Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Pengorbanan Yang Tak Terlihat


__ADS_3

Melisa menatap Dika tajam, dia masih belum bisa mencerna kata kata Dika yang baru saja di dengarnya


" Mas ngomong yang jelas....kalau memang mas Dika gak bisa melanjutkan hubungan kita... mas Dika masih pengen balikan sama mbak Je yaudah... aku mundur..."


" Dia sudah pergi Mel... dia gak akan pernah aku miliki lagi... Je meninggal..."


Deggg... Degg


" Me... meninggal...!!!!"


" Kemarin abang mu di telpon Je dimintai tolong untuk menolong pak Akbar yang dijebak sama rekan kerja nya yang dulu bermasalah... entah ceritanya seperti apa... intinya Je menyelamatkan pak Akbar dari serangan tersangka... Je tertusuk dan mengalami luka robek, pendarahan hebat serta beberapa organ Vitalnya mengalami kerusakan... dan... dia gak bisa tertolong lagi...."


Air mata bening lolos begitu saja di pipi Melisa, rasanya amat getir mendengar cerita Dika tentang gadis cantik blasteran itu


" Dia pergi membawa cinta tulusnya... dia rela mengorbankan nyawa nya demi laki laki yang sangat dicintainya...." Dika kembali terisak


" Aku seperti ini... kacau... frustasi, menangisinya semaleman bukan karena ingin kembali dengan nya... tapi aku merasa aku sangat kehilangan dia... aku merasa bersalah pernah menyakitinya...."


" Aku tau aku salah Mel... aku menyakitimu dengan aku seperti ini... seakan aku tak menganggapmu... tapi maaf... maafkan aku yang saat ini benar benar tak bisa mengontrol kesedihan ku... aku sangat kehilangan....ini sangat menyakitkan Mel..."


" Menangislah mas kalau itu bisa bikin kamu tenang, kalau dengan menangis bisa membuat hati mu lebih lega.... kehilangan orang itu memang menyakitkan mas... apalagi kehilangan yang gak akan pernah bisa ketemu lagi... menangislah..." sahut Melisa bijak


Melisa tak tau apa yang harus dia lakukan saat ini, marah cemburu... bukan hal yang tepat, meskipun jujur hatinya sakit melihat Dika segitu kacau nya menangisi mantan kekasihnya, tetapi dia tak bisa menghakimi keadaan


Mungkin hanya ini yang bisa dia lakukan, ini adalah pengorbanan Cinta yang bisa Melisa berikan pada Dika


Membiarkan nya menangis, terpuruk, terluka karena kehilangan wanita lain


Melisa tak mau dikatakan egois yang tidak bisa mengerti perasaan orang lain, biarkan orang tak tau sakit hatinya, tapi cukuplah dengan dia tetap disamping Dika selama duka nya


" Mel... terimakasih kamu mau ngerti aku... kamu mengijinkan aku menangisi Je... maaf kalau lagi dan lagi aku menyakitimu..." bisik Dika pelan diantara ketidak berdayaan nya


" Udah mas... gak perlu minta maaf... aku hanya ingin kamu kuat... kamu tegar... dan kamu bisa melewati semua ini... aku tetap disini nemenin kamu..." Melisa memeluk Dika erat, membiarkan laki laki itu menangis di pelukan nya


" Kamu sudah kemakam nya mas...???" tanya Melisa lembut


Dika mengangguk,


" Abang mu yang mengantarku kesana "


" Aku yakin mbak Je pasti berada ditempat yang nyaman... aku percaya dia orang baik... Tuhan akan selalu bersama orang baik..."


" Dia sangat baik Mel... sangat sangat baik... dia selalu mencintai kekasihnya dengan tulus..."


Ngilu sebenernya, mendengar Dika terus memuji mantan kekasihnya, Tapi.. Melisa berusaha bijak, dia memang tak bisa sebaik Je, se sempurna mantan kekasihnya itu, bahkan mungkin dia belum sanggup mengorbankan nyawa nya demi Dika, namun mengorbankan perasaan nya untuk tetap biasa saja disaat Dika terus menangisi dan memuji gadis lain, menguatkan hatinya untuk menerima semua nya dengan bijak, tentu ini adalah suatu pengorbanan bukan....!!!!


Pengorbanann yang tak terlihat...


" Kamu udah makan mas...??? aku datang kesini sengaja bawa sarapan karena ku pikir hari ini kamu jadi berangkat takut gak sempet sarapan...."


Dika hanya diam tak menyahuti


" Makan ya..." Melisa langsung membuka bungkusan yang dibawa nya dari rumah

__ADS_1


" Aku gak laper...!!!" tolak Dika


" Jangan gitu mas nanti sakit... makan ya.. dikiiitt aja gak papa..." rayu Melisa


" Aku suapin mau...???"


" Taruh aja di meja aku belum laper... nanti kalau aku laper aku bisa makan sendiri..." suasana hati Dika masih kacau, makanya dia masih ketus berbicara dengan Melisa, lagi lagi Melisa harus berbesar hati menyikapi nya dengan tersenyum


" Mungkin menurut orang aku bodoh... aku tak punya ketegasan atas hatiku sendiri... tapi ini lah pengorbanan ku untuk mencintai mu mas...semoga setelah ini kamu bisa sungguh sungguh mencintai ku tanpa membandingkan dengan siapapun..." tangis Melisa dalam hati


" Mbak Je... maaf jika aku egois... aku masih sempat nya sakit hati dan marah saat mas Dika sedang berduka kehilangan mu... tapi sungguh bukan kah cinta itu egois...!!!!"


" Kamu nangis...???" tanya Dika sambil menatap mata Melisa


" Kamu sedih kehilangan Je...!!!!"


" Aku sedih melihat kamu seperti ini mas..."


" Maksud mu...!!! kamu cemburu aku menangisi Je... aku kehilangan dia...!!!" Dika sedikit bernada emosi


Melisa menggeleng


" Aku sedih kamu gak mau makan... kamu hanya menangis kacau tanpa memikirkan dirimu sendiri... aku gak tau apa yang harus aku lakukan untuk menghiburmu..."


" Bukan kah tadi aku sudah memohon untuk kau membiarkan aku seperti ini sebentar...!!! sekedar melepas kesedihan ku...!!!" Dika salah paham, orang kalau lagi kacau emang suka sensi


" Jangan marah...!!!" Melisa hampir mengeluarkan tangisnya


Dika kembali diam,


" Makasih kamu sudah mau ngerti keadaan ku..."


" Sepertinya aku pulang dulu aja ya... aku mau ngasih kamu waktu buat sendiri biar kamu bisa tenang..." Melisa pamit


" Jangan lupa makan ya... kalau mas gak makan nanti malah sakit...."


" Maafin mas tadi marah marah..."


Melisa tersenyum hangat


" Its oke... aku gak papa... yang penting mas makan ya...nanti sore aku kesini lagi buat nganterin makan malam... aku mau masakin makanan kesukaan mas..."


Dika hanya mengangguk


Melisa mencium keningnya lembut, lalu mengusap pipi nya pelan


" Aku pulang ya....."


Melisa keluar dari kontrakan Dika dengan hati yang berat, air mata nya benar benar hampir tumpah,


Jujur saat ini Melisa tak tau harus bersikap seperti apa, ini menyakitkan... tetapi dia dituntut untuk mengerti....


Melisa memilih menemui bang Gondrong, dia juga pengen tau kronologi kecelakaan soal Je itu,

__ADS_1


Darimana bang Gondrong punya nomor telpon mbak Je...??? apakah selama ini bang Gondrong sudah mengenal gadis itu...


Atau antara bang Gondrong dan mas Dika ada sesuatu yang dia tak tahu...???


Entah kenapa pikiran Melisa jadi bercabang, dia jadi mikir yang tidak tidak,


Bukan kah bang Gondrong memang lebih dulu mengenal Dika ketimbang dirinya, bahkan duou bang Gondrong seperti mendukung hubungan tanpa status mereka, bang Gondrong baru mulai protes saat tau Melisa adalah adiknya, dia baru menuntut Dika untuk segera memseriusi hubungan Mereka


Melisa jadi semakin semrawut, dia mempercepat langkah nya begitu tiba di tongkrongan tempat biasa bang Gondrong nyantai dengan anak anak buahnya


" Bang...!!!" panggil Melisa lantang begitu dilihat Abang nya sedang duduk santai


Tatapan Melisa tajam


Gondrong langsung gugup, dalam hati kecilnya dia sudah bisa menebak, apa yang akan ditanyakan Melisa tentang Dika


Gondrong segera menghampiri Melisa dan membawanya sedikit menjauh dari anak anak buahnya


" Aku mau ngomong pentin...!!!!"


" Makanya gue ajak lu menjauh... karena gue tau lu pasti mau nanya nanya gue kan...!!!"


Setelah sedikit menjauh Gondrong melepas tangan Melisa, membiarkan adik nya akan mengintrogasi nya mencecar ribuan pertamyaan yang sudah ada di benaknya saat ini


" Dari mana mbak Je tau nomor abang...????" Melisa gak lagi berbasa basi langsung to do point


" Lu masih inget...!!! di restaurant pernah dateng cowok yang kelihatan nya masih muda tapi penampilan nya cukup mencolok...??? dia berbicara dengan logat daerahnya yang khas...???" Gondrong balik bertanya pada Melisa


Melisa hanya mengangguk


" Dia Akbar... entah kenapa waktu itu gue ngerasa gue harus ngasih nomor telpon gue ke dia... karena gue ngerasa nomor itu bakalan berguna buat dia..." jelas Gondrong


Melisa memang ingat, waktu itu bang Gondrong pernah cerita soal ini


" Kemarin pacarnya telpon gue minta tolong buat gue bantuin nyari Akbar yang diculik musuhnya....!!! gue gak tau kalau gadis itu adalah Je mantan pacar nya Dika...!!!" lanjut Gondrong


" Sorry Mel... gue tau lu pasti marah sama gue karena gue ngasih tau Dika soal kecelakaan Je dan ngebiarin dia datang ke pemakaman nya..."


Melisa duduk dikursi, kakinya lemas, dia seakan terhempas ke tepian jurang yang dalam


" Aku gak tau bang saat ini aku harus gimana...."


Bersambung~


Double Up nya malem dikit yaakkk


Seharian aku ketiduran hihihihiii


Jangan lupa Vote nya ya Readers...


Yuuukk dukung karya author kesayangan kalian ini...


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2