Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Dika Membuka Pesan


__ADS_3

Dika masih di markas masih disibukkan dengan segala tugas tugas berbahaya oleh bos Mafia nya, bisa jadi jika Dika terlalu lama disini dia bisa lupa sifat baiknya sebab setiap hari dia dipaksa menjadi bengis, kejam dan sadis bahkan Dika sudah lupa rasanya berbelas kasihan, yang dia tau hanyalah siapapun yang menghalangi nya maka harus mati


Dika baru saja menyelesaikan misi serah terima barang ilegal yang transaksinya dilakukan disebuah pelabuhan secara rahasia, lalu segera kembali ke markas untuk menyerahkan barang itu pada bos Reyden, Dika ditemani Faizal menembus kerumunan di jalan raya melaju kencang menuju markas


" Mas Dik... aku makin hari merasa makin di kejar kejar dengan dosa... apa yang sudah kita lakukan ini sangat merugikan dan merusak orang banyak..." ujar Faizal pada Dika yang duduk disebelah kemudi


" Mas Dik ingat barang barang haram yang sering kita terima dari clien bos... barang itu sudah menyebar keseluruh pelosok negeri... merusak semua kalangan terutama generasi harapan bangsa sekanjutnya... apa kita ini bukanlah orang orang sampah yang merugikan... kita bahkan sudah ikut merusak harapan bangsa mas...." keluhnya sendu


" Sudah lah Iz... kita juga tak punya pilihan apalun bukan... jangan terlalu mendramatisir... yang penting kita jalankan tugas kita dengan baik..." sahut Dika dingin


Faizal menatap Dika sedih


" Mas Dik juga sudah berubah menjadi orang yang dingin, masa bodoh, bengis bahkan sangat sadis... mas Dika sudah kehilangan sifat asli mas Dika yang suka menolong orang, gak tegaan, dan baik pada semua orang... kita sudah terjebak benar benar terperangkap dalam kubangan dunia yang mengerikan mas... kapan mas Dika akan mengakhiri ini semua...!!!!"


" Aku masih menunggu pergerakan mereka... aku yakin dalam waktu dekat ini mereka pasti akan memaksa kita untuk melakukan misi berbahaya lagi... disitulah kesempatan ku untuk melumpuhkan mereka...." sahut Dika


" Ingat Iz... apapun yang terjadi nanti kau harus selamat... kau harus bisa pulang berkumpul dengan keluarga mu... dan sampaikan rasa rinduku pada Melisa..." lanjut Dika tetap dengan ekspresi dingin yang menyeramkan


Terlepas dari perubahan sikap Dika sekarang, dalam lubuk hatinya masih begitu memperdulikan dan menghawatirkan Faizal, dia bahkan sepertinya tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi dengan nya, yang dia focuskan adalah bagaimana caranya supaya Faizal bisa terbebas dari belenggu Mafia ini


" Mas Dika benar benar tak mau ngasih kabar ke mbak Mel...???" tanya Faizal mengajak membahas soal Melisa


" Aku sudah lama menghilang dari hidupnya.. aku ingin dia benar benar melupakan aku... meskipun dengan cara marah, dendam, kecewa ataupun membenciku sekalipun... aku lebih menghawatirkan keselamatan hidupnya jika terus ku paksakan bersamaku... aku mau dia hidup bahagia... jadi biarkan... biarkan dia menganggap aku lelaki paling jahat sekalipun... mungkin dengan cara ini aku bisa melindunginya...."


" Aku sudah terlanjur salah jalan Iz... aku tidak bisa dengan mudah bersembunyi atau menghindar rupanya... jadi ini jalan hidupku... biarlah... biarkan Tuhan yang nenghukumku sekarang... aku mau Melisa tetap melanjutkan hidupnya dan bahagia... aku yakin dia tidak sendirian... dia dikelilingi orang orang baik yang sayang dan peduli dengan nya..."


Ucapan Dika benar benar menyentuh hati Faizal, sebenarnya jauh direlung hati Dika amat sangat merindukan Melisa istrinya, dia mungkin sudah tersiksa dengan rasa rindu yang selama ini ditahan nya kuat kuat, tetapi Dika adalah laki laki yang sangat mencintai Melisa, yang rela melakukan apa saja demi melindungi orang yang dicintainya, termasuk membiarkan Melisa dan semua orang salah faham dengan nya, membencinya dan mungkin mengumpat srapah padanya, dia tak peduli lagi asalkan pengorbanan nya bisa melindungi Melisa dari bahaya ancaman apapun

__ADS_1


" Mas Dik... kalau nanti aku bisa pulang aku akan menemui mbak Mel dan akan menceritakan pengorbanan mas Dika ini pada mbak Melisa... biar mbak Melisa tidak salah paham... dia tau betapa suami nya sangat mencintai dirinya... mempreoritaskan kebahagiaan nya..." sahut Faizal sendu


Dika tersenyum sedikit terkekeh


" Kalau kau bertemu dengan nya nanti... yang ku inginkan dia sudah bahagia dengan hidupnya, malah dia sudah bisa lupa dengan ku... dia bertemu dengan laki laki baik yang bisa membuatnya bahagia...." mata Dika tampak berkaca kaca, dia seperti sedang menahan sesuatu yang menyesakkan dada nya


" Tapi aku yakin... mbak Melisa hanya mencintai mas Dika... cinta mbak Mel pada mas Dik itu gak mudah digoyahkan apapun..."


" Aku tau...!!! aku sangat tau soal itu dan aku percaya..." sahut Dika cepat


" Hanya Melisa satu satu nya wanita yang mencintai ku dengan sangat tulus... dia yang sudah bersabar memahami dan menerima kelabilan ku saat aku belum bisa mencintainya, aku selalu mempermainkan perasaan nya, membawa hubungan kami terombang ambing tanpa tujuan, tanpa status... hanya dia yang tidak pernah mengeluh saat hatinya selalu ku sakiti... aku sangat bersyukur Tuhan mengirimkan wanita sebaik dia untuk hidupku..."


" Sayang nya aku terlalu bodoh... ambisi ku telah menghancurkan semua nya bahkan kebahagiaan yang baru saja dapat kurasakan harus kuhancurkan lagi..." lanjut Dika dengan suara parau penuh sesal


" Tapi sudah lah Iz semua sudah terjadi... aku pun tak perlu menyesali semua nya... asal apa yang ku lakukan ini tidak membahayakan hidupnya aku sudah merasa cukup... biarkan dia menenukan kebahagiaan nya diluaran sana meski bukan bersama ku lagi..." tambah Dika dengan pasrah, kepasrahan yang Faizal sendiri tak tau maksudnya


" Aku tidak melepasnya... tapi aku juga tak bisa lagi mempertahan kan nya... Melisa berhak bahagia... bahkan aku ingin dia bahagia...gadis baik itu selama ini selalu menangis dan disakiti banyak orang... aku tak ingin melihat air mata kesedihan nya lagi... meskipun saat ini aku pasti sudah membuatnya menangis setiap hati karena kekecewaan nya pada ku... tapi mungkin dengan cara itu... hanya cara itu saja yang bisa membuatnya mau melupakan aku yang sudah tak ada harapan ini...."


" Aku gak tau kedepan nya seperti apa mas Dik... dan aku juga gak tau apa yang akan terjadi dengan kita besok atau lusa... tapi kalau aku boleh ngasih saran... sekali aja mas Dika ngasih kabar ke mbak Mel... jangan siksa dia terus mas... dia pasti sedang menunggu mas Dika disana...." saran Faizal


" Aku tau dia menungguku... dia tersiksa dengan rindunya pada ku... tapi aku tetap tidak akan melakukan itu Iz... kau tau resikonya bukan....????" tolak Dika


" Kalau gak mbak Mel ya minimal mas Wawan mas Dik... bukan kah mas Wawan sudah mengetahui masalah kita...!!! sekali saja mas Dik... kau juga harus pastikan mbak Mel baik baik saja kan...??? jangan sampai kau mentesal mas..." bujuk Faizal, Dika hanya diam tanpa merespon jawaban apapun lagi


Tiba tiba ponselnya berdering kencang, bos Reyden memanggilnya, tetapi setelah mengangkat telpon reaksi wajah Dika langsung berubah, tatapan matanya tak seperti biasa, bahkan Faizal tak tau apa yang barusaja dibicarakan bos Mafia itu sampai mas Dika berubah ekspresi seperti saat ini, ekspresi yang tak bisa dijelaskan


" Lhooo mas kok kita kesini...???" tanya Faizal dengan kaget ketika Dika membawa kemudinya bukan ke arah markas

__ADS_1


" Ada sesuatu yang harus ku pikirkan dulu..." jawab Dika singkat lalu membawa mobilnya ke tempat tinggal Faizal


***


Dika merenung seorang diri di meja kecil sebelah lemari di kamar Faizal, dia sedang memikirkan semua hal yang saat ini benar benar membuatnya berada di titik sesuatu yang sangat membahayakan, Dika menatap Faizal yang sudah damai dalam lelapnya, saran dari bocah itu tadi siang sedang dipikirkan nya baik baik, sepertinya Dika akan melakukan sesuatu yang sangat beresiko tetapi dia sedang menikirkan hal lain yang saat ini benar nenar mengganggu pikiran nya


Akhirnya Dika putuskan untuk meraih ponsel satunya, ponsel yang selama ini tak pernah diaktifkan nya lagi, dengan pelan dan ragu Dika menghidupkan ponselnya, ribuan notifikasi langsung masuk berebut saat layar hp nya sudah menyala, Dika hanya melihat tanpa membuka pesan pesan yang masuk dari semua orang yang berusaha menghubungi nya selama ini, termasuk pesan dari Melisa


Sengaja tak di buka nya karena Dika tak mau Melisa tau Dika masih bisa dia hubungi, Dika hanya membuka satu pesan dari seseorang yaitu Wawan, dibaca nya satu persatu tanpa terlewatkan


Sampai pada pesan terakhir yang membuat Dika kaget dan terharu


" Dik... Melisa hamil....."


Bersambung~


Yang kangen sama Dika sudah author obati yaaa...hihihiii


Tapi please author ingetin sebelum kedepan nya nanti author lanjutin jalan cerita untuk Dika, please jangan hakimi dan tolong hargai apapun alur cerita yang sudah author pikirkan untuk Dika, jangan sampai seperti Je dulu di novel BUJANG DUSUN, banyak banget yang menghakimi, malah memprotes apa yang sudah dari awal menjadi skenario cerita


Kadang aku sebagai penulis suka kecewa kalau tiba tiba semua alur yang sudah terkonsep malah dipatahkan dan dihakimi, serasa tak dihargai lagi,


Mencintai menyukai memberi suport pada tulisan adalah apresiasai yang sangat kami harapkan sebagai penulis, karena tanpa suport para Readers, kami bukan apa apa


Tetapi kami sebagai penulis hanya ingin apapun keputusan alur cerita biarlah sesuai dengan skenario yang memang sedari awal sudah menjadi kerangka cerita


Terimakasih....

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2