Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Malam kita berdua


__ADS_3

Kebetulan sekali, malam ini Andika mendapat kabar dari ibu mertuanya kalau malam ini dia menginap semalam di rumahnya , karena ada kegiatan ibu-ibu kompleks yang harus diikutinya. Jadi, kemungkinan besok sore dia baru akan kembali ke apartemen.


Bukan main senangnya Andika yang seperti kejatuhan durian runtuh. Malam ini akan menjadi malam yang spesial baginya. Sudah lama rasanya dia tidak menghabiskan momen romantis bersama Arisa, sejak kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.


"Sayang, kamu mau makan apa untuk makan malam kita? Kita pesan online saja ya?" Biasanya Arisa cekatan menyiapkan makan malam untuk mereka, tetapi sejak hamil, Arisa mengurangi aktivitasnya memasak di dapur, karena setiap kali dia memasak, aroma bumbu dapur seperti tumisan bawang, malah akan membuat dia merasa mual. Alhasil, dia akan muntah-muntah setelah itu. Andika tidak mau istrinya menderita mengalami kondisi seperti itu, karena itu dia melarang istrinya memasak lagi.


"Aku lagi kepengen makan sup Tom Yam, sayang." jawab Arisa.


"Oke, aku pesankan ya!"


"Gak mau, aku maunya makan yang fresh baru masak, kalo kita pesan dari resto, itu sudah kurang fresh. Lagipula, bahan-bahan di kulkas kita lengkap kok...Kamu masakin ya, please..." pinta Arisa dengan nada sedikit merengek.


"Tetapi aku gak bisa masak sup seperti itu, sayang... kalau yang simple mungkin aku masih bisa. Kamu yakin tidak mau ganti menu lain?" ujar Andika bermaksud melakukan negosiasi dengan Arisa


"Gak, aku mau yang itu saja. Kalau yang lain, aku pasti mual-mual lagi."


"Ya, sudah aku coba ya, kamu bantuin kasih tahu petunjuknya ya!"


"Siap, Bos!" jawab Arisa.


Mereka pun menuju ke dapur bersama. Andika segera mengambil bahan-bahan yang diperlukan dari dalam kulkas sesuai instruksi Arisa.


Sedangkan Arisa hanya diizinkan memberi instruksi dari tempat duduknya di meja makan saja, tidak perlu ikut bersibuk di dapur.


Sambil mendengarkan arahan dari istrinya, mulailah Andika melakukan eksperimen membuat sup yang diinginkan istrinya itu.


Hampir satu jam dihabiskannya dalam meracik sup Tom Yam tersebut agar pas rasanya di lidahnya. Akhirnya, jadi juga sup tersebut dan kini siap untuk dinikmati.


"Asyik, sudah jadi!" ujar Arisa, tak sabar untuk segera mencicipi.

__ADS_1


"Sabar dulu, sayang. Ini masih panas, tunggu agak hangat dulu dong!" Tanpa menghiraukan perkataan suaminya, Arisa sudah mengambil semangkuk kecil sup tersebut dan meniupnya dengan semangat sebelum mencicipinya.


"Hmmmm.... enak!" ucap Arisa sambil menunjukkan kedua jempolnya ke arah Andika, setelah mencicipi dua sendok sup Tom Yam yang dibuat oleh suaminya itu.


Alangkah senangnya hati Andika mendengar pujian dari istrinya itu, apalagi kini melihat Arisa dapat memakan dengan lahap. Mereka pun menikmati makan malam sederhana mereka dengan suasana yang romantis meski mereka hanya di rumah saja.


******


"Sayang, bolehkah aku meminta sesuatu malam ini?" ucap Andika tiba-tiba saat mereka sedang asyik menonton televisi bersama setelah makan malam. Sebenarnya, hanya Arisa yang asyik menikmati tayangan di TV, kalau Andika pikirannya sudah mengarah pada apa yang akan dilakukannya bersama Arisa malam ini di kamar, mumpung mereka hanya berdua saja.


"Hmm.....apa?" tanya Arisa namun masih fokus menatap layar televisi di depannya


"Anu....yang itu tuh..." jawab Andika ragu, karena sejak Arisa dinyatakan hamil, belum pernah sekalipun mereka melakukannya lagi, apalagi setelah kejadian salah paham Arisa terhadap dirinya.


"Apaan sih Mas? Kalau ngomong, yang jelas dong!" ucap Arisa, lagi-lagi pandangannta masih terfokus pada layar televisi di depannya.


"Sayang, kita tidur yuk!" ajak Andika memberi kode.


"Kita menontonnya di kamar aja!" ajak Andika.


"Kan di sini sama saja, Mas!" lagi-lagi Arisa membantah.


"Sayang, kalau gak mau, aku gendong ya!" ucap Andika spontan mematikan TV dengan remote di tangannya dan segera menggendong istrinya.


"Mas, kenapa sih harus pakai gendong-gendong segala, aku bisa jalan sendiri kok. Turunkan dong!"


"Gak, aku mau menggendong istri cantikku ini, mumpung aku masih kuat untuk menggendongmu, sayang."


Andika segera membawa Arisa dalam gendongannya itu menuju ranjang empuk mereka. Dibaringkan pelan-pelan tubuh Arisa di atas ranjang dan tangannya segera meraih tombol lampu untuk mematikan lampu kamar mereka, hingga menyisakan satu lampu tidur yang memberikan penerangan ala kadarnya, agar mereka bisa melihat satu sama lain.

__ADS_1


"Mas?"


"Sayang, aku mencintaimu!" ucap Andika sambil mencium lembut kening Arisa, kemudian mulai berlanjut memberikan beberapa kecupan di area leher istrinya itu, bahkan sampai meninggalkan beberapa stempel kepemilikan di area leher Arisa.


"Mas, aku sedang hamil, Mas!"


"Tidak masalah, kamu sedang hamil. Bukankah dokter juga mengatakan, kalo semua itu juga masih aman, asal dilakukan dengan hati-hati. Aku janji deh, aku akan melakukannya dengan pelan-pelan." ucap Andika mencoba meyakinkan istrinya.


"Mas....Aku mencintaimu!" ucap Arisa lembut di dekat telinga Andika, sambil memainkan lidahnya dan sesekali memberikan gigitan lembut pada telinga suaminya itu.


"Auww.....mulai nakal ya!" Andika berpura-pura kesakitan, padahal dia senang istrinya sudah mulai aktif dalam aktivitas panas mereka ini.


Tangan Andika sudah mulai menjalar dan membuka kancing piyama Arisa satu per satu, hingga menyisakan pakaian dalam saja. Tangan Arisa juga tak kalah gesitnya membantu membuka pakaian yang dikenakan suaminya itu.


Andika mulai mengeksplore tubuh istrinya dengan lembut, sepertinya tak satupun area yang dilewatkan. Tak lupa dia meninggalkan jejak, di beberapa area. Dirinya benar-benar sudah sangat merindukan tubuh istrinya ini setelah sekian lama dia menahan diri.


"Pelan-pelan, Mas!" ucap Arisa di tengah-tengah desahan lembutnya.


"Aku masukkan ya!" ucap Andika memberi aba-aba, agar istrinya siap menerima penyatuan ini. Arisa hanya mengangguk. Cukup lama mereka menikmati aktivitas panas mereka ini hingga keduanya sama-sama mencapai klimaks.


Andika menarik selimut untuk menutupi tubuh polos istrinya yang sepertinya sudah mengalami kelelahan.


"Terima kasih, sayang. Tidurlah!" ucap Andika dengan lembut sambil mengecup kening Arisa yang sudah menutup mata, mungkin karena sudah sangat mengantuk.


"Aku mencintaimu. Terima kasih atas kebahagiaan yang kamu berikan kepadaku, buah cinta kita ini." lanjut Andika sambil mengelus-elus perut Arisa. Kemudian dipeluknya erat tubuh istrinya itu, dan akhirnya diapun menyusul Arisa dalam dunia mimpi hingga datang pagi menyambut hari yang baru.


*****


Update lagi ya, jangan lupa tinggalkan jejak ya, cukup like dan komen saja udah membuat author senang, apalagi kalo ada yang berkenan memberikan votenya, meski hanya sedikit, autor makin auto senang dan bersemangat untuk menuliskan kehaluan author ini

__ADS_1


Ditunggu ya, responnya teman-teman.


Happy reading


__ADS_2