Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Faizal Harus Kembali


__ADS_3

Rasa cinta, rindu dan sebuah ketulusan menaklukan ketakutan dan bahaya apapun, setelah mendengar kalau Melisa istrinya sudah melahirkan Dika tak bisa menunda waktunya lagi untuk menemui Mereka, bisa jadi tidak ada kesempatan lain lagi setelah ini sebab dia tak tau bahaya apa yang sedang mengintainya di luaran sana


" Iz....!!!" panggil Dika pada Faizal yang baru saja selesai mencuci piring bekas makan siang


" Aku baru aja denger kabar bahagia....Melisa sudah melahirkan...!!!" lanjutnya Dika dengan mata yang berbinar binar


" Aku pengen pulang menemui mereka... melihat anak ku... mengadzani nya dan menggendongnya... aku juga pengen berada disamping istriku mengucapkan terimakasih karena sudah berjuang bersama bayiku...."


Faizal menatap Dika kasihan, dia bahkan sampai menghalu seperti ini ketika mungkin rindu dan cinta nya tak bisa ia tumpah kan pada sang tumpuan


" Ayooo mas kalau mas Dika mau pulang....!!!" ajak Faizal dengan penuh semangat


" Terkadang pikiran kita terkungkung dengan ketakutan yang terlalu berlebihan... sedang bisa jadi semua itu belum tentu terjadi....!!!"


Dika menatap Faizal serius


" Kita tidak bisa pergi bersama Iz... kau pergilah duluan... tak perlu kau tengok istriku maupun Wawan... cepat kau ajak keluargamu pergi sejauh mungkin dari tempat tinggalmu... hilangkan jejak...supaya kau aman...!!! baru setelah itu aku akan memikirkan cara untuk bisa menemui istriku...." ujar Dika memberi arahan pada Faizal


" Tapi aku harus pergi kemana mas Dik...!!! aku juga tak ada uang sepeser pun..." keluh Faizal


Dika berjalan ke dipan tempat tidurnya, lalu membuka keresek hitam, mengeluarkan segepok uang ratusan ribu yang entah dia dapatkan dari mana


" Sebelum aku membantai mereka... aku sudah mendapatkan bayaran yang cukup besar dari bos Reyden... aku rasa segini cukup untuk kamu dan keluargamu segera pergi dari tempat tinggal kita... mulailah hidup baru kehidupan yang lebih baik Iz... buka lembaran baru... sudah saat nya kamu harus bebas dan hidup bahagia bersama keluargamu..." ujar Dika lagi sambil memberikan uang gepokan itu pada Faizal


Faizal hanya menatap uang itu takut, bahkan tangan nya tak bisa tergerak untuk meraih uang yang dalam jumlah segitu banyak nya, bahkam mungkin seumur hidup Faizal baru kali ini melihat uang sebanyak itu


" Ambilah Iz...!!! mungkin uang ini aku dapatkan dengan cara tidak halal... tapi biarlah menjadi dosa ku saja... kau pakai lah uang itu untuk keperluan dan memulai hidup baru mu...!!!"


Faizal meraih tangan Dika menerima uang itu dengan gemeteran

__ADS_1


" Mas Dik... kamu sungguh sangat baik pada ku mas... bahkan disaat kondisimu sedang seperti saat ini kamu masih memikirkan ku...maaf aku tidak bisa banyak membantu mu... tapi andai kamu menyetujui aku lebih memilih tetap berada disampingmu apapun yang terjadi... aku sungguh tak bisa meninggalkan mu sendirian dalam masalah ini...."


Dika tersenyum menanggapi ketulusan hati Faizal


" Tak perlu Iz.... aku tau kamu sangat perduli kan aku... tapi untuk masalah ini... kasus ini cukup berat dan berbahaya... aku tak mau kamu sampai terlibat lagi... sudahlah biarkan aku yang menyelesaikan semuanya..."


" Ingat Iz... cuman kamu yang suatu saat nanti bisa menceritakan pada anak ku betapa gagah nya bapak kandungnya... kamu yang akan menceritakan pada nya betapa bapak nya sangat mencintai ibunya..."


" Malam ini bereskan semua pakaian mu... lalu subuh nanti kau bisa pergi dari sini...!! INGAT Iz...!!! apapun yang terjadi jangan pernah lagi libatkan dirimu dalam masalahku yang bisa membahayakan dirimu juga..." Dika mewanti wanti Faizal


" I..iya mas Dik aku paham...!!!" balas Faizal patuh, dia bahkan sangat sungkan untuk membantah Dika, kebaikan Dika melebihi saudara kandung sendiri, Dika membantu Faizal tanpa pamrih apapun


***


Melisa masih terbaring di rumah sakit, bahkan meskipun Dokter sudah menyatakan dia sudah berhasil melewati masa kritis namun sampai sekarang belum ada tanda tanda Melisa bangun dari pingsan nya


Berkali kali mama maupun Juwita menghunungi Gondrong, mungkin mau memanyakan seputar keadaan dan kondisi Melisa, tapi Gondrong belum mau merespon mereka, keadaan Melisa masih menghawatirkan jika mama tau keadaan Melisa saat ini maka mama pasti akan heboh panik dan histeris lalu memaksa papa untuk menjenguk Melisa


Meskipun hubungan mereka sudah membaik, tetapi sepertinya mama tak perlu tau dulu kondisi Melisa, meskipun kabar bahagia yang juga harus tertunda adalah kelahiran cucu laki laki mereka yang sangat dinantikan


Gondrong hanya membalas lewat pesan singkat kalau Melisa baik baik saja dan mereka tak perlu khawatir


" Bang... Melisa kok belum siuman juga sih bang...!!! aku malah makin khawatir dengan kondisinya..." keluh Wawan begitu dia keluar dari ruang perawatan Melisa, duduk lesu di kursi samping Gondrong


" Positif thinking aja Wan... buktinya Melisa sudah berhasil melewati masa kritisnya bukan... gue yakin pasti dia juga bisa melewati keadaan nya sekarang... mungkin aja Melisa lagi pengen istirahat sebentar... capek dengan segala masalah hidupnya yang tak ada habisnya...!!!" jawab Gondrong berasumsi, tapi dengan wajah lesu dan khawatir


" Kasihan Melisa... dia anak yang baik, hatinya sangat baik... tulus dan penuh cinta kasih...." Wawan ikut hanyut dalam kesenduan pada Melisa


" Terkadang orang yang hatinya baik tulus justru akan Tuhan kasih ujian yang lebih dari orang lain... supaya apa... supaya orang itu sejauh mana mampu mempertahankan kebaikan nya..." balas Gondrong bijak

__ADS_1


" Cepet sadar Mel... lihat anak mu... kau harus kuat untuk dia Mel... jangan pernah menyerah atas apapun yang terjadi padamu...kau boleh istirahat sejenak melepas lelahmu... tapi setelah itu segeralah sadar dan kembali berjuang... aku yakin kamu kuat kamu bisa...!!!" ratap Wawan pilu


Sedangkan di tempat persembunyian menjelang subuh Faizal sedang bersiap siap untuk keluar dari persembunyian, Dika sudah memberikan instruksi lewat jalur mana yang aman dilewatinya, setelah itu Faizal akan melarikan diri jauh dari tempat tinggalnya memulai hidup baru bersama keluarga nya


" Mas Dik aku pamit ya... janji sama aku mas kalau mas Dik bakalan baik baik aja dan bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik...!!" pamit Faizal sebelum pergi


" Tak perlu khawatirkan aku Iz... kamu tau sendiri kan kalau aku selalu bisa menyelesaikan semua masalah masalah ku... tak perlu kau risaukan aku...!!!" balas Dika menenangkan ke khawatiran Faizal


" Aku janji mas Dik... aku tidak akan menyia nyiakan semua kebaikan dan pengorbanan mas Dik... sampai kapan pun akan selaku ku ingat... semoga kita bisa bertemu lagi ya mas... kita bisa bertemu lagi dalam cerita yang berbeda cerita yang penuh bahagia..."


" Oya mas Dik... aku titip salam buat mbak Mel ya.. aku juga titip salam buat jagoan mu... sayang sekali aku tak bisa bertemu mereka terlebih dahulu..."


" Tak perlu risaukan Iz... jalan terbaiknya memang harus seperti ini... yang penting kamu bisa kembali berkumpul bersama keluarga mu... kamu bisa memulai hidup baru lagi bersama mereka... dan satu hal yang harus kamu ingat Iz... siapapun yang menanyakan aku jangan sekali kali kau sebut kalau kau mengenal ku atau pernah bertemu dengan ku... supaya kau aman...!! kau paham Iz...!!!" pesan Dika sekali lagi mewanti wanti


" Iya mas... aku akan berusaha tetap memyembunyikan mu dari siapapun... aku akan membantu mu sebisa ku... semoga semua ini segera berakhir ya mas Dik...!!!"


" Amin makasih Iz..."


" Aku pamit Mas... Assalamungalaikum...!!!"


" Wangalaikumsalam...."


Bersambung~


Jangan lupa kasih Vote sebanyak banyak nya ya Readers


Udah hari senin Nihhh udah Waktunya berbagi Vote huhuhu


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2