Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Gondrong atau Delon


__ADS_3

Pagi nya sesuai ajakan bang Gondrong semalam, Melisa diantar Dika mengikuti Gondrong kesebuah restaurant yang lumayan mewah dan cukup ramai,


Melisa menarik lengan Dika gugup, mungkin doi kurang yakin bisa diterima kerja di tempat mewah seperti ini, pasti karyawan disini akan dipilih banyak persyaratannya, sedangkan sepertinya satupun Melisa tak memiliki persyaratan itu


" Bang Gondrong...." panggil Melisa, membuat langkah Gondrong terhenti dan menoleh kearahnya


" Abang yakin aku bisa ketrima di restauran ini...????" tanya Melisa ragu


" Udah lu tenang aje... itu urusan gue...." sahut Gondrong santai


" Mass tapi aku nggak yakin... aku nggak punya skill dan pengalaman apapun... ijasah aja aku nggak punya..." bisik Melisa pada Dika


Dika menggenggam tangan Melisa menguatkan


" Percaya sama Gondrong..."


Lalu mereka kembali jalan mengikuti gondrong yang sudah lebih dulu melanjutkan jalannya


" Kalian tunggu disini dulu... gue mau bicara sama supervisor nya..." suruh Gondrong pada Melisa dan Dika, lalu segera masuk ke ruangan supervisor


" Mas kayaknya bang Gondrong santai santai aja masuk sini... apa dia udah biasa kesini ya makanya sampai supervisor aja kenal sama dia...???" tanya Melisa heran


" Mas juga heran... tapi biarlah... kita tunggu hasilnya aja..." sahut Dika sembari menilik Gondrong,


Gondrong sedang berbicara dengan seorang laki laki di dalam, gondrong terlihat santai dengan gaya songong nya seperti biasa, tetapi si lelaki itu seperti sangat menghormati dan segan dengan ucapan Gondrong, bahkan sesekali mengangguk dengan patuh


Tak selang lama Gondrong keluar menghampiri Dika dan Melisa yang masih duduk setia menunggunya


" Selamat siang Bos Delon..." sapa seorang laki laki memakai seragam pelayan kepada Gondrong, si pelayan itu tampak begitu hormat padanya


" Sudah lama tidak datang ke restaurant..." tambah lelaki itu seperti sangat akrab dengannya


" Yahhh... gue lagi ada perlu aja..." sahut Gondrong cuek, lalu langsung menghampiri Dika dan Melisa


" Lu dipanggil supervisor... sana masuk ke ruangannya..." suruh Gondrong pada Melisa


" Tapi Bang.. kalau di interview aku harus jawab gimana... aku nggak yakin bisa diterima..." keluh Melisa pesimis


" Udehhh buruan sono masuk... gue yang jamin lu..." sahut Gondrong


Melisa hanya mengangguk dan langsung menuju ruangan supervisor


" Kamu yakin Ndrong...Melisa pasti keterima...???" tanya Dika ikut ragu


Gondrong menepuk bahu Dika santai


" Aman... lu percaya kan ama gue...!!!"


Thoookk toookk


Melisa mengetuk pintu supervisor pelan, setelah mendapat jawaban dari orang diruangannya Melisa segera masuk


" Selamat siang buk maaf saya mengganggu saya Melisa yang di rekomendasikan bang Gondrong...." ucap Melisa pada supervisor


" Duduk dulu..." titahnya bernada tegas


" Bang Gondrong...??? maksudnya...???" bu supervisor nampak bingung dengan Melisa menyebut bang Gondrong, tapi Melisa juga emang nggak tau nama asli Gondrong itu siapa


" Eee itu buk yang barusan dari ruangan ibu.. laki laki pakai kaus putih sama celana jeans, terus rambutnya di kuncir satu..." terang Melisa kebingungan


Bu supervisor seperti berfikir sejenak


" Ooohh Bos Delon maksud kamu..."


" Aaa... nama bang Gondrong Delon...???" gumam Melisa makin kebingungan


Tapi dia hanya mengangguk menanggapi pertanyaan bu Supervisor


" Baik... berhubung Bos Delon yang meminta mu langsung untuk bekerja disini...kami tidak bisa membantah... meskipun secara kriteria dan syarat kamu tak bisa memenuhi..." terang bu Supervisor tegas

__ADS_1


" Kami akan tetap menerima mu sebagai karyawan bagian waiters... dan mulai besok bisa langsung masuk kerja...nanti penjelasan dan jobdesk nya akan dijelaskan lebih detail lagi besok pagi..."


" Beneran buk saya diterima...???" tanya Melisa tak percaya, wajahnya begitu sumringah senang


" Iya..." jawab si Bu Supervisor seperti memaksa untuk tersenyum


" Ini karena permintaan Bos Delon langsung..."


"Terimakasih buk... terimakasih..." Melisa sungkem pada bu supervisor sambil menyalami tangannya


" Iya sama sama..."


Melisa segera pamit keluar ruangannya dengan wajah yang penuh gembira, langsung berlari menghampiri Dika


" Mas....!!!" panggil Melisa heboh


" Gimana sayang...???" tanya Dika penasaran


Melisa tersenyum lebar sembari mengangguk


" Iya aku diterima disini..."


Dika langsung menoleh berbalik menatap Gondrong yang saat ini tengah santai memainkan gawainya tanpa menggubris kehebohan Melisa


" Ini karena kamu Ndrong..???" tanya Dika penuh selidik, rasanya doi masih janggal dengan Gondrong yang begitu santai dan semaunya disini, dan dia juga berhasil membuat Melisa diterima kerja


" Gak susah buat gue sekedar ini mah... lu percaya kan ama kemampuan gue..." sahut Gondrong tanpa menoleh kearah Dika


" Makasih ya bang Gondrong... berkat bantuan abang aku bisa diterima kerja..." ucap Melisa senang


" Gue cuman bisa bantu ini buat lu berdua...moga lu betah Mel kerja disini... ketimbang jualan roti keliling kagak laku..." sahut Gondrong cuek


" Iya bang . .. sekali lagi makasih..."


" Makasih Ndrong..." tambah Dika Juga


sebelum kerja jadi karyawannya...itung itung gue traktir dehhh..." ajak Gondrong


" Kamu yakin mau traktir kita disini...???" tanya Dika memastikan,


Pokoknya tingkah Gondrong jadi makin bikin kepo dan pinisirin jadi bingung


" Beres kalau ama gue mah...!!!" sahut Gondrong sembari berjalan mendahului mereka, Dika dan Melisa langsung mengekor dengan patuh


" Mau pesen apa kalian...???" tawar Gondrong pada dua sejoli yang masih heran dan bingung dengan dirinya, tatapan mereka masih awas menilik dengan curiga


Tapi gondrong seakan cuek dan tak ambil pusing


" Selamat siang Bos Delon... ada yang bisa kami bantu...???" dua pelayan datang menyapa mereka


" Jadi bener bang gondrong ini nama aslinya Delon...??? tapi siapa dia disini ya kenapa seperti dihormati sekali...!!! apa bang gondrong sering malak disini makanya mereka segan..." gumam Melisa bingung


" Mell pesen apa...???" tanya Gondrong yang membuyarkan lamunan Melisa


" Samain sama mas Dik aja..." sahut Melisa cepat


" Aahhh kalian ini kenapa bikin gue pusing sih... Dika mau nya lu yang milih lu maunya disamain sama si Dika...ribet...!!!" gerutu bang Gondrong yang rupanya sudah lebih dulu menawari Dika


" Kasih menu paling spesial deh buat mereka...!!!" pinta gondrong pada dua pelayan yang terlihat begitu segan padanya


" Baik... ditunggu sebentar ya Bos... permisi..." dua pelayan itu segera pergi


" Nama bang Gondrong itu beneran Delon...???" tanya Melisa ragu


Gondrong diam, hanya alisnya mengerut tajam


" Heeeemmmm..." sahutnya


" Sering ngamen disini bang...??? apa sekalian jaga keamanan...?? kayaknya mereka semua hormat dan segan sama abang..." tanya Melisa lagi

__ADS_1


" Ampe di panggil bos... bahkan bu supervisor juga manggil bos lohh ke abang


" Siapa sih di daerah sini yang kagak kenal gue, dan lu tau kan kalau gue itu paling ditakuti dan disegani... wajarlah mereka manggil gue pakai sebuatan bos... jangan heran gitu donk Mel..." sahut Gondrong santai


" Eee bang maaf aku nanya kenapa nama abang bagus Delon kok mau dipanggil Gondrong sihhh...???" Wajah Melisa terlihat begitu polos


Gondrong terkekeh sebelum membalas pertanyaan Melisa


" Mell gue ini orang jalanan... penguasa jalanan... preman... wajar kalau gue punya nama panggilan..." tuturnya


" Nihhh mas Dik lu kalau masih lama ikut gue ngamen pasti dapet julukan juga..."


" Yaudah aku panggil bang Gondrong bang Delon aja ya...???" pinta Melisa


" Nggak usah...!!!" nada bicara Gondrong berubah ketus dan serius


" Gue lebih nyaman lu panggil Gondrong..."


" Kenapa bang...???"


Dika langsung menggenggam tangan Melisa, memberi kode supaya Melisa tak kepo nanya lagi


" Ta.. tapi mas..." protes Melisa


Dika menggeleng,


Melisa yang masih dengan segudang rasa penasarannya hanya diam cemberut,


Dipikirnya kenapa bang Gondrong malah nggak mau di panggil dengan nama aslinya yang jelas jelas keren itu


Apa nama Delon nggak hoki buat dia...????


Lain dengan Dika, sepertinya Dika menangkap kejanggalan pada mata Gondrong, dia seperti menahan sesuatu saat Melisa terus mendesaknya dengan pertanyaan


Pasti ada sesuatu yang terjadi pada Delon hingga menjadi jiwa Gondrong yang seperti sekarang ini


" Ayo balik....!!!" ajak Gondrong tiba tiba


Melisa yang terkesiap kembali bercicit protes


" Loohh tapi bang pesanan kita kan belum jadi... nanti kena marah kalau nggak jadi pesen...!!!"


" Bungkus aja...!!!"


Dika hanya menggandeng tangan Melisa agar patuh dan ikut mereka keluar dari restaurant


Dari belakang dua pelayang tadi tergopoh gopoh mengejar mereka untuk memberikan pesanan yang sudah dibungkus rapi


" Lohhh kok tau di bungkus mas...???" tanya Melisa heran


" Iya mbak... ini pesanan pak Delon ya..." ucap mereka ramah, lalu segera kembali masuk ke restaurant


Melisa makin bingung, tapi segera mengikuti langkah Dika, penasaran nya yang selebar kebon terlupakan dengan bau aroma masakan yang lezat


" Makasih bang...buat makanan nya...abang Delon apa abang Gondrong nihh....!!!"


Bersambung~


Gimane...???


Makin penasaran siapa sih bang Gondrong sebenarnya...??


stay di sini ya sambil nunggu up tipis tipis dari author


Hihihi


Jangan lupa Vote nya, kasih Vote yang banyak pokoknya biar author makin cemungut


Happy Reading....

__ADS_1


__ADS_2