
Selesai sarapan mereka langsung bergegas siap siap menuju makam, tujuan utama mereka sampai disini adalah mengunjungi makam Sasmito dengan tujuan masing masing
Bu lek Fatimah memandu perjalanan mereka, makam yang terletak di ujung desa, melewati beberapa sawah sawah milik warga, jalan setapak yang becek akibat semalam diguyur hujan, suasana pagi yang masih berembun meski sang mentari sudah bertengger gagah sedari tadi pagi
Melisa berjalan dengan hati yang gagah, Resinda berjalan dengan hati yang mungkin saat ini sedang menangis, setelah sekian purnama dia kembali menemui suami nya, bukan untuk melepas rindu, bukan untuk memeluk erat tapi untuk berziarah ke makam nya, sudah tak ada harapan lagi untuk bisa kembali hidup bersama, menbangun kembali mimpi yang dulu sempat ditinggal pergi, cinta sejatinya telah tiada...
Resinda melirik Hermawan yang berjalan di sampingnya
Apakah memang dia laki laki yang ditakdirkan menjadi suami nya....?????
" Ini makam mbak Sutini... dan ini sebelahnya mbah Kakung..." ujar Fatimah memberi tahu
Resinda dan Melisa duduk disamping pusara suami istri sehidup semati itu, mengirim doa dan segala permintaan maaf, sedang Hermawan menunggu giliran di belakang
" Mak.... ini Resi mak.... Resi balik njenguk mak... maafkan Resi ya mak Resi banyak salah... sudah mengecewakan mak... meninggalkan anak mak dan memisahkan mak dari cucu kesayangan mak... Resi minta maaf mak....hiks hiks hiks...." tangis Resinda sembari menegangi nisan mbah Sutini
" Nenek... ini Melisa cucu kesayangan nenek... kalau Melisa tau nenek adalah nenek kandung Melisa... Melisa pasti akan memilih tinggal bersama nenek menemani nenek dimasa tua nenek....hiks hiks...gak ada yang ngasih tau Melisa nek... Melisa pikir nenek adalah kerabat bu Murni dan pak Marjo... makanya Melisa gak mau tau lagi soal nenek... maafka Melisa nek menelantarkan nenek sendirian.....huhuhuuu..." Melisa menangis sesenggukan dengan segala sesal yang saat ini mengoyak hatinya
Resinda langsung memeluk putri nya menenangkan
" Kontrol kesedihan kamu sayang... kamu lagi hamil..." Resinda mengingatkan
" Bu... aku berdosa pada nenek.. aku membiarkan nenek selalu menunggu kedatangan ku dan pergi dengan kecewa... aku bodoh sekali bu... kenapa aku gak peka dengan kasih sayang nenek dan perhatian nya yang berbeda antara aku sama Riki....!!! bu aku sudah salah sama nenek....!!!" Melisa menyalahkam dirinya sendiri, menyesali ketidak pekaan nya terhadap nenek kandung nya
" Sudah sayang.... itu bukan salah mu... jika kamu tak tau siapa bu Sutini bukan salah mu karena memang tidak ada yang memberitahumu...." jawab Tuan Hermawan ikut menenangkan Melisa
" Kalau ditunjuk siapa yang paling bersalah... yang paling bersalah adalah ibu nak....ibu yang sudah membuat kekacauan ini... hingga semua nya berantakan...." Resinda menimpali menyalahkan atas ketidak berdayaan nya dan atas kepasrahan nya dulu
" Wesss to mbak... gedhuk Melisa... jangan saling menyalahkan diri sendiri... mungkin jalan dari Gusti Alloh memang seperti itu... dan mbah Sutini juga sudah menerima semua nya dengan ikhlas...." Fatimah menengahi menghibur kesedihan mereka
__ADS_1
" Buktinya kalian sekarang datang bertiga berziarah dimakam mbah Sutini pasti beliau sudah bahagia.... beliau bisa tenang melihat cucu nya sudah berkumpul bersama ibu kandung nya...."
" Ya wes... kita ke makam mas Sasmito...." ajak bulek Fatimah setelah menunggu tuan Hermawan membaca doa untuk mbah Sutini
Tiba di makam bapak Melisa, nama yang terukir di nisan usang itu langsung menusuk ulu hati Resinda, lutut nya lemas seketika... Meskipun dia sudah tau sudah mendengar kalau suami nya sudah tiada, tetapi tetap saja dia tak mampu ketika dihadapkan dengan nisan milik suaminya, dunia nya benar benar runtuh, mimpinya hancur
" M... mas Sasmito...hiks hiks..." Resinda langsung lemas, untung saja tuan Hermawan sigap langsung menangkap tubuh istrinya sebelum ambruk
" Tenangkan hatimu sayang... kuat... bukan kah kedatangan kita kesini memang untuk berziarah...!!!" nasehat tuan Hermawan mengingatkan Resinda
Melisa berjalan lebih dulu lalu duduk di sebelah makam bapak kandungnya
" Bapak apa kabar....???? Melisa datang lagi pak menjenguk bapak... hari ini Melisa menepati janji pak... Melisa mengabulkan permintaan terakhir bapak... Melisa membawa ibu untuk bertemu bapak....!!!" ucap Melisa dalam hati sembari menggigit bibir bawahnya menahan air mata yang menyesakkan dada
" Bapak seneng kan bisa ketemu ibu...??? ibu makin cantik lhoo pak... Melisa mirip sama ibu nggak menurut bapak...??? pak bapak yang tenang ya... keinginan dan harapan bapak sudah terwujud... Melisa sudah ketemu ibu... Melisa sudah menikah dan sebentar lagi ounya anak... bapak akan dipanggi mbah hihihi... dan hari ini Melisa bawa ibu kesini untuk menemui bapak.... nanti ngobrol sama ibu ya pak.... "
" Kamu sudah berhasil nduk... kamu sudah mewujudkan keinginan bapak yang terakhir... jangan sedih lagi ya... kamu anak hebat kamu pembawa kebahagiaan...." ucap bulek Fatimah menghibur sembari mengelus pundak Melusa yang masih terguncang tangis dengan lembut
" Bangun yukkk.... kamu harus jaga kesehatan bayi mu juga...." bulek Fatimah membantu Melisa bangun dari simpuhnya
Resinda langsung beringsut mendekat ke makam suami nya
" M....massss.... mas Sasmito huhuhu....." panggilnya dengan suara yang terbata bata
" Kenapa kamu tinggalin aku mas... kenapa kamu pergi terlebih dulu tanpa nunggu aku pulang mas....!!! maafin istrimu ini mas... aku sudah meninggalkan mu... menelantarkan anak kita sampai dia datang dan mencariku sendiri... hiks hiks hiks... aku membiarkan dia menanggung semua penderitaan hidup....!!! maasss mas Sasmito maafkan aku mas... aku banyak dosa aku banyak salah pada mu pada anak kita....." tangis Resinda dimakam Sasmito tercinta
" Kau benar benar tak memberiku kesempatan untuk kembali hidup bahagia dengan mu mas... apa kau membenciku mas.... aku memang bodoh... aku yang salah sudah membawa mu masuk ke dunia ku... aku yang lancang menerima cinta mu sedangkan aku sendiri memiliki suami... semua karena keegoisan ku mas... akhirnya kamu dan anak kita yang harus menanggung penderitaan nya...."
" Ampuni aku mas.... maafkan istrimu ini... hiks hiks hiks...."
__ADS_1
" Sasmito... aku datang kesini untuk meminta maaf... maaf atas segala perbuatan yang sudah ku lakukan pada mu dulu... aku benar benar minta maaf.... tolong maafkan aku..." tuan Hermawan ikut berucap, rupanya kata kata maaf yang pertama kali keluar dari bibirnya
" Kau tak perlu khawatir aku akan menjaga istrimu dengan baik, mencintai nya seperti kamu mencintai nya dulu, menjaga nya dan membuatnya bahagia...." lanjut tuan Hermawan
" Kamu juga tak perlu khawatir Sis.... anak mu akan aku rawat... aku akan bertanggungjawab atas semua nya semua tentang hidup anak mu.... aku akan menjaga mereka dengan nyawaku.... aku janji...!!!" tuan Hermawan mengucapkan janji tepat di makam pak Sasmito
Disaksikan alam, disaksikan bulek Fatimah dan disaksikan oleh angin yang sempat lengang sedikit
Aku sudah melupakan semua nya... semua dendam, benci atau pun amarah ku dulu terhadapmu... mungkin memang aku yang salah telah memperlalukan istriku dengan tidak baik hingga dia lebih nyaman dengan mu...."
" Bapak udah denger kan pak... ibu udah bersama ku... tuan Hermawan eee papa maksudku sudah mau menerima kehadiran ku.... bapak gak usah khawatir lagi ya... keinginan bapak sudah dipenuhi... istirahatlah dengan tenang ya pak...." ucap Melisa dari balik pelukan bulek Fatimah
" Iya mas aku janji aku akan menjaga anak kita memastikan dia selalu bahagia mas....." Resinda juga ikutan berjanji
Mereka kemudian menenangkan diri masing masing, lalu duduk berjongkok mendoakan Sasmito, setelah itu menaburi makam pak Sasmito dengan bunga setaman yang sudah disiapkan bulek Fatimah
" Aku sayang bapak....!!!!"
Bersambung~
Masih di part mewek mewek haru ya guys.....
Jangan lupa siapin Vote yang banyak yaaa
Huhuhuuu
Jangan lupa mampir ke kolom komen dan Like
Happy Reading....
__ADS_1