Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Wawan Yang Bingung Dengan Hatinya Sendiri


__ADS_3

Wawan baru saja mendapat penjelasan dari bang Gondrong soal surat Dika, dia malah jadi serba salah menghadapi situasi saat ini, ada rasa canggung dan rikuh dengan Melisa, takut dia merasa di paksa dan keberatan, namun disisi lain Wawan juga tidak tega bila terus melihat Melisa terpuruk seperti sekarang, dia gak tau kesehatan apa yang akan memburuk jika Melisa terus seperti ini


Wawan menutup bengkel dengan lesu, sore ini dia tidak terlalu berselera bekerja, perasaan nya sedang kalut tak menentu


" Dik...kenapa sih kamu harus meminta ku menikah istri mu...!!! kalau hanya sekedar menjaga nya aku pasti siap... tetapi jika harus menikahinya menggangikan kamu berat untuk ku Dik... aku gak tega melihat istrimu tertekan... dia tidak bisa menerima ku seperti mencintai dirimu...!!!" keluh Wawan seorang diri, saat ini dia sedang duduk di belakang bengkel yang menghadap sawah sawah


" Bisakah kau minta yang lain saja jangan ini...!!!"


Wawan menengadahkan wajahnya ke langit seolah sedang berbicara Dengan Dika yang menatap nya dari atas sana


" Aku gak tau Dik apa yang harus kulakukan...!!!"


Sejenak dia terdiam menelusuri semuanya dari awal, menjumputi kembali beberapa kenangan yang mungkin berserakan, siapa tau itu bisa membantu nya menemukan jawaban


Melisa... gadis itu pertama dilihatnya keluar dari kamar mandi di bengkel ini pagi pagi, gadis itu baru saja mandi keramas, jika pagi pagi dia sudah mandi di kamar mandi bengkel itu artinya dia semalam menginap di bengkel...


Wawan langsung tertegun cukup kaget, beberapa bulan kebelakang Dika sepertinya tidak ada kekasih, tetapi tiba tiba ada perempuan menginap di bengkelnya, Wawan cukup kesal sekaligus kasihan dengan gadis itu, dia tau betul watak Dika, gadis itu hanya akan dipermainkan dan ditiduri nya saja, Dika tidak akan pernah serius dengan gadis manapun selama hatinya belum bisa move on dari mantan kekasih nya dulu


Wawan sangat menyayangkan, gadis cantik yang kelihatan nya baik itu harus terperangkap dengan permainan Dika yang hanya akan menyakiti hatinya sendiri


Semakin hari mengenal gadis itu, Wawan semakin tak tega... Beberapa kali Wawan menegur dan mengingatkan Dika untuk tidak lagi mempermainkan perasaan perempuan, bahkan Wawan berani ikut campur urusan pribadi mereka sangking peduli nya Wawan pada sahabatnya itu, Wawan juga selalu menberi dukungan penuh pada hubungan mereka, nasehat demi nasehat disampaikan nya pada Dika agar segera menseriusi Melisa


Dalam hati kecil Wawan... dia sangat peduli dengan gadis cantik itu, Melisa yang pintar masak, beberes, membuatkan kopi untuk nya dengan rasa yang pas... Melisa yang sangat tulus mencintai Dika, yang rela berulang kali disakiti Dika tapi tetap setia... Melisa yang di abaikan keluarga nya, di jual oleh ayah nya yang ternyata ayah angkat untuk dijadikan jaminan hutang hutangnya...


Tanpa di sadari rupanya selama ini Wawan sangat peduli dan perhatian pada gadis itu, Wawan akan selalu berupaya melindungi Melisa dari Dika sekalipun, sampai akhirnya mereka berhasil menikah...


Tetapi setelah itu, Dika lagi lagi berulah... Pergi meninggalkan Melisa tanpa kabar... Wawan yang ada disampingnya, menjaga... melindungi bahkan Wawan yang direpotkan ketika Melisa nyidam kemarin...


Apakah semua itu benar hanya karena sebuah persahabatan...??? atau mungkin sejak awal Wawan memang kagum dan memiliki rasa yang tidak disadarinya pada Melisa...???


" Aiiisssshhh... apa aku ini...!!! mengapa pikiran ku sekotor ini...!!! tidak...!!! Melisa itu perempuan yang baik, tulus... tidak seharusnya dia di permainkan apalagi di rendahkan...!!! aku peduli dengan nya karena aku tau dia anak yang baik... bukan karena perasaan apapun...!!!" Wawan menepis segala perasaan yang sedang berkecamuk di hatinya, Wawan menekan kuat kuat rasa yang memang tidak seharusnya hadir diantara mereka... Wawan ingin tulus menjaga dan Melindungi tanpa pamrih apapun...

__ADS_1


" Ini hanya karena aku terlalu kepikiran pesan terakhir Dika makanya aku terlalu overthinking menyimpulkan segala sesuatu nya...!!!" Wawan segera kembali masuk ke bengkel


Malam yang cukup mencekam ditempatnya yang saat ini sendirian, masih jelas terngiang bunyi tembakan yang kala itu membidik tepat di jantung Dika, membuat detakan itu berhenti seketika... Wawan sangat menyayangkan... kenapa semua itu bisa terjadi secara kebetulan...!!!


Apakah mungkin sebenarnya ada orang yang memang sudah mengawasi setiap gerak gerik Dika selama di rumah sakit...??? apa sebenarnya bukan suster suster yang menatap Dika dengan tatapan ngeri yang melaporkan keberadaan Dika.. tapi memang sudah ada orang yang nengincarnya, memperhatikan nya selama ini...???


Sebab rasanya cukup aneh... bila memang Jo datang bersamaan dengan para anggota berwajib yang mengepung Dika kenapa bisa kebetulan seperti itu .. jika selama sebelum nya tidak ada orang yang memang sudah menunggu saat itu tiba...!!!


Tapi ya sudah lah...


Semua juga sudah terjadi... Dika juga tak mungkin kembali lagi.. mungkin ini sebagai pembelajaran untuk kita bersama... boleh berambisi tetapi jangan sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan... cara Dika yang salah jalan sudah cukup memberikan pemnelajaran untuk kita bersama...tidak semua hal harus kita dapatkan dengan cara singkat....


Dika yang salah jalan... akhirnya menghancurkan hidupnya sendiri....


Kriiiinggg kriiiinggg


Ponsel Wawan berdering, dengan sedikit malas Wawan mengangkat telpon tanpa melihat nomor yang menghubungi nya


" Mas Wawan.. apakah baik baik aja...???" ucap suara dengan nada yang lembut mendayu dari ujung panggilan


Wawan langsung terperanjat mendengar suara yang memanggilnya, dilihatnya baik baik nomor di layar hp nya, ternyata dia tak salah dengar... Melisa menelpon nya


" Ada apa Mel...???" tanya Wawan khawatir takut ada sesuatu yang terjadi sampai Melisa menghubungi nya


" Suara mas Wawan kelihatan lemes... mas Wawan baik baik aja kan...??? duhhh maaf ya beberapa hari ini aku sampai gak inget masak buat mas Wawan... aku terlalu hanyut dalam kesedihan ku sendiri hehe..." suara Melisa yang terdengar makin renyah di telinga Wawan


" Kenapa harus perhatian gini sih Mel... aku jadi makin bingung dengan perasaan ku sendiri...!!!" keluh Wawan membatin


" Ada yang bisa ku bantu...???" tanya Wawan pura pura dingin, sok mengabaikan perhatian Melisa... Wawan tak tau harus bersikap seperti apa saat ini pada Melisa


" Gak ada mas... cuman pengen tau kabar mas Wawan aja... beberapa hari ini kan aku sama sekali gak mikirin orang orang disekitarku... padahal mas Wawan sudah banyak membantu...."

__ADS_1


" Jangan sungkan..!! bengkel juga aman semua masih berjalan seperti biasa..." jawab Wawan


" Apa kamu sudah baik baik aja...???" tanya Wawan akhirnya, meskipun dia sudah berusaha cuek tetapi nyatanya dia tidak bisa jika tidak menperhatikan Melisa


" Yahhh begini lah mas... sedang mencoba bangkit dan mengobati luka... berduja terus ya gimana kasihan Valdi jadi gak keurus..." sahut Melisa dengan suara pasrah, jelas masih terdengar kesedihan pada dirinya


" Aku tau ini berat buat kamu Mel... pelan pelan saja jika ingin sembuh... biarkan waktu yang menyembuhkan... yang penting tetap optimis dan pikirkan kesehatan mu... selain Valdi ada banyak orang disekitar mu yang sangat peduli dan menyayangi mu..." nasehat Wawan bijak


" Iya mas terimakasih... mas Wawan emang paling mengerti keadaan ku..." sahut Melisa terdengar sambil tersenyum tipis


" Oya mas apa mas Wawan lagi gak sibuk...???" tanya Melisa lagi


" Kebetulan bengkel sudah tutup kenapa apa kamu mau makan sesuatu biar ku belikan...???" tanya Wawan


" Hihihi nggak mas... aku mau ketemu mas Wawan... ada hal yang pengen aku bicarakan..." ajak Melisa


Wawan terdiam... sepertinya dia sudah tau apa yang akan Melisa bahas


" Apapun yang dia minta aku akan menghargai keputusan nya... aku tau cinta bukan sesuatu yang dipaksakan... "


" Oke... aku ke tempat mu atau gimana...???" tanya Wawan menyetujui


" Buka bengkel nya mas aku udah di depan bengkel...!!"


Wawan langsung terbelalak, rupanya dari tadi Melisa sudah disini....


Bersambung~


Jangan lupa kasih Vote ya Readers


Happy Reading....

__ADS_1


__ADS_2