Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Basah Mendesyah


__ADS_3

Melisa gelisah seorang diri di kamarnya, sudah satu jam dia berusaha untuk memejamkan mata untuk tidur, tapi malah semakin kaya terpaksa, matanya seolah enggan untuk terlelap, Entah apa yang dipikirkan saat ini


Terapi semua nya membuatnya tak bisa tenang menikmati malam


Melisa mengambil jaketnya, lalu keluar menembus malam berlari ke kontrakan Dika, cuaca malam semakin dingin, dan untung nya tak ada orang yang mengganggu nya dijalanan


Thoookkk toookkk


Dika membuka pintu kontrakan nya, cukup heran juga malam malam begini ada aja orang yang bertamu


" Melisa...!!!" pekik Dika heran


" Mas... aku mau nginep disini ya... aku gak bisa tidur..." Rengek Melisa manja


Dika hanya tersenyum nakal, lalu menyuruh Melisa masuk


" Kenapa kok pengen tidur disini... kangen sama mas ya....???" tanya Dika sembari menyodorkan segelas air hangat untuk nya, kasian kan habis lari lari malam malam pasti kedinginan


" Gak papa pengen aja... lagian kita sekarang kan udah jarang banget ketemu... mas terlalu sibuk dengan urusan mas sendiri..." sahut Melisa sambil menghabiskan segelas air putih hangat yang diberikan Dika


" Maaf ya mas banyak sibuk... jadi jarang ada waktu lagi buat kamu..." Dika membelai pipi Melisa lembut, membuat wanita nya jadi semakin rindu


" Bolehkan aku nginap disini malam ini...???" tanya Melisa minta persetujuan


" Bisa.... tapi kamar atas kamar mu dulu cukup berantakan... kan udah lama gak ada yang menempati..."


" Oya mas... mas Wawan sama Faisal gak pernah balik ke kontrakan apa...???"


" Jarang... Mereka lebih milih di mess... disana juga fasilitasnya lumayan bagus... ada Wifi nya juga makanya pada betah..."


" Waaahhh mbak Ervina bener bener memperhatikan fasilitas buat karyawan nya ya.... gak salah memang....hihihihiii..." puji Melisa pada sosok Ervina


" Oya mas kalau seumpama kita jodohin mbak Ervina sama bang Gondrong...." saran Melisa


Dika menyerngit


" Mereka sudah saling kenal kah...???" tanya Dika heran


" Bukan kenal lagi... udah saling perhatian malah... cuman masih gengsi satu sama lain aja buat ngakuin kalau saling care...."


" Waaahhh aku banyak ketinggalan ya rupanya....sangking sibuk ngurusin diri sendiri sihhh jadi gak pernah update...." Dika nampak terkejut dengan penjelasan Melisa


" Gimana...??? menurut mas mereka cocok gak...???"


" Cocok aja sih... apalagi mbak Ervina itu pinter, tegas dan cukup jadi sosok atasan yang bijaksana... cuman dia juga keras kepala dan keras pendirian...!!!"

__ADS_1


" Pantesan berantem mulu ama bang Gondrong... sama sama keras rupanya...!!!"


Sangking asyiknya ngobrol mereka gak sadar kalau saat ini posisi mereka sudah tiduran di kasur tempat Dika tidur


Melisa bersandar di dada Dika dengan nyaman


" Aku seneng mas kalau seumpama mbak Ervina jadian sama bang Gondrong... menurut aku sih mereka cocok...siapa tau juga kan setelah ada mbak Ervina bang Gondrong jadi lebih memperbaiki diri lagi... tertata hidupnya, dan punya gambaran masa depan yang jelas..." harapan Melisa pada abang tersayang nya


" Terus harapan kamu buat kita apa...???" tanya Dika yang mulai mancing mancing suasana yang terasa lebih hangat saat ini


" Yang pasti bahagia hidup sama kamu.. punya anak dua cewek cowok... kita tinggal dirumah kita sendiri... walaupun sederhana tapi nyaman... dan yang pasti mas Dika selalu sayang sam aku..." sahut Melisa polos


" Anak dua...???" tanya Dika


" He'emm...dua aja cukup lah mas... nanti anak nya ganteng dan cantik hihihihii..."


" Kalau gitu sekarang mulai kita cetak dulu anaknya..." Dika langsung berbalik mendekatkan wajahnya pada wajah Melisa, tangan nya langsung melingkar di pinggang ramping Melisa,


Jarak mereka saat ini sangat dekat, bahkan hembusan nafas hangat Dika terasa menyeka pipi Melisa


" Kamu datang kesini kangen sama aku kan...???" tanya Dika sensual


Entah kenapa hanya dengan desyah nafas Dika saja sudah membuat Melisa merinding, ada sesuatu yang sangat ngilu di pangkal perutmya


" Kangen..." sahut Melisa setengah berbisik, sepertinya memang Melisa menginginkan kehangatan itu, cukup lama dia tak mendapatkan sentuhan sentuhan itu dari Dika


Melisa yang memang menginginkan itu, tanpa ragu ragu langsung membalasnya,


Tangan nakal Dika mulai menggerayangi, melepas kaus Melisa dan menyelusup pada bukit kembar Melisa, memainkan nip*le nya dengan lembut, permainan malam ini dibuatnya selembut mungkin, agar desyahan Melisa terdengar begitu cantik ditelinga nya


Nafsu yang sudah memuncak, Dika tak bisa mengontrolnya lagi, di tambah Melisa yang sudah meracau tak jelas, tiap semtuhan Dika membuat nya menggelinjang tak karuan


" Mau itu sayang...???" tanya Dika memberi penawaran


" Mau masss..hhhffff... aku mau..." sahut Melisa yang antara sadar dan tak sadar


Dika langsung melepas pakaian nya, membuangnya asal, lalu melepas seluruh pakaian Melisa,


Mulai menindihnya, menerobos goa kenikmatan yang lama tak disentuhnya,


Memainkan nya penuh gairah, membuat Melisa makin menggelepar tak karuan


" Sayang... malam ini aku akan membuat mu benar benar menikmati nya...." bisik Dika sambil mengigiti telinga Melisa kecil kecil


" Aku akan buat kamu sampai lemas tak berdaya...."

__ADS_1


" Lakukan masss...hffff ssssttt... aku menginginkan itu...uuuhhh uuuhhh..." Melisa benar benar telah terbang ke nirwana


" Aaaggghhh aaahhh ssstttt fffhhh..."


Hanya desyahan itu yang terdengar berulang kali dari bibir Melisa, bersamaan dengan Dika yang memaju mundurkan tubuhnya pada ritme dan tempo yang cepat


Seakan melupakan segala nya, Melisa menikmatinya dengan baik, menciumi dada bidang milik Dika yang mulai basah keringetan


Entah berapa lama mereka bermain saling menuntut kepuasan, permainan panas itu baru terhenti saat hentakan kuat dari Dika bersamaan dengan lenguhan panjang Melisa


Tubuh Dika ambrug memeluk Melisa dengan erat, membiarkan tubuh polos keringetan milik Mereka saling berpelukan


" Kamu suka sayang...???" tanya Dika lembut


Melisa hanya mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya, nafas nya masih tersengal sengal beluk beraturan


" Mas.... aku sayang kamu..."


" Aku juga sayang... aku juga sangat menyayangimu..." balas Dika sambil mengecup kening Melisa lembut


" Jangan lagi takut kalau aku akan meninggalkan mu ya.... aku sudah banyak melewati pahitnya hidup selama ini... dan bertemu kamu aku merasa hidupku kembali terasa manis..."


Melisa menatap Dika dalam, seakan mencari kebenaran dari ucapan laki laki itu


" Lalu Je...???" tanya Melisa, Tiba tiba dia ingat mantan terindah Dika itu


" Dia masa lalu ku... mungkin aku memang belum bisa melupakan banyak tentang dia... karena banyak nya kenangan yang terukir diantara aku dan dia.... tapi sekali lagi dia hanyalah masa lalu... sedangkan masa deoan ku adalah kamu... maka sudah pasti aku akan jauh menomor satukan kamu dari siapapun... percayalah...selama aku jauh dari mu... aku hanya memikirkan mu... tak mau terjadi sesuatu yang buruk pada mu sayang...." sahut Dika meyakinkan, dia teringat saat bos Mafia nya mengancam dirinya dengan foto Melisa, yang ada dalam pikiran nya saat itu adalah melindungi wanita nya dari ancaman apapun, dia tak sanggup jika melihat Melisa kembali menderita


" Makasih ya mas... kamu sudah bersedia menerima ku apa adanya... kamu mau membuka hati mu untuk benar benar mencintaiku..." balas Melisa sambil memeluk Dika erat


" Kamu peluk aku gini... lagi mancing lagi...???" tanya Dika nakal


" Malam ini mau dibikin basah lagi...!!!"


" Bilang aja kamu masih pengen...!!!" cibir Melisa balik


Seakan merasa ditantang, Dika tak mau membuang kesempatan, langsung digempurnya lagi Melisa tanpa ampun


Dibuatnya kembali basah mendesah


Bersambung~


Pagi pagi udah author ajak traveling ya Readers hihihii


Biar gak terlalu spaneng aja sama Masalahnya Melisa yang ruwet mbulet hihihihiii

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2