
Melisa sedang sibuk memasak mie instan di dapur kecilnya, gak tau kenapa malam ini lagi pengen makan mie instan aja gitu, mie kuah pakai dua telor setengah matang, cabe rawit uugghh rasanya bakalan nampol nih kayaknya
Sangking sibuknya masak doi sampai gak denger kalau ponsel barunya berdering berkali kali, ada panggilan masuk yang sedari tadi menunggu responnya
" Hmmmmm yummy... " puji nya pada masakan diri sendiri
" Dingin dingin... dikosan sendirian makan mie kuah.... Aahhh nikmat mana lagi yang mau kau dustakan Melisa....!!!"
Thoookkk toookkk
Suara ketokan pintu kosan nya, Melisa menilikkan pendengaran nya lebih dipertajam untuk memastikan suara itu, satu lagi ketokan pintu berbunyi, kali ini sedikit lebih keras,
Melisa segera mematikan kompornya dan menuang mie ke mangkuk, karena kebetulan juga mie sudah mateng, buru buru doi ngintip ke lubang kunci memastikan siapa yang dateng
Gak tau kenapa sejak bang Gondrong berspekulasi kalau tuan Hermawan sudah mulai curiga dengan kedekatan dirinya dan istri nya membuat Melisa rada parno
" Siapa sih malam malam bertamu...???" gumamnya sambil mengintip
Seorang laki laki membawa tas gendong memakai jaket hitam dan topi yang menutupu sebagian wajahnya berdiri tepat di depan pintu kosan Melisa, laki laki itu sedang resah menunggunya,
Awalnya Melisa takut, tapi pas dilihat lebih jelas lagi Melisa tau siapa orang itu, buru buru pintu dibuka nya
Ceklek
" Mas Dika...!!!!"
Dika langsung melepas tas yang di gendongnya dan langsung berhambur memeluk Melisa dengan erat, antara pelukan rindu, khawatir, bahagia bercampur aduk jadi satu, Melisa juga merasa begitu bahagia menyambut kedatangan Dika, rindu yang sudah menggunung ini rasanya begitu berat jika harus terus dilalui sendiri
" Mas pulang kok gak bilang bilang..."
Dika melepas pelukannya, celingak celinguk seperti tengah memastikan tidak ada orang yang sedang memperhatikan mereka, Dika langsung menarik tangan Melisa segera masuk ke kosan dan menutup pintu rapat serta menguncinya
Melisa nampak heran dengan sikap Dika yang tak seperti biasanya
" Kenapa mas...???"
" Gak papa sayang... udah malem aja..." sahut Dika dusta
Dika langsung kembali memeluk Melisa erat, menumpahkan semua kerinduan yang selama ini di bendungnya, bahkan Dika langsung menyambar bibir ranum Melisa yang selama ini menjadi candu penuh rindu baginya, di lum*t nya penuh kenikmatan, Melisa hanya diam ikut menikmati pagutan panas ini
Lama juga mereka berciuman, sampai bibir rasanya kebas, baru setelah hampir habis nafas Dika melepas ciuman nya, menatap Melisa penuh sendu
" Mas kangen sayang..." ucap Dika lirih
" Aku juga kangen mas... kangen banget... hampa tau jalani hari sendirian..." balas Melisa
Dika kembali mengecup bibir Melisa gemes
" Mas kok pulang gak kabar kabar...???" tanya Melisa lagi, kayaknya doi lagi protes kenapa Dika tiba tiba datang tanpa ngasig tau dulu, padahal kan Melisa udah punya hp baru
__ADS_1
" Sengaja mau bikin surprize buat kamu..." balas Dika sambil mencubit hidung Melisa
" Mas pasti capek kan... aku udah buat mie mau makan...???" tawar Melisa penuh perhatian
" Kayaknya mas mau mandi dulu deh..."
" Mau pakai air panas biar aku siapin...???"
Dika mengangguk
" Oke kalau gitu aku masakin air nya dulu... mas makan lah mie buatan ku... takut keburu melar nanti..." Melisa langsung mengambil mangkuk mie nya tanpa menunggu persetujuan Dika,
" Ini mie kuah dengan sepuluh cabe rawit dan dua telor setengah mateng..."
" Wahhh mantap nih... nanti mas kasih dua telor yang udah mateng deh..." balas Dika sambil bergurau genit
" Baru juga dateng udah genit aja...!!!"
" Emang kamu gak kangen...???" Dika makin menggoda dan mancing mancing
" Udah ihh buruan dimakan...!!! aku mau siapin air panasnya dulu..." Melisa segera menghindar geli aja gitu kalau sudah diajak ngomongin hal hal yang bikin ***** nya langsung naik
Gak dipungkiri kan Melisa juga rindu udah lama nahan gejolak itu hihihiii
Dika selesai mandi, badan nya lebih segar dan rasanya lebih enakan, apalagi udah makan juga,
Dika langsung menyusul Melisa yang sudah tiduran di kasurnya
" Makin hari makin cantik aja sih sayang... rambut mu makin wangi..." puji Dika
" Makasih loh buat pujian nya..." jawab Melisa Ge Er
" Tapi mas Dika kelihatan kurusan sih... matanya juga kaya lelah kurang istirahat... terlalu capek kah... lembur terus mas...???" tanya Melisa penuh kepedulian
Dika mencium pipi Melisa sebentar
" Masa sih... bukan nya mas emang kurus ya..??" balas Dika
" Tapi ini beda loh mas....nihh liat nih aku peluk tangan ku aja sampai bisa meluk tangan sendiri..." Melisa menperagakan sambil memeluk pinggang Dika yang makin ramping
Dika tersenyum
" Bilang aja mau meluk mas..."
" Serius mas... mas pasti kurang istirahat kurang makan ya...!!"
" Yahhh namanya jauh dari istri ya gini... gak ada yang ngurus..."
" Makanya jangan sok sok an pergi jauh jauh dari aku... langsung kurus mendadak kan..!!! bentar lagi keriput kayaknya ini..." Melisa mengelus elus pipi Dika yang makin tirus
__ADS_1
Entah kenapa Melisa sedikit takut melihat tatapan mata Dika sekarang, terlihat begitu tajam seperti mata elang yang siap menerkam mangsa, tapi Melisa tak berani bertanya dia lebih memilih bersikap biasa pada Dika
" Gimana kabar kamu selama mas tinggal... udah banyak laki laki yang godain...???" tanya Dika
" Apaan sih mas... cinta aku itu cuman buat mas Dika aja... gak ada yang lain lagi...palingan mas tuh yang udah tebar pesona ke cewek cewek lain...!!!" tuding balik Melisa
" Gak donk... mas kan udah punya yang terbaik yang selalu setia nunggun mas pulang ngapain nyari yang lain..."
" Oya mas aku punya kaba baik soal ibu kandung aku mas..." Melisa udah gak sabar pengen segera nyeritain soal ibu kandung nya yang sudah bertemu
" Aku udah ketemu sama ibu aku... dan beliau pengen ketemu sama mas..." lanjut Melisa
" Aku juga punya kabar baik buat kamu... soal bengkel ku yang mau aku ambil lagi dari si bandot tua itu..." balas Dika
" Tapi kita ceritanya besok aja ya... malam ini aku lagi gak kepengen ngebahas apapun... aku lagi pengen melepas kangen kangenan kita dulu..."
Dika menatao Melisa seperti memberikan kode alam, Melisa hanya diam
Sejujurnya saat ini dia juga rindu sangat rindu, dia juga ingin melepas hasratnya yang terpendam selama ini, sentuhan sentuhan dari Dika sangat dirindukan nya
Tapi.... dia juga merasa keberatan, Dika harus bertemu ibu dulu, berbicara serius soal kelanjutan hubungan mereka
Melihat Melisa hanya diam tak merespon kode nya, Dika langsung beraksi, dia mulai mengendus endus sembari menciumi leher dan tengkuk Melisa, itu adalah salah satu titik sensitif sebagai kelemahan sebagian perempuan
Melisa langsung menggelinjang geli, serangan Dika yang tiba tiba membuat hasratnya langsung merespon
Dika makin beraksi, dia mulai menelusupkan tangan nya membuka kancing bh Melisa dan mulai memainkan bukit kembar kenyal itu,
Melisa hanyut dan mulai menikmati, beberapa desyahan halus keluar begitu saja dari bibir nya
Dika tak mau buang kesempatan, langsung ******* bibir Melisa mengabsen tiap innci didalam mulut Melisa
Malam yang semakin dingin, semerbak aroma ratri yang kian menyelimuti bumi, dua insan yang tengah saling meraih kenikmatan dunia itu terus bergulat melepaskan hasrat birahinya
" Masss... aahhh sssttt..." erangan Melisa yang makin kuat, sesekali dia menjambak rambut Dika
Permainan Dika makin panas, melepaskan semua rindu dan mengejar puncak kenikmatan saat pelepasan
" Aaaaaggghhhhh...." erangan keduanya begitu mereka mencapai *******
Keduanya langsung ambrug dengan nafas yang kempas kempis kelelahan
Lalu setelah itu tertidur pulas
Bersambung~
Buat yang kangen basah basahan lagi
udah author kasih ya hihihihiii
__ADS_1
Jangan lupa Vote nya ...
Happy Reading...