
Melisa segera menghabiskan teh manis hangat di cangkirnya, dia hanya ingin segera mendengar cerita soal kedua orang tuanya tanpa di tunda tunda lagi
" Udah mbah... teh nya sudah Melisa habiskan..."
" Waaaooww kamu itu haus apa doyan...!!!" Cibir Marwoto, orang tua satu ini julid nya kaya admin lambe turah hihihiii
" Nastiti... masuklah ke dalam... buatkan aku rawon kesukaan ku..." mbah Martinah menerintah pada pekerja nya
" Njihhh ndoro putri..." sahut Nastiti patuh sembari sungkem dan pergi ke dapur
Seperti nya mbah Martinah sengaja mengusir Nastiti agar tak mendengar apa yang akan mereka bahas di teras.
" Sasmito itu... lelaki yang terlalu berani tanpa memikirkan konsekuensi..." Mbah Martinah mulai membuka ucapan nya
" Dia datang ke Jakarta bersama rombongan orang desa lain untuk bekerja di proyek sebagai kuli bangunan...tapi seiring berjalannya hari dia disana... Sasmito bertemu Resinda... istri pengusaha kaya dan anak dari pengusaha pertambangan...Resinda yang cantik dan semlohai itu membuat Sasmito gila cinta..."
" Sampai pada Sasmito melihat Resinda sering dipukuli suami nya... Sasmito tak terima... dia terus berusaha membujuk Resinda hingga Resinda setuju diajak nya kabur dan menikah diam diam di kampung Sasmito... yaitu didesa ini..."
" Hubungan mereka yang bodoh lancang dan salah ini ketahuan keluarga besar pengusaha suami Resinda... sebab Resinda meninggalkan 3 anak nya yang masih kecil...akhirnya suami Resinda datang menjemput paksa... namun karena Resinda sudah kemakan rayuan Sasmito dia melawan... dia lebih memilih tinggal bersama Sasmito yang miskin dan hidup susah... Hmmmm bodoh juga ibu mu itu...!!!!"
" Sasmito sering dihajar diam diam oleh anak buah suami Resinda... bahkan hampir beberapa kali mau di bunuh...!!! sampai pada sebuah kesepakatan... kalau Resinda tak mau melihat Sasmito dibunuh maka Resinda harus kembali ke suami nya yang kaya itu... Resinda akhirnya dengan terpaksa menyetujui nya... dia tak mau suami tercinta nya mati sia sia... jadi setelah kamu lahir... ibu mu di jemput paksa... dan di bawa sejauh mungkin dari Sasmito....tak akan pernah diberi ijin untuk menemui kalian lagi... atau kalau tidak Sasmito akan mati..."
" Bisa jadi ibu mu sudah bosan hidup dengan Sasmito yang kere...!!! masa anak kota yang cantik dan kaya malah disuruh kesawah kerja kasar...!!!! bodohhh memang Sasmito itu..." Marwoto menambahi
Melisa diam tak tau harus menjawab apa,
Kenyataan demi kenyataan yang menyesakkan dada nya harus ia terima dengan jiwa yang tegar
" Jadi semua ini terjadi atas kesalahan bapakmu...!!! dia membawa kabur istri orang malah dinikahi nya diam diam... di ajak hidup sengsoro...blangsak... sampai dihamili pula...kalau di pikir pikir kan pernikahan Sasmito dan Resinda itu tidak sah...!!! mereka hanya nikah Siri... kamu adalah anak yang terlahir diluar nikah...!!!"
*DEG
DEG*
Hati Melisa bagai tersambar petir,
Anak Diluar Nikah...!!!!
Air mata Melisa tumpah ruah membanjiri jiwanya yang kesakitan
" Itu memang kenyataan yang harus kamu tau Melisa... makanya bapak mu menikahi Murni...rela menyanggupi semua persyaratan dan mahar yang bapak Murni minta sampai dia harus hutang ke Rentenir di kota B sana yang bernama Rusono...hingga turun ke anaknya Gani... demi apa...!!! demi kamu ada akta kelahiran tercatat sebagai anak resmi dari Sasmito dan Murni...!!!" lanjut mbah Martinah menjelaskan semua nya
" Jadi... jadi... bapak hutang itu..." Gagap Melisa
" Yahhh... bapak mu hutang ngejibun sampai dia mati belum lunas awalnya dari bapak mu yang menyanggupi permintaan mahar orang tua Murni... sebab jika bapak mu tak menikahi Murni.. kamu akan tercatat anak lahir diluar nikah... dengan keadaan Hubungan tanpa Status...makanya bapak mu rela hutang sebanyak itu... sampai dia sakit sakitan nyari duit buat bayar hutang... bukannya lunas tapi utang malah banyak karena bapakmu sakit sakitan...!!! mana mau Murni nyari duit buat ganti utang... Murni aja nikah sama Sasmito terpaksa.. karena hanya Sasmito yang sanggup menyanggupi permintaan bapaknya...Murni juga harus repot ngurusi anak Sasmito yang masih bayi... harus siap jadi ibu untuk kamu...!!!"
" Untung saja aku tak meminjamkan uang sepeserpun pada nya waktu itu... kalau ku pinjami sampai sekarang uangku tak akan kembali... mana Sasmito sudah keburu mati...!!!"
__ADS_1
Hiks... hiks...hiks...
Melisa tersedu sedu...
Dika langsung memeluknya menenangkan, tak peduli di depan dua orang tua sekalipun
" Tenang sayang... kuasai dirimu..." bisik Dika pada Melisa
" Mbah... sekarang ibu dimana mbah..." rengek Melisa pasrah
" Ya bersama suami kaya nya... dan tiga anak kandungnya... mereka hidup bahagia menjadi keluarga yang berkecukupan...dan terpandang... memang sebenernya begitu kan hidup mereka... bapak mu saja yang tak tau diri itu... membawa istri orang kok diajak hidup mblangsak...!!!" sahut Mbah Martinah tanpa peduli perasaan Melisa yang hancur atas ucapannya itu
" Saran ku sih... tak perlu kau cari ibu mu itu... mungkin saja dia sudah lupa dengan mu... kalau kau muncul lagi dalam hidupnya... itu hanya akan membuatnya susah lagi...coba kau pikir kalau suaminya tahu kamu... apa gak di pukuli lagi ibu mu itu... sudah lah... biarkan ibu mu bahagia... jangan usik hidupnya atas kesalahan bapak mu yang bodoh itu..."
" Aku hanya mau ketemu ibu mbah.... aku hanya mau tau wajah ibu..."
" Dikamar yu Sutini masih ada album foto ibumu dan bapakmu... cukup lihat fotonya saja...tak perlu kau hadir dan mengganggunya...apa kau tak kasihan harus menghancurkan kebahagiaan nya lagi...!!!!"
" Oya... kalian berdua ini apa sudah menikah...???" tanya mbah Martinah setelah beberapa saat
" Jangan sampai kalian ini kumpul kebo...apa nggak turun temurun itu kelakuan seperti itu...ciihhh...!!!! "
Gleeekkk
Melisa seperti dihantam palu braja di ubun ubunnya
Ya Tuhan... hubungan mereka bahkan lebih buruk dari hubungan status ibu dan bapaknya dulu, Melisa dan Dika berhubungan layaknya suami istri tanpa ikatan status apapun
Melisa memberikan dirinya secara cuma cuma...
Dia bahkan lebih hina dari pela**r yang menjajakan dirinya pada para hidung belang,
" Kami mau menikah mbah... makanya kami kemari... mau mencari wali untuk Melisa.." sahut Dika tegas
"Ciiihhh...!!!! anak sama orang tua kelakuannya sama saja... punya hubungan kok hubungan kumpul kebo... murah sekali sih harga dirinya...!!!! untung saja saya tak mau mengakui keluarga yu Sutini... bikin malu aja...!!!" umpat mbah Martinah dengan tatapan jijik
" Wes mbok keloni tiap hari haaa...??? " tanya Marwoto pada Dika
" Kok gampangan men anak ke Sasmito....sama dengan bapaknya sama sama bejat...!!!!"
" Bukan begitu pak...!!! tolong jangan hakimi Melisa atas kesalahan masa lalu orang tuanya...kami tak seperti bapak atau mbah pikirkan...!!!" patah Dika cepat
" Mbah... terimakasih atas penjelasan nya... maaf jika nenek, dan bapak banyak salah... banyak menyusahkan kalian....terimakasih....saya janji saya nggak akan kesini lagi atau mengakui kerabat kalian...saya permisi...!!!" Melisa segera memotong ucapan Dika
Percumah juga mereka membela diri, tohh nyatanya mereka memang lebih buruk dari pezina manapun
Melisa hanya tak mau kesalahan nya sekarang selalu diungkit ungkitkan dengan bapak ibunya, mereka tak tau apa apa soal kesalahan ini
__ADS_1
Ini mutlak kebodohan dirinya sendiri
Melisa segera bergegas keluar pagar rumah mbah Martinah, menyeka air matanya yang hampir habis rasanya
Dika segera menyusul
" Sayang... makan dulu kerumah bu Fatimah... tadi sudah pesan begitu kan beliau..." ajak Dika pada Melisa begitu tiba dirumah
" Nanti aja mas... aku capek mau istirahat dulu dikamar..." tolak Melisa lesu, sedari rumah mbah Martinah tadi dia hanya diam tak mau bicara apapun
" Nanti sakit loh....makan yahh..." bujuk Dika lagi
" Kamu aja kalau mau makan... aku lagi pengen sendiri dulu..." Melisa langsung masuk kamar
Kleek
Pintu kamar dikuncinya dari dalam
Pikiran nya saat ini sedang amat sangat kacau, bukan hanya tentang soal orang tuanya, tapi lebih tentang dirinya, Melisa menangisi nasibnya
Apa yang dilakukan nya salah....SALAH...
Wajar jika rekan rekan kerja nya direstaurant menghakiminya, karena memang yang ia lakukan adalah hal yang tak terpuji
Lalu saat ini dia harus tetap maju dikubangan salah, atau mundur tapi sudah terlanjur basah....!!!!
Yang hanya bisa ia lakukan adalah maju dan perbaiki semuanya....
Bersambung~
Haiii Guys...
Makasih ya buat kalian yang selalu suport aku dengan komen positif...
Aku seneng masih ada yang mau memberikan apresiasi pada novel yang tak seberapa nilai nya ini
Aku mau minta saran donk....
Siapa ya yang waktu itu daftar pengen jadi pacarnya abang Gondrong...???
Hihihiii
Nanti aku coblangin ke bang Gondrong siapa tau abang Gondrong mau kan....
Komen yaaahhhh...
Jangan lupa Vote yang banyak ya Guys....
__ADS_1
Happy Reading...