Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Dilema


__ADS_3

Saat pagi-pagi Arisa berangkat ke kantor, meski hampir terlambat, Arisa merasa senang sekali karena hari ini adalah hari yang berbeda, dia dan Andika telah saling terbuka, tidak ada lagi yang ditutupi di antara mereka, sehingga Arisa bisa merasa lega dan senang sekali. Namun sore ini, Arisa pulang kerja dengan perasaan penuh gundah gulana. Hatinya dilema memikirkan apakah dia harus menceritakan kepada Andika mengenai posisinya yang dipindahkan menjadi sekretaris Direktur.


Arisa kuatir jika dia menceritakan hal itu, apalagi kalau Andika tahu bahwa Direktur perusahaan tempatnya bekerja adalah Alex, ada kemungkinan Andika pasti memaksanya berhenti bekerja. Hati Arisa menjadi dilema memikirkan hal ini, belum lagi pertemuan tak sengajanya dengan Michella di mall tadi.


Meski Arisa percaya Andika tidak punya hubungan apa-apa dengan Michella, tetapi melihat Michella yang semakin gencar mendekati suaminya itu, membuat Arisa merasa was-was juga.


Dia kenal betul orang seperti apa Michella itu, yang akan berupaya dengan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia ingat saat mereka masih sekolah di SMA yang sama, di antara para gadis yang lain, Michella yang paling gencar mendekati Alex, kakak kelas mereka sekaligus ketua OSIS yang menjadi incaran para gadis.


Arisa sendiri juga menyukai Alex diam-diam namun dirinya tidak pernah menunjukkan perasaannya secara terang-terangan. Lain halnya dengan Michella, dengan rasa kepercayaan dirinya yang tinggi, dia berhasil mendekati Alex, bahkan mereka sempat berpacaran cukup lama sampai mereka tamat, setahu Arisa. Namun, Arisa tidak pernah tahu kenapa akhirnya sekarang, Alex tidak memiliki kekasih dan sudah tidak berhubungan lagi dengan Michella.


Sore ini seperti biasa, Andika yang bisa pulang kerja lebih awal bermaksud menjemput istrinya. Sebelumnya, dia sudah mengabarkan kepada Arisa. Oleh karena itu, saat ini Arisa sedang menunggu di depan, menunggu kedatangan mobil Andika.


Saat dia sedang menunggu, dia melihat lagi seorang gadis yang sama, yang kemarin sempat ditabraknya tanpa sengaja, gadis yang kemudian pergi bersama-sama dengan Alex, berjalan masuk dengan terburu-buru menuju ke dalam.


Mungkin dia mau ke kantor Alex, bertemu dengan Alex. Apa dia kekasihnya Alex ya? Akh sudahlah, ngapain juga aku memikirkan itu. Itu bukan urusanku.


Tidak lama kemudian, mobil Andika pun berhenti tepat di depan Arisa. Kaca jendela mobil diturunkan. Andika menyapa dari dalam.


"Sudah menunggu lama, sayang? Maaf ya.." Arisa hanya menggelengkan kepala, kemudian membuka pintu mobil dan segera duuduk di samping Andika.


"Bagaimana kerjaanmu hari ini? Lancar?" tanya Andika setelah mobilnya sudah keluar melaju di jalan besar keluar dari area perusahaan Alex.

__ADS_1


"Lancar...semuanya berjalan baik. Hanya saja..." Ucap Arisa terhenti. Dia berpikir kembali apakah dia semestinya bercerita kepada Andika atau tidak mengenai perubahan posisinya di perusahaan.


"Kenapa sayang? ada masalah?"


" Oh tidak, hanya saja tadi laporannya begitu banyak yang harus diselesaikan. Jadi aku merasa sangat capek sekarang, Mas." jawab Arisa berbohong. Dia mengurungkan niatnya untuk menceritakan yang sebenarnya kepada suaminya, karena kuatir Andika akan melarangnya bekerja setelah itu.


" Oh ya, Mas.. Dengar-dengar, perusahaan akan mengadakan pesta ya, kapan itu?"


"Oh iya, papa berencana mengadakan malam pesta pelepasan, sekaligus pendelegasian jabatan kembali kepadaku. Papa merasa aku sudah siap untuk menghandle kembali perusahaan.Jadi, papa bisa menikmati masa pensiunnya kembali. Jumat malam nanti, akan diadakan pesta sederhana di sebuah ballroom hotel yang sudah dibooking. Kita pergi bersama-sama ya." ucap Andika menjelaskan, meski dirinya menebak, mungkin istrinya sudah mendapat penjelasan dari mamanya, Anita.


Pikirian Arisa membayangkan pesta tersebut, meski Andika mengatakan hanya pesta sederhana, tetapi ini pasti bukan pesta biasa-biasa saja, karena pasti akan ada banyak kolega bisnis mertuanya yang diundang. Apalagi, kalau sampai Michella sudah mempersiapkan diri untuk tampil secantik-cantiknya dari jauh-jauh hari, dia tentu tidak boleh anggap sepele, datang dengan penampilan biasa-biasa saja. Dia juga harus mempersiapkan dengan sebaik-baiknya agar dia tidak bmkalah dari Michella, apalagi notabene statusnya sebagai istri Andika.


Tetapi dia tidak tahu mau memulai dari mana, mungkin besok dia bisa meminta saran dari kedua teman centilnya di kantor, yang secara penampilan tidak kalah menarik dari Michella.


*****


Dia sudah standby di meja kerjanya sebelum Alex sampai. Tak lama kemudian, Alex pun datang. Dengan ramah, Arisa menyapa atasannya itu.


" Selamat pagi, Pak." sapa Arisa dengan ramah.


" Selamat pagi, Arisa." balas Alex dengan penuh senyum yang semakin membuat dia terlihat begitu tampan. Andai Arisa belum menikah, mungkin saja Arisa akan kepincut juga pesona Alex dan jatuh cinta kepadanya juga.

__ADS_1


"Bagaimana? kamu senang dengan posisimu ini?" tanya Alex basa-basi. Arisa hanya mengangguk saja. Tidak mungkin juga, dia berkata jujur bahwa dia lebih senang dengan posisinya sebelumnya.


"Hari ini kamu rekap semua jadwal meeting saya dan berikan laporannya kepada saya secepatnya. Saya tunggu di dalam." ujar Alex memberi perintah apa yang harus dilakukan Arisa pagi ini.


" Siap, Pak!" jawab Arisa sigap. Sebelumnya dia memang sudah mendapat penjelasan dari pak Rendi selaku asisten Alex. Jadi, Arisa sudah tahu apa yang harus dilakukannya


Setelah laporan yang diminta oleh Alex itu selesai dikerjakannya. Arisa bermaksud masuk ke ruangan Alex untuk menyerahkan hasil kerjanya. Tetapi, sebelum sempat dia bangkit dari kursinya, seorang wanita cantik datang dari arah pintu lift. Wanita itu tampak tidak asing bagi Arisa. Yah, itu wanita yang sama yang Arisa lihat beberapa hari yang lalu naik mobil yang sama dengan Alex.


" Selamat pagi, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Arisa dengan sopan.


"Hei, kamu lagi rupanya. Tetapi ngomong-ngomong kok kamu yang di sini? mana Evalia?" tanya wanita itu dengan ketus.


" Mbak Evalia sudah tidak kerja di sini lagi. Jadi, saya yang menggantikan posisinya di sini. Kalau boleh tahu, ada urusan apa Nona ke sini?"


" Hei, lancang sekali kamu bertanya kepadaku. Memangnya kamu tidak tahu siapa diriku?" ucap wanita itu dengan angkuh. Arisa hanya mengangkat bahunya tanda dia memang tidak tahu siapa wanita di depannya itu.


"Udah, jangan banyak tanya. Aku mau bertemu dengan Alex. Dia ada kan di dalam?"


" Tetapi Nona, bukankah seharusnya Anda....?" belum juga Arisa menyelesaikan ucapannya, wanita itu sudah menyelonong masuk tanpa sempat dicegat oleh Arisa.


"Alex, kenapa kamu tidak menjawab teleponku dari kemarin?" ucap wanita itu langsung saat masuk ke ruangan Alex. Arisa yang mengejar dair belakang tidak bisa berbuat apa-apa. Sekilas dia melihat Alex memberi tanda supaya dia keluar, maka Arisa pun keluar dari ruangan itu, membiarkan wanita itu berbicara berdua dengan atasannya itu.

__ADS_1


*****


Jangan lupa, tinggalkan jejak ya teman-teman. Terima kasih buat yang sudah mau like, komen dan vote. Author semakin senang mendapat dukungan dari teman2 meskipun belum banyak. Semua dukungan teman2 sangat author hargai. Thank you very much.....


__ADS_2