Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Malam Spesial


__ADS_3

Malam ini, Andika bermaksud melaksanakan rencananya yang sempat tertunda tadi malam gara-gara Arisa salah menanggapi maksudnya. Setiba di apartemen, dia segera membersihkan diri, sedangkan Arisa seperti biasa menyiapkan makan malam mereka.


Selesai menikmati malam mereka, Andika pun mengajak istrinya untuk menonton di kamar. Kali ini, Andika sudah memastikan bahwa tidak ada film action yang akan mereka tonton sehingga bisa membuat istrinya asyik sendiri hingga dia jadi terlupakan.


Sebuah film drama korea romantis telah dia siapkan dan segera diputarnya. Arisa yang sebenarnya tidak begitu menyukai tontonan seperti itu terpaksa ikut menonton sambil menggerutu di dalam hatinya.


Apa tidak salah nih tontonannya? film romantis, biasanya juga kalau laki-laki nontonnya film action yang seru. Ini jangan-jangan akibat kebentur kepalanya ya...


Sementara itu, Andika pura-pura serius menonton sambil sesekali menoleh mencuri pandang ke arah Arisa yang sedang memasang muka manyun. Muka cemberutnya juga terlihat semakin menggemaskan bagi Andika.


Saat pas adegan ciuman pada film tersebut, membuat Arisa menjadi salah tingkah sendiri. Sedangkan Andika sudah cekikikan melihat tingkah istrinya. Apalagi pas adegan mesra di atas ranjang.


"Kamu juga kepengen seperti itu, sayang?" goda Andika.


"Ih, apaan sih mas, siapa juga yang kepengen? bosan akh nonton film seperti ini." bantah Arisa, tetapi sebenarnya tadi pun mulai menikmati tontonannya itu, hanya saja dia tidak mau mengakuinya.


"Akh...yang benar? sini aku praktekan, kalau mau...jangan malu-malu, hahaha...." lanjut Andika menggoda Arisa.


"Lagipula bukankah kita memang sudah pantas untuk melakukannya, sayang." lanjut Andika sembari mendekap tubuh Arisa dan kemudian membaringkannya pelan-pelan di atas ranjang mereka.


Kini posisi tubuh Andika sudah setengah menimpak di atas tubuh Arisa. Dia kemudian mulai mengecup lembut pipi istrinya itu, mulai turun ke pipinya dan akhirnya berakhir di bibir. Arisa merasa canggung saat diperlakukan seperti itu namun pelan tapi pasti dia mulai menikmati setiap sentuhan yang diberikan Andika.

__ADS_1


Bahkan sekarang, di saat bibir mereka yang telah saling berpaut, Arisa tidak segan-segan memberikan balasan sehingga membuat ciuman mereka semakin panas. Melihat Arisa yang mulai menikmati belaiannya, tangan Andika semakin nakal menjalar ke bagian lain. Hingga satu per satu pakaian yang melekat pada tubuh Arisa mulai terlepas. Tiba-tiba, Arisa mencengkeram tangan Andika.


"Aku malu mas, matikan lampunya." Dengan segera Andika menkean tombol lampu tidur di atas meja nakas di samping tidurnya, seketika itu ruangan kamar mereka menjadi gelap, namun tetap ada pancaran cahaya dari lampu kamar mandi yang kebetulan lupa ditutup pintunya. Dengan begitu, mereka masih bisa saling melihat satu sama lain.


Melanjutkan yang tadi sempat tertunda Andika dengan gesit sudah melepaskan pakaiannya, hingga akhirnya mereka menikmati malam pertama mereka yang memang belum kesampaian mereka lakukan sejak mereka menikah beberapa waktu yang lalu. Sesekali terdengar desahan masing-masing membuat kedua insan tersebut semakin bergairah menikmati malam indah mereka.


Malam ini menjadi malam yang paling membahagiakan bagi Andika, akhirnya dia bisa memiliki istrinya seutuhnya,, menikmati setiap lekuk tubuh istrinya, meski hanya terlihat samar-samar di tengah kegelapan. Sedangkan bagi Arisa, malam ini menjadi malam penyerahan penuh dirinya kepada laki-laki yang telah berstatus suaminya itu, karena memang sudah mulai bertumbuh benih-benih cinta di dalam hatinya ini, meskipun pernikahan ini bukan seutuhnya bagi dia.


Mereka bahkan melakukan kegiatan panasnya ini sampai subuh menjelang pagi, hingga keduanya sampai benar-benar kehabisan tenaga, barulah mereka terlelap setelah membuat seprai ranjang tidak berbentuk lagi. Kali ini, Arisa tidur di dalam dekapan Andika, laki-laki itu sengaja melakukan itu supaya kali ini dirinya tidak digusur lagi oleh Arisa yang tidurnya urak-urakan. Dan ajaibnya, Arisan benar-benar tidur dengan tenang sampai pagi tanpa banyak gerakan. Sepertinya rencana Andika benar-benar berhasil malam ini.


"Argh....sakit." Arisa merasakan nyeri di sekujur tubuhnya saat dia menggerakan badannya. Tak disangkanya jika kegiatan panas yang dilakukannya tadi akan membuatnya kesulitan bangun saat ini.


"Kamu sudah bangun, sayang?" sapa Andika yang baru keluar dari kamar mandi, dengan berbalut handuk yang menutupi separuh tubuhnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Sakit? Apanya yang sakit? Kamu demam sayang?" Andika langsung mendekati dan mengecek suhu tubuh istrinya itu dengan menempelkan punggung tangannya ke dahi Arisa.


"Bukan, aku tidak demam. Aku hanya sakit di bagian...." Arisa terhenti merasa malu untuk mengatakan yang sejujurnya, kalau sebenarnya sakit yang dia rasakan itu tepatnya di area organ intimnya, akibat perbuatan Andika semalaman tadi.


"Aku hanya sakit perut...." pura-pura memegang perutnya dan memaksakan dirinya untuk bangun dengan menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih belum mengenakan pakaian, lalu menuju kamar mandi, meskipun dia masih merasakan nyeri di sekujur tubuhnya.


Andika tersenyum melihat tingkat istrinya itu yang masih malu memperlihatkan tubuhnya padahal bukankah semalam dia sudah melihat semuanya.

__ADS_1


Setelah berada di kamar mandi, barulah dia menatapi dirinya sendiri di cermin. Betap kagetnya, dia melihat begitu banyak bercak merah di sekujur tubuhnya. Seketika itu, dia berteriak.


"Akh......." Andika langsung menerobos masuk ke kamar mandi yang kebetulan lupa dikunci pintu oleh Arisa.


"Ada apa sayang? ada apa? ada kecoa ya?" tanya Andika


"Aku sakit apa nih? seluruh badanku penuh bercak merah, apa jangan-jangan aku alergi ya? Kita kemarin makan apa aja ya? Aduh, bagaimana ini?" ujar Arisa sambil menunjukkan bercak-bercak merah pada bagian dadanya, dirinya benar-benar kelihatan kuatir melihat keadaan badannya yang separuh tertutup oleh selimut.


Melihat itu, Andika jadi tergelak tertawa, padahal sebelumnya dirinya sudah kuatir bukan kepalang.


"Oh itu, jangan-jangan kamu digigit oleh semut kali nih, coba cek...jangan-jangan di tempat tidur banyak semut."


"Masa sih Mas? Kok bisa ya, banyak semut di tempat kita tidur, Mas." sembari berjalan keluar, Arisa mengedarkan pandangannya ke arah tempat tidurnya, seolah-olah sedang mencari sesuatu.


"Tidak ada ada satu semut pun, sini kulihat...." seraya membolak-balikkan badan Andika, Arisa terlihat serius mengecek sesuatu pada badan laki-laki itu.


"Kalau ada semut, pasti kan badanmu juga penuh bentol-bentol merah kan, kayak aku, ini kok tidak?."


"Hiks....mungkin aja karena dirimu lebih manis, makan semutnya pun cuma maunya gigit kamu." Andika berkilah dan tersenyum tipis melihat kebingungan Arisa.


"Gak tahu akh, aku mau mandi. Setelah itu, aku mau mengganti seprai dan membersihkan kamar ini, biar kamar kita bebas dari semut. Aku gak mau nanti malam tidur diganggu semut lagi." lanjut Arisa sambil menuju ke kamar mandi untuk melanjutkan mandinya yang tertunda.

__ADS_1


Sementara itu, Andika segera berpakaian sambil cekikian tertawa sendiri, apakah sedemikian pelupanya istrinya itu. Sudah lupa dengan apa yang barusan mereka lakukan tadi malam, hingga meninggalkan stempel-stempel kepemilikan pada tubuh istrinya itu, malah benaran dikirain digigit. semut. Akh, betapa polos dan menggemaskannya dia.


__ADS_2