
Melisa pulang dengan wajah yang bersemangat, ada sedikit harapan yang tergambar di senyumnya, harapan untuk bertemu dengan orang yang sangat dirindukannya saat ini, orang yang akan memberikan tempat ternyaman dan sandaran saat ingin dimanja, IBU...
Begitu sampai rumah Melisa langsung bergegas masuk kamar, namun langkahnya dicengkal oleh Dika
" Tunggu yang... mas pengen ngomong bentar..."
" Kenapa mas...???" Melisa tanpak sedikit keberatan, sebab dia sudah sangat ingin tau wajah ibu dan bapak kandungnya
" Aku pengen ngobrolin soal hubungan kita dulu... ada banyak hal yang harus kita bicarakan..." ujar Dika sembari mengajak Melisa duduk disofa
Dengan berat Melisa menuruti ajakan Dika
" Lalu kelanjutan hubungan kita ini bagaimana...???" tanya Dika setelah beberapa saat diam
" Maksudnya...!!!!" Melisa balik nanya dengan nada tajam
" Yaaa... niat awal kita pulang ke rumah mu kan karena mau minta restu dan nyari wali nikah buat kamu kan... kita mau melangsungkan nikah siri dulu baru nanti nikah resmi...tapi... nyatanya setelah kita pulang malah masalah makin rumit seperti ini... banyak kenyataan kenyataan yang sama sekali tak kita duga seperti sekarang ini..."
" Terus mas Dika mau mundur...??? gak jadi ngasih kejelasan soal hubungan kita gitu...???" selidik Melisa tajam
" Bukan gitu sayang... justru ini yang mau kita bicarakan.... aku lihat kamu sedang antusiasnya mau mencari ibu kandung mu...jadi mas mau tanya sama kamu sekarang... kita mau tetap melangsungkan nikah siri kita dulu apa nunggu sampai kamu ketemu ibu mu...???" jelas Dika
Melisa diam,
Mendengar pertanyaan Dika malah membuatnya bimbang, saat ini yang dia inginkan adalah bertemu ibu kandungnya, meskipun mungkin keadaan tak sesuai yang ia harapkan... ibunya lupa padanya... tak mau mengenalinya sekalipun, dia sudah cukup lega dengan bertemu ibu nya... memastikan bahwa ibunya baik baik saja dan bahagia...
Namun...apakah dengan ini berarti dia akan menunda pernikahan nya dengan Dika... membiarkan dia membuang kesempatan untuk mendapat kejelasan status dari laki laki yang selama ini telah tinggal bersamanya...
Tapi....????
Tapi dia mau pernikahan nya disaksikan ibu nya, atau minimal dia meminta restu terlebih dahulu dari ibunya... itu yang Melisa inginkan saat ini
Mencari ibu kandung nya dan meminta restu...
" Apapun mau kamu mas akan sanggupi sayang... mas sudah janji kan akan selalu bersamamu... tapi mas juga gak mau memaksa mu... mas sangat menghargai apapun keputusan mu saat ini... yang penting kamu nyaman dan kamu gak stres...."
Sebenernya Dika itu sangat baik, dia bahkan sangat mengerti dan memahami kondisi Melisa, hanya kadang keadaan membuatnya juga menjadi serba salah
" Saat ini mas... aku hanya pengen ketemu ibu mas... aku gak peduli dia mau mengakui ku atau tidak... dia ingat atau tidak... aku hanya ingin melihatnya memastikan dia baik baik saja dan bahagia dengan keluarga nya... aku hanya mau minta restu dari ibu untuk pernikahan kita..." sahut Melisa meradang
" Kamu yakin dengan keinginan mu itu...???" tanya Dika memastikan, maksudnya adalah apa Melisa benar benar yakin mau menunda pernikahan mereka, mengingat kemarin dia histeris saat banyak teman teman nya membully nya direstaurant
" Mungkin baik nya begitu mas... kita selesaikan dulu satu persatu masalah yang saat ini harus kita hadapi..."
" Baiklah kalau itu mau mu sayang... mas gak bisa maksa... kalau memang itu keputusan mu yang membuat kamu lebih nyaman menjalani kita akan tunda pernikahan kita ini...lebih baik besok pagi kita langsung balik ke tempat Wawan lalu kita segera pulang ke Jakarta... tujuan utama adalah nyari ibu..."
Melisa mengangguk dengan tersenyum, dia bersyukur memiliki laki laki yang begitu sabar dan mengerti keadaan nya
" Makasih ya mas... tetap disampingku... dan selalu menjadi penopang tiap segala masalah ku..."
" Gak usah sungkan... sudah menjadi kewajibanku untuk menemanimu dalam keadaan apapun sayang...."
Dika merengkuh tubuh Melisa didekapnya erat, Melisa menyambutnya dengan hangat, mengalungkan tangan nya membalas pelukan Dika
__ADS_1
Pelan Dika mengadahkan wajahnya mendekat pada wajah Melisa, hidung bangirnya mengabsen tiap inci wajah ayu gadis itu
Lalu Dika menautkan bibirnya lembut, ciuman hangat yang penuh kerinduan
Bibir manis ini adalah candu baginya... yang entah sudah berapa lama tak disesapnya
"Eeemmhhh...." lenguhan Melisa lembut saat Dika terus mengabsen tiap inci bibirnya, bahkan rasanya sampai kebas dibuatnya
Tangan Dika yang lincah mulai nakal, mulai membuka kancing baju Melisa dan melepas pengait bra nya
Dengan pasti Dika menciumi leher jenjang Melisa membuat gadis itu sejenak melupakan segalanya, terbawa dengan suasana permainan Dika yang lembut
Dika tak mau membuang kesempatan, langsung disambar nya gundukan bukit kembar Melisa yang kian menantang
Membuat Melisa menggelincang kegelian
" Eeemmmhhss..." suara manja Melisa sembari menahan sesuatu yang sangat geli, sampai dia harus menggigit bibirnya sendiri
Dika langsung membawa Melisa ke kamar, permainan panas ini harus dilanjutkan sampai selesai
Tak membuang kesempatan lagi Dika langsung menindih Melisa, sedang pagutan bibir mereka kembali menyatu, saling menuntut dan melampiaskan hasrat masing masing
Melisa seakan benar benar dibuat lupa akan masalah yang tengah melanda nya, dia juga lupa soal status mereka, dia juga lupa kalau dia melakukan itu dirumah neneknya..
Kadang memang ***** mampu mengalahkan logika...
Entah siapa yang memulai tapi kini mereka sama sama tengah terpacu dengan keringat yang menetes disekujur tubuh
" *sssssttt mmmmhhh...."
Hanya suara itu yang terdengar begitu merdu disetiap sudut kamar,
Mereka benar benar dibuai dengan kenikmatan sesaat
" Makasih yang..." bisik Dika tepat di telinga Melisa, desyahan nafas hangat nya kembali membuat Melisa meremang
Mereka baru saja menyelesaikan gejolak gejolak kenikmatan dunia,
Tubuh mereka lemas ambruk dengan saling berpelukan, dibiarkan begitu saja tubuh polos mereka, hanya ditutupi selimut
Tak lupa Dika mencium kening Melisa, wajah manis ayu itu tampak kelelahan setelah pergulatan hebat diantara keduanya
" Tidur lah mas... besok pagi kita kembali kerumah mas Wawan... abis itu kita langsung ke Jakarta...aku mau segera mungkin nyari ibu..." sahut Melisa sembari membelai pipi Dika lembut
" Kamu juga harus tidur... "
" Nanti mas... aku mau bersih bersih badan dulu... abis itu mau nyari foto foto ibu sama bapak..."
" Mandi wajib nya besok aja sayang... ini udah malam dingin disini nanti malah masuk angin..."
Melisa mengecup bibir Dika lembut sembari tersenyum
" Tenang aja... aku janji gak akan sakit... biar kamu gak kerepotan..." bisik Melisa
__ADS_1
" Udah tidur lah... kamu capek kan habis kerja keras....hihihiii..."
" Kalau kerja sama kamu sihhh tiap hari terus aja...."
Melisa mencubit hidung bangir Dika gemesh
" Huuuuu...ngarep...!!!!"
" Tapi kamu suka kan permainan aku...??? buktinya desyahan kamu sampai menggema gitu..." balas Dika mengejek
" Iya itulan refleks aja mas...." elak Melisa dengan tersipu
" Bilang aja menikmati....pakai acara refleks...."
" Udah aahhh mau mandi... mau bersih bersih..." Melisa segera turun dari ranjang, menjumputi baju nya yang berserakan dilantai dan membawanya ke kamar mandi
Dika hanya memandangi tubuh polos Melisa yang berjalan didepannya, menampilkan body yang menawan, pinggang ramping, punggung putih mulus, kaki jenjang dan bok*ng yang sintal menggoda, perut rata dan.... dua bukit kembar yang menantang
Melisa memang sempurna....
" Mas ikut mandi ya..." ujar Dika yang kembali memiliki pikiran nakal diotaknya
Melisa yang tak sempat nenutup pintu langsung disergap Dika dan dibawa ke kamar mandi
" Mas....!!!!"
" Ssssstttt.... aku mau disini juga..." bisik Dika dengan suara sensual
" Ta...!!!"
Dika langsung menyerang Melisa dengan cumbuan yang membuatnya tak bisa lagi berkutik
Mereka pun melakukannya lagi dikamar mandi...
Bersambung~
Cieee....
Panas yaaa....
Hihihiiii
Selingan yaaahhh biar gak mellow terus gegara ikut sedih ngliat kisah hidup Melisa
Jadi sesekali butuh untuk penyegar otak juga
Hihihiii
Jangan lupa Vote yang banyak ya guys...
Dukungan kalian sangat berarti looohhh buat kemajuan dan perkembangan novel ini
Ikuti terus perjalanan Melisa dan Dika yaaaa...
__ADS_1
Happy Reading...