Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Permintaan Melisa


__ADS_3

Resinda kembali memeluk anak perempuan nya, dia tumpahkan semua rindu, permintaan maaf, menyesali kesalahan dan semua nya, Resinda merasa gagal menjadi seorang ibu melantarkan anak nya bahkan sedari bayi, membiarkan anak nya sendirian menghadapi kejam nya hidup, dia egois... hanya karena ketakutan dan tak keberdayaan nya membuatnya tak bisa mengambil keputusan membuatnya harus menelantarkan anak nya


" Sayang maafkan ibu ya nak.... ibu sudah dzolim dengan kamu.... ibu sama sekali gak bisa memperjuangkan kamu.... bahkan kemarin Delon datang hanya meminta ibu untuk menelpon mu saja ibu gak kuasa....!!! ibu merasa menjadi ibu yang tak berguna untuk mu nak...." tangis Resinda dalam pelukan Melisa


" Jangan bilang gitu bu....justru Melisa yang minta maaf sama ibu... Melisa yang egois... cuman karena Melisa pengen telpon ibu di hari ibu Melisa jadi memaksa ibu padahal memang seharusnya Melisa tau kondisi ibu....!!! ibu gak bisa berbuat apa apa.... ibu pasti juga memikirkan keselamatan Melisa makanya ibu tetap menjaga jarak....Melisa yang salah bu... gak bisa memahami kondisi ibu...." jawab Melisa sembari membalas pelukan ibu nya


" Melisa mau maafin ibu kan...??? masih mau mengakui ibu sebagai ibu kandung mu nak... ibu kandung yang gagal...." ratap Resinda


" Ibu akan selalu jadi ibu Melisa... ibu terbaik... ibu yang luar biasa... ibu yang bersedia mengorbankan kebahagiaan nya demi anak nya... ibu adalah ibu terbaik di dunia ini....Melisa sangat menyayangi ibu...."


Resinda mengetatkan pelukan nya, memangis sejadi jadi nya di pelukan Melisa, dia tak peduli ada banyak orang yang memperhatikan mereka, Resinda sangat merasa bersalah pada anak nya


" Bu.... jika tuan Hermawan sudah mau menerima Melisa bolehkah Melisa meminta satu permintaan....???" tanya Melisa setelah beberapa saat


" Katakan nak... apapun yang Melisa mau ibu akan turuti....!!!" sahut Resinda


" Mumpung ibu sudah ada disini.... ibu mau kan ziarah ke makam bapak.... Melisa cuman mau mengabulkan keinginan terakhir bapak bu... untuk membawa ibu kembali menemui bapak meskipun di makam nya...." pinta Melisa


Tangis Resinda kembali pecah


" Mas Sasmito.... hiks hiks hiks.... aku berdosa pada mu mas....." tangis bu Resinda


" Iya sayang ibu mau... ayooo bawa ibu bertemu bapak... ibu mau minta maaf... ibu mau berterimakasih... ibu rindu...!!!!" ucap Bu Resinda menyanggupi permintaan Melisa


" Tapi apa tuan Hermawan mengijinkan...???" tanya Melisa


" Nanti kita akan coba bicara sayang... tunggu sampai kondisi papa stabil..."


Melisa mengangguk tanda mengerti.


***


" Tinggalah bersama kita nak... sepertinya papa akan lebih tenang jika kamu sudah bersama ibu mu... papa semakin gak tega melihat ibu mu setiap hari menangis karena terpisah dari mu..." pinta tuan Hermawan pada Melisa


Saat ini tuan Hermawan sudah sembuh, mereka sedang duduk santai di bengkel Dika, tempat Melisa tinggal

__ADS_1


" Terimakasih tuan... eee papa maksudnya..." Melisa masih sungkan jika harus memanggil tuan Hermawan dengan sebutan papa, takut Juwita tidak bisa menerima dirinya sebagai saudara


" Tapi... saya harus minta persetujuan mas Dika dulu... saya gak bisa pergi dari rumah tanpa seijin suami saya pah...."


" Lalu kapan suami mu pulang....??? jangan sampai dia mau menghianati mu... papa akan cari dia sampai ke ujung dunia sekalipun...!!!" ancam tuan Hermawan


" Saya yakin sama mas Dika pah... saya percaya mas Dika adalah laki laki yang bertanggungjawab...." sahut Melisa


" Ya sudah kalau kamu memang belum bisa ikut tinggal bersama kami... tapi biarkan kami ikut menjaga mu... apalagi selama kehamilan mu ini... papa pengen memastikan calon cucu papa ini baik baik saja...."


" Iya pah terimakasih....!!!"


Sesaat suasana hening, sampai bu Resinda keluar membawa beberapa cemilan yang dibuat dengan tangan magic nya, kekuatan seorang ibu menyulap segala jenis bahan menjadi makanan yang disukai seluruh anggota keluarga nya


" Waaaahhh tau tau ubi di dapur udah jadi makanan aja bu..." puji Melisa dengan haru


" Yuuukkk sambil buat cemilan ngobrol jadi ngobrol nya bisa lebih santai..." balas bu Resinda sambil tersenyum hangat


" Pah... eee maaf... andai Melisa meminta satu permintaan sama papa apakah boleh...??? maaf sebelum nya tapi ini sedikit lancang..." ujar Melisa dengan takut dan sungkan


" Katakan nak..." jawab Tuan Hermawan santai


Tuan Hermawan menatap Melisa dengan tatapan yang tidak bisa Melisa pahami, bahkan dia sampai berhenti mengunyah cemilan


Melisa sudah salah tingkah, takut tuan Hermawan kembali murka, bahkan lebih murka, takut dianggap ngelunjak dan nantinya akan dipisahkan lagi dengan ibu


" Apa kah tempat nya jauh...???" tanya tuan Hermawan setelah beberapa saat


" Sekitar 4 jam dari sini..." sahut Melisa takut


" Ohhhh di kampung yang dulu dia tinggal....???"


" Betul pah..." bu Resinda gantian menjawab


" Itu pun kalau papa mengijinkan... andaikan tidak ya Melisa juga gak maksa.... dia hanya pengen mengabulkan permintaan mas Sasmito yang terakhir kali nya...."

__ADS_1


" Sejak aku melihat ketulusan mu... aku melihat betapa baik nya hati mu... aku sudah melupakan semua nya... semua dendam... marah... sakit hati.... aku sudah mengubur semua nya..." ucap tuan Hermawan menggantung, Melisa hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan takut


" Lalu kenapa tidak aku mengijin kan kalian untuk sekedar berziarah...."


Bu Resinda dan Melisa seketika menatap tuan Hermawan dengan tatapan tak percaya


" Be... betulkah papa...???" tanya Resinda


Tuan Hermawan tersenyum lebar


" Sudah saat nya aku perbaiki semua nya... aku ingin melihat istri ku bahagia... nyaman dengan ku... tidak lagi merasa tertekan yang akhirnya kembali meninggalkan ku lagi... aku mau istriku benar benar mencintai ku..."


Bu Resinda tak bisa menahan rasa bahagia nya langsung memeluk tuan Hermawan haru, selama dia hidup bersama tuan Hermawan baru kali ini dia melihat ketulusan cinta suaminya, kata kata lembut yang sangat menyentuh


" Papa.... maafkan mama ya... mama sudah menyakiti hati papa... mama terlalu egois... mama janji mama juga akan memperbaiki diri... menjadi istri yang baik untuk papa dan setia pada pernikahan kita...."


" Sudahlah jangan lebay begitu... malu dilihatin anak mu...!!!" gurau Tuan Hermawan


Mama langsung melepas pelukan nya, tersenyum malu malu dengan wajah memerah


" Kapan kita berangkat...???" tanya Tuan Hermawan


" Beneran papa mengijinkan...???" Melisa masih bertanya memastikan, sebab sepertinya dia masih gak percaya dengan perubahan sikap tuan Hermawan yang sekarang


" Apa papa harus memarahi kalian dulu baru kalian percaya...???" tanya Tuan Hermawan balik


" Terimakasih pah.... Melisa sangat berterimakasih dengan papa.... papa mau mengijinkan Melisa mengabulkan permintaan terakhir bapak...." Melisa terharu sampai meneteskan air mata nya


" Sudah tak perlu menangis...!!! kalian ini terlalu cengeng..." cibir tuan Hermawan


" Besok papa akan mengantarkan kalian ke sana sekalian papa juga mau berdziarah...."


" Nenek... bapak.... kalian dari surga bisa melihat kebahagiaan ini kan....??? jangan khawatir lagi ya.... Melisa sudah bersama orang orang yang sangat menyayangi Melisa... Melisa sudah bertemu ibu....dan berkumpul lagi dengan ibu...." ucap batin Melisa sambil menengadah menatap langit biru


Bersambung~

__ADS_1


Jangan lupa kasih Vote yang banyak ya Readers.....


Happy Reading....


__ADS_2