Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Tempat Persembunyian


__ADS_3

Suara tembakan terdengar menggema diruangan bos besar, Faizal menatap pintu ruangan itu dengan ketar ketir, dia setelah Dika memberikan instruksi tadi segera menjalankan apa yang menjadi tugas nya, meringkus semua anak buah yang ada di markas di bantu beberapa anak buah yang berpihak kepadanya


Dia ketar ketir antara takut dan was was, takut jika Dika yang tertembak dan sebentar lagi bos Reyden keluar lalu langsung menembaknya juga, maka selesai sudah harapan nya untuk bebas, dia tak akan pernah lagi bertemu ibu, bapak dan adik adiknya


"Suara tembakan itu... ada 4 suara tembakan.. apakah mas Dika berhasil....?? " gumam Faizal ketar ketir


Tak lama pintu ruangan bos besar terbuka ditarik dari dalam, seseorang dengan bersimbah darah keluar dari ruangan itu, sangking takutnya Faizal mundur pelan berusaha bersembunyi


" Iz.... Faizal...!!!" suara laki laki itu memanggil Faizal, suara familiar yang sangat dikenalnya


" M... mas Dik...!!!" sahut Faizal dengan takut, mentalnya sebenarnya tak siap harus selalu diperlihatkan dengan kondisi mengerikan seperti ini terus, dia sudah kaya saksi jagal tapi jagal nyawa manusia


" Ayooo cepat pergi... kita harus cepat tinggalkan jejak dari sini...!!! sebentar lagi akan banyak polisi yang mencari ku...!!!" ajak Dika dengan tatapan tajam, tatapan yang sangat menakutkan bagi Faizal


" Me...mem...memang nya mas Dik sudah berhasil...???" tanya Faizal ragu


"Kau lihat bajuku kan...??? aku sudah menghabisi mereka semua... mereka sudah terkapar mamp*s...!!! sebentar lagi polisi akan mencari ku... kita harus segera pergi tinggalkan tempat ini...!!!" ajak Dika serius


" Kita pergi ke suatu tempat yang tidak ada satupun orang tau keberadaan kita....!!!!" Dika menarik tangan Faizal mengajaknya pergi menyelamatkan diri


Dika sudah berhasil....


Klan Mafia yang selama ini menjerat mereka sekarang sudah mati ditangan Dika, sudah dieksekusinya dengan baik, mereka sudah bisa hidup bebas seperti yang mereka inginkan selama ini


Harusnya.....


Tapi nyatanya... tepat sebelum tadi Dika menembak mati Rick, laki laki tenang dengan segala kelicikan nya rupanya sudah mengirim pesan pada anak buahnya yang berada di lain tempat, Dika terlambat menyadari... dia baru mengetahui hal itu setelah Rick tewas, saat ini kondisi mereka tidak aman, terutama Dika karena pasti anak buah Rick akan segera mengusut keberadaan nya


Dika harus lari menyelamatkan diri, sementara mengamankan Faizal takut dijadikan umpan ataupun balas dendam mereka, Dika membawa Faizal kesuatu tempat yang dirasa nya aman dan tidak akan pernah bisa terlacak


***

__ADS_1


" Sementara kita tinggal disini Is... aku rasa ini tempat paling aman untuk kita saat ini.... tidak akan ada orang yang terfikir kalau ada kita disini...." ujar Dika pada Faizal setelah mereka tiba di suatu tempat yang saat ini akan mereka gunakan untuk tempat persembunyian


Wajah Faizal tampak tegang, saat ini dia sedang dilanda ketakutan dan bingung, dia tidak siap dengan segala konsekuensi yang akan dia terima


Dika seolah mengerti kegelisahan Faizal, duduk disebelah Faizal sambil menepuk bahunya pelan


" Aku tau kau pasti sedang gelisah, takut dan bingung kan Iz... kamu pasti syok dengan apa yang baru saja ku lakukan....!!! tenanglah.... aku tidak mungkin akan menyeret mu dalam kasus ini... aku juga tak ada sama sekali menyenutkan keterlibatan mu dalam hal ini... jadi kau aman...!!!" ujar Dika memberi pengertian pada Faizal


" Aku mengajak mu kesini karena ingin melindungi mu dari gencaran anak buah bos Reyden... karena mereka pasti akan mencarimu saat mereka tau bos mereka sudah ku habisi.. kau adalah target pertama yang akan mereka datangi... jelas aku tak mau kau dalam bahaya... makanya sementara tinggalah disini berdiam disini sampai semua nya aman....setelah aman kau boleh pulang dan berkumpul lagi dengan keluarga mu...."


" Lalu... lalu soal pembunuhan itu gimana mas... pasti nya akan ada pihak polisi yang ikut mengusut....???" tanya Faizal panik


" Jelas....!!! jelas saat ini pasti polisi tengah menyelidiki kasus ini... bos Reyden adalah salah satu pengusaha yang terkenal dan cukup berpengaruh... kematian nya pasti akan menjadi sorotan publik... sudah pasti kasus ini akan ditindak lanjuti serius...."


" Berarti kamu tidak aman kan mas...!!!!"


" Iya... itu sudah pasti...!!! aku adalah buronan sekarang... dengan membunuh tiga klan mafia... tapi kau tak perlu risau Iz... aku tidak alan melibatkan mu soal kasus ini... aku akan selesaikan semua ini sendiri....!!!" jawab Dika dengan ringan,.dia tak mau terlihat gugup dan panik di depan Faizal, meskipun hatinya sebenernya sedang sangat ketakutan setelah dia melakukan hal itu


" Ini sudah menjadi resiko yang ku ambil dengan matang...!!! apapun yang terjadi kau harus tetap selamat dan kembali ke rumah... aku titip pesan pada Melisa.... sampaikan kalau aku selalu merindukan nya...."


Faizal tertunduk, ada kesedihan yang teramat mendalam didadanya, Dika berani melakukan hal ini karena ingin membebaskan dirinya, dia yang sudah bodoh mau mau nya tergiur dengan iming iming uang banyak dari bos mafia itu


Jika akhirnya semua seperti ini, Dika saat ini menjadi seorang buronan, menyandang predikat pembunuh berdarah dingin yang tega membunuh komplotan nya sendiri, tidak hanya para polisi yang mencari mas Dika, pasti anak buah bos Reyden juga akan mencari dan membalaskan dendam bos besar nya, Dika dalam bahaya besar


" Aku gak bisa ninggalin mas Dika sendirian... apapun yang terjadi aku akan selalu menemanimu mas...."


" Jangan Is... aku sudah melakukan ini semua untuk kebebasan kita... setidaknya salah satu dari kita harus bisa kembali berkumpul dengan keluarga... menyampaikan pesan jika aku tidak bisa bertemu Melisa lagi... dan katakan pada anak ku... jika ayahnya mencintai nya...."


" Tapi mas....!!!!" Faizal keberatan, dia mau bersama Dika dalam keadaan apapun


" Percaya pada ku Is... semua akan baik baik saja..." Dika mencoba meyakinkan Faizal

__ADS_1


" Aku akan disini menemanimu sampai keadaan aman... setelah semua aman aku akan kembali dan menyampaikan pesan mu pada mbak Melisa..." jawab Faizal pasrah


" Kau memang saudara ku yang baik....!!!" Dika menepuk bahu Faizal bangga


Saat ini mereka berada di pinggir danau, disebuah rumah gubuk yang pernah Dika singgahi saat dia menghilang dulu, gubuk ini dia gunakan sekarang untuk bersembunyi dari polisi maupun anak buah bos Reyden yang pastinya sedang mencari nya


NYAWA DI BAYAR DENGAN NYAWA....


" Istirahat lah Is... kita butuh banyak tenaga untuk menghadapi hari hari selanjutnya, istirahat lah cukup... gunakan tenaga mu untuk hal hal yang kedepan nya mungkin tak dapat kita duga... karena aman kita pasti hanya sebentar sebelum mereka bisa melacak keberadaan kita...." ujar Dika memberi pemahaman pada Faizal


" Nanti... jika memang kondisinya mendesak... kau harus cepat pergi menyelamatkan diri Iz... jangan hiraukan aku... aku akan menghadapinya sendiri... menyelesaikan apa yang sudah aku mulai...."


Dika keluar dari gubuk, duduk di balai mengahadap ke air danau yang terlihat tenang, sepoy angin berembus tenang membawa sedikit ketenangan untuk membuatnya berfikir


Nasi sudah menjadi bubur... semua sudah terjadi... yang terpenting sekarang dia sudah bisa membawa Faizal terbebas dari belenggu si Mafia itu... mereka sudah mati... sudah Dika kirim ke alam baka...


Dika teringat Melisa, teringat dengan pesan dari Wawan yang terakhir dibaca nya


Dika tak tau apakah dia masih bisa bertemu Melisa lagi atau tidak, dia bisa bertemu dengan buah cinta mereka atau tidak, cepat atau lambat... entah itu polisi ataupun anak buah bos Reyden pasti akan menemukan persembunyian nya, disitulah semua akan berakhir, semua harapan, impian dan cinta nya akan berakhir dalam sebuah tragedi....


" Mel... maafkan mas ya... mas gak bisa nepati janji menemanimu sampai kita sama sama tua... menemani mu membesarkan anak kita... jadikan dia pengganti ku... dia adalah aku dengan versi kecilku yang akan menemani mu hingga tua mu... satu hal yang harus kamu tau sayang... mas sangat mencintai mu.... amat sangat....!!!!" tangis Dika sesenggukan


Dika membuka ponsel, menekan nomor telpon seseorang dan menghubungi nya...


Bersambung~


Double Up nya


Jangan lupa Di Vote


Happy Reading....

__ADS_1


__ADS_2