
Dari Sore tadi Melisa sudah gelisah sering sering melongok keluar berharap Dika sudah datang dan sedang menunggunya
Bahkan Melisa jadi ingin pekerjaan nya buru buru kelar supaya cepet keluar menemui Dika, dia ingin meminta maaf atas over thinking nya tadi pagi, selain itu dia juga akan membuat suasana diantara kedua nya lebih baik
Akhirnya kerjaan beres semua, Melisa buru buru lari keluar tanpa menggubris beberapa temen yang masih asyik aja julid soal dirinya, entah sekedar sindiran ataupun hinaan langsung
Melisa pokoknya pengen cepet cepet ketemu Dika
Sampai di luar keadaan masih kosong, belum ada laki laki tampan yang sejak tadi ditunggui nya
" Mas Dika belum nyampe...." ucapnya lesu
" Kirain udah nunggu.... apa dia masih diperjalanan kali yaaahhh....ayoo Mel jangan lebay deh..."
Melisa berdiri di parkiran restaurant menunggu kedatangan Dika dengan penuh kesabaran
Satu dua tiga dan semua rekan kerja nya pulang,
" Ngapain lu disini...!!!" tanya Titin sinis
" Ya ngapain lagi sih Tin kalau gak nungguin gendha'an nya itu...." sahut Mega disampingnya
" Udah dehhh pulang pulang aja gak usah sibuk ngurusin orang lain...." sahut Melisa cuek
" Idiiiihhh siapa juga yang mau ngurusin lu...!!! lu nya aja yang gak punya malu...Zina terus...!!!"
Rombongan Titin pergi meninggalkan Melisa
Pokoknya Melisa mau bodo amat, menebalkan telinga nya setebal tebalnya, apapun kata orang dia gak mau perduli, Dia hanya focus pada hidupnya saja...
Arya datang mengambil motor tepat di depan Melisa, wajah cuek dan canggung membuat Arya hanya diam tanpa menyapa
" Ehh mas Arya..." sapa Melisa ramah, dia nggak mau ambil pusing soal perubahan sikap Arya setelah tau cerita dirinya
" Hai Mel... lagi nunggu..." balas Arya dengan kata kata yang menggantung, gak langsung dilanjutkan
" Iya.. lagi nungguin mas Dika..." samber Melisa langsung, doi cuek dan santai aja menyikapi Arya
" Ooohhh..." sahut Arya sembari menstater motor nya dan berlalu tanpa pamitan lagi
Melisa hanya mendengus panjang, lalu focus menoleh kiri kanan mencari sosok Dika yang belum juga muncul
Sampai semua karyawan pulang, restauramt sudah gelap dan sudah di kunci sama pak satpam, lampu parkiran pun sudah di padamkan, Melisa masih berdiri menunggu kedatangan Dika
Hatinya Mulai was was...
Mulai banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiran nya
" Mas Dika kemana sih... kok belum dateng dateng... apa si Rendi tadi lupa ngasih tau ya....???" gumam Melisa mulai panik
" Tapi kalaupun Rendi lupa...bukannya emang udah jadi tugas tiap hari mas Dika jemput aku...apa mas Dika ngelembur lagi...!!!! Duuuhhh mas Dika mana sihhh... aku jadi khawatir ini...."
Entah sudah berapa lama Melisa berdiri menunggu kedatangan Dika, kakinya sudah kebas sedari tadi berdiri
Harapan Melisa mulai sia sia, dia mulai takut kalau kalau Dika benar benar tak datang menjemputnya
Apa yang sebenernya terjadi...???
Kenapa sejak kemarin mas Dika berubah...???
Benarkah dia berubah atau hanya ke khawatiran Melisa saja...!!!!
Melisa masih mencoba berfikir positif dia tak mau terbawa suasana menjadikan dia menerka nerka kejelekan, mungkin saja memang Dika malam ini lembur lagi
Melisa putuskan untuk pulang, menunggu Dika dikontrakan saja,
Malam makin larut, takut gak ada lagi angkutan ke kontrakan.
__ADS_1
Tiba di kontrakan juga masih sepi, tandanya Dika belum pulang,
Melisa segera mandi, sejenak menenangkan pikiran dan menyegarkan badan
Selesai mandi langsung masak mempersiapkan makan malam, mungkin mas Dika pulang nanti kecapean bisa langsung makan, juga tak lupa doi nyiapin air panas untuk Dika mandi
Dika tak ada ujung kabar cerita
Bahkan sampai Melisa terkantuk kantuk Dika tak juga pulang
Ingin Melisa menghubungi nya, tapi lagi lagi Melisa belum ada handphone, mau menyusul lebih tak mungkin lagi karena ini sudah dini hari
" Mas... kamu kemana sih...." Melisa lelah menunggu air matanya mulai menggenang di pelupuk matanya
" Apa kamu marah dengan ku mas.... aku ngerasa kamu seperti sedang menghindariku..."
" Apa kamu masih ragu kalau kita harus nikah... sampai kamu menghindar seperti ini.... apa salah ku mas....tolong jangan buat aku seperti ini... aku tak biasa dengan sikap mu yang begini....mas Dik....kamu dimana....!!!!"
Melisa terisak seorang diri, hatinya benar benar kalut,
Karena sudah tak ***** makan lagi akhirnya Melisa naik ke kamarnya, dia putuskan untuk tidur saja, terserah lah mas Dika mau pulang apa nggak, pikirkan besok lagi
Malam ini dia harus tidur... dia butuh cukup tenaga untuk menghadapi hari esok.
****
Melisa sudah tiba di bengkel tempat Dika kerja lagi, dia ingin memastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi dengan lelakinya itu.
" Pagi mas Rendi..." sapa Melisa pada laki laki yang kemarin ditemui nya di bengkel
" Loohh mbak yang kemarin yah..." balas Rendi sembari menghampiri Melisa
" Iya... panggil aku Melisa mas..." Melisa memperkenalkan diri
" Oh iya mas Dika nya mana ya...kemarin mas Rendi sudah menyampaikan pesan saya kan...???"
" Emang kemarin gak nemuin mbak Mel di restaurant...???" Rendi balik nanya
Melisa menggeleng
" Mas Rendi tau gak kira kira mas Dika pergi kemana...???"
" Waaahhh gak tau mbak..." sahut Rendi yang benar benar membuat Melisa kecewa
" Emang gak pamit lagi....???"
" Mas Dika dari semalem gak pulang mas... dan gak nemuin saya juga..." sahut Melisa lesu
Melisa merasa benar benar ada yang aneh dari Dika, selama dia bersama Dika tak pernah sekalipun Dika bersikap seperti ini padanya
" Maaf nih mbak Mel... bukan mau ikut campur... apa kalian lagi marahan...???" tanya Rendi
Melisa menggeleng lagi
" Kita lagi baik baik aja mas... gak ada masalah... malah kita sedang merencanakan hal besar untuk kita berdua..."
" Ooohhh..." Rendi menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal, ikut bingung juga
" Mas... apa yang sebenernya terjadi dengan mu...??? apa kamu sengaja menghindari ku soal pernikahan kita... apa kamu sudah bosan dengan ku... lalu kamu sedang mencari cara untuk meninggalkan ku...???" Melisa meneteskan air matanya
Sesak sekali rasanya dada nya saat ini, banyak pertanyaan yang terus terngiang dipikiran nya, banyak perasaan campur aduk yang menyiksanya saat ini
Kenapa... kenapa Dika bisa bersikap seperti ini..
" Eee mas ada nomer telpon nya mas Dika...???" tanya Melisa setelah beberapa saat
" Boleh minta tolong telponin mas Dika...!!!"
__ADS_1
Rendi mengangguk, segera memencet ponselnya dan menghubungi Dika
" Tersambung mbak..." ucap Rendi saat terdengar sambungan panggilan pada nomor Dika
Tak lama Dika mengangkat ponselnya
" Hallo Ren... hari ini aku ijin gak masuk..." suara Dika dari ujung panggilan
" Lu lagi dimana si bang...??? kemarin ke bengkel cuman setengah hari abis itu pergi sekarang gak masuk... banyak pelanggan nyariin lu nih..." Rendi basa basi
" Aku lagi gak enak badan Ren... lagi istirahat di kontrakan..."
DEGGG
Melisa menatap Rendi nanar, bisa bisa nya mas Dika bohong, mengaku di kontrakan sedangkan dari semalem saja dia gak pulang
Melisa meminta Rendi menyerahkan ponselnya, dia ingin bicara sendiri dengan Dika
" Hallo mas... kamu kok bohong sih..." ucap Melisa tanpa basa basi lagi
" Mel....Melisa...!!!" pekik Dika dengan suara kaget
" Iya ini aku mas...dari kemarin pagi aku nyariin kamu kesini... kamu semaleman gak pulang... kamu kemana...??? kenapa kamu bohong ngakunya di kontrakan...!!!" cecar Melisa debgan pertanyaan nya, hatinya menahan marah dan geram
" Aku... aku pulang sekarang Mel..." Dika terdengar panik
" Jawab aku dulu kamu dimana..!!!'" bentak Melisa diantara tangisnya yang tak bisa ditahan lagi
" Nanti mas jelasin di kontrakan... mas pulang sekarang... kamu pulang ya..."
" Gak perlu...!!! aku mau kerja... kalau kamu gak mau ngasih tau dimana... yaudah mas gak papa...!!! kalau ini cara mu untuk menghindar dari aku ya aku terima mas....mungkin aja kamu memang sudah bosan atau berubah pikiran.. makanya kamu sedang mencari cari masalah untuk bisa lepas dari aku...gak papa kok mas... aku udah biasa di campakan disakiti laki laki...tapi setidaknya tolong kasih tau aku apa salah ku... sampai kamu tiba tiba berubah dan menghindar dari aku...!!!"
" Bukan gitu Mel... mas..."
" Udah mas gak usah kebanyakan ngeles...!!" potong Melisa
" Lanjutin aja cara mu kek gini... aku akan mundur pelan pelan... aku gak akan ganggu kamu lagi... makasih... makasih kamu sudah baik... kamu sudah sayang dan peduli sama aku... kamu juga sudah mau berkorban demi aku...!!! makasih juga buat janji janji mu itu....!!!"
Melisa langsung mengembalikan ponsel pada Rendi, doi nangis sambil menutup mulutnya
Sakit sekali...
Gak kuat menyampaikan kata kata itu pada Dika, lelaki yang selama ini sudah tinggal seatap bersamanya
" Mel... Mel...!!!!" panggil Dika diujung telpon
" Orang nya udah pergi bang..." sahut Rendi sambil melihat Melisa dengan sedih
" Ren...!!!"
" Mending lu pulang deh bang... jangan jadi pengecut... kalau ada masalah ya diselesaikan... kasihan tau mbak Melisa tiap pagi nyariin lu... tapi lu nya gak jelas..." cibir Rendi yang ikutan geram dengan sikap Dika, sama seperti Readers yang kelihatannya makin esmosi sama Dika hihihihiii
Rendi segera menutup telponnya, tak perduli lagi entah Dika masih ngomong apa
" Makasih mas Rendi... maaf ya jadi tau masalah kami..." ucap Melisa sembari menyeka air matanya, doi agak malu juga urusan pribadinya diumbar kayak sekarang, jadi orang lain tau masalah mereka
" Its oke mbak... semoga cepet selesai masalahnya ya mbak... dan kalian cepet baikan..." ucap Rendi tulus
" Makasih... saya permisi..."
Bersambung~
Aku kasih double Up ya guys....
Ayooo kamu yang belum Vote langsung kasoh Vote sebanyak banyak nya yaaaa
Suport kamu sangat berarti buat author looohh
__ADS_1
Happy Reading....