinya bermaksud memesan taksi online, karena memang beberapa haripun Andika sudah tidak pernah datang untuk menjemputnya. Mungkin memang Andika sedang sibuk atau lembur, jadi Arisa tidak terlalu mempermasalahkannya.
Arisa sedang berdiri di depan untuk menunggu taksi jemputannya datang, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depannya. Kaca jendela mobil dibuka, terlihat Alex menyapa dari dalam.
"Ayo, pulang denganku!" sahut Ales dari dalam.
"Tidak usah, Pak! Sebentar lagi juga....." belum sempat Arisa selesai berbicara. Alex sudah keluar dari mobil dan berjalan ke samping untuk membukakan pintu mobil di depan Arisa.
"Ayo, masuk!" ucap Alex dengan nada memaksa.
Akhirnya, Arisa terpaksa mengikuti perintah atasannya itu dan masuk ke dalam mobil, meski dirinya merasa tidak nyaman karena takut akan menjadi bahan omongan para karyawan di perusahaan tersebut.
"Kamu tinggal di mana?" Arisa pun memberitahukan alamat apartemennya itu.
"Oke, aku tahu tempat itu." ucap Alex. Kemudian mereka pun terdiam sejenak karena tidak tahu apa yang mau dibicarakan lagi.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu sungkan denganku saat kita berada di luar perusahaan!" ucap Alex membuka obrolan lagi.
"Tetapi, biar bagaimanapun kamu adalah atasanku...dan aku tidak mau menjadi bahan omongan di perusahaan nantinya."
"Soal itu, tidak perlu kamu kuatirkan!"
"Supaya tidak menjadi bahan omongan, bagaimana kalau kita meresmikan hubungan kita, kamu mau kan menjadi kekasihku!" ucap Alex membuka Arisa tersedak seketika karena kebetulan dia sedang minum dari botol minum yang dibawanya.
Huk...uhukk...uhukkk
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Alex
"Aku tidak apa-apa. Aku hanya kaget mendengar ucapanmu barusan."
"Jadi, apa jawabanmu? kamu mau kan?"
"Maaf, aku tidak bisa!"
"Aku tidak suka dengan penolakan!"
"Maaf, aku benar-benar tidak bisa, karena aku ...."
"Kenapa kamu tidak bisa, apakah karena kamu sudah memiliki kekasih?"
"Iya, lebih tepatnya, aku sudah memiliki suami." jawab Arisa
"Apa???"
"Aku tidak percaya itu." ujar Alex.
Seketika itu mereka terdiam dan tidak melanjutkan pembicaraan mereka hingga mobil Alex berhenti di depan apartemen Arisa. Arisa segera turun dari mobil setelah mengucapkan terima kasih kepada Alex.
Andika yang kebetulan juga baru saja sampai di apartemen melihat dengan jelas bahwa istrinya turun dari mobil seseorang. Tanpa melihat jelas siapa yang ada dalam mobil, dia sudah menebak, ini pasti orang yang sama dengan orang yang makan siang dengan istrinya tadi siang. Emosi Andika meluap hingga memukul dashboard mobil sangat keras dengan kepalan tangannya. Namun, kemudian dia mencoba menenangkan dirinya sebelum menyusul Arisa masuk ke dalam apartemen.
****
Update lagi nih... Maaf ya, jika terdapat banyak typo atau ada kata-kata yang tidak pas. Beberapa hari ini, author rasanya kehabisan ide merangkai kata-kata. Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman.
__ADS_1