Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Gajian


__ADS_3

3 Hari kemudian


Seharian ini Melisa kerja kurang bersemangat, lesu dan banyak melamun, untung saja tugas nya hari ini dibantu oleh Dian dan Wiwit anak baru yang rajin dan gak pilih pilih kerjaan, jadi kalau ada kesalahan yang dibuatnya langsung ditutupi oleh mereka berdua


Beruntung nya juga tradisi ploncoan di sini sudah tidak ada.. jadi baik Dian ataupun Wiwit bekerja layaknya karyawan pada umumnya


Kalau dilihat lihat sebenernya kinerja sebagian karyawan disini sudah sangat buruk, cenderung mereka tidak bisa profesional dalam bekerja, jujur Melisa geram dan kesal ingin mengadukan kebiasaan buruk mereka pada Delon, tapi lagi lagi Melisa malas berdebat dan adu argument dengan Titin Cs, belum lagi dendam kesumat Hani Cs yang bisa nelakukan tindakan nekat padanya


Melisa berharap ibu benar benar datang kerestaurant dan melihat langsung apa yang mereka lakukan, melihat langsung kinerja mereka yang makin hari makin buruk


Memang tradisi ploncoan sekarang sudah tidak berlaku, tapi diganti dengan tradisi gaya bos, siapa yang merasa senior akan seenaknya menyuruh atau melemparkan kerjaan nya pada karyawan yang dianggapnya lebih junior


" Mbak Mel... selama semingguan aku kerja disini... kayaknya cuman mbak Mel deh yang gak apa apa nyuruh... malah ngebantuin kita yang masih baru..." ujar Wiwit membuyarkan lamunan Melisa, gadis bergigi gingsul ini duduk disamping Melisa melamun


" Buat apa sih...!!! biar semua tau kalau senior...??? senior maupun junior kan sama sama karyawan juga... hak dan tanggungjawabnya juga sama..." sahut Melisa santai


" Kalau kita kerja tapi tugas kita di lemparkan ke orang lain... apa kita gak makan gaji buta namanya..." lanjut Melisa


" Oya mbak Mel... aku denger denger semua karyawan disini pada gak suka ya sama mbak Mel... katanya suka ngadu ke bos Delon dan paling caper..." Dian ikut menimbrung


Melisa tersenyum


" Awalnya aku berusaha menjadi karyawan yang baik buat bos Delon... karena dia yang ngajak aku kerja langsung disini aku ingin menunjukan loyalitas ku pada nya sebagai ucapan terimakasih..." Melisa memberi penahaman


" Awalnya aku merasa tertindas karena adanya tradisi ploncoan... dimana semua pekerjaan akan dilimpahkan pada anak baru dan tidak boleh membantah sebagai training selama masa belajar..."


" Aku gak ngaduin langsung... hanya waktu itu bang Gondrong... ee bos Delon melihat langsung kejadian itu dan dia marah... lalu mengeluarkan orang orang yang menurutnya memang tidak berkompeten dan kurang bagus kinerjanya... bos Delon juga selalu mengintrogasi ku tentang keadaan restaurant...yaa gimana lagi aku gak mungkin bohong pada orang baik yang sudah membantuku bukan...???"


" Akhirnya mereka marah dan mengucilkan ku menganggap aku ini tukang ngadu..."


" Jujur aku juga gak nyaman sebenere mbak Mel sama rombongan mbak Titin... soalnya mereka sok berkuasa..." Dian mengomentari lagi


" Cuekin aja lah... kalau kalian gak mau bernasib kaya aku dikucilkan... ya gak usah membantah dan ngelawan mereka..." jawwb Melisa bijak


" Tapi mbak Mel kok berani sama mereka sih...???" tanya Wiwik


" Kenapa harus takut...??? selagi aku tak salah dan apa yang kulakukan adalah benar aku tidak pernah takut dengan siapapun dan apapun ancaman nya..."


" Kalian takut sama mereka...???" tanya Melisa balik


" Takut mbak Mel soalnya mereka kroyokan... kalau sendiri sendiri mah aku berani hihihii...." jawab Wiwik bergurau


" Mel...!!!" tiba tiba Arya datang menghampiri Melisa, tumben banget laki laki ini nyamperin Melisa


" Bu Supervisor manggil lu suruh keruangan nya..." lanjut Arya dengan wajah canggung


" Ohhh oke...!!!" sahut Melisa singkat


Melihat ekspresi Arya yang sepertinya tak nyaman dan terpaksa saat berbicara dengan nya, Melisa juga enggan banyak basa basi bicara dengan laki laki itu


" Aku ke ruangan bu Supervisor dulu ya..." pamit Melisa pada dua juniornya


Thookkk tookkk


" Permisi bu Supervisor... anda memanggil saya...???" Melisa mengetuk pintu ruangan Monica


" Ohhh iya Mel silahkan masuk..." sahut Monica tersenyum

__ADS_1


Melisa segera duduk di kursi depan Meja Supervisor, jantung nya dag dig dug, doi gak tau kenapa dia dipanggil keruangan supervisor, apakah dia akan kena teguran atas kerja nya yang kurang bagus...???


Namun tiba tiba Monica menyerahkan amplop coklat yang dilipat kecil dan menyodorkan nya ke tangan Melisa


Melisa makin bingung


" Apa ini buk...???" tanya nya bingung


Monica tersenyum manis


" Hari ini kalau secara itungan hari kerja kamu pas satu bulan kerja... jadi ini adalah Gaji pertama mu di restaurant..." jelas Monica


" Selamat ya hari ini kamu gajian...." lanjut Monica lagi meyakinkan Melisa yang masih bengong bingung


" Serius buk...???" tanya Melisa dengan mata berbinar binar


Monica mengangguk sambil tersenyum manis


" Alhamdulillah... ini gaji pertama saya di Jakarta buk...aduuuhh senengnya...!!! boleh saya buka buk..???"


" Silahkan..."


Melisa langsung membuka amplop coklat itu dengan mata berkaca kaca, beberapa uang lembaran merah ada didalam amplop,


Melisa hampir menangis, kerja payahnya sebulan ini akhirnya mendapatkan hasil juga


" Eee buk boleh saya minta tolong telponin bang eehh bos Delon...!!!" pinta Melisa


Monica yang tadinya tersenyum manis langsung sedikit merengut, doi jujur gak rela kalau Melisa terlalu dekat dengan Delon


Tapi karena gak punya alasan untuk menolak permintaan Melisa, Monica pun mengangguk dan langsung memencet nomor bos Delon dinponselnya


" Maaf bos... ini Melisa minta di telponin bos Delon..." sahut Monica menjelaskan


" Melisa...!!! oke kasih dia..." Delon terdengar antusias saat mendengar kalau Melisa yang meminta menelpon nya


Monica makin kesal memberikan ponselnya dengan cemberut


" Hallo bang... hari ini aku Gajiaaannn...!!!" treak Melisa girang, mereka seakan orang yang sudah sangat akrab dan dekat, bahkan cara Melisa berbicara pada Delon terkesan manja, menbuat Monica badmood


" Makasih ya bang... kamu udah mau bantuin aku... kasih aku kerjaan... ini gaji pertama aku di Jakarta looohhh....!!!"


" Waaahhh udah gajian...!!! gimana happy..." sahut Gondrong diujung panggilan, menbalas kegirangan Melisa


" Happy banget bang... eehhh kamu lagi sibuk gak...???" tanya Melisa


" Gak kenapa...??? mau traktir gue apa...?? wahh boleh banget tuh udah lama gak makan gratisan..." sahut Gondrong


" Eeemmm boleh kalau mau traktiran... tapi jangan di Caffe yang mahal ya bang... di warung soto deket kosan aja... itu juga enak lhooo... dan bajet nya cukup... soal nya aku mau minta tolong abang anterin aku beli hp baru..." ajak Melisa


" Oke...!!! jam berapa lu balik...???"


" Ya kaya biasanya..."


" Mau di jemput apa gimana...???" tawar Gondrong lagi


" Gak deh... abang nunggu di pasar aja...nanti aku kesana..."

__ADS_1


" Oke..."


Klikk


Panggilan dimatikan


" Makasih bu supervisor..." Melisa menyerahkan ponsel ke peniliknya sembari tersenyum bersahabat


Monica yang sudah terlanjur badmood melihat kedeketan Melisa dengan bos Delon hanya menanggapi nya dengan sewot


Apalagi Monica baru tau kalau Delon tau dimana kos kosan Melisa, dan malam ini mereka ada janjian makan malam bersama


" Bu boleh saya permisi...???" pamit Melisa


" Tunggu Mel...!!!" cegah bu supervisor cepat, mencengkal langkah Melisa


" Lu beneran udah mau nikah sama pacar lu itu kan...???"


Melisa merasa heran, kenapa urusan pribadinya dibawa bawa ditempat kerja sih, semua orang terlalu nengurusi urusan nya


" Kenapa emang nya buk...???" tanya Melisa balik


" Ya... ya gak papa... aku nanya aja... tapi jawab..kamu beneran udah mau nikah kan sama pacar mu itu...??"


" Iya... rencana nya sepulang nya mas Dika menyelesaikan urusan nya kami mau langsung melangsungkan pernikahan... hanya tidak ada acara apa apa hanya akad jadi gak bisa ngundang teman teman kerja..." jawab Melisa, mengira bu Supervisor bertanya seperti itu karena mau menyesuaikan undangan nya


" Ohh gitu... syukurlah kalau beneran mau married. .kalau pun gak ngundang ngundang gak papa yang penting jelas nikah nya sama pacar mu bukan sama orang lain..." sahut Monica


" Maksudnya buk...????" Melisa tak paham maksud tujuan pembicaraan bu Supervisor


" Eee kamu sama bos Delon itu punya hubungan apa sih...???" tanya Monica ragu ragu


Melisa langsung tersenyum, paham apa yang dimaksud bu Supervisor satu inj, doi Jellouse rupanya


" Ohh sama bang Delon... dia kan teman akrab nya mas Dika... makanya aku juga akrab sama bang Delon dan udah kaya kakak kandung sendiri... apa apa pasti dibantuin dia..." sahut Melisa sedikit berkilah, belum waktunya dia sampaikan kalau bang Delon adalah kakaknya


" Ohhh..." bu Monica manggut manggut paham


" Ada lagi buk yang mau ditanyakan...??? kalau gak ada saya mau permisi lanjut kerja..."


" Ohhh iya silahkan Mel..." wajah Monica kembali ramah


Melisa tersenyum lucu melihat tingkah Monica, rupanya bu Supervisor menaruh hati pada abang nya, hahaha saingan mbak Ervina nihhh...


Bersambung~


Selamat berlibur Readers...


Author temani dengan Cerita Melisa yaa


Jangan lupa kasih Vote sebanyak banyak nya


Biar Melisa dan CINTA TANPA STATUSNYA makin berkembang dan booming


Hihihii


Semoga bisa double Up yaa... authot usahakan

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2