
Seharian ini Melisa sibuk dengan urusan kantor, selain meeting dan pembahasan mengenai projek baru film, dia juga harus berfikir keras untuk memulai alur cerita yg menarik, karena menurut pak produser introduce yg bagus akan membuat kesan tersendiri dan menjadi daya tarik untuk para penonton, butuh banyak inspirasi dan pencerahan sepertinya...
Melisa sampai lupa tak memberi kabar pada laki laki yg sejak tadi terus memperhatikan layar ponsel menunggu kabar darinya, setiap dua menit sekali Dika pasti mengecek ponsel, sekedar ingin mendapat pesan singkat dari Melisa namun hening tak ada kabar darinya sama sekali.
" Apa sesibuk itu sayang... sampai tak ada kabar...???" tulis Dika akhirnya, karena menunggu chat Melisa yg tak kunjung muncul
" Maaf ya mas Dik... aku baru bisa ngasih kabar... iya nih seharian sibuk... kamu udah makan...???" balas Melisa cepat
" Belum... nggak papa yg penting hati hati ya..."
" *Nanti pulang kerja aku langsung ke bengkel mas ya..."
" Iya sayang*..."
Lega rasanya sudah memberi kabar pada lelakinya itu, benar saja dia menunggu kabar darinya.
Melisa jadi makin baper sama perhatian Dika, meski dia sendiri belum yakin itu tulus atau modus, tapi biarlah sementara ini dia ingin menikmati perhatian dan kehangatan ini dulu, sikap lembut Dika yg membuatnya seolah sangat berharga...
Biarkan hatinya bahagia dulu menikmati ini semua...sebagai pengobat kecewa dan trauma masa lalu nya kemarin...
Setelah semua urusan meeting kelar, Melisa buru buru pamit pulang
" Ras... gue balik duluan ya..." pamitnya dengan tergesa gesa
" Buru buru amat lu... udah kebelet ya..." goda Rasti
" Heeehhh sembarangan...!!!"
" Yg lagi mabuk kepayang... duuuhhh pisah sehari aja udah kagak nahan... pengennya langsung ketemu aja..." cibir Rasti ngledek
" Udah dehhh nggak usah kepo... buruan sono temui pacar mu biar nggak ngaco aja ngomongnya..."
" Yeeee jatah gue mah lancar... seminggu 3x 5 ronde hahahhaaa..."
" Wess wesss... duluan ya..."
" Jangan lupa pakai pengaman..." bisik Rasti lagi, entahlah teman satu ini gesrek juga, kenapa pula harus bertemu bocah model begini, aahhh mungkin karena kebiasaan Melisa sekarang begini makanya dipertemukan yg pikirannya ngaco gini
" Iyeee...." Melisa segera melesat pergi
Sekitar 20 menitan lebih dikit Melisa tiba di bengkel Dika, bengkel sudah tutup rupanya, meski masih sebagian pintu dibuka, hari juga sudah mulai gelap, sepertinya mas Dika sedang memberesi bengkel
" Mas..." panggil Melisa lembut dengan suara mendayu
Terlihat Dika sedang merapikan beberapa peralatan bengkel nya
" Hai udah selesai sayang...????" balas Dika sembari menghampiri gadis pujaannya
" Nihh aku bawain gado gado pasti kamu beluum makan kan..."
" Bentar ya aku beberes dulu dan bersih bersih... kamu langsung naik gih keatas... tunggu diatas aja... motor mu biar aku masukan..."
Melisa mau protes
" Motor dimasukkan....!!!! kode kode nggak enak nihh..." gumamnya
Tapi dia tak membantah menurut saja perintah Dika.
__ADS_1
Menunggu beberapa saat Dika datang dengan rambut basah dan bau aroma sabun yg begitu segar, wajah lelahnya juga sudah nampak lebih fresh, sepertinya dia baru mandi
" Makan dulu ya..." Melisa menyodorkan sepiring gado gado untuk Dika
Langsung dilahapnya tanpa protes, sepertinya doi emang laper
" Banyak kerjaan ya seharian ini...???" tanya Dika membuka obrolan
" He'emmm nih... ada projek baru, aku pusing lagi mikir keras buat nyari inspirasi konsep dan latar belakang serta alur cerita yg menarik..." balas Melisa menceritakan keluh kesahnya
" Bukannya konsep cerita sudah ditentukan...???"
" Iya sihhh tapi kan penjabaran dan seperti spa alurnya penulis yg bikin mas.... lagi puyeng nih soalnya dituntut harus pembukaan yg memukau..."
" Tenang... nanti mas bikin rileks biar nggak spaneng terus..." senyum Dika penuh arti
" Gimana bengkel rame...???" tanya Melisa mengalihkan titik maksud
" Lumayan... tapi masih bisa di handle dengan baik..." balas Dika
Rupanya dia sudah menyelesaikan sepiring gado gadonya, lahap juga doi makan
" Kamu capek mas...???"
" Udah ketemu kamu... udah nggak capek..." tatapan Dika makin meresahkan
" Saat ini aku sangat bersemangat sayang..."
" Hmmmm mulai dehhh..."
Tanpa basa basi Dika langsung menarik tangan Melisa,merengkuh pinggang rampingnya dan didekapnya dengan erat
" Entah kenapa jauh darimu sebentar aja aku tak bisa
" Gombal...!!!!" Melisa melepas pelukan Dika
Dika kembali mendekap, kali ini dengan dekapan yang lebih hangat, hampir membuat Melisa terbuai
" Aku tak pernah senyaman ini dengan perempuan... termasuk dulu dengan Je mantan kekasih ku..." ucap Dika
" Kenapa...???" tanya Melisa
" Kamu berbeda... kamu seperti magnet yang membuatku terus ingin dan ingin bersamamu..."
Dika mendekatkan wajahnya di bibir Melisa,
Mulai menautkan bibirnya dengan lembut
Hmmmm laki laki memang, modus ngomong manis dikit karena ada maunya...
" Aku belum mandi mas..." Melisa mencoba mengelak dari Dika lagi, rasanya dia benar benar belum bisa memberikan itu pada Dika sekarang
" Baumu masih harum..."
Gimana nggak harum sebelum pulang, Melisa sudah menyempatkan mandi di kantor, karena dia tau bakal ketemu Dika, setidaknya ketemu pacar nggak mungkin bau asem kan...
Dika mulai menggerayangi setiap inci kulit mulus miliknya, mengendus endus dan mengecupnya lembut,membuat Melisa meremang dan mulai mendesis geli
__ADS_1
Suasana jadi semakin meremang dan memanas,
Melisa mengerjam ngerjap kan matanya mencoba tak terbawa suasana permainan Dika,
Nanti dulu... sabar dulu... belum sekarang...
" Aku suka aroma tubuhmu...kamu wangi... kamu bersih...." bisik Dika lembut tepat didaun telinga Melisa
" Eeehhhmmmm " suara halus Melisa yg saat ini terdengar, malah seperti dia sedang mendesah kenikmatan
Membuat Dika kembali memacing nya dengan menciumi leher jenjang nya
" Mas..." Melisa mencoba mendorong tubuh Dika,
Dika meninggalkan satu tanda kepemilikannya yang begitu merah di leher Melisa
" Kupikir kamu mau..." ucap Dika
" Beri aku waktu dulu... biarkan semua berjalan sesuai waktunya..."
" Aku tau... tapi aku ingin..." ucap Dika memelas
Melisa hanya menggeleng
Dika memang ahli, meskipun Melisa menolaknya dia tetap berusaha memainkan bibir manis Melisa, diisapnya berulang kali dan digigitnya lembut, seakan dia tak membiarkan Melisa menolaknya begitu saja
Tangan nakalnya mulai bergentayangan menggerayangi setiap inci tubuh Melisa
Berhenti di bukit gundukan kembar milik Melisa, di rem*s nya pelan
" Kapan nanti... aku harus bisa dapat ini semua... ini terlalu menantang untuk ku..." gumam Dika dalam hati
Dika menaikkan kaus Melisa, namun segera ditepis Melisa,
Melisa menatap Dika penuh arti membuat Dika pasrah dan tak lagi memaksanya
" Baiklah...???" bisik Dika
" Kalaupun tidak sekarang... tapi janji ya... kasihkan itu untuk ku kalau kamu sudah siap.." Dika mengecup pucuk rambut Melisa lembut
" Percayalah....." sahut Melisa yang entah harus menjawab apa
" Istirahat lah... tidur di pelukanku..." Dika merapatkan pelukannya
Melisa membenamkan kepalanya di dada bidang milik Dika
Badboy satu ini seperti tempat ternyaman bagi Melisa, pelukan laki laki ini membuatnya seakan berarti
Melisa menatap wajah sayu Dika yg telah mendengkur halus karena kelelahan
" Apa seperti ini hubungan tanpa status...????"
~Bersambung~
Jangan lupa Vote dan like nya yaaa
Suport kalian sangat membantu dalam pengembangan kisah Melisa dan Dika
__ADS_1
Happy Reading...