Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Keputusan Dan Pilihan


__ADS_3

" Sayang bangun sayang...."


Dika terus menggosok gosok telapak tangan dan kaki Melisa dengan minyak angin, serta membaluri bagian tengkuk Melisa yang begitu dingin


Perlahan tubuh Melisa mulai menghangat dan tidak kaku lagi


" Sayang...." panggil Dika pelan


Melisa membuka mata, kepalanya terasa begitu sakit dan berputar putar, matanya terasa sembab dan panas


Melisa mengingat apa yg didengarnya tadi, pengakuan Dika yg hanya menganggap nya sebagai angin lalu, Dika yg masih terus mengharapkan mantan kekasihnya, dan menjadikan Melisa sebagai bayang bayang


gadis pujaan nya itu,


Langsung terasa sakit di ulu hati


Melisa langsung mengibaskan tangan Dika dan kembali menangis tersedu sedu, hatinya terasa begitu sakit saat ini, sakit sekali


Untuk kedua kalinya dia dipermainkan oleh laki laki yg hanya menginginkan tubuhnya saja


" Kamu marah dengan ku sayang...???" tanya Dika penuh perhatian


" Maaf karena aku sudah membentak mu... aku tak peka jika kamu kecapean...aku minta maaf..."


" Itu hanya lelah fisik mas... tapi ternyata hati ku lebih lelah saat ini..." ucap Melisa pelan, menahan tangis yg terus menderu


" Kamu kenapa...???" tanya Dika lembut


Melisa menatap mata Dika tajam


" Aku tau mas.. aku ini cacat .. aku bekas orang... hanya seorang janda...tapi tolong jangan hakimi aku atas statusku ini....ini bukan mauku mas..."


" Jika aku tidak berharga bagi mu... bukan orang spesial untuk mu... tolong... jangan beri aku harapan dengan sikap lembut mu... perhatian mu...!!! aku ini wanita... hatinya gampang luluh saat mendapat kenyamanan dari laki laki..."


Dika terdiam, sepertinya Melisa tadi mendengar obrolannya dengan Wawan dan Faisal


" Jangan kamu pikir seorang janda hanyalah tempat untuk pemuas *****... yang sudah tak berharga lagi... aku tak serendah itu...hiks hiks hiks...." tangis Melisa pecah, rasanya amat getir saat berucap seperti itu pada Dika


" Aku tidak memaksa mu untuk hadir dihidupku... ikut memikul beban hidupku... jadi tolong jangan sakiti hatiku yg sudah hancur..."


Dika langsung memeluk Melisa erat, sungguh hatinya tak tega melihat Melisa menangis sepilu itu, dia memang brengs*k tapi dia tak tega saat melihat wanita menangis dihadapannya, mengingatkan nya pada penghianatan yg ia lakukan pada kekasihnya Je


Dika mengelus pucuk rambut Melisa lembut, berusaha menenangkan hati gadis itu yg tengah hancur kacau berantakan


( Ahh anggap saja gadis ya... hihihiii...)


" Aku tau aku salah... maafkan aku... tapi sungguh aku tiada maksud untuk ingin menyakitimu... atau sekedar ingin menikmati tubuhmu...kau berarti untuk ku..."


" Berarti katamu...!!!!" Melisa mendorong tubuh Dika kasar


" Dengan kamu masih terus mengharapkan mantan kekasih mu itu... kamu masih tak terima dia sudah bersama laki laki lain... dengan kamu terus membandingkan aku yg tak sesempurna Je... kau bilang aku ini berarti...!!! manis sekali kata kata mu mas..." cibir Melisa sengit, rasa nya ia ingin menumpahkan sakit hatinya


Dika kembali tertunduk, dia tak tau harus menjelaskan seperti apa pada Melisa


Hatinya memang belum bisa membuka diri untuk menerima Melisa, mencintai nya


Tapi Dika sangat nyaman dengan Melisa, Dika seperti menemukan sesuatu yg hilang dari hidupnya... dan Melisa... aahhh tak bisa di pungkiri memang daya tarik Melisa seakan menjadi maghnet untuknya, Melisa seperti memiliki sesuatu yang sangat berharga dan


Dika hanya menemukan itu pada Melisa

__ADS_1


" Aku mau pulang... aku tak bisa tinggal disini bersama mu..." Melisa beringsut bergegas bangun dari tempat tidurnya dan pergi


Dika langsung mencekalnya


" Mau kemana... diluar sana Gani akan membahayakan mu... tetap lah disini..." cegah Dika lembut


" Nggak mas...!!!" Melisa mengibaskan tangan Dika


" Aku tidak bisa tinggal dengan orang yg tidak mencintaiku... yg hanya tertarik debgan tubuhku..hanya penasaran ingin bercinta dengan ku..menjadikan aku sebagai pemuas hasrat saja...!!! apa bedanya dengan bersama mas Gani.... kalian laki laki hanya menginginkan tubuhku... hanya karena ingin menikmati ku... mencari kepuasan ***** kalian saja...hiks hiks hiks..."


" Jangan pergi... please... tetaplah disini..."


" Aku nggak bisa mas... tolong jangan halangi aku biarkan aku pergi...!!!"


" Kenapa Melisa...!!!! kenapa kamu baru mempermasalahkan ini sekarang...bukankah dari awal hubungan kita sudah ku bilang... biarkan kita menjalani ini mencocokkan diri melengkapi tiap kekurangan... agar kita terbiasa dan tak melihat kekurangan itu lagi...lalu kenapa sekarang kamu tak menerimanya...!!!"


" Aku tau mas... awalnya aku butuh perlindungan, butuh kamu... aku menerima hubungan tanpa status ini...tapi... aku tak mungkin terus bersama dengan orang yg bahkan dia sendiri tidak mau mencoba mencocokkan diri dengan ku... menutupi kekurangan ku... dia masih terus terbayang bayang mantan kekasihnya... lalu aku ini dianggap apa mas...!!!!"


" Kamu salah paham Melisa...!!!"


" Salah paham apa...??? aku dengar sendiri kamu mengatakan itu semua pada mas Wawan dan Faisal..."


" Aku... aku memang belum bisa memberi mu cinta untuk saat ini... aku belum bisa membuka hati ku untuk mu... karena disini...." Dika menujuk dada nya


" Disini masih ada Je..."


" Tapi harus kamu tau... aku nyaman dengan mu... aku menemukan sesuatu yg terasa hilang dari hidupku... dan kamu amat sangat berarti bagiku... jadi tolong... maafkan aku...bantu aku untuk benar benar menyatukan kamu dalam hatiku..."


Melisa menangis sesenggukan,


Getir sekali hidup ini... kisah percintaan yg menyakitkan


" Maafkan aku telah menyakitimu... telah membuatku menangis... maafkan aku atas keegoisan ku... terimakasih sudah menegurku... sudah membuat ku mengerti apa yg tak disukai oleh mu... dan apa yg membuat luka hati mu..."


" Aku butuh waktu untuk belajar mencocokkan diri dengan mu... aku butuh waktu untuk kembali membuka diri untuk mencintai seseorang dengan tulus.. ku mohon... jangan lelah... jangan menyerah untuk ku..." pinta Dika penuh penyesalan, hatinya amat teriris melihat tangis Melisa sesenggukan karena dirinya


" Aku akan belajar... belajar menempatkan mu pada posisi paling atas dihatiku... menghapus kenangan lalu yang nyatanya memang bukan untuk ku..."


" Kalau kamu tak bisa...???? ini pilihan yang sulit untuk ku mas..."


" Ku mohon... beri aku kesempatan...!!!" pinta Dika memelas


Apakah percintaan sekejam ini...???


Haruskah Melisa menjadi orang yg mati rasa...???


Dia tak harus mengandalkan cinta, menggunakan hati saat menjalin hubungan dengan laki laki


Apakah hanya dengan saling memuaskan sudah menjadi senjata dan alasan dalam menjalin hubungan....????


Rasanya sulit bagi Melisa untuk membuka hati dan mencintai laki laki, baginya laki laki sama saja, mereka hanya ingin menikmati tubuhnya, menerobos ke gua surga nya


Yahhh.... goa surga milik Melisa memang begitu nikmat, bahkan membuat laki laki yg pernah merasakannya merasa kecanduan,


Seperti mas Gani yang tidak mau melepaskan Melisa hanya karena alasan itu


Apalagi dengan menyandang status Janda...


Orang orang hanya menganggapnya hina, rendah dan cacat

__ADS_1


Tak mungkin ada orang yg mau menerimanya apa adanya.


Baiklah... Melisa akan mengikuti alur perjalanan ini, jika memang dengan cara ini cara menjalani hidup sebagai si cacat,


Baiklah akan ia terima dengan ikhlas...


Dia juga butuh kenikmatan dunia dari Dika, kepuasan dan pelampiasaan sesaat


Selain itu perlindungan dari Gani yg selalu menyiksanya


Melisa menyeka air mata nya, mencoba membulatkan hatinya dan tenang


" Baik lah mas jika ini mau mu... aku akan menjalani hubungan ini tanpa harus ada ikatan apapun... asalkan jangan bandingkan aku dengan mantan kekasih mu itu... jangan berharap aku akan sesempurna dia... terimalah aku dengan segala ke cacatan ku ini..." ujar Melisa menguatkan diri


" Aku janji sayang.. aku akan belajar untuk membuka hati dan menerima mu... kamu sangat berharga untuk ku... percayalah... aku hanya sekedar tak terima dengan masa lalu.. mungkin karena penyesalan ku telah menyakitinya... tapi aku tak mau menyesal kedua kalinya dengan menyakiti mu..."


Melisa menatap dalam di kedua bola mata Dika mencari kebohongan disana, namun mata itu nampak teduh, tak ada sedikitpun kebohongan tersirat disana


Bagaimana pun Melisa adalah seorang penulis, tentu sedikit banyaknya dia bisa membaca karakter seseorang walau hanya dari kerlingan mata dan ekspresi wajah


Dan kali ini Dika jujur padanya


" Terimakasih sudah mau belajar menerima ku... semoga kamu tak menyesal mas..."


Dika langsung mencium kening Melisa hangat


" Terimakasih sayang... masih mau memberiku kesempatan untuk memperbaiki..."


Melisa mengangguk


Dan kembali membalas pelukan Dika erat seperti janji hatinya yg sudah tekat


Ini jalan hidup yg akan diambilnya


Apapun keputusan Melisa tolong jangan dihakimi ya Readers... setiap orang punya jalan dan pilihan masing masing, meskipun menurut kita itu adalah pilihan salah, dan masih banyak pilihan lain


Namun setiap orang punya alasan saat dia membuat sebuah keputusan apapun


Jadi hargai dan ambil hikmahnya saja....


~Bersambung~


Jujur saat membuat keputusan menulis cerita bergenre seperti ini author sering was was saat menuliskan alur cerita


Takut banyak readers budiman yg menghakimi secara pemikirannya saja, mengumpat dengan kata kata menyakitkan, dan membuat author kadang suka blank mau membuat alur nya kemana...


Padahal konsepnya sudah di susun sejak awal penulisan


Kaya di dua judul Cerita author yg lain


My Husband Boss Muda jutek


Bujang Dusun


Kritik dan saran pro kontra itu memang wajar tapi dengan menghakimi dan mengumpat kasar menurut author sangat mengganggu pikiran, tidak kah menghargai karya orang lain... walaupun mungki tidak sesuai dengan selera atau pemikiran...


Yahhh ini kan hanya karangan karya fiksi... kalau semua lempeng nggak ada dramanya donk...


Begitulah kira kira unek unek yg mau author sampaikan...

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2