
Sarapan pagi sudah siap
Dika mengerjapkan matanya saat indra penciumannya menangkap bau enak dan lezat masakan yg membuat perutnya berdendang tak karuan, langsung lapar seketika..
Dika bangun dan langsung menuju dapur, Melisa baru saja selesai masak dan menata masakannya di meja dapur.
Memakai daster sederhana, rambut di cepol keatas memamerkan leher jenjang mulusnya, wajah sederhana tanpa make up membuat nya makin terlihat cantik
Dika langsung memeluk Melisa mesra sembari menciumi tengkuk lehernya yg putih bersih
Melisa menggelinjang geli
Pagi pagi udah bikin panas aja mas Dika
" Cantik banget sihh..." puji nya pelan
Dika langsung memutar tubuh Melisa menghadapnya, tanpa komando bibir Merah merona itu langsung diraupnya, disesapnya tanpa sisa
Melisa membiarkan Dika menikmatinya, membuka mulutnya sedikit, memberi ruang untuk lebih leluasa memainkan lidahnya dengan liar
Setelah puas barulah Dika melepas ciuman panasnya
Melisa menghirup udara banyak banyak, oksigen di paru parunya hampir habis
" Mas... pagi pagi kok udah nyosor aja...belum gosok gigi bau jinggong tuh..." protes Melisa
" Habis kamu menggoda sih... bibir mu tetep manis kok..." balas Dika
" Hmmm... mandi dulu sana abis itu kita sarapan..." perintah Melisa mesra
Udah mirip pengantin baru aja mereka ini
" Mau mandi bareng..." tawar Dika dengan lirikan penuh arti, kayaknya laki laki ini sudah terpancing dengan permainan lidahnya tadi
" Nakal...!!!" Melisa mencubit pinggang Dika gemes
Lalu mendorong tubuh Dika kekamar mandi
" Mandi yang bersih ya....!!!"
Blem
Pintu kamar mandi ditutup rapat, Melisa hanya geleng geleng kepala
Membayangkan suasana nya saat ini bagaikan suasana pengantin baru
Ahhh andaikan mereka benar pengantin baru, tak mungkin Melisa menolak ajakan Dika tadi
Hihihiii
Saat dilihat Dika elesai berganti pakaian, Melisa langsung menyiapkan teh manis panas, untuk menambah kehangatan dipagi yang cukup sejuk dingin ini
" Mas... hari ini aku ke kantor sampai sore..." Melisa meminta ijin
" Aku akan mengantar mu ke kantor... dan nanti pulang nya aku jemput..."
__ADS_1
" Nggak usah lah mas.. aku kan bisa pakai motor... nanti kerjaan mu malah terganggu..."
" Aku tak mungkin membiarkan mu sendirian diluar sedang Gani masih mengincar mu..."
" Oke.. " balas Melisa patuh, toh memang dia masih takut jikalau mas Gani tiba tiba datang dan menculiknya lagi
" Aku siap siap dulu ya mas..."
***
" Lohhh pagi pagi udah disini Mel..." tanya Wawan kaget, doi baru tiba di bengkel dan melihat Melisa sedang berdiri di pintu bengkel
" Ehh mas Wawan.. ee i.. iya nih.." jawab Melisa gugup, antara malu kalau orang lain tau dia tinggal bersama Dika tanpa status
Wawan agak menyelidik, apalagi rambut Melisa yg masih basah, tak mungkin dia dari rumah sampai sini rambutnya masih basah seperti ini
Pikiran Wawan udah mikir yang macem macem, apalagi setelah tau status Melisa yang menjadi Janda
Tak khayal jika mereka dengan mudah melakukan hal itu kapan pun, padahal aslinya Melisa masih berusaha menjaga diri baik baik
" Kamu nginap disini...???" tanya Wawan tajam
" Eee... anu..." Melisa makin bingung menjawab
" Iya... Melisa tinggal bersamaku.." sahut Dika dari arah dalam
" Gani kemarin datang ke kosannya dan mengganggunya lagi... ku pikir disini dia akan aman..." jelas Dika
Wawan hanya diam, sejujurnya sebagai teman Dika, Wawan agak keberatan dengan gaya pacaran Dika yg semakin bebas, apalagi sejak bersama Melisa, Dika yg ia kenal paling ulet dan rajin serta pekerja keras, jadi sering buang buang waktu, masih siang bengkel sudah tutup hanya untuk bertemu gadis ini, di tambah lagi mereka sekarang tinggal bersama tanpa status pernikahan..
Wawan hanya mengangguk.
Dika benar benar sedang lupa diri, terlalu dimabukkan oleh cinta Melisa yg belum jelas arah dan tujuannya.
" Ayo sayang...." ajak Dika lembut sembari menstater motor ninja nya
" Mas Wawan aku duluan ya..." pamit Melisa canggung, dia melihat wajah Wawan yg keberatan dengan kehadiran Melisa tinggal di tempat Dika
" Yahh... hati hati..." jawab Wawan datar
Melisa langsung nangkring di motor Dika, memeluk pinggang laki laki itu dengan mesra, Dika segera melajukan motornya ke tempat kerja Melisa.
" Semangat kerja ya sayang... nanti kalau pulang segera kabari aku biar aku jemput... jangan pulang sendiri..." pesan Dika pada wanita nya
" Iya mas... kamu juga semangat kerja ya.." balas Melisa
"Kamu manis banget sihhh....."
" Idiiihhh... " Melisa mencubit hidung Dika gemesh
" Ngrayu nih critanya....."
" Kamu itu udah kaya candu buat aku... semakin aku bertemu dengan mu... aku akan selalu bergairah..."
" Hmmm mulai nihhh omes nya....."
__ADS_1
" Kenapa...??? kamu belum tau permainan ku kan..???" tanya Dika
" Huuusssttt nggak usah bahas itu....aku mau kerja..."
" Aku nggak mau jauh dari kamu...bisa kan aku minta kamu jangan pergi jangan tinggalkan aku untuk orang lain..." pinta Dika penuh pengharapan, tatapan matanya berubah serius dan sendu
Melisa tersenyum sipu menahan malu,
Rasanya ingin sekali memeluk erat tubuh hangat itu, tapi berhubung di depan kantor dan ramai ia urungkan, hanya menatap Dika dengan tatapan yg sulit diartikan
" Aku hanya milik mu..." sahut Melisa pelan
" Makasih....!!! Udah sana buruan masuk nanti telat loh..."
" Iya mas aku kerja dulu ya.. bye..."
Melisa segera berlari masuk ke kantor, berlama lama dengan pria ini bahaya juga
Rupanya nggak hanya Dika yg merasa dirinya menjadi sebuah candu
Dika juga bagaikan magnet yg membuatnya ingin dan selalu berada didekatnya
Benar pepatah jawa mengatakan
Witting tresno Jalaran soko kulino
yg artinya...
Cinta itu tumbuh berawal dari kebiasaan,
Mereka terbiasa bersama, terbiasa saling mengisi kekosongan, dan mulai membiasakan diri untuk saling mengerti
Meskipun awalnya mungkin hanya sekedar kekaguman, atau *****... seiring berjalannya kebiasaan bersama itu menumbuhkan benih benih cinta yg tulus dan ingin memiliki tidak hanya sekedar pemuas hasrat
" Terimakasih mas Dik... sudah mau ada untukku... dengan tulus melindungiku... dengan lembut peduli dengan ku... aku tak tau jika andaikan aku tak bertemu dengan mu... mungkin aku masih menjadi bayang bayang ketamakan mas Gani dan keegoisan orang tuaku... kamu orang baik... aku yakin kamu adalah anugrah Tuhan yg memang dikirimkan untuk ku...maaf ya aku sering merepotkan mu..." ucap Melisa sembari menatap kepergian Dika
Meski hubungan mereka layaknya Cinta tanpa status...
Tapi ketulusan Dika sudah mengartikan semua membuatnya yakin, bahwa Dika lah laki laki yg berhak atas dirinya, atas apapun yg ia miliki...
Dia akan menyerahkan semuanya... mengabdikan dirinya untuk mencintai laki laki itu
" Walau aku harus tinggal seatap dengan mu tanpa ikatan..."
Cinta tak perlu status... tak butuh pengakuan... tapi jika memiliki ketulusan maka pasangan akan merasakan seberapa besar cinta itu sendiri...
Bersambung~
Jadikan ini sebagai renungan dan pembelajaran ya Readers...
Jangan sampai salah memilih keputusan...
Ini hanyalah sebagian kecil dari cerita fiksi dan karangan author yg amatiran ini...
Tapi semoga bisa diambil hikmahnya...
__ADS_1
Happy Reading...