
Gondrong dan Wawan membawa Melisa ke rumah sakit terdekat, ini lah yang mereka takutkan ketika Melisa mengetahui keadaan sebenernya yang terjadi pada Dika, Melisa akan terguncang dan akan mengganggu kehamilan nya yang memang cukup rentan, bahkan dokter sudah mewanti wanti Wawan memasuki usia kandungan nya tujuh bulan Melisa tak boleh sampai stres, kaget ataupun syok karena akan mengancam keselamatan ibu dan bayi nya
Sampai di rumah sakit langsung dilarikan ke ruang IGD, langsung mendapat penanganan dokter dan spesialis kandungan, sedang Gondrong dan Wawan duduk menunduk di depan ruang tunggu
" Bang... ini yang aku takutkan kalau Melisa sampai denger semua nya...!!! aku gak bisa bayangin apa yang akan terjadi setelah ini...!!!" keluh Wawan penuh sesal
" Melisa memang keras kepala....!!! emosional nya sangat tinggi sampai dia tak memperhitungkan kesehatan nya sendiri..." balas Gondrong dengan lesu
" Usia kehamilan nya sudah masuk ke tujuh bulan bang...kandungan nya itu cukup lemah... dia gak bisa sampai syok... kelelahan apalagi sampai membuatnya berfikir berat... emosionalnya akan semakin tak terkendali dan itu sangat membahayakan bang... "
" Kita berdoa saja Wan semoga Melisa gak kenapa napa....!!!" Gondrong pasrah
Wawan mengusap usap wajahnya panik, sungguh dia tak bisa bayangkan apa yang terjadi dengan Melisa, dia hanya berharap semua akan baik baik saja
Hampir satu jam dokter di ruang IGD menangani Melisa, lalu tiba tiba pintu IGD dibuka, sorang dokter dan suster keluar dengan tergesa gesa dan Wajah panik, Wawan langsung berlari mengejarnya
" Dokter...!!!! gimana dengan kondisi Melisa dokter...???" tanya Wawan yang sudah hilang akal melihat wajah dokter yang kepanikan
" Maaf... apa anda suami nya...???" Dokter menghentikan langkahnya lalu menatap Wawan dengan tatapan yang sulit diartikan
" Ee saya ..." Wawan kebingungan menjawab pertanyaan Dokter
" Betul dok... dia suaminya dan saya abangnya..." sahut Gondrong tiba tiba, dia mengiyakan pertanyaan Dokter kalau Wawan adalah suami adiknya
Wawan menoleh ke Gondrong menyerngit
" Baiklah... jadi begini pak... pasien keadaan bya semakin memburuk, dia bahkan tak sadarkan diri lagi, sedang ketuban nya sudah pecah dan pendarahan yang sedari tadi tak juga berhenti... ini akan sangat membahayakan ibu ataupun bayinya .. makanya pihak dokter harus ceoat melakukan tindakan....kita harus lakukan operasi cesar secepatnya.... dan kami membutuhkan tanda tangan anda sebagai suami...." jelas dokter
Gondrong langsung lesu, dia tak bisa lagi membayangkan kondisi adiknya saat ini, mama pasti akan histeris jika mendengar berita Melisa ini
" Tapi dok... usia kandungan Melisa baru tujug bulan... apa bisa dipaksakan untuk lahiran.... kasihan anak nya dok...???" tanya Wawan
" Usia kandungan tujuh bulan sudah dikatakan usia matang meski belum sematang ketika HPL nya.... jadi sudah bisa dilakukan operasi cesar... ini demi keselamatan bayi dan sang ibu .. kita tak punya waktu banyak lagi pak..." jawab Dokter memberikan sedikit pemahaman
" Udah lah Wan... kita lakukan yang sekira nya terbaik untuk Melisa maupun anak nya..percayakan aja... Dokter pasti yang terbaik untuk Melisa..." Gondrong mencoba menenangkan kekhawatiran Wawan
" Lakukan lah yang terbaik dok... tolong selamatkan adik dan keponakan ku...!!!!"
" Baik pak kami akan lakukan semampu dan semaksimal kami..." setelah merasa mendapat persetujuan, pak Dokter dan Suster langsung bergegas menyiapkan segala keperluan untuk operasi cesar pada Melisa
__ADS_1
Wawan pun diminta untuk menandatangani surat persetujuan sebagai seorang suami untuk dilakukan nya operasi cesar pada bayi dalam kandungan Melisa
***
Semua berjalan dengan lancar, baik Melisa maupun anaknya sama sama berhasil diselamatkan, hanya bayi kecil itu harus di inkubator sampai berat badan nya naik dan lain sebagainya, Melisa pun sudah di pindahkan ke ruang rawat meskipun masih belum sadarkan diri
Wawan dan Gondrong bersandar di dinding ruang tunggu, bernafas lega...
Setidaknya kekhawatiran mereka sudah lewat, Melisa sudah melewati masa masa kritis yang sangat menegangkan, kini tinggal menunggu dia siuman dan pulih
" Wan... gak terasa gue sudah jadi om..." ujar Gondrong pada Wawan
" Adik gue sudah punya anak...bayi mungil yang sangat menggemaskan..."
" Wak... bang bukan om... yang harus di panggil om itu aku..." sahut Wawan membenarkan kekeliruan ucapan Gondrong
" Beda apa...???" tanya Gondrong, malah membahas seeuatu yang tidak penting
Wawan rada malas sebenernya menjelaskan tapi ya sudah lah biar bang Gondrong paham sekalian
" Abang kan kakak nya Melisa otomatis anak Melisa harus manggil pak Dhe atau Wak.. om itu digunakan untuk memanggil adik dari ibu atau bapak si ponakan...gitu kalau menurut pemanggilan dalam bahasa Jawa tempat ku..." terang Wawan
Wawan hanya menggeleng kan kepalanya bodoamat... dia memilih berjalan pelan menuju kantin, perutnya sepertinya sangat lapar sedari subuh tadi dia sama sekali belum makan apapun, di tambah kekagetan nya dengan segala yang terjadi dengan Melisa
Wawan memeriksa ponselnya, rasanya dia pengen banget ngasih kabar bahagia pada sahabatnya, anak yang sangat di gadang gadangnya sudah lahir dengan selamat, datang membuka pintu kebahagiaan didunia, Dika berhak menggendongnya, mengadzaninya dan dia yang berhak di panggil ayah oleh bayi mungil itu...
Rupanya ponsel Dika nyambung, sekali lagi Wawan tekan tombol panggil lalu menunggu sampai Dika mengangkat telpon nya
" Wan...!!!" suara sahutan lemah dari laki laki di ujung panggilan
" Haloo Dik...!!! Dik ya Tuhan syukurlah kamu mau ngangkat telpon ku..." Wawan tampak girang senang bukan main ketika Dika bisa dihubunginya
" Dik... anak mu sudah lahir... Melisa sudah melahirkan... mereka berdua sehat wal afiat... selamat ya kamu sudah jadi ayah...." lanjut Wawan berkata sekena nya, dipikirnya pokoknya apa yang mau disampaikan nya harus tersampaikan mumpung nomor Dika masih aktif
" Anakku...!!!" bisik Dika pelan seperti menahan isak tangis keharuan nya
" Anak ku Wan...????"
" Iya Dik... anak mu... anak mu udah lahir... meskipun Melisa harus mengalami pendarahan dan pecah ketuban dini... karena sebenarnya usia kandungan nya baru masuk tujuh bulan... Dokter mengambil tindakan untuk operasi cesar pada bayinya...." terang Wawan menggebu gebu
__ADS_1
" Lalu istriku...???" tanya Dika lagi, dia seperti sedang menahan gejolak dan tangis sampai hanya kata kata singkat yang mampu di ucapkan nya
" Melisa baik baik aja Dik... dia sudah berhasil melewati masa kritisnya... tinggal nunggu dia siuman nanti..." terang Wawan, dia tak mau membuat Dika makin khawatir pada kondisi Melisa
" Kamu tak perlu khawatir... dia baik baik aja..."
" Anak ku laki laki atau perempuan...???" tanya Dika lagi
" Aduuhhh Dik aku juga belum tau... tadi dokter belum memberitahu kami..." jawab Wawan yang juga baru sadar kalau dia ataupun Gondrong bahkan sampai lupa belum menanyakan dan memastikan soal gendre anak Melisa
" Kami terlalu senang mendengar operasi lancar dan keduanya bisa melewati masa kritis... bayi mu juga masih di ruang inkubator untuk mendapatkan perawatan intensif... kami juga belum diperbolehkan melihatnya..."
" Kami...??? memang kau bersama siapa...!!!"
" Ada bang Gondrong..." jawab Wawan
" B... Bang Gondrong.. !!!" suara Dika terdengar kaget
" Iya Dik... bang Gondrong udah tau semua nya soal kamu... dan hal itulah yang menyebabkan Melisa kontraksi dini karena mendengar obrolan kami...."
" Jadi Melisa juga sudah tau apa yang terjadi dengan ku...???" tanya Dika lagi, suara nya makin panik dan khawatir
" Iya Dik...!!! Melisa sudah tau semuanya... makanya dia syok dan langsung kontraksi dini...."
" Ya Tuhan.... Mel... maafkan aku... lagi lagi aku orang yang sudah menyakitimu... membuatmu berada dalam bahaya....." tangis Dika sesenggukan
" Dik... jangan nyalahin dirimu begitu... pikirkan apa yang harus kamu lakukan saat ini... aku cuman pengen kamu bisa kembali menemui Melisa dan bertemu anak mu... tolong... tolong berjuang lah untuk kembali ke keluarga mu..." pinta Wawan
Dika menghela nafas panjangnya, terasa sesak dan nyeri di sekujur jiwanya, dia bahkan tak tau apa yang harus dia lakukan saat ini, semua terasa gelap dan sulit....
" Aku akan pikirkan untuk menemui Mereka... aku titip mereka pada mu Wan... pastikan istri dan anak ku tidak terkena dampak yang membahayakan atas kasus ku ini...!!!" pinta Dika
" Aku janji Dik... aku dan bang Gondrong akan pastikan istri dan anak mu baik baik saja...!!!"
Bersambung~
Yuuukkk jangan lupa kasih Vote nya yaaa
Author butuh dukungan penuh dari para Readers supaya novel ini makin banyak dikenal pembaca lain hihihi
__ADS_1
Happy Reading....