Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Dipermalukan


__ADS_3

Di restaurant hari ini suasana nya sangat berbeda, memang sih Melisa selalu menjadi bahan gunjingan rekan rekan kerja, namun hari ini rasanya ada yang makin aneh, tatapan mereka semua makin meremehkan dan sinis


Ada juga yang langsung menjauh saat Melisa didekat mereka


Arya pun yang biasanya mengajak nya ngobrol sok asyik hari ini lebih diam dan cuek padanya


Awalnya Melisa tak mau ambil pusing, sampai pada jam istirahat tiba,


Datang lah Hani, Jani dan Santi


mantan karyawan restaurant yang dipecat bang Gondrong waktu itu.


Ketiga gadis itu langsung menghampiri Melisa, disusul Titin dan beberapa rekan kerja lain, mereka mengepung meja Melisa yang sedang asyik menyantap nasi dengan lele goreng sambal pecak


" Waaahhh lagi makan enak nih..." sapa Hani dengan tatapan mata sinis


" Gimana kelakuan si Lont* selama ini disini...!!!"


Melisa langsung menatap Hani kesal, bisa bisa nya dia memanggil dirinya dengan sebutan sekasar itu


" Kenapa gak suka...!!! bukannnya emang lont*...!!!" Jani langsung pasang dada


" Cuman lont* kan yang tinggal seatap sama laki laki tanpa status pernikahan..."


DEGG


Melisa langsung terbelalak,


" Kenapa kaget...??? heran kalau kita semua tau kebusukan lu... sifat aslinya lu yang menjijikan itu...!!!" hardik Hani dengan tersenyum sinis dan pandangan merendahkan


" Kelihatannya aja sok alim... sok polos... padahal hiiisss murahan...!!! bisa bisa nya lu gak punya malu... nggak ada harga diri...!!! di kawinin cowok tapi gak dinikah...!!!" ejeknya pedas


" CUKUP...!!!!" bentak Melisa marah, sungguh dia tak terima dipermalukan seperti ini


" Biasa aja donk...!!! emang nyatanya iya kan.. lu kumpul kebo ama cowok yang lu ngaku ngaku suami lu...!!! nikah aja belum udah main suami suami aja... dasar MURAHAANNN...!!!" Santi ikut menghina


" Duuuhhh Mel... gue gak nyangka looohhh gue pikir lu hanya sekedar mau cari muka sama bos Delon aja... eehhh gak taunya dikasih cuma cuma tuh badan..." Titin menimpali


" Waaahh waahhh disini masih mau deketin Arya loohh... caper juga sama Arya... diihhh gak tau nya udah jual murah..." Mega ikut menambah menghina nya


Melisa mengepalkan tangan, matanya panas menahan tangis dan sesak didadanya


Rupanya ketakutan nya selama ini terjadi

__ADS_1


Saat orang tau apa yang terjadi dengan nya, hinaan seperti ini lah yang akan dia dapatkan sebagai beban mental dan hukum sosial dimata orang lain atas statusnya, dipandang hina dan dianggap murahan...


Ahhh sakit sekali Tuhan...


" Yang bener lu Han... masa iya Melisa kumpul kebo..." Joe pura pura bertanya


" Duuhhh gue punya buktinya ya... gue udah nanya nanya sama tetangga di tempatnya ngontrak rumah sama suami boongan nya itu... kalau dia dan si suami itu datang dari kampung... gak ada surat nikah looohhh... artinya gadis lugu satu ini... ngasih tubuhnya gratisan donk sama lelaki itu.... atau emang udah gatel kali ya...hahahaaa...!!!" balas Hani menertawakan Melisa dengan rendah


Semua yang mendengar penuturan Hani langsung ikut menertawakan Melisa, tatapan mereka sinis dan cenderung merendahkan serendah rendahnya


Rupanya feeling Melisa jika ada yang menguntitnya dua hari ini adalah benar, ternyata Hani cz yang datang ke tetangga kontrakan nya sekedar mengorek informasi dan rahasia Melisa, sebagai senjata untuk mempermalukan Melisa didepan umum


" Gimana Mel malu...??? makanya jangan berani berani berurusan dengan Hani..." ucap Hani penuh kemenangan


" Duuuhhh Mel... cantik cantik kok gratisan sihhh....gak ada harganya apa tubuh lu itu... dinikmati orang tiap hari tapi nggak dikasih status..." Titin ikut menghina,


" Kalau gue sihh mendingan nge jomblo ketimbang ditidurin tapi gak dinikah....Isss najisss...!!!!" Santi meludah didepan Melisa


" CUKUP...!!! aku bilang cukup...!!! kalian tak punya hak menghakimi ku...!!!" bentak Melisa sembari mengisak tangis


" Iya sihhh itu emang hak lu... mau ngasih tubuh lu ke siapa aja... tapi sebagai manusia yang masih punya norma apa lu nggak malu dengan status lu ini...!!! aduuuhhh otak nya dimana siiihhhh..." cibir Hani dengan wajah jijik


" Apa kalian sudah merasa paling baik sehingga menghakimi aku seperti ini...!!!" tanya Melisa dengan wajah berani, dia sudah lelah selalu diam saat dihina orang disekelilingnya


" Setidaknya gue gak semurahan kaya lu...!!! tinggal seatap sama laki laki yang nggak ada ikatan apapun... gila kali..." Titin membalas nya dengan cepat


" Liat Arya...!!!" Hani menarik tangan Arya dan menggandengnya kehadapan Melisa


" Kayak gini gadis yang lu taksir... eehhh nyebutnya apa ya... gadis tapi bukan perawan kali yahhh...!!!"


Hahahaaa semua tertawa membalas ucapan Hani,


" Masa iya lu lebih tertarik dengan cewek murahan kek gini sihhh... aduh Arya melek Arya..."


" Apaan sih Han...!!!" Arya mengibaskan tangan Hani kasar


" Jadi semua berita ini bener Mel...!!!" tanya Arya memastikan


Doi masih gak percaya dengan kelakuan Melisa


" Ya bener dong Arya... orang kita udah buktikan sendiri... semalem aja Melisa pulang kerja langsung ciuman sama laki laki itu...Diiiihhhh lont* aja masih ada harganya loohhh..." sahut Jani


Rupanya mereka juga mengintip aktivitas Melisa dikontrakan, bener bener gak ada kerjaan mereka ini

__ADS_1


" JAWAB MEL...!!!!" bentak Arya


Melisa menyeka air matanya, rasanya sayang jika air mata nya harus tumpah lagi hanya untuk menangisi hinaan ini


Nasi telah menjadi bubur, nasib hidupnya lebih menyakitkan ketimbang hinaan ini


Melisa menatap teman teman kerja nya satu per satu, tatapan sinis dan merendahkan tergambar dari mereka untuk Melisa


Lalu Melisa menatap mata Arya tajam


" Iya betul...!!!! aku memang tinggal sama mas Dika tanpa ikatan apapun...!!! aku sudah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan nya... sering... dan kami menikmati itu..." sahut Melisa lantang


Arya langsung membuang muka dengan tatapan marah


" Perlu kalian tau... sebelum aku bersama mas Dika... aku sudah dijodohkan paksa oleh orang tuaku... aku menikah dengan laki laki tua... dan dijadikannya istri ke empatnya...!!! lalu aku cerai dengan nya setelah 6 bulan menikah... aku menjadi janda diusia ku yang masih belasan...!!!! sampai aku ketemu mas Dika... dia adalah orang yang menyelamatkan ku dari kubangan lumpur derita itu...membawa ku kesini ke Jakarta untuk memulai hidup baru...!!!"


" Aku tak seberuntung kalian... aku ini memang hina.... aku lebih murahan dari seorang pelac*r...!!! membiarkan tubuhku dinikmati laki laki yang bahkan tak memiliki status apapun dengan ku...!!! aku ini kotor menjijikan...!!!! PUAAASSS...!!!!"


Arya terdiam, beralih menatap Melisa sendu, mereka hanya tau nya menghakimi menganggap apa yang menurutnya tak sesuai dengan pemikiran nya adalah sesuatu yang salah dan fatal... tanpa tau apa yang sebenernya dialami oleh orang lain


" Tapi satu hal yang harus kalian tau... aku datang kesini... kerja disini bukan mau cari muka sama bos Delon... bukan juga mau caper sama mas Arya... atau mungkin mau cari musuh dengan kalian semua...!!! terlepas kalian mau menerima aku atau tidak itu urusan kalian...yang penting aku tidak mengusik dan mengganggu hidup kalian...!!!"


Ucapan Melisa sebenernya menohok hati rekan rekan yang tadi menghakimi Melisa dengan kata kata kasar, tapi demi gengsi mereka hanya diam dan tak ada satupun yang bergeming untuk meminta maaf


Apalagi Hani Titin Cs, ogah banget kalau harus minta maaf sama Melisa, justru mereka puas sudah berhasil mempermalukan Melisa dengan membongkar aib nya


" Kalau kalian merasa jijik dengan ku... aku ini sangat hina... menjauhlah... tak perlu berteman dengan ku... asal jangan usik dan ganggu aku dengan pekerjaan ku... jangan juga menghakimi ku... aku tau apa yang harus kulakukan untuk hidupku sendiri...!!! aku memang lebih hina dari kalian... tapi setidaknya aku tidak pernah membuka aib orang lain hanya untuk membalas sakit hati yang kalian buat sendiri...!!!"


Melisa langsung pergi meninggalkan kerumunan itu, doi masuk kamar mandi dan menguncinya rapat rapat, menangis sejadi jadinya, sesak sekali dada ini, sakit sekali hati ini, dan malu sekali muka ini


Ini adalah hinaan terberat dalam hidupnya, saat orang lain menganggapnya benar benar gadis murahan yang tak punya harga diri


" Mas Dika... andai kau tau ini...!!!!"


Bersambung~


Menghakimi seseorang hanya karena aib dan tingkah nya yang jelek, tentu bukan sesuatu yang benar


Harusnya kita mengingatkan nya dengan pelan dan penuh kelembutan


Tetapi kadang hukum sosial justru menjatuhakan mental dan mematikan pikiran


Jangan lupa kasih Vote yang banyak ya readers...

__ADS_1


Jangan lupa komen dan like nya jugaaaa


Happy Reading....


__ADS_2