Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Penegasan Resinda


__ADS_3

Resinda menatap kaget perempuan yang dikenali nya, wajah yang tak asing baginya hanya saat ini terlihat semakin tua dan keriput, lalu laki laki disamping wanita itu aahhh kini sudah tau juga rupanya


" Bu lek....!!!!" panggil Resinda pada mbah Martinah


" Bu lek Martinah kan....!!!!"


" Kamu masih mengenaliku rupanya Resinda.... ku pikir kamu sudah lupa.... aahhh kamu senakin cantik saja... pasti suami mu memfasilitasi semua kebutuhan mu yaa... beda jika kamu masih hidup dengan Sasmito.... palingan sudah tua dan keriput...." sahut mbah Martinah dengan kata kata julid nya


" Iya lah... buat makan aja susah gimana ngasih buat perawatan mahal... bisa jual ginjal si Sasmito...." tambah Marwoto menguatkan


" Hahaha.... apa yang kau pilih tepat Res... kamu memilih kembali ke suami kaya mu dan meninggalkan Sasmito... hidupmu terjamin dab makmur... lihat kamu sekarang semakin berkelas dan membuat iri semua kaum perempuan...." ucap mbah Martinah lagi


Entah apa maksud dua ibu beranak ini, dia sengaja sedang menghina Melisa dengan sanjungan itu atau justru sedang menghasut pikiran Melisa untuk menganggap jika ibu nya sengaja meninggalkan bapak nya karena hidup miskin


" Waaahhh sepertinya bu lek sama Marwoto telalu berlebihan...." sahut Resinda sambil tertawa kecil


" Kunci dari awet muda, tetep cantik adalah bahagia... bukan hanya sekedar perawatan mahal dan Fasilitas bagus...."


" Ahhh tapi ya harus ada perawatan yang mahal dan banyak duit juga atuh Res... kalau gak ya gak bisa secantik ini...." protes mbah Martinah tetap dengan pendirian nya


Sepertinya arah obrolan mereka sudah ngawur, semakin tidak baik jika di teruskan, apalagi didepan Melisa wanita hamil sangat sensitif


" Sudah lah bulek semua sudah terjadi.... aku dan mas Hermawan juga sudah berdamai dengan masalalu... makanya kami datang kesini sekarang untuk ziarah ke makam mas Sasmito... apalagi sudah ada Melisa anak kesayang mas Hermawan... jadi sepertinya tak ada guna nya membahas masa lalu lagi...." potong Resinda dengan tegas, sengaja memberi statment seperti itu pada ibu anak julid ini


" Seperti apapun mas Sasmito dulu buktinya aku memilihnya jadi artinya aku sudah siap dengan segala konsekuensi yang harus dihadapi.... jadi tolong jangan judge mas Sasmito suami ku....dia sudah bahagia di langit sana apalagi melihat anak nya sudah bertemu ibu nya... menjadi malaikat yang bisa mempersatukan perbedaan, menghilangkan semua benci dan dendam.... dan sebentar lagi mau dikasih cucu juga....!!!!" lanjut Resinda membanggakan keadaan nya sekarang, merubah sudut pandang orang orang yang dulu menghina keluarga nya


" Cu...cucu...!!!" tanya Marwoto kaget


" Yaahhh anakku Melisa sudah menikah dengan laki laki pilihan nya... laki laki baik yang sangat bertanggungjawab... dan saat ini sedang mengandung cucu pertama ku...!!! jadi aku harap bu lek dan kamu Marwoto jangan membebani anak ku dengan ucapan ucapan yang tidak bisa di pertanggungjawabkan yaa..." sahut Resinda lagi


Kata " Laki laki bertanggungjawab " yang ibu sematkan untuk Dika terasa mengganjal dan membebani Melisa, Melisa takut mas Dika tak seperti yang diharapkan, karena sampai hari ini dia masih tak ada kabar

__ADS_1


" Oya gimana kabar bulek sehat kan....?????" tanya Resinda lagi


" Aku baik..." sahut mbah Martinah singkat, sepertinya beliau kena skak ucapan Resinda


" Syukurlah kalau baik.... aku rasa sekarang bukan waktunya lagi untuk membicarakan kejelekan dimasa lalu bulek... kita sudah sama sama tua bukan... entah tinggal berapa lama lagi kita hidup didunia ini... jadi mendingan kita perbaiki diri menjadi lebih baik lagi...." saran Resinda sedikit merendahkan


" Dan kamu To... aku rasa kau juga sudah tua kan.... mari belajar dari perjalanan hidup mas Sasmito... jangan selalu menjadi orang paling tamak merasa paling hebat, paling benar dan paling berkuasa.... diatas langit masih ada langit.... "


" Yaudah yaa... kami mau siap siap ke makam soalnya jadi kami harus kembali ke rumah.... permisi...!!!! ayooo sayang...." pamit Resinda sambil mengajak Melisa kembali ke rumah, meninggalkan ibu beranak yang tak terlalu penting itu


" Bu aku belum jadi ke warung...."


" Udah lah semua udah disiapin sama Fatimah.... gak perlu kewarung lagi...."


" Siapa itu yang kalian ajak ngobrol barusan....???" tanya Tuan Hermawan


" Ahhh itu saudara sepupu mas Sasmito... tapi kok dia kenal kamu ya Mel..." sahut ibu sambil melempar pertanyaan ke Melisa


" Pasti banyak cerita yang dilebih lebihkan....!!! mereka itu kan dari dulu memang selalu membenci keluarga mak Sutini... padahal bulek Martinah itu adik nya mak... tapi yaaa hanya karena dia menikah dengan orang kaya dan hidupnya lebih berkecukupan jadi sombong dan lupa diri sama saudara...." ujar Resinda menggerutu menggunjing mereka


" Jadi kalian habis ketemu mbah Martinah...???" tanya Fatimah yang kebetulan sedang membantu mereka menyiapkan sarapan


" Iya bulek... tadi aku mau kewarung terus berpapasan sama mbah dan pak lik...." sahut Melisa


" Pasti dia kaget melihaf kamu datang bersama ibu mu dan tuan Hermawan....!!!" tebak Fatimah


" Yahhh begitulah.... malah banyak banget yang dibahasnya... sesuatu yang gak penting..." sahut Resinda gantian, Melisa hanya melirik ibu nya saja


" Aku ingat laki laki itu.... laki laki itu yang dulu memberitahu pada anak buah ku dimana Sasmito tinggal... dia juga meminta sejumlah uang atas jasa nya itu...." tuan Hermawan ikut menyahuti, dia sembari duduk sambil mengingat sesuatu


" Dia juga yang dulu mengompori ku untuk datang dan memberi perhitungan pada Sasmito... dia bilang Sasmito itu memang laki laki tak tau diri... bahkan dia sering menggoda istri istri tetangga nya kalau sedang ditinggal suaminya merantau...."

__ADS_1


" Memang gendheng iku si Marwoto.... mbuh apa yang bikin keluarga mbah Martinah sangat membenci kang Sasmito dan mbah Sutini...." Fatimah menyahut pertama


" Sekarang papa udah tau kan... kalau mas Sasmito itu orang baik...." tanya Resinda sambil mengelus pundak suami nya lembut


Posisinya saat ini Melisa lah yang serba salah, kadang dia ingin sekali membela atas nama bapak nya, tapi jika dia terlalu emosian maka sesuatu yang sudah lebih baik akan semakin kacau lagi, jadi Melisa mending milih diam


" Dengan melihat kamu dulu begitu mencintai nya... padahal dia tak punya apa apa... kau juga diajak nya hidup susah tapi kamu tetap bahagia... aku sadar kalau Sasmito pasti orang baik.... sayang aku terlalu egois dan tak mau tau...." sahut Tuan Hermawan dengan nada menyesal


" Udah pah... jangan diinget lagi... kita kan udah buka lembaran baru.... aku juga udah memaafkan semua kesalahan papah... semenjak papa mau menerima anak ku... papa bahkan meminta Melisa untuk memanggil papa dengan panggilan papa.... aku sudah sangat bahagia pah...."


" Semua ini aku lakukan karena aku mencintai mu... aku ingin kamu bahagia bersama ku sayang.... dan yang pasti karena Melisa anak yang baik, hatinya amat tulus....aku salah jika aku menyakiti anak sebaik Melisa...." jawab tuan Hermawan membuat Resinda makin melow


" Oya pah... kira kira Juwita bakalan protes gak ya dengan keputusan papa menerima Melisa...???" tanya Mama yang tiba tiba pesimis ingat anak bungsu nya yang keras kepala itu


" Nanti kita kasih pemahaman pelan pelan... paling butuh waktu sedikit untuk membuatnya bisa menerima semua ini...." sahut tuan Hermawan


" Bagaimana Melisa kamu gak keberatan kan kalau harus sedikit bersabar soal Juwita...???" tanya tuan Hermawan meminta pendapat Melisa


" I..iya pah gimana baik nya aja.... aku gak mau kehadiran ku malah membuat semua jadi runyam lagi.... " sahut Melisa legowo


" Kau hanya perlu bersabar sedikit untuk memberi nya waktu.... nanti pasti dia akan membuka hati untuk menerima mu... apalagi kalau kamu bisa mengambil hati nya....dengan ketulusan kamu itu....!!! Juwita itu anak baik... sama seperti kamu... mungkin ajaran mama memang seperti itu... hanya dia mewarisi sikap keras kepala papa sedikit hahaha...."


" Eehh sarapan dulu ayuuukkk semua udah siap... abis itu kalian baru ke makam... bunga nya sudah saya siapkan..." ajak Bu Lek Fatimah


" Ayooo kita sarapan....!!!" tuan Hermawan mengajak istri dan Melisa ke meja makan


Sarapan pagi yang indah dan hangat.....


Bersambung~


Jangan lupa kasih VOTE yang banyak ya Readers

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2