Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Pergi Sejauh Mungkin


__ADS_3

Toookkk toookkk toookkk


Melisa mengetuk pintu kontrakan Dika dengan gemeteran, dalam pikiran nya hanya takut, kalut dan panik


" Mas... mas...!!" panggilnya sedikit kenceng


Dika membuka pintu cepat


" Mel... ngapain malam malam kesini...??? tadi ada yang ketinggalan...!!!" tanya Dika bingung


Melisa hanya menggeleng dengan wajah tegang


" Ikut aku mas..." Melisa menarik tangan Dika pergi ke kosan nya


Sampai di kosan Melisa langsung minum air putih satu gelas sampai habis, ketakutan nya benar benar membuatnya panik


Dika hanya diam memperhatikan Melisa sampai dia tenang dan menjelaskan apa yang terjadi


Setelah habis satu gelas, Melisa duduk mencoba mengatur nafas, tangan nya masih gemeteran dan air matanya jatuh tak terasa


Dika langsung ikut duduk disebelah Melisa memeluknya erat


" Menangislah kalau itu bisa bikin kamu lebih tenang... jangan khawatir ada aku disini..." ucap Dika lembut


Melisa makin menumpahkan tangisnya di pelukan Dika, sebelum dia ambil sikap dia harus tenang terlebih dahulu


" Mas..." panggil Melisa pelan


" Iya sayang..." sahut Dika lembut


" Ibu udah jujur sama tuan Hermawan... dan tuan Hermawan murka... bang Gondrong nyuruh aku pergi sejauh mungkin yang aku bisa... jangan sampai ada orang yang menemukan aku... aku harus jauh dari ibu kalau mau ibu baik baik aja..." ucap Melisa tanpa jeda, seakan hanya itu yang sanggup ia katakan


" Oke... ayo kita pergi... kemasi barang mu sekarang juga... aku akan pulang mengemasi barang ku dan menjemputmu lagi...." jawab Dija tanpa ragu


" Selama aku pergi, kunci pintu nya, aku akan datang sambil menelpon mu... jadi kalau ada yang datang dan mengetuk pintu itu buka aku..." Dika memberi instruksi


Melisa hanya mengangguk paham


Mereka segera menjalankan apa yang seharusnya mereka jalankan


Selama Dika pergi, jujur Melisa ketakutan, tapi dia harus tetap berfikir positif dia yakin bang Gondrong disana pasti sedang berusaha melindunginya, dia harus gunakan waktu sebaik mungkin,


Di sisi lain, Dika juga merasa jika beberapa hari ini ada orang yang selalu mengawasinya, Dika sebenernya sedikit curiga dengan tetangga barunya di sebelah kontrakan, makanya kali ini dia bertindak dengan sangat hati hati, dia dengan pelan namun sigap memberesi barang barang nya, setelah dilihat laki laki tetangga kontrakan nya masuk kamar mandi, Dika langsung pergi menuntun motornya agar tak menimbulkan suara


Dan benar saja anak buah bos Mafia itu kehilangan jejak Dika setelah ini

__ADS_1


Dika segera meluncur ke kosan Melisa, dia lebih menghawatirkan kondisi Melisa saat ini, pikiran terburuknya saat ini Melisa sedang di kejar anak buah ayah tirinya itu


Begitu sampai di depan kosan, Dika langsung menelpon Melisa


" Sayang mas udah di depan pintu... kamu udah selesai kan...???" tanya Dika


" Udah mas..." sahut Melisa, lalu tak lama dia membuka pintu


" Ayoo segera pergi sayang... mas kira sebentar lagi kita akan sama sama tak aman..." ajak Dika sembari menggandeng tangan Melisa


" Kunci kosan biarkan disini, nanti kalau kita sudah sampai tujuan baru kamu hubungi bapak kos..."


Lagi lagi Melisa hanya mengangguk,


Melisa menenteng tas bawaan nya dan duduk membonceng di motor Dika


" Sayang... tujuan kita adalah kembali ke kampung.. aku jadi mau ngurus bengkel ku lagi... kita mulai hidup baru disana...kamu setuju...???"


" Bawa aku pergi kemanapun mas... asalkan sama kamu aku mau..." sahut Melisa pasrah


Dika segera melajukan motornya, menembus dingin nya malam menuju ujung kota dan kembali ke kampung halaman nya


Disanalah tempat yang paling aman untuk Dika dan Melisa


Dika pikir, dengan melarikan diri seperti ini fia juga akan aman dari bos mafia yang entah kapan tiba tiba akan datang mencarinya, sebab urusan nya dengan bos Mafia belum usai, Dika pasti akan di panggil kembali untuk menjalan kan tugas nya


***


Perjalanan yang cukup panjang telah mereka lalui, capek ngantuk tapi sedikit lebih lega karena akhirnya mereka tiba di kota tempat dulu Dika memulai usahanya


Perlu sedikit di inget ya guys...


Tempat bengkel Dika dulu dan kosan Melisa dulu berbeda dari kota dimana orang tua angkat Melisa tinggal, maupun rumah juragan Ghani, ataupun kampung nenek Melisa, intinya di Jawa Tengah, beda kabupaten huhuhu, jaraknya juga jauh jauh


Tiba disana, Dika langsung ngajak Melisa sarapan, di warung soto langganan Dika dulu, berhubung terlalu kepagian dan warungnya belum buka, mereka numpang duduk istirahat di lincak depan warung


" Huuuhhh akhirnya sayang kita sudah sampai disini.... kita sudah aman dari siapapun..." ujar Dika sambil merenggangkan otot otot badan nya yang kaku


" Mas... aku khawatir sama ibu... aku... aku gak akan pernah lagi ketemu ibu....aku kembali seperti dulu... sebatang kara..." keluh Melisa sedih


Dika langsung meraih tangan Melisa di genggamnya erat,


" Jangan bilang gitu donk... kan kamu sama aku sayang..."


" Mas.. kenapa nasib ku begini amat... pantas kata banyak orang hidupku gak pernah ada bahagianya... baru aja aku seneng bisa ketemu ibu... ngerasain dipeluk ibu... dimanja ibu... sekarang harus terpisah lagi..." Melisa mulai menangis

__ADS_1


Dika menyeka air mata Melisa lembut


" Sayang... dengerin mas...!!! kita sampai disini sekarang untuk memulai hidup baru... memulai segalanya...!!!" Dika memberi semangat


" Nanti sehabis sarapan kita ke rumah keluarga Faisal dulu ya... mas mau nengok mereka sekaligus ngasih uang titipan Faisal... habis itu kita ke kontrakan bekas punya Wawan dulu sementara kita tinggal disana sambil menunggu mas ngurusin pembalikan pemilik bengkel mas..."


" Mas Faisal nitip uang...??? kapan mas...!!!" tanya Melisa bingung


" Sebenernya... sebelum mas ketemu bang Gondrong ngasih kabar soal kematian Je... mas habis dari bengkel Ervina... mas sempet ngobrol sama Wawan dan Faisal, kan emang rencana nya mau pulang kan... makanya masinta kunci kontrakan Wawan dan sekaligus Faisal nitip uang buat keluarganya..." terang Dika


" Satu lagi sayang... kita sekalian minta bantuan keluarga Faisal untuk nyariin ustadz buat nikahin kita secara agama..."


Mata Melisa berbinar mendengar ucapan Dika


" Ni..nikah...???"


Dika mengangguk sambil tersenyum


" Mas gak mau terus terusan seperti ini... yahh walaupun belum bisa ngajak kamu nikah secara resmi karena kan semua serba dadakan gini... lagi pula kalau harus nyari wali mu lagi malah akan ketahuan kalau kita melarikan diri kesini...gak papa kan...???"


" Gak papa mas... " jawab Melisa haru


" Makasih kamu sudah mau menjaga aku mas... aku gak punya siapa siapa lagi..."


" Sssttt udah ya jangan bilang gitu lagi... kita hadapi ini sama sama...kalau kita udah nikah meskipun hanya nikah secara agama, setidaknya kalau ada orang yang mau membawamu pergi mas lebih berkuasa atas mu.. jadi mereka gak bisa ngapa ngapain kalau gak ada ijin dari mas... mungkin dengan cara ini mas bisa menjaga mu dengan baik..."


Melisa sangat terharu, dia langsung memeluk Dika erat


" Mas... aku gak tau harus bilang apa lagi... tapi aku janji aku akan jadi istri yang baik untuk mas Dika... kita akan mulai semua sama sama... kita akan buat bahagia rumah tangga kita..."


" Iya sayang... makasih ya udah mau ngasih mas kesempatan sekali lagi..."


Mereka berpelukan untuk beberapa saat


" Mau nunggu sarapan apa langsung ke rumah Faisal aja..???" tanya Dika setelah dirasa rasa lama nunggu warung soto nya buka


" Kerumah Faisal dulu boleh deh... nanti balik sini lagi kalau udah buka..." jawab Melisa


" Yaudah... yuuukkk kerumah Faisal..."


Bersambung~


Semoga niat mereka Nikah kali ini beneran yaa... dan berjalan lancar...


Jangan lupa Vote yang banyak ya guys....

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2