Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Malam Panas


__ADS_3

" Sayang... lagi apa sih ngalamun disitu..." tanya Dika yang melihat Melisa sedang diam melamun dijendela menatap luar kamar


" Mikirin apa lagi... kan semuanya udah clear... bang Gondrong udah datang kesini ngejelasin semuanya..." Dika memeluk Melisa dari belakang, mesrah


Melisa mendekap tangan Dika yang melingkar di pinggangnya


" Gak ada mas... cuman lagi menikmati malam ini aja... rasanya hatiku lebih lega sekarang... meskipun masalah sebenernya belum ada yang selesai tapi aku merasa sedikit lebih lega..." sahut Melisa sambil tersenyum


" Jangan banyak pikiran lagi ya... nanti kamu bisa stres lohh... kalau kamu sakit... siapa nanti yang bakal ngurusin mas... aku kan butuh kamu sayang..." pinta Dika lembut


" Gak kok... aku gak stres... aku baik baik aja... kan ada mas Dika yang selalu menghibur dan nguatin aku..." balas Melisa


Dika mencium ubun ubun Melisa hangat


" Sayang malam pertama kita disini dari kemarin tertunda terus lhooo... kamu gak mau mencoba nya lagi....???" tanya Dika penuh harapan


Melisa membalik kan tubuhnya menatap Dika


" Malam pertama terus mas...???"


" Lhooo ini kan malam pertama kita disini setelah nikah..." balas Dika penuh arti


" Ya tapi kan sama aja..."


Dika tak menjawab lagi tapi langsung menyerang Melisa dengan ciuman panasnya, Dilum*t nya bibir tipis Melisa yang benar benar sudah menjadi candu untuknya


Melisa menyambutnya dengan mengalungkan tangan nya ke leher Dika, sedang tangan Dika makin kuat mengetatkan pinggul Melisa merapat ke tubuhnya, mereka berciuman sambil berdiri disamping jendela


Remang remang seluet bayangan mereka terpancar cahaya rembulan yang sedang gagah bertengger diatas langit


" Emmmhhh...."


Suara halus mulai terdengar dikeheningan malam


Dika membopong tubuh Melisa dan membaringkan nya di tempat tidur tanpa membiarkan pagutan bibirnya terlepas, mereka masih sama sama menuntut ingin saling menikmati satu sama lain, ciuman yang makin panas membuat dua jiwa yang sudah bernafs* tak bisa lagi mengontrol hasratnya


Tubuh Melisa mulai menggelinjang sembari meremas erat sprei saat lidah Dika dengan liar mulai menjil*ti nip*le milik bukit kembarnya


" Aooww sssttthhheemmm..." rintih Melisa


" Kamu suka sayang...???" tanya Dika


Melisa hanya mengangguk sambil memejamkan mata, berharap Dika mengulanginya lagi


Tanpa membuang kesempatan Dika langsung menyerang bukit kembar Melisa yang terlihat semakin menantang nya saja


Melisa makin menggelinjang liar seiring dengan cara Dika memainkannya,


Dika memang cukup pintar membuat Melisa sampai di puncak pertamanya

__ADS_1


Tubuh Melisa menegang dengan wajahnya yang memerah, lalu beberapa saat Melisa mencapai pelepasan nya, nafasnya terengah engah kelelahan


Dika hanya tersenyum melihat istrinya begitu menikmati permainan darinya


Sekujur tubuh Melisa diciuminya, meninggalkan banyak tanda kemerahan disekitar leher, dada, perut dan beberapa bagian lain, Melisa hanya bisa mengerang keenakan


Dika membalikkan tubuh Melisa, menuntun istrinya untuk bergantian menjadi komando dalam permainan mereka,


Melisa yang sudah berhasrat tinggi hanya mengikuti semua yang diinginkan Dika


Meng*lum kepemilikan Dika sampai laki laki itu tergelepar tak berdaya karena kenikmatan


Dan


Skiiiippppp tuuttth tuuutthhhh


Mereka menyelesaikan permainan nya saat keduanya sudah terkulai lemas penuh kenikmatan,


Melisa segera bangun dan menbersihkan diri ke kamar mandi


Lalu membirakan rambut basahnya tergerai dibawanya tidur


Malam yang panas dengan permainan yang ganas, membuat mereka tak merasakan dingin nya suasana malam di pedesaan


Dika menyesap putung rokoknya sambil duduk di sebelah jendela, Melisa sudah berbaring di kasur melepas kelelahan nya


" Lha emang kenapa sayang...???" tanya Dika balik sembari menatap Melisa


" Ya gak papa aku nanya aja... kalau seumpama aku hamil dalam waktu deket ini kamu udah siap belum..." Melisa mengulangi ucapan nya


" Kenapa belum siap...!!! anak itu adalah anugrah dari Tuhan buat kita sayang... justru itu akan menjadi kekuatan tersendiri bagi kita... dan membuatku makin giat buat kerja..." balas Dika santai


" Paling nanti kalau kamu beneran hamil aku akan maksain buat nikah ke KUA tanpa wali dari keluargamu kita pakai wali hakim aja..."


" Berarti kamu udah siap mas punya anak dari aku...???" tanya Melisa terlihat ragu


" Kenapa nanya gitu...??? kamu masih meragukan keseriusan ku...!!!"


" Eng...enggak sih..."


" Justru aku seneng kalau kamu cepet hamil... jadi kita semakin nambah kesibukan... terutama kamu... nanti kalau anak kita lahir jadi ada temen buat kamu..." sahut Dika


" Temen..??? emang mas Dika udah gak mau nemenin aku lagi...!!!" tanya Melisa memprotes


" Ya kalau mas lagi sibuk kerja kan... atau mungkin lembur sampai malam... kan kamu udah ada temen tidurnya..."


" Aahhh jadi pengen cepet punya anak mas... ngerasain jadi ibu yang ngerawat anak bayi ndengerin tangis nya, gantiin popok nya, mandiin bayi yang jari jarinya masih kecil kecil...aku gak akan ngebiarin anak kita merasakan apa yang udah kita rasakan mas... sama sama gak ngerasain kasih sayang seorang ibu dari kecil... pokoknya aku akan selau ada buat anak anakku...sampai kapan pun...!!!" ucap Melisa sembari menghayal


" Biarkan kenangan pahit itu cukup kita yang ngerasain aja ya sayang..." jawab Dika menanggapi

__ADS_1


" Nakkk cepat hadir di perut ibu ya nak... lengkapi kebahagiaan ibu sama ayah dengan kehadiran mu yang lucu... nanti bakalan ibu ceritain gimana indahnya dunia kita ini...." ucap Melisa sambil mengelus perutnya lagi


Dika tersenyum menanggapi keinginan istrinya itu


" Kalau anak nya cowok aku suruh bantuin mas Dika ngurus bengkel nanti... biar jadi pengusaha bengkel yang sukses... kalau cewek... kalau cewek bagus nya kita arahin kemana ya mas...???"


" Bisa jadi perawat... bisa juga jadi desainer... atau apalah terserah kemauan nya nanti... kita sebagai orang tua tak bisa memaksakan apa kemauan anak anak kita nanti... tugas kita hanya memberi suport dan mengarahkan... selebihnya biarkan mereka yang menentukan sendiri...." sahut Dika bijak


" Kayaknya seru ya mas ngebayangin nanti kita punya anak... mas Wawan juga udah punya anak... bang Gondrong sama mbak Ervina juga udah beneran nikah dan punya anak... terus kita main bareng.... kita ngelihatin anak anak pada main..." Melisa sedang berimajinasi tinggi malam ini


" Oya mas Faizal kira kira udah nikah juga belum ya mas...??? umur dia kan lebih muda dari mas dan yang lain...!!!"


Mendengar nama Faizal, Dika jadi teringat bahaya yang sedang mereka hadapi, mampukah Dika mewujudkan khayalan Melisa ini, dia justru takut dia pergi meninggalkan Melisa sebelum keinginann nya terwujud, sebab Dika tak tau kapan bos Mafia itu akan menagih janjinya pada komplotan Mereka


" Mas... kok diem sih...!!! jangan bilang mas Dika gak yakin kalau mas Faizal bisa pacaran... gak boleh lhooo ngeremehin orang huhuhu..." Melisa terkekeh sendirian


Dika hanya membalas dengan tersenyum sambil menatap Melisa dalam


" Eeehh tapi sejauh ini mas Faizal udah pernah pacaran belum sih mas...???" tanya Melisa lagi


" Udah donk... dulu dia juga Fu*k boy...." sahut Dika sekenanya


" Hihihiii tuh kan... cowok kaya mas Faizal yang kelihatan nya polos aja udah pernah jadi fu*k boy... apalagi yang kaya mas Dika... pantesan jadi ternak betina huhuhu..."


" Ini lagi ngeledek apa menghina ini...!!!!"


" Hihihiiii ngerasa nih yeee...." ledek Melisa ngecengin Dika, senyumnya tampak manis dan renyah malam ini, sepertinya beban hidupmya sedikit lebih berkurang setelah kedatangan Gondrong tadi siang


Dika membuang putung rokoknya, dan langsung kembali mendekati Melisa


" Sini mas bikin biar cepet punya anak....!!!" katanya sambil langsung menyergap tubuh Melisa lagi, pokoknya malam ini akan Dika pergunakan sebaik mungkin


" Eeehhh ehh mas mas mau ngapain lagi aku udah mandi mas....!!!" Melisa panik karena main langsung mendapat serangan kedua dari Dika


Tapi Dika tak lagi menghiraukan Melisa dia langsung melucuti pakaian nya dan pakaian Melisa, langsung mengulangi permainan nya yang sudah terjeda beberapa saat tadi


" Kita lanjutkan Season kedua nya sayang... biar kamu bisa cepet hamil..." ucap Dika sambil menyesap bukit kembar Melisa, menyusu layaknya bayi kehausan


" Mas... eeemmhh mas... eehhh..."


" Ssstt eeehhhmmmzz eeemmssstt...."


Bersambung~


Pagi pagi author kasih yang panas panas ya Readers...


Biar hareudang hihihihiii


Happy Reading....

__ADS_1


__ADS_2