
Dua hari berlalu sudah, bengkel Dika pun sudah berjalan seperti dulu, meskipun pelanggan masih banyak sepinya setidaknya dengan dibuka nya lagi bengkel Dika membuat beberapa pelanggan nya dulu kembali merasa ada tempat yang tepat untuk segala keluhan motor motornya
Sementara Dika memang hanya focuskan pada bengkel motor saja, selama dia masih kerja sendirian dia belum bisa menerima service mobil kecuali hal hal yang ringan
" Assalamungalaikum mas Dik....!!!" seru seorang laki laki berperawakan tinggi berumur sekitar hampir 60 an datang dengan antusias
Lelaki itu menuntun motor bebek nya
" Pak Mamat...apa kabar...??? waaahh motornya masuk angin lagi...!!!" balas Dika dengan senyum haru, pak Mamat ini adalah pelanggan setia Dika, hampir setiap hari beliau datang ke bengkel karena motor tua nya bermasalah
" Gak mas Dik... cuman saya kangen aja pengen ke bengkel mas Dika... sambil di cek cek ini lah motor saya buat melepas rindu aja mas..." balas pak Mamat sambil bergurau memamerkan gigi ompong nya
" Hahahaaa pak Mamat ini... ayo sini pak sini biar saya periksa..." balas Dika membalas gurauan pelanggan setia nya
Melisa keluar membawa kopi hitam, dia tau kalau ada tamu yang datang ke bengkel,
Dika selalu mengajari nya jika ada tamu harus di buatkan kopi supaya mereka merasa akrab dan nyaman,
Trik Marketing yang berbeda dari yang lain
" Kopi nya pak..." ujar Melisa pada pak Mamat
" Lhooo mbak cantik apa kabar...???" sahut pak Mamat yang tampak senang bertemu lagi dengan Melisa
" Aku denger dari tukang becak langganan mas Dika kalian sudah menikah yaaa...???"
" Kabar baik pak Mamat... iya Alhamdulillah meskipun baru nikah siri pak soalnya pihak keluarga saya belum ada yang bisa datang..." balas Melisa ramah
" Wess gak popo mbak yang penting sudah ada ikatan yang jelas... ketimbang cuman pacar pacaran gak nggenah mbak...."
" Iya pak....monggo kopinya pak sambil di sambi nanti keburu dingin..." Melisa kembali menawari
" Ooo njihh makasih..."
Dika mulai mengecek motor pak Mamat, di perhatikan mesin mesin nya dengan baik, pokoknya semua di cek tanpa satupun di lewatkan
" Pak ini kemarin sempet di bongkar ya...???" tanya Dika
" Ooo iyo mas Dik... kemarin motor sempet di tumbur orang... jadi di masukan ke bengkel... kenapa mas ada yang salah...???" tanya pak Mamat antusias, sepertinya beliau memang hanya percaya dengan service dari Dika
" Ini ada beberapa mesin yang pemasangan nya gak pas...saya benerin aja ya pak..." tawar Dika
" Ooo njih mas benerin aja pokoknya apa yang kira kira harus di benerin... hahaha itulah susahnya saya kalau mas Dik gak buka bengkel... saya bingung mau service kemana... dimana mana gak ada yang sreg...."
" Sekalian ganti oli ya pak... takut oli nya udah kering..."
" Njihhh mas Dik...!!!!"
__ADS_1
Melisa menatap Dika dari pintu dapur, ada rasa haru dengan lelaki itu,
Dika itu sebenarnya laki laki yang baik, suka menolong, bertanggungjawab penuh dalam pekerjaan nya dan dia selalu memberikan yang terbaik pada semua orang yang mempercayainya
Hanya sedari kecil, Dika sudah di tinggal pergi ibunya, kehilangan sosok ibu, kasih sayang seorang ibu, dan kehilangan figur ibu dalam dirinya, merasa sakit hati dengan penghianatan ibu pada bapak nya, dia yang ditolak kehadiran nya oleh ibunya sendiri
Semua itu membuatnya menjadi laki laki yang mudah menyepelekan perempuan, menganggap perempuan itu hanya mencintai kelebihan laki laki saja, jika perempuan merasa si laki laki tak menguntungkan lagi, maka akan ditinggalkan nya begitu saja
Dika menganggap cara nya menyepelekan perempuan, mempermainkan perempuan, sebagai balas dendam atas sakit hatinya pada ibu
Je adalah gadis pertama yang disakitinya, dia merasa bangga telah menghancurkan hati seorang gadis yang sangat mencintainya, dia merasa dia sudah berhasil membalas sakit hati ayahnya
Tetapi rupanya dia sendiri yang terjebak dalam permainan nya, dia menyesali atas kehilangan hal yang berharga dalam hidupnya
Bahkan ketika dia bertemu Melisa, Dika hanya menganggap sebagai pelarian dari rasa sepinya
Tetapi Melisa berhasil membuktikan pada Dika, bahwa tidak semua perempuan akan menyakitinya, meninggalkan nya saat dia tak berdaya, Melisa berhasil membuktikan pada Dika tentang kesungguhan mencintai, pengorbanan dari sebuah cinta, hingga pelan pasti Dika luluh dan berani membuka hati untuk Melisa
Melisa tersadar dari lamunan nya saat bau gosong memyengat hidungnya
" Mbak bau gosong...!!!" triak pak Mamat dari luar, sepertinya bau gosong nyampai juga di hidung mereka
Dika segera berlari ke belakang
" Bau apa ini sayang...???" tanya Dika halus
Telur goreng di teflon nya sudah berubah hitam pekat
" Kok bisa sampai gosong...???"
" Hihi maaf mas..." Melisa hanya terkekeh malu, takut ketahuan kalau sedari tadi dia sedang melamun memikirkan Dika
" Jangan melamun gak jelas donk..." Dika mendekatkan tubuhnya dan merangkul Melisa, lalu mencium ubun ubun istrinya
" Udah mas cium... yang focus yaahhh..."
Melisa hanya meringis sambil mengangguk
Kok jadi makin deg degan diperlakukan se sweet gitu sama Dika
" Ee mas mau makan apa jadinya...??? telornya udah gosong...!!!" tanya Melisa dengan wajah bersalahnya
" Gak ada lauk lagi...???" tanya Dika balik
Melisa menggeleng
" Masih ada sayurkan...???"
__ADS_1
" Masih... ini udah aku siapin buat dimasak..." sahut Melisa
" Yaudah sayur jadilah... yang penting masaknya jangan sambil ngelamun lagi biar gak ikutan gosong juga..." sahut Dika
" Ngelamunin apa sih... nanti malem jatahnya mas kasih deh biar gak spaneng..." ledek Dika
" Huuu itu mah mas Dika aja yang ngarep...!!!" cibir Melisa menanggapi
" Eeehhhmmm ehhhmmm....!!!! mas Dik ada pak Mamat lohhh disini..." pak Mamat berdehem, kayaknya takut jadi obat nyamuk dia huhuhu
Dika segera kembali keluar menghampiri pak Mamat,
" Makin romantis aja mas Dik... jadi iri pengen balik muda lagi hahaha... sayang nya istriku yang paling cantik menurutku sudah gak ada....aku mau jatuh cinta sama perempuan lain lagi gak bisa mas Dik... kasihan rasanya sama mendiang istriku... makanya aku lebih baik menduda se kepergian nya..." pak Mamat curcol
" Apa pak yang nenjadi alasan bapak bisa setulus itu setia sama mendiang istri...???" tanya Dika yang tiba tiba tertarik dengan curhatan pak Mamat
" Cinta itu tak beralasan mas Dik...!!!!" sahut pak Mamat santai tapi dalam makna nya
" Aku telah memilih dia untuk menjadi istri dan ibu anak anak ku... mengucapkan ikrar sumpah di depan tuhan dan saksi... jadi ada ataupun tak ada raganya, bagi saya dia tetap selalu ada dihati..." pak Mamat terdengar puitis, bijak atau sedang menggombal
Tapi kenyataan nya memang pak Mamat beneran tulus setia mencintai mendiang istrinya
Dika tersentuh hatinya, dia merasa tertampar dengan ucapan pak Mamat
Sebagai seorang laki laki dia merasa masih jauh dari cara pak Mamat mencintai seorang perempuan
Mungkin pak Mamat bukan laki laki yang memberikan kemewahan pada istrinya dulu, bukan laki laki yang bisa mengajak liburan keluar negeri, membelanjakan barang barang mewah
Tapi cara pak Mamat mencintai istrinya sudah berhasil membuat istri pak Mamat menjadi perempuan yang paling beruntung
Bahkan sampai dia telah tiada sekalipun cinta pak Mamat masih utuh untuk istrinya
" Ayooo mas Dik... jadilah laki laki yang gentleman... laki laki gentleman itu gak nyakitin hati istrinya...!!!!" pesan pak Mamat yang menohok hati Dika
" Mas...!!!" panggil Melisa tiba tiba, rupanya dia keluar dari dapur sambil bawa sotel masak
" Itu kok kaya mas Faizal.....!!!!"
Bersambung~
Happy New Years yaaaahhh buat Readers semua
Maaf kalau othor baru sempet Up
Habis holiday wkwkwkwk
Happy Reading....
__ADS_1