
Pagi pagi Dika sudah bangun, sudah rapi memakai kemeja dan celana panjang, dia tak pakai kaos dan celana sobek sobek seperti kemarin, rambutnya juga ia sisir rapi dan klimis
Melisa menatapnya sedikit heran
" Mas Dik nggak ngamen..???" tanya Melisa
" Nggak sayang... hari ini mas libur ngamen..." jawab Dika sembari merapikan rambutnya sekali lagi
" Udah rapi gitu mau kemana...??? daftar kerja...???"
Dika berbalik menatap Melisa yang duduk dikasurnya,
" Kemarin itu mas abis nolongin ibu ibu kaya kena jambret..." ujar Dika memulai cerita
Sembari duduk tepat di depan Melisa
" Ibu Fatma nyuruh mas hari ini ke kantornya... mas Juga nggak tau disuruh ngapain... tapu setidaknya ke kantor kan harus berpakaian rapi masa pakai celana sobek sobek..."
" Ohhh gitu..." Balas Melisa
" Oya mas kemarin aku juga dikasih tau bude Mutmainah istrinya pakde Santo..kalau juragan roti adik yang punya kontrakan kita ini lagi butuh karyawan buat jualan lepas... aku pengen daftar..."
" Jadi aku tinggal ngambil roti di tempatnya abis itu aku jual keliling... satu roti upah aku duaribu rupiah lumayan kan mas... terus semisal nggak habis boleh dikembalikan kok..."
" Kamu yakin mau keliling jalan kaki...??? jauh lohhh ini Jakarta yang super panas..."
" Ya nggak papa mas namanya juga nyari rejeki... katamu yang penting halal... dari pada di kontrakan bingung mau ngapain..."
" Yaudah tapi jangan hari ini ya... nanti mas coba tanyakan dulu sama istri pak Santo dulu... kalau tidak terlalu beresiko boleh kamu ambil..."
" Tapi mas Dika hari ini janji jangan pulang sore sore... bosen aku sendirian di kontrakan..." Pinta Melisa manja
" Iya sepulang dari kantor bu Fatma mas langsung pulang, yaa....!! yaudah mas pergi dulu..."
" Iya mas hati hati ya..."
***
Dika mengamati dengan teliti bangunan mewah perusahaan yang sesuai dengan alamat di kartu nama bu Fatma, dengan sedikit ragu Dika berjalan memasuki gedung itu dan langsung ke bagian recepsionis
" Permisi mbak... saya Dika kebetulan saya ada janji sama bu Fatma.." ujar Dika pada staff di bagian recepsionis
" Ohh baik pak silahkan tunggu sebentar ya saya konfirmasikan dulu dengan bu Fatma... silahkan tunggu dulu..." balas Staff dengan ramah,
Dika mengangguk sambil duduk di kursi tunggu,
__ADS_1
Pandangannya ia edarkan kesekeliling, banyak foto foto yang terpajang dengan rapi, ada wajah bu Fatma dengan seorang laki laki bule yang mungki itu suaminya
Bu Fatma terlihat glamour dan elegant, sepertinya bukan orang sembarangan ibu ibu paruh baya itu
" Eee pak silahkan anda sudah di tunggu bu Fatma diruangannya...silahkan masuk nanti naik lift ke lantai 09 itu ruangan bu Fatma..."
" Baik mbak terimakasih..." Dika segera bergegas masuk dan menuju lift
Tak selang lama dia sudah tiba di lantai 09 tepatnya di depan pintu ruangan yang bertuliskan CEO
Benar memang bu Fatma ini pasti perempuan hebat yang sukses, pikirnya memuji
Thoookkk tooookkkk
" Masukkk...." ucapan dari dalam ruangan mempersilahkan Dika untuk masuk
Dengan ragu Dika memutar gagang pintu dan berjalan pelan memasuki ruangan
Seorang perempuan cantik meski usianya sudah paruh baya namun kulitnya terawat dengan baik, segar dan terlihat kencang, tatapan tajam dengan bibir merah menyala, membuat kesan wibawa yang sangat disegani
Perempuan itu duduk di sofa ruangannya sembari menyilangkan kaki santai
" Silahkan masuk Dika...senang sekali kamu mau datang ke kantor ku..." ucapnya lantang mempersilahkan Dika duduk di sebelah sofa nya
" Permisi buk Fatma maaf jika membuat anda menunggu lama..." jawab Dika sembari duduk dengan rikuh di sebelah bu Fatma
" Kebaikan dan ketulusan kamu itu tak bisa dihargai hanya dengan nominal uang..."
" Makanya hari ini saya meminta mu datang menemui ku... aku mau berterimakasih atas kebaikan mu sudah berkenan menolongku tanpa pamrih...sebagai ucapan terimakasih... aku mau menawari mu kerja di bengkel yang dikelola adikku...bengkel kami memang sedang butuh montir handal... siapa tau kamu tertarik... kamu bersedia bekerja di bengkel... daripada sekedar ngamen..." tawar bu Fatma
Dika menatap perempuan paruh baya itu tak percaya,
Rasanya masih syok begitu cepatnya Tuhan memberikan dia jalan bagus di perjalanan dia memulai hidup barunya...
Pekerjaan yang memang ditunggu tunggu dan menjadi harapan Dika sebenarnya
" Bagai mana kamu bersedia kan...???" tanya bu Fatma memperjelas karena melihat wajah Dika yang bengong
" Ibu yakin mau mengajak saya bergabung di bengkel ibu...???" tanya Dika masih ragu
" Jika kamu mau..." jawab bu Fatma
" Sa... saya mau bu... saya mau sekali....mekanik dan montir adalah nyawa saya buk... saya sangat senang jika saya diberi kesempatan untuk kembali pada hidup saya..."
" Aku percaya potensi dan skill mu bagus Dika... meskipun aku baru bertemu dengan mu...apalagi kau punya istri yang harus kamu tanggungjawabi, kasian istrimu jika kerja mu hanya ngamen tak jelas..."
__ADS_1
" Besok kembali lah datang kemari... aku akan mengantar mu ke bengkel ku dan bisa langsung mulai kerja....sebab hari ini aku sedang ada meeting penting nanti siang..."
" Terimakasih bu... terimakasih atas kepercayaan bu Fatma pada saya...."
" Sama sama Dika... aku juga berterimakasih karena kamu telah menolongku..."
" Melisa pasti happy mendengar kabar baik ini..."
" Kalau dalam masa pengawasan prestasi mu bagus... kamu akan aku beri kesempatan untuk mengelola bengkel ku langsung...karena tantangan sekarang yang harus kamu jalani adalah bengkel ku itu sepi....tak terlalu bagus pelayanannya, pengelolaan nya kurang pengalaman dan penguasaan.... jadi aku menantang mu untuk membuatnya bagus dan maju..." bu Fatma memberi tawaran pada Dika
Dika sedikit gugup,
Takut jika dia mengecewakan bu Fatma
Tapi cepat dia tepis, Dika yakin dengan berbekal pengalaman, skill dan penguasaan tentang tata cara pernengkelan yang ia miliki, ia pasti akan sanggup melaksanakan tantangan dari bu Fatma
" Siap bu...saya akan berusaha semaksimal mungkin... saya tidak akan mengecewakan kesempatan yang ibu berikan pada saya... bengkel dan montir adalah nyawa saya..." jawab Dika mantap
" Bagus lah... besok pagi saya tunggu... datanglah bawa optimis dan percaya dirimu itu..."
" Baik bu... saya akan datang tepat waktu..."
Bu Fatma mengangguk dengan bangga,
Dika segera mohon pamit, dia ingin segera pulang dan mengabarkan pada Melisa, membagikan kabar bahagia ini pada wanitanya
Dika sudah tak sabar melihat ekspresi bahagia dan lega wajah Melisa saat mendengar kabar darinya
Hidup mereka akan segera kembali lebih baik
" Sayang.... sayang...." panngil Dika penuh haru begitu Dika tiba di kontrakan nya
Melisa yang sedang memberesi kamarnya segera turun menapaki tangga menghampiri Dika
" Mas Dik udah pulang...??? kenapa kok wajahnya kaya sumringah gitu...???" tanya Melisa
" Aku punya kabar gembira untuk mu....!!!!"
Bersambung~
Terimakasih buat readers yang sudah memberikan suport lewat komen positifnya
Author sangat merasa didukung dengan apresiasi yang kalian berikan
Semoga tetap suka dan selalu mengikuti perjalanan Melisa dan Dika tanpa jenuh ya....
__ADS_1
Jangan lupa Di Vote, like dan komen
Happy Reading....