
" Kedua apa mas Dik...!!!!" tiba tiba Faizal datang dan langsung menyahut ucapan Dika
Tatapan Faizal begitu tajam, Dika makin merasa ada yang berbeda dari Faizal sebab setahu nya Faizal tak pernah bersikap seperti ini pada nya, apalagi menatapnya dengan tatapan kurang sopan seperti ini
" Mas Dik ini aneh... aku datang kesini karena peduli sama mas Dika pengen lihat usahanya seperti apa perkembangan nya... tapi kenapa malah aku dicurigai...!!!" lanjut Faizal dengan nada gak terima
" Bukan gitu Faiz...!!!" bela Dika cepat
" Aku ngerasa kamu aneh... kamu kan tipe anak yang sangat peduli dengan keluarga mu... tapi kenapa tumben nya kamu pulang tapi gak menengok mereka sama sekali...!!!"
" Karena aku tau mas aku pulang cuman satu hari hanya mau nengok kamu... makanya aku gak mampir karena takut cuman bikin mereka sedih karena belum sembuh kangen nya...!!!" bantah Faizal cepat
" Tetep aneh... ini bukan Faizal yang aku kenal...!!!" Dika tetap teguh dengan pendapatnya
Melisa langsung memegangi pundak Dika, takut jika perselisihan ini membuat Dika dan Faizal berantem, persahabatan baik mereka yang sudah terjalin sejak lama harus hancur hanya kesalah pahaman sesaat
" Mas.... ingat jangan terbawa emosi...ingat mas... mas Faizal itu teman mu..." bisik Melisa mencoba meredam emosi Dika
" Aku rasa mas Dika yang aneh... mas Dika seperti orang sedang ketakutan... makanya terlalu cemas, paranoid dan curiga dengan orang lain... apabila ada sesuatu yang berbeda sedikit dari orang lain langsung curiga menganggap ada sesautu yang aneh...." Faizal langsung membanting omongan, balik menyudutkan Dika
" Kenapa mas Dik...!!! kenapa mas Dika ketakutan seperti itu...!!! apakah ada sesuatu yang dirahasiakan...!!!! ada sesuatu yang pernah kamu lakukan tanpa kami tau...!!!;" tanya Faizal yang sedang memojokkan Dika
" Apa maksudmu...!!!" tanya Dika balik, Dika berusaha tenang dan mengendalikan keadaan, dia tak mau terlihat panik dengan pertanyaan Faizal, yang sebenarnya memang benar
Bisa jadi Dika terlalu ketakutan dengan rahasia besarnya makanya dia jadi paranoid seperti saat ini
Faizal tersenyum sinis
" Kalau mas Dika tidak ada rahasia yang disembunyikan kenapa harus berfikir negatif kepadaku...!!!!"
Melisa jadi sedikit terpengaruh dengan kata kata Faizal, menurutnya Dika memang terlalu curigaan terhadap Faizal, bisa saja kan dia memang menyempatkan pulang hanya karena ingin melihat usaha Dika yang baru, karena sangking pedulinya,
Kalau memang tidak ada sesuatu yang mas Dika sembunyikan, gak mungkin dia segitu paranoidnya
Tapi entah apa yang disembunyikan... Melisa pusing tak mengerti
" Tidak ada yang aku sembunyikan... atau rahasia apapun...!!! aku hanya merasa ada yang aneh dari mu...!!!" sangkal Dika dengan tenang
" Oke kalau emang gak ada yang mas Dika sembunyikan...berarti santai aja donk... bawaan nya gak usah parno gitu..." balas Faizal lagi sambil berjalan kembali ke kamar nya tadi
Dika menghela nafas kasarnya, entah kenapa tatapan Faizal tadi seakan sedang memaksanya untuk mengatakan apa yang sudah pernah Dika lakukan tanpa Melisa ketahui, seakan Faizal sedang menggertaknya dengan janji yang sedang diulurnya
Tapi Dika segera membuang pikiran itu, rasanya tak mungkin kalau Faizal ketemu dengan komplotan Mafia itu
" Mas... menurut aku mas Dika emang terlalu berlebihan... jadi jatuhnya kaya lagi curiga..." Melisa mengulas lagi
__ADS_1
Dika berganti menatap Melisa dengan tatapan yang sulit diartikan
" Aku kenal betul Faizal Mel... Faizal yang ku kenal bukan seperti ini..." sahut Dika
" Terus menurut mas itu bukan mas Faizal...???" tanya Melisa memprotes
" Aku gak tau...!!!" balas Dika ketus
Kalau diteruskan malah dia yang jadi berdebat dengan Melisa, sepertinya Melisa terpengaruh dengan kata kata Faizal
" Udah ayookk tidur... gak usah dibahas lagi..." ajak Dika pada Melisa, menuntun tangan istrinya dibawa ke kamar
" Jadi bener kalau kamu punya rahasia yanh aku gak tau...???" pertanyaan Melisa benar benar membuat Dika jadi kesal
Dika tetap diam menunggu sampai mereka duduk dikamar, baru dibahas
" Kenapa kamu tanya seperti itu...???" tanya Dika balik setelah mereka duduk di kamar
" Gampang banget sih kamu ini terpengaruh dengan omongan orang...!!!"
" Bukan terpengaruh mas...aku hanya menguraikan nya aja... kenapa kamu sebegitu negatif thinking nya dengan kedatangan mas Faizal... " protes Melisa membela diri
" Kan sudah mas bilang... mas kenal betul siapa Faizal... jadi kalau ada sesuatu yang berbeda dari nya meskipun sedikit aku tetep tau...!!!"
" Kaya perbedaan yang terjadi sama mas kan...!!!" balas Melisa sinis
Melisa ingin memprotes lagi, tapi Dika langsung mengisyaratkan nya untuk diam
Dika meraih ponselnya, duduk di pinggir jendela menelpon seseorang
" Hallo Dik...!!!" sahut seseorang yang di telpon nya
" Tumben Faizal pulang sendiri gak bareng kamu..." Dika langsung to do point, orang yang sedang di telpon nya adalah Wawan
" Lhoooo Faizal wes neng nggon mu ta...!!!!" tanya Wawan dengan nada kaget
" Cae ki lungo dari kemarin gak pamit kok... aku ee nganti bingung tumben tumben ne de'e lungo gak genah..."
Melisa mendengarkan percakapan Dika di telephone
" Aku sih ngerasa ada yang aneh sama Faizal... gak biasanya kan dia pergi sendiri apalagi perjalanan jauh... dan yang paling nggak nggenahi de'e iku pulang cuman mau nengokin bengkel ku ae... gak mau ketemu ibu bapak nya..." ujar Dika menyampaikan keanehan nya pada Wawan
" Lhooo looo lhooo kok tumben iku...!!! terus saiki cae dimana...???"
" Di bengkel ku nginep...!!!"
__ADS_1
" Aku yoo ngrasa og Dik ada yang berubah dari Faizal semenjak dia ketemu dua orang yang kebetulan service mobil mewahnya dan Faizal yang menangani..." Wawan mengutarakan juga pemikiran nya
" Siapa...!!!" tanya Dika tajam, seakan dia sedang menolak pemikiran nya sedari tadi
" Aku gak patek paham... mung orang nya kelihatan nya sih kaya bos bos besar ngunu... si Faizal di ajak mereka pergi katanya sih buat tanda terimakasih karena sudah ngasih pelayanan yang memuaskan....!!!" terang Wawan
" Nahhh balik seko diajak lungo wong loro iku... de'e malih gak nggenah... kaya lagi mikir opo gitu... malahan bar iku gak serius kerja... jarene dia wes dapat chanel duit sing gampang tur kepenak.... mangkane tiba tiba de'e ilang...."
Dika diam dengan tatapan tajam kedepan, waajahnya tegang
" Aku padahal wes nolak kecurigaan ku soal itu... tapi sepertinya keadaan mengarah kesitu..." batin Dika menggumam
" Terus gimana keadaan ne de'e Dik....ndek kono...???" tanya Wawan membuyarkan ke cemasan Dika
" Baik sih... muk aneh aja... makane aku mastiine tekok koe..." sahut Dika cepat
" Aku sih rada curiga Dik... nek Faizal wes di pengaruhi bos iku... mungkin dia lagi di prentah sesuatu... soale dia karo aku dadi meneng gak nyapa nyapa blas... " ujar Wawan lagi, semakin memberatkan spekulasi Dika
" Bisa jadi...!!!" balas Dika pelan
Sekelebat bayangan dua orang yang sejak kemarin memperhatikan bengkel Dika tertangkap diujung tatapan Dika yang kebetulan sedang menatap keluar
" Seek Wan... ngko tak telpon ne neh..." Dika langsung menutup telpon nya dengan cepat
" Mel... kamu diam di kamar... aku akan kunci pintu kamar dari luar... kamu diam dikamar siapapun yang nengetuk pintu kamar jangan menyahut, mas gak akan ketuk pintu karena mas yang bawa kunci..." Dika mewanti wanti Melisa
" Emang nya ada apa mas...???" tanya Melisa heran campur bingung dan ikutan parno
" Nanti mas jelasin... sekarang kamu ikuti aja apa yang mas katakan...!!!" Dika segera keluar sembari mengunci pintu, sebelumnya dia juga menutup jendela dan gorden, menyuruh Melisa mematikan lampu, dan tidak boleh mengintip
Melisa hanya diam mematung duduk di tepi ranjang,
Akhir akhir ini mas Dika selalu bersikap seperti itu, seperti ada orang yang memang sedang mengincarnya dan membahayakan
Apakah mas Dika memiliki musuh...?????
Melisa yang penasaran melanggar larangan Dika, doi meningkap sedikit gorden dan mengintipnya
Di luar Dika sedang berdiri menatap sekeliling dengan tajam, lalu mengecek semua semak semak
" Aku makin bingung... ini mas Faizal yang aneh apa mas Dika yang aneh... kenapa keadaan menjadi se aneh ini...!!!;"
Bersambung~
Jangan lupa kasih Vote yang banyak ya readers
__ADS_1
buat suport othor biar makin cemungut up nya hihihihiii
Happy Reading...