Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Kepindahan Faizal


__ADS_3

Sedikit Menceritakan Faizal...


Setelah memantapkan kaki meninggalkan Dika sendirian di tempat persembunyian, Faizal berjanji tidak akan menoleh kebelakang lagi... dia harus tega meninggalkan Dika demi kebaikan bersama...


Begitu tiba di perbatasan Faizal segera mencari bis menuju kampung halaman nya, rumah sederhana yang sudah dia rindukan selama ini, kehangatan keluarga dan rasa saling mencintai dan peduli satu sama lain membuatnya selalu merasa menyesal pernah tergiur iming iming manis bos Reyden, yang justru akhirnya membuatnya tersesat jauh seperti ini


" Mas Dik... pengorbanan mu tidak akan aku sia siakan...!!! aku janji aku akan mencari mu lagi dan akan membantu mu...!!!" gumamnya lirih sembari bersandar di kursi bus dengan lesu


" Aku harus cepat sampai rumah... secepat mungkin aku harus bawa keluarga ku pergi.... jangan sampai rencana mas Dika berantakan...!!!"


Setelah menempuh perjalanan yang begitu melelahkan, kurang lebihnya dua hari perjalanan, Faizal akhirnya sampai di rumahnya, sebelumnya dia sempat melongok mampir di bengkel mas Dika tetapi sepertinya bengkel sepi, mungkin karena tengah malam mbak Melisa sudah tidur, pikirnya... padahal dia gak tau kalau Melisa sudah di rumah sakit


" Assalamungalaikum....!!!" Faizal mengucap salam sambil mengetuk pintu rumahnya pelan, keadaan sunyi mungkin semua penghuni rumah sudah tidur


" Ibu... bapak... mas pulang..." serunya lagi


Faizal sembari tolah toleh menajamkan pandangan nya, takut kalau ada orang yang membuntuti dan mengintainya, bagaimanapun dia masih was was dan khawatir kalau kalau masalah yang mereka hadapi akan berimbas dan mengganggu keluarga nya


" Assalamaungalikum....!!!" panggil Faizal lagi


Dia tidak menyadari kalau dari celah anyaman pagar bambu, ibu nya sedang memperhatikan nya baik baik, takutnya yang datang bukan Faizal anaknya, karena tengah malam begini ada yang mengetuk pintu


" Ibu... bapak... ini mas...!!!" seru Faizal lagi


Kriiieeettt


Pintu kayu usang dibuka pelan, rupanya setelah yakin kalau yang datang memang anaknya ibu Faizal langsung membuka pintu


" Mas Faizal....!!!" panggil ibu pelan


Faizal langsung berhambur memeluk ibu nya melepas segala kerinduan nya


" Ibu...!!! ibu mas kangen bu... gimana kabar ibu... maaf mas pergi tanpa kabar selama ini..."

__ADS_1


" Masuk dulu yuk...." ajak Ibu sembari menenangkan anak lelakinya


" Ibu apa kabar... bapak gimana kabar nya... adik adik buk...!!!" Faizal terus memberondong pertanyaan pada ibu nya


" Adik adik mu udah tidur udah malam... kabar ibu baik nak... bapak mu juga sudah membaik sekarang sudah bisa jalan sedikit sedikit... selama kamu tinggal pergi mas Wawan dan mbak Melisa yang membantu pengobatan bapak..." terang Ibu lembut


" Bapak juga sudah istirahat...." lanjut Ibu


" Kamu apa kabar nak...??? kenapa pergi gak ada kabar sama sekali... apa kamu gak tau kalau ibu khawatir... oya kamu pergi bareng mas Dika kan....??? terus mas Dika juga pulang bareng kamu...kasihan mbak Melisa lagi hamil besar..." tanya ibu balik


" Maaf bu... Faizal kerja di perbatasan wilayah di sekitar hutan... aku sama mas Dika dapat tugas untuk mengelola ekspor impor hasil hutan disana makanya gak ada signal.... jadi sangat susah untuk berkomunikasi dengan orang luar..." sahut Faizal berdusta, dia tak mungkin menceritakan yang sebenernya pada ibu nya bukan....????


" Tapi... mas Dik belum bisa pulang bu... aku memutuskan untuk gak balik lagi kesana... aku gak bisa ninggalin ibu, bapak dan adik adik lagi... jadi mas Dik masih menyelesaikan tugas nya baru nanti nyusup pulang.... " terang Faizal


" Syukurlah Le... kalau kamu gak mau balik lagi... ibu juga sangat khawatir kamu gak ada kabar selama ini... adik adikmu juga butuh bimbingan mu... bapak mu juga butuh kamu Le..."


" Iya buk... makanya aku mutusin balik gak lanjut kerja lagi..."


" Kamu wes makan...??? mau ibu buatkan makanan...???"


Faizal tiduran di kursi kayu di rumahnya, ibu segera menyiapkan kopi yang diminta nya


" Abis ini ndang istirahat yo le udah malem..."


" Iya buk... besok pagi ada hal yang mau aku bahas sama ibu juga bapak...!!!"


***


" Kenapa harus pindah to Le....uhuuukkk uhhuukkk....." tanya bapak Faizal sambil terbatuk duduk di kursi nya, sekarang bapak Faizal sudah bisa bicara lancar dan mulai berjalan lagi setelah stroke yang di derita nya bertahun tahun


" Apa disini sudah tidak ada pekerjaan lain... selain ikut di bengkel mas Dika...???" tanya Bapak lagi


" Bukan gitu pak tapi.... aku kepengen bawa bapak dan ibu ke tempat yang lebih nyaman lagi... di pinggiran desa... nanti kita buka usaha kecil kecilan... ibu sama Anti jaga warung aku mau buka bengkel..." jelas Faizal, dia sudah mengutarakan maksud dan keinginan nya untuk membawa pindah sejauh mungkin pada orang tua nya

__ADS_1


" Tapi itu dimana to Le... tempatnya kok jauh sekali...???" tanya Ibu balik yang sepertinya keberatan


" Bapak udah sempet sembuh sehat seperti biasa waktu acara pernikahan mas Dika dan mbak Mel.... hanya bapak kurang hati hati makanya jadi sakit lagi...." ujar bapak


" Nahhh makanya itu pak .. kalau kita bisa pindah dari sini memulai hidup baru... kita bisa buka usaha... bisa jagain bapak tanpa harus ibu jualan keliling lagi.... biaya di tempat itu juga lebih murah pak... aku rasa bisa untuk kita memulai hidup lebih baik lagi..." Faizal memberi keyakinan, sudut pandang lain pada orang tuanya


" Kalau disini aku mau buka bengkel gak enak sama mas Dik... kalau ibu mau jualan di warung... saingan banyak pak...!!!"


" Apa kamu yakin le disana gak ada saingan...??" tanya bapak


" Aku yakin pak soalnya aku sudah pernah survei kesana dan mas Dika juga menyarankan..." jawab Faizal mantab, karena memang tempat itu pernah di usulkan Dika untuk nya, masalah Dika kapan mensurvei nya Faizal tak tau


" Aku juga pengen lanjut SMA mas..." Anti ikut bersuara, sedari tadi dua adik Faizal hanya diam mendengarkan


" Nahhh apalagi itu... disana biaya sekolah lebih murah buk... Anti sama Nunung bisa sekolah sampai tamat SMA... jauh dari pergaulan yang semakin semrawut seperti sekarang...." pokoknya Faizal harus berhasil membujuk keluarga nya untuk pindah, dia tak punya waktu banyak lagi sebelum komplotan mafia ataupun yang lain nya mengendus keberadaan nya


" Ayooo beresi pakaian kalian kita pergi sekarang....!!!"


" Sekarang banget apa le...??? kenapa ndak nunggu nanti kalau mbak Mel sudah pulang dari rumah sakit... ibu denger mbak Mel sudah mekahirkan..." protes ibu


" Nanti saja bu gampang kita tengok... soalnya aku butuh observasi lagi di tempat tinggal kita supaya kita juga cepet bergerak buka usahanya... bukan apa apa bu takut uang ku keburu habis..."


" Baiklah Le... ibu sama bapak ikut kamu saja... kalau menurutmu itu yang terbaik ya ibu sama bapak pasti setuju..." ucap bapak akhirnya, sepertinya keinginan anak lelaki nya ini tidak bisa di patahkan lagi


Akhirnya semua setuju untuk pindah, Faizal segera mengajak mereka untuk memberesi semua barang yang mau dibawa lalu bergegas mencari angkutan umum yang bisa mengantarkan nya ketujuan, Kenapa tidak mensater mobil saja...??? karena dia tak mau meninggalkan jejak apapun kalau kalau ada orang yang akan datang mencarinya


Pagi buta mereka sudah pergi semua, meninggalkan gubuk lusuh yang mereka tempati selama belasan tahun, harapan mereka adalah melangkah menuju kehidupan baru, menyongsong sebuah kehidupan yang lebih baik, lebih layak lagi...


Selamat tinggal kesulitan... selamat tinggal kesengsaraan...


Begitulah harapan satu keluarga itu selama di perjalanan...


Bersambung~

__ADS_1


Kita doakan ya Readers semoga Faizal dan keluarga bisa hidup lebih baik dan bahagia...


Happy Reading...


__ADS_2