Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Menceritakan pada Dika


__ADS_3

Melisa sudah terbangun, meski badan nya masih letih karena semalaman melepas rindu basah basahan, dia harus bangun pagi pagi, nyiapin sarapan sebelum Dika bangun, pokonya Melisa pengen Dika makin kerasan merasa di perhatikan, biar dia gak pergi pergi lagi


Setelah mandi wajib Melisa langsung masak dan beberes, doi juga nyiapin sarapan pisang goreng dan kopi hitam kesukaan Dika


Tak lama Dika bangun langsung ke kamar mandi dan nyamperin Melisa di kursi depan


" Pagi sayang... duuuhhh udah ada pisang goreng aja...." sapa Dika dengan sumringah, habis dapat jatah kan badan jadi Geerr hihihi


" Iya donk... kebetulan kemarin aku beli pisang jadi ya sekalian aja aku goreng... mumpung ada mas disini..." sahut Melisa sambil memamerkan senyum manisnya


" Mau ngopi mas...??? tadi aku mau langsung buatin gak jadi takut mas bangun nya masih agak lama malah nanti dingin..." tawar Melisa lagi


" Boleh deh...gak lupa kan kopi hitam kesukaan mas...???" ledek Dika


" Kopi 3 sendok gula nya dua sendok kan...???"


" Good...!!!"


Tak selang lama Melisa datang membawa secangkir kopi untuk Dika dan secangkir teh untuknya


" Kamu gak ngopi...???"


" Nggak mas... akhir akhir ini asam lambung ku suka kumat... perih panas gitu jadi aku lagi gak ngopi dulu sementara..."


Dika langsung menyruput kopi buatan Melisa, kopi yang sangat dirindukan nya, kopi buatan Melisa pokoknya gak ada tandingan nya, apalagi kalau dicampur su*u hihihiiii


" Mantap nih... kopi buatan mu emang ngangenin..." puji Dika


" Eee mas... semalem mas bilang mau cerita soal bengkel mas dulu... emang kenapa...???" Melisa mulai membuka obrolan, sepertinya banyak hal yang akan mereka bahas pagi ini


" Aku udah dapat uang buat nebus bengkel itu Mel... syukurnya kemarin mas joint bisnis dengan kenalan mas seorang pengusaha eksport import sukses berjalan lancar... orang itu bener bener baik... memfasilitasi semua kebutuhan mas sampai bisa ngumpulin duit yang lumayan jumlahnya..." sahut Dika santai


" Cepet juga ya mas... paling mas berkutat selitaran tiga mingguan udah dapat uang segitu banyak nya sampai bisa nebus bengkel dari mas Ghani..." puji Melisa namun doi rada curiga juga


" Yahhh namanya rejeki kadang gak kita duga duga juga sayang.... mas bersyukur di pertemukan dengan rekan bisnis mas yang baik itu... dia mengajari mas banyak hal tentang bisnis yang dijalankan nya dan bisa menghasilkan uang banyak dalam waktu cepat, tanpa harus main ke dukun hehehe..."


" Syukurlah mas aku ikut seneng... apalagi mas udah bisa nebus lagi bengkel mas itu..."


" Rencana nya minggu minggu ini aku mau pulang ke kampung dulu Mel... aku mau urus soal penebusan bengkel itu... aku juga udah nyewa pengacara kalau kalau Ghani mempersulit, intinya apapun yang terjadi bengkel ku harus aku dapatkan kembali... hanya dia satu satu nya harta terberharga ku yang ku bangun dengan sudah payah dan penuh perjuangan..."


" Minggu ini...???" Melisa sedikit keberatan


" Lebih cepat lebih baik sayang... mas takut kalau Ghani akan segera menjual bengkel mas ke orang lain... melihat bengkel makin sepi tak terurus dan terbengkalai..."

__ADS_1


" Tadinya ada hal penting yang pengen aku bahas sama mas... karena mas baru aja balik... tapi kalau mas udah mau pergi lagi ya... berarti harus ditunda lagi..." Melisa sedikit mengeluh dan keberatan


" Emang ada masalah apa sih sayang...???"


" Soal ibu ku...!!!"


Dika langsung menatap Melisa tajam, dia baru ingat kalau semalem sebelum mereka memadu kasih Melisa sempat bilang kalau dia sudah bertemu dengan ibu kandungnya


" Oh iya semalem kamu bilang kan kalau kamu sudah bertemu ibu kandung mu...??? gimana sayang siapa dia dan gimana cara nya kamu bisa ketemu... mas seneng banget lohhh dengernya..."


" Ceritanya panjang mas..." sahut Melisa singkat


Dika langsung paham kalau Melisa merajuk karena dia pamit mau pergi lagi, mungkin rasa rindunya belum terobati makanya dia keberatan, tenang sayang... akan mas berikan apa yang kamu butuhkan


" Mau cerita sekarang atau nanti sepulang kerja...???" Dika berusaha melunak


" Takutnya kamu telat masuk kerja nanti..."


Melisa menghela nafas panjang sambil nenatap Dika dalam, bibir sexy nya manyun


" Aku pengen nya cerita sekarang... aku udah gak sabar pengen ngasih tau mas Dika..."


" Oke.. mas akan dengarkan semua cerita mu dengan detail dan tak terlewatkan..."


" Aku penasaran... kamu ketemunya dimana...kamu nyari langsung di internet atau lewat siapa...???" tanya Dika penasaran


" Dari bang Gondrong..."


" Gondrong...???" Dika makin bingung


" Bu Resinda itu mama nya bang Gondrong sekaligus ibu ku..."


" Haaaahhhh...!!!! " Dika kaget bukan kepalang, dia sampai diam menatap Melisa tajam,


" M...maksud kamu...???"


" Tuan Hermawan adalah seorang pengusaha sukses yang cukup berpengaruh di Jakarta ini beliau menikah dengan anak dari pengusaha batu bara dari Kalimantan karena sebuah perjodohan yang awalnya dijalankan dengan berat hati, mereka memiliki tiga orang anak dari pernikahan mereka salah satunya adalah Delon alias bang Gondrong, waktu adik bang Gondrong kecil... aku lupa namanya mas... bu Resinda kabur dari rumah ninggalin anak anaknya karena gak kuat lagi selalu dipukuli oleh tuan Hermawan, akhirnya ibu bertemu pak Sasmito dan singkat cerita mereka menikah..." Melisa menceritakan perjalanan itu secara detail


" Singkat ceritanya... akhirnya ibu harus kembali ke Jakarta bersama keluarga tuan Hermawan dan meninggalkan bapak serta aku yang masih bayi..."


" Mas tau itu... lalu...???"


" Selama mas pergi... bang Gondrong berusaha membantuku nyari ibu...awalnya niat bang Gondrong hanya mau ngasih lihat foto ibu ku pada mama nya, karena menutut info yang ku kasih ibu adalah istri seorang pengusaha sukses... jadi bang Gondrong pikir siapa tau mama nya kenal atau mungkin teman arisan sesama istri pengusaha..."

__ADS_1


" Sampai pada aku kasih foto ibu dan bang Gondrong syok... dia langsung pergi gitu aja nyari ibu nya... awalnya bang Gondrong marah gak terima... karena baginya sakit hati terbesarnya adalah saat bu Resinda meninggalkan mereka bertiga saat masih kecil...akhirnya ibu menceritakan semua nya sampai bang Gondrong paham dan membawaku bertemu ibu..."


" Hanya saja untuk saat ini identitasku sebagai anak ibu masih ditutupi... ibu belum bisa menceritakan semua nya pada tuan Hermawan..." Melisa mengakhiri cerita nya dengan mata berkaca kaca


" Jadi kalau aku selalu dekat dengan bang Gondrong, dia selalu membantuku bukan karena kita ada hubungan lain mas... tapi karena kita ini saudara meski beda bapak..." tambah Melisa


" Ja...jadi Gondrong kakak mu...!!! dan ibu mu adalah istri dari pengusaha sukses...ibu mu juga anak dari seorang pengusaha batu bara...hmmmm Mel... bukan kah itu artinya kau juga cucu dari seorang pengusaha...!!!" ujar Dika yang terdengar bingung


" Aku gak mikir soal itu mas... aku lega aku bisa bertemu ibu kandung ku... aku sudah menyampaikan semua keinginan bapak yang tak sempat tersampaikan... hanya aku belum bisa membawa ibu untuk berziarah ke makam bapak..."


Dika langsung memeluk Melisa erat


" Aku ikut bahagia sayang... maafin aku ya... disaat kamu dalam situasi kebingungan aku malah pergi ninggalin kamu... aku egois aku hanya mementingkan keinginan ku sendiri..." sesal Dika


" Gak papa mas....semua sudah bisa terlewati dengan baik... aku sudah bertemu ibu ku bahkan aku punya abang yang begitu baik seperti bang Gondrong... dia mau menerima ku dengan baik dan selalu melindungiku... dan mas Dika juga udah bisa dapatkan lagi apa yang mas Dika mau..."


" Hanya......"


" Hanya apa sayang...???"


" Ibu pengen ketemu kamu mas... ibu pengen bicarain soal kelanjutan hubungan kita... karena ibu juga tau soal hubungan kita yang sudah tak ada batasan ini... ibu juga tau kita tinggal bareng..." Melisa mengutarakan keinginan nya


Respon Dika hanya diam, dia seperti sedang memilah jawaban yang tepat


" Bukan nya mas Dika pernah janji kalau aku sudah ketemu ibu kita akan bahas lagi soal pernikahan...!!!" Melisa memprotes karena sikap Dika seperti sedang bingung


" Apa mas Dika udah lupa sama janji mas Sendiri...!!!"


" Bukan gitu sayang... mas masih pengen segera ngambil bengkel mas dulu dari Ghani..."


Melisa langsung kecewa, entah apa yang ada di pikiran Dika, kenapa dia seolah selalu menghindar dari janji nya itu, apa ucapan bang Gondrong benar... kalau Dika cowok plin plan yang gak bisa bertanggungjawab...!!!


Ahhh sakit sekali hati Melisa melihat sikap Dika seperti ini, dia bagaikan sampah yang hanya dinikmati isinya saja...


Melisa langsung beranjak pergi


" Yaudah deh kalau mas gak bisa... gak usah lagi kita bahas soal hubungan kita ini...!!! aku capek..."


" Mel...!!!" panggil Dika cepat


" Bilang ibu mu kapan kita ketemu...!!!"


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2