Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Bertemu Mbah Martinah Dan Lik Marwoto Lagi


__ADS_3

Bu Resinda dan Melisa kompak bangun pagi, mereka semalam mendapat ijin oleh tuan Hermawan untuk tidur berdua di kamar Resinda dan Sasmito dulu, sekalian mereka bernostalgia, Resinda menceritakan banyak perjalanan hidupnya dengan bapak Melisa, kisah cinta mereka hingga perjuangan mereka untuk bisa bertahan hidup dalam situasi yang serba kekurangan


Tuan Hermawan memilih beristirahat di ruang tamu, sepertinya laki laki itu lebih nyaman tidur di sofa putih yang selalu bersih dan rapi


Pagi ini Resinda mengajak Melisa untuk memasak, kebetulan disamping rumah ada beberapa sayuran seperti kangkung, daun ubi rambat, bayam, lalu juga ada cabe, bawang merah bawang putih, kencur, tomat dan seledri


Sepertinya Fatimah memang sangat rajin, pantas mendapat kepercayaan dari nenek Sutini untuk menjaga rumahnya


Melisa juga melihat di gentong plastik ada sisa beras yang sempat di beli nya waktu datang bersama Dika dulu, Melisa sempat mau masak tapi waktu itu keburu disediakan sama bulek Fatimah


Cukup lama juga ibu dan anak itu sibuk memasak didapur, diselingi tawa bahagia dan sendau gurau kecil, membuat suasana pagi tampak lebih hangat dan bahagia


Tuan Hermawan memperhatikan mereka, sudah lama dia tak melihat senyum sebahagia dari bibir istrinya, pancaran mata penuh gairah, penuh semangat .... selama ini istrinya selalu murung dengan tatapan sayu, seperti tak ada lagi gairah untuk hidup


Tuan Hermawan semakin merasa bersalah, karena keegoisan nya dia sudah merampas kebahagiaan orang orang disekitar nya terutama Resinda istrinya, dia menbiarkan Resinda terkurung, terkekang dalam aturan nya, dalam keegoisan nya....


" Eehh papa sudah bangun.... mau Melisa buatin teh atau kopi....???" sapa Melisa begitu melihat tuan Hermawan sudah bangun


" Nanti saja... papa masih pengen menikmati udara pagi yang cukup segar ini.... sepertinya udara yang seperti ini sangat cocok untuk kesehatan jantung papa...." sahut Tuan Hermawan sambil berjalan keluar rumah


" Baiklah.... tunggu kita beres masak lalu kita sarapan bersama ya pah...." sahut Melisa lagi


Tuan Hermawan mengangguk


Dari kejauhan, seorang laki laki paruh baya sedang memandangi tuan Hermawan dengan sangat teliti, laki laki itu segera berlari kerumahnya dan memberitahu ibu nya, lalu dua orang itu menperhatikan tuan Hermawan yang sedang asyik menghirup udara pagi di teras


" Lee iku beneran tuan Hermawan seng dulu istrine di bawa nikah Sasmito kan...!!!! kok bisa tiba tiba ndek sini...???" tanya mbah Martinah dengan wajah heran, tatapan nya menatap tuan Hermawan tanpa berkedip


" Iyoo buk iku bener.... bos besar seng mbiyen mukuli Sasmito.... gak salah lagi buk...." sahut Marwoto anak mbah Martinah sekaligus om sepupu Melisa


" Ada gerangan apa dia kesini yah.... apakah dia masih mau mencari Sasmito yang sudah jadi tanah....!!!!"

__ADS_1


Tak lama Melisa keluar dari rumah, doi mau pamit ke warung beli beberapa perlengkapan masak yang belum ada, seperti minyak, bumbu, gula dan juga teh, maklum lah rumah nenek kan sudah lama sekali gak ada yang menempati, untung nya gas elpiji di kompor masih bisa digunakan


Mbah Martinah dan Marwoto makin kaget ketika melihat Melisa keluar rumah, dan ada sekilas sosok Resinda bersama nya


" Ndukkk Melisa.....!!!!!" panggil mbah Martinah pada Melisa, Melisa langsung tersenyum lalu menghampiri dua orang yang katanya masih kerabatnya itu, menciumi tangan mereka bergantian


" Mbah.... lek Marwoto... apa kabar...???" sahut Melisa menanyakan kabar mereka dengan ramah


" Weeesss ra perlu basa basi.... tujuan mu datang kesini mau ngapain...!!!" tampik Marwoto dengan nada ketus, sama sekali tak mencerminkan layaknya saudara


" Maksude lik....??? bukan kah aku datang kerumah nemek ku sendiri....apa salah nya...!!!" jawab Melisa tak terima


" Nduk... iku seng bareng awakmu lak tuan Hermawan karo Resinda kan.... mau ngapain lagi mereka kesini... mau merusak rumah Sasmito lagi... Sasmito ne kan wes meninggal... ngapain lagi masih kesini....!!!" mbah Martinah gantian angkat bicara


" Apa Resinda mau ngambil barang barang dia yang masih ketinggalan... tapi ya opo masih bisa di pakai wong sudah berbelasan tahun....!!!"


Melisa tersenyum menanggapi ke kepoan kerabatnya ini, ditambah pemikiran pendek mbah Martinah membuatnya pengen tertawa geli


" Haaaahhhh.....!!!!! mbok ajak...!!!!" pekik mbah Martinah dan anaknya Marwoto bersamaan, mereka benar benar gak percaya dengan ungkapan Melisa barusan


" Iya mbah... Alhamdulillah tuan Hermawan mau menerima aku sebagai anak ibu... bahkan aku sekarang disuruhnya untuk memanggilnya papa.... " jelas Melisa


" Kami datang kesini karena aku mau mengabulkan keinginan terakhir bapak... membawa ibu kembali ke rumah dan bertu bapak... karena bapak sudah gak ada jadi ya aku ngajak ibu untuk ziarah ke makam bapak..."


" Tenane...!!! gak lagi nggedubus kan kamu iki....!!!!" tanya Marwoto menyangsikan ucapan Melisa


" Kalau lik Marwoto gak percaya bisa tanya ibu atau papa langsung.... atau kalau gak pantau aja terus aktivitas kita hari ini..." jawab Melusa santai


" Ora ngono nduk... masalah he kita tau banget gimana bencinya tuan Hermawan karo Sasmito bapak mu, dia bahkan sampai datang nembawa preman untuk mengroyok dan memukuli Sasmito, lalu menyeret paksa Resinda dan dibawanya pulang ke Jakarta, ninggalke bayi ne seng masih bayi merah yo iku kamu...." Marwoto memberi penjelasan, menyangsikan kebenaran yang diucapkan Melisa, karena menurutnya sangat gak mungkin Melisa sanggup membuka sedikit pintu hati tuan Hermawan


" Terus tiba tiba beliau datang dan mengijinkan istrinya ziarah kan apa ya gak aneh tooo....!!!"

__ADS_1


" Gak ada yang aneh lik Marwoto... jalan nya sudah begitu.... tuan Hermawan itu aslinya orang baik mungkin mbah Martinah dan lik Marwoto aja yang belum kenal lebih akrab...." jelas Melisa memberi pemahaman balik


" Yang jelas aku sudah buktikan sama Mbah Martinah dan juga lek Marwoto kalau aku bisa membawa ibu kembali ke sini menemui bapak... bahkan aku bisa membuat tuan Hermawan mau memaafkan bapak, menerima segala permasalahan dimasa lalu mereka...." ucap Melisa dengan bangga, membuat dua orang tua di depan nya kicep gak bisa berkata kata lagi


" Kalau mbah dulu bilang percumah cari ibu malah akan nambah masalah.... sekarang Melisa bisa buktikan mbah kalau justru kareba Melisa berani mencari ibu semua masalah yang dulu dianggap besar sekarang sudah selesai dengan baik baik.....semua sudah saling memaafkan dan berdamai dengan masa lalu...." lanjut Melisa dengan lantang


Hal seperti inilah yang ingin dia katakan pada orang orang yang pernah menghina dirinya, menghakimi keluarga nya


" Dan satu lagi mbah.... perlu mbah Martinah dan Lek Marwoto ingat baik baik....!!! anak yang lahir dari pernikahan siri bukan lah anak haram... pernikahan orang tua nya sah dimata agama walaupun belum tercatat resmi di negara....!!!!" Melisa menatap mbah Martinah dan Marwoto dengan tegas dan penuh percaya diri, dia harus meluruskan tuduhan mereka, membersihkan nama baik kedua orang tua nya


" Terimakasih mbah dulu mbah udah mau menceritakan semua perjalanan hidup bapak, nenek dan juga ibu... jadi aku bisa tau semua nya... tetapi sekarang semua sudah berubah... mbah Martinah harus tau kalau tuan Hermawan sudah menerima Melisa sebagai anak nya dan meminta Melisa memanggilnya papa.... kalau gak percaya biarkan saya coba panggil sekarang....." tantang Melisa sembari memberi pengertian pada mereka


" Pahh... ada tetangga yang masih ingat papa ini....!!!" panggil Melisa pada tuan Hermawan


Bu Resinda langsung keluar rumah, bersamaan dengan tuan Hermawan yang nenoleh kearah Melisa


" Siapa nak.... apakah dulu pernah ada irisan sama papa...???" tanya balik tuan Hermawan


" Bagaimana mbah susah percaya sekarang....???" tanya Melisa


Resinda keluar rumah langsung kaget menatap mbah Martinah dan anaknya sedang ngobrol dengan Melisa


" Bu Lek....!!!!"


Bersambung~


Jangan lupa bantu Vote yang banyak ya Readers


Yuuukkk ramaikan...!!! dan Mampir di kolom komen yaaa


Happy Reading....

__ADS_1


__ADS_2