
Dika berdiam diri setelah bertemu mantan kekasihnya tadi
Pikiran nya saat ini kacau..
Antara merasa bersalah dan menyesal telah menyakiti Je dulu, ada rasa marah karena melihat Je telah bahagia dengan laki laki lain, rasanya hati nya tak terima melihat Je sudah membuka hati lagi,
Laki laki itu jauh lebih hebat darinya..
Dika merasa sangat hina....sangat tak selevel...
Belum lagi...
Soal janji nya pada Melisa untuk segera memberikan status yang jelas..
Dika masih gamang, kemarin dia hanya terbawa suasana karena Melisa terus menangis dan merajuk karena di bully teman kerja nya
Dika frustasi....benar benar kacau saat ini
Dia memilih menyibukkan diri dengan lembur dibengkel, menghindari bertemu Melisa dulu hari ini, dia bahkan tak tau akan bersikap seperti apa jika bertemu gadis itu
Mungkin dia salah...
Dia telah memberikan harapan besar pada seorang gadis sedang dia sendiri belum tau pasti kondisi perasaan nya
Sebagai seorang laki laki tentu bukan hal munafik jika dia nyaman dan senang hidup bersama seorang gadis yang mau tinggal bersama layaknya suami istri tanpa ikatan apapun
Bahkan selama ini Dika juga belum pernah sekalipun mengungkapkan isi hatinya pada Melisa secara resmi
Awal mereka bertemu, gadis itu hanya haus kasih sayang, butuh orang yang bisa bersikap manis dan mengerti dirinya
Meskipun pada awalnya Melisa tampak malu malu dan selalu menolak tiap ajakan Dika, namun sebenarnya gadis itu memang menginginkan nya.
Dika tak pernah memaksa Melisa memberikan apa yang dia punya, dia memberikan nya atas dasar sama sama mau
Laki laki mana yang tak mau jika diberi tanpa harus memberikan imbalan apapun...!!!
Meskipun Dika juga pada akhirnya mengoebankan apapun yang dia punya untuk Melisa,
Apa itu semua masih kurang...????
Haruskah dituntut untuk menikah...???
Haruskah memberikan status yang pasti jika selama ini mereka juga sudah melakukan nya tanpa ikatan apapun...!!;
Dika berkecamuk dengan pikiran nya sendiri, seolah dia sedang memprotes semua pernyataan yang menjurus menyalahkan nya, menganggap dia tak bertanggung jawab pada Melisa, hanya karena cinta mereka saat ini adalah cinta tanpa adanya kepastian
Apa dengan memgorbankan semua yang dia punya belum dikatakan bertanggungjawab...???
Klunting
Pesan masuk dari nomor bang Gondrong
" Mas... kamu dimana...??? ini aku Melisa mas... udah selarut ini kok mas Dik belum pulang ke kontrakan...!!! aku khawatir mas..." tulis Melisa melalui ponsel gondrong
__ADS_1
Dika hanya meliriknya dengan malas
" Kamu khawatir atau kamu mau menanyakan soal status lagi...!!! bukan kah tanpa status pun kamu sudah menikmatinya...!!!" umpat Dika geram
" Mas .. bales aku donk mas... aku khawatir... kamu baik baik aja kan...!!!"
" Aku baik... aku gak pulang malam ini... aku banyak kerjaan jadi harus lembur...!!! kemarin kan pekerjaan ku terbengkalai karena kelamaan ditinggal libur..." balas Dika dengan nada ketus
" Kehadiran mu malah membuat ku pusing...!!! kau memang sangat berbeda dengan Je... selama aku bersama Je aku sekalipun tak pernah mengorbankan apa pun yang ku punya apalagi hal yang sangat berharga dalam hidupku....tapi bersama kamu... bahkan aku juga sudah mendapatkan barang bekas orang pun aku harus mengorban kan semuanya hanya demi kamu...!!! apa itu semua kurang Mel...kamu masih saja menuntutku untuk menikahimu...!!!! kamu tak seistimewa Je...tapi kamu selalu membuatku di pojokkan semua orang... disalahkan semua orang... padahal kamu mau dan menikmatinya juga...!!!!"
" Yaudah mas kalau kamu mau lembur... hati hati ya... jaga kesehatan... jangan terlalu kecapean..." balas Melisa lagi
Dika hanya mendengus sinis menanggapinya,
Jika berada diposisi Dika pun, melihat dari kaca laki laki mungkin rasa marah dongkol kesal dan segala umpatan yang dirasakan Dika saat ini tak salah
Kenapa tak salah...!!!
Bukan kah laki laki yang normal dimana saja, tidak akan menolak saat memancing ikan dengan sedikit umpan namun langsung mendapatkan semuanya...!!!! bukan kah itu dinamakan rejeki double bonus...????
Tentunya tidak ada satupun laki laki yang menolak nya bukan...!!!
Melisa yang haus kasih sayang, haus kepedulian, dan mungkin juga haus sentuhan lembut dari seorang pria
Dan Dika datang menberikan kenyamanan itu, lalu Melisa dengan suka rela memberikan semuanya, apakah setelah itu terjadi semua adalah salah si laki laki...??? tentu tidak bukan...!!!!
Tetapi semua sudah terjadi, Dika terjebak dalam permainan nya sendiri
Saat ini tidak hanya Melisa yang bergantung pada dirinya, tetapi kenyataan dia harus bertanggungjawab pada apa yang sudah dijanjikan nya pada gadis itu.
" Gue liat semenjak abang ketemu cewek tadi jadi murung aja bang...!!!"
" Perasaan mu aja kali... aku lagi focus menyelesaikan pekerjaan ini..." kilah Dika dengan ekspresi santai
" Lihat deh muka abang... madesu...!!! abang kaya lagi patah hati dan tertekan...!!!" Wisnu sok tau, tapi memang tebakan Wisnu benar adanya
Dika menghentikan pekerjaan nya, menatap Wisnu dengan serius
" Sebagai cowok normal... kamu bakal nolak gak kalau ada perempuan yang dengan suka rela tinggal bareng kamu dan mau melakukan hal layaknya suami istri...????" tanya Dika serius
Wisnu terkekeh
" Hahahaa... ya mau lah bang... dimana mana yang cowok cari itu apa sih...!!! masa udah dapet yang gratis mau ditolak... ya kali..." sahut Wisnu
" Dan setelah semua itu dilakukan atas dasar sama sama mau... lalu si laki laki akan diumpat di salahkan oleh semua orang dituntut untuk bertanggungjawab...!!!"
" Ya.... gimana ya bang.. hukum adatnya emang begitu... tapi kalau era jaman sekarang bang... asal dua dua nya sama sama mau tohhh juga sama sama menikmatinya ya bukan salah cowok aja donk....terkecuali ada pemaksaan dan ancaman..." sahut Wisnu santai
Dika merasa terbela, dia merasa apa yang dilakukan pada Melisa adalah hal yang wajar, dan bukan salah dia juga jika dia belum siap memberikan kejelasan status saat ini.
" Kenapa bang... pacar abang minta dinikahi ya..." tanya Wisnu sambil cengengesan
" Cewek emang gitu bang... pas berbuat nya mau... tapi abis itu nyalahin cowoknya... dikatain gak bertanggungjawab lah... baji**"n lah... padahal aslinya dia juga menikmati... malah dia juga sering minta nambah....hahahaha...."
__ADS_1
" Udah bang cuekin aja... sekali kali kalau cewek lu udah kebanyakan minta dan menunyut... lu cuekin aja bang... nanti juga doi bakalan kebakaran jenggot... nyari nyari dan ngejar lu duluan... apalagi kalau udah biasa lu genjot... bakal ketergantungan deh bang... percaya ama gue..."
Dika menatap Wisnu penuh arti, ucapan Wisnu ada benarnya juga,
Kenapa dia harus pusing saat keadaan seperti ini, bukankah ini peluang bagus untuk nya membuat Melisa mengejar ngejarnya dan kebingungan karena sikap Dika yang berubah, ini akan memudahkan nya untuk mengulur waktu soal nikah siri itu
" Maaf Mel... ini bukan hanya salah ku... tapi kamu juga menikmati nya juga..." bisik Dika lirih
" Udah deh bang... gitu aja diambil pusing... jaman sekarang hal kaya gitu udah lumrah... gue aja biasa setor ke pacar gue... buang bibit hahahaa...yang pentingkan kita ngelakuin nya atas dasar mau sama mau... ngapain udahnya cowoknya aja yang disalahin... pad desyah desyah gak bilang tuh kalau cowoknya yang salah... malah kadang minta nambah..."
Mulut si Wisnu pedes juga rupanya,
Dika jadi semakin yakin untuk mengulur waktu tentang statusnya pada Melisa
Saat ini dia masih ragu, hati kecilnya masih tak terima atas kenyataan Je telah bersama laki laki lain yang lebih hebat darinya,
Dika masih mengharap ada kesempatan untuknya kembali bersama gadis teristimewanya itu, Je tak bisa tergantikan...
Dika harus bisa lebih sukses dari laki laki itu, maka Je pasti akan mau kembali padanya
Soal Melisa...
Biarkan saat ini seperti ini..
Jika gadis itu kembali merajuk, berdrama soal status mereka, cukup berikan kata kata lembut dan sentuhan sentuhan yang hangat maka gadis itu akan diam dan mau melakukan nya lagi..., Dika juga belum bisa meninggalkan nya,
milik Melisa sangat menggairahkan...!!!!
Bersambung~
Author harap part ini bukan untuk hujat menghujat ya Readers...
Saling menyalahkan baik Dika maupun Melisa
Tapi semoga kamu yang membaca nya bisa mengambil pesan dari author yang terjandung di dalam nya,
Terutama kamu perempuan dan mungkin seorang ibu atau bapak yang punya anak perempuan
Sebelum bertindak pada hal yang terlalu menggiurkan pikirkan dulu resiko dan akibatnya
Kurang lebihnya seperti itu lah sikap dan pikiran laki laki diluaran sana yang sudah berhasil mendapatkan apa yang dia cari pada dirimu....
~:)~
Author minta maaf ya Readers beberapa hari ini gak bisa Up
Tapi janji deh... habis ini bakalan diupayakan lebih rajin lagi untuk Up
So...
Janga lupa Vote nya ya Readers...
Dukungan kalian juga menjadi spirit tersendiri lohhh bagi author...
__ADS_1
Happy Reading.....