
Saat ini mereka telah sampai di depan pintu apartemen meraka. Andika sengaja menutup mata Arisa dengan sapu tangannya dan mengandeng tangannya untuk menuntunnya memasuki apartemen.
"Sudah boleh dibuka belum, ada apa sih?" tanya Arisa penasaran.
"Belum.....sebentar lagi, sabar dong, sayang."
"Apaan sih, memang kamu apa sih yang kamu buat nih?"
" Oke, kamu tunggu di sini sebentar ya." ucap Andika sambil menduduki Arisa di kursi sofa, sementara itu dia berjalan meninggalkan Arisa sebentar untuk mempersiapkan sesuatu. Arisa yang sebenarnya sudah sangat penasaran memilih untuk tetap duduk manis tanpa membuka penutup matanya meskipun dia tergoda untuk mengintip.
Tidak lama kemudian, Andika kembali dan membuka penutup mata Arisa .
"Oke, sekarang boleh dibuka matanya, sayang." pinta Andika. Arisa membuka matanya pelan-pelan. Awalnya semua terlihat samar karena dia sedang menyesuaikan penglihatannya.
Jreng...jreng...jreng....
Arisa mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan apartemennya. Lampu-lampu cantik yang terpasang membentuk tulisan I Love You. Matanya kemudian terfokus pada meja makan yang sudah tertata cantik dengan lilin di tengah beserta bunga mawar yang mempermanis meja tersebut. Tetapi sebelum mereka berjalan ke arah sana, Andika menunjukkan sebuah kado yang disembunyikan di balik badannya sedari tadi.
__ADS_1
"Ini untukmu sayang, bukalah." pinta Andika. Arisa segera membuka kado tersebut.
Sebuah gaun begitu indah berwarna merah muda tampak dari dalam kotak kado tersebut. Mata Arisa berbinar-binar memandangi gaun indah tersebut. Dirinya baru menyadari bahwa Andika sudah mengganti pakaiannya duluan dengan stelan dan jas, hingga membuatnya terlihat semakin keren.
"Pakailah ini, sebelum kita akan memulai makan malam romantis kita ya."
Kemudian Arisa menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya, sedangkan Andika segera menata makanan yang telah disiapkan sebelumnya, tidak lupa dia menambahkan wine dalam makan malam romantis bersama istrinya malam ini.
Sementara itu, Arisa yang berniat mengganti pakaian di kamar, malah terhenti sesaat menggagumi kamar mereka yang sudah didekorasi Andika sedemikian rupa, dengan taburan kelopak mawar membentuk hati di atas tempat tidur mereka. Ditambah lagi lampu-lampu redup yang dipasang di sekeliling ruangan beserta lilin-lilin menyala yang tersusun membentuk hati di lantai, semakin mempermanis kamar tidur mereka. Setelah cukup memandangi kamarnya tersebut, barulah dia mengganti pakaiannya. Tak lupa, dia merias wajahnya dengan riasan minimalis namun sudah cukup memperkuat aura kecantikannya yang memang sudah memakai gaun yang begitu indah. Dia memandang dirinya sendiri di cermin. Rasanya dia tidak bisa mempercayai bahwa bayangan yang ada di cermin tersebut adalah dirinya sendiri, Arisa, gadis yang dikenal tomboi oleh orang-orang selama ini, kini pelan tapi pasti, penampilannya sudah mulai berubah semakin anggun, sejak kehadiran Andika di dalam hidupnya.
Dia berjalan keluar menuju meja makan. Tampak Andika sudah duduk di situ, yang kemudian langsung beranjak, menggeser kursi di sisi depannya dan mempersilakan Arisa duduk di situ. Arisa merasa canggung karena belum pernah diperlakukan seromantis ini.
"Ini aku masak sendiri, lho?" ucap Andika membuat Arisa kaget, merasa tidak percaya kalau steak seenak ini adalah masakan dari laki-laki tampan yang sedang duduk di depannya itu.
"Akh benaran? Wah, kalau gitu, aku punya saingan nih."
"Tetapi, ngomong-ngomong, kapan kamu mempersiapkan semuanya ini? Bukankah hari ini, kamu juga harus pergi ke kantor?" tanya Arisa.
__ADS_1
"Hari ini, aku tidak ke kantor."
"Hah, kamu tidak pergi kerja, demi mempersiapkan semua ini?"
"Iya dong, demi istriku tercinta." ucap Andika yang membuat Arisa semakin tersanjung. Akan lebih senang lagi rasanya, jika saat ini semua cinta ditunjukkan oleh Andika ini memang buat dirinya yang sebenarnya, yaitu sebagai Arisa, bukan Erina. Tetapi apakah itu mungkin bisa terjadi?
"Kamu tidak senang?" tanya Andika yang tiba-tiba melihat raut wajah Arisa berubah menjadi datar.
"Oh tidak...tentu saja aku sangat senang malam ini. Terima kasih atas semua yang kau berikan hari ini."
"Habis makan kita dansa ya...."
"Tetapi, aku tidak bisa dansa." Arisa memang tak pernah sekalipun menari dalam pertunjukkan sekolah dari dulu, apalagi berdansa.
Setelah mereka menghabiskannya, segera Andika memutar musik instrumental lembut yang akan mengiringi mereka berdansa. Andika mengulurkan tangannya kepada Arisa.
"Aku akan ajarikan. Tenang saja, ikuti saja langkahku." kata Andika.
__ADS_1
Arisa manut aja mengikut perintah Andika, meski kaku dia berusaha menyejajarkan langkah kakinya dengan Andika dengan hati-hati, supaya tidak sampai menginjak kaki Andika. Sesi dansa mereka berjalan dengan cukup lancar meskipun agak kaku, yang kemudian diakhiri dengan ciuman panas di antara keduanya.
Kemudian Andika menggendong Arisa dengan gaya bridal style menuju kamar tidur mereka. Dengan pelan, Andika membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang mereka. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Author rasa kita sama-sama tahu. Biarlah mereka menikmati malam indah mereka dengan tenang dan romantis malam ini tanpa gangguan apapun hingga malam berganti pagi besok dan siap untuk menyambut hari yang baru.