Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Penolakan Juwita


__ADS_3

Resinda menangis sesenggukan, luka itu kembali menganga, dia merasa menyesal dan berdosa pada anak anak nya atas keegoisan nya dulu... dia bahkan tak menyangka Juwita akan berkata seperti itu pada nya


" Kenapa mah kenapa mama tinggalin aku...!!!!"


" Tidak ada seorang ibu yang meninggalkan anaknya sayang...." ucap Resinda dengan tangis yang pecah


" Mama memang salah.... waktu itu mama terlalu egois... mama hanya mementingkan diri mama yang kepengen keluar dari penderitaan... mama kepengen ngerasain bahagia berumah tangga....mama tau mama berdosa pada kalian.... hiks hiks hiks...."


" Mama ninggalin Juwita karena Juwita anak kesayangan papa... gak mungkin papa mengijinkan mama membawa kalian... karena papa pasti akan mencukupi semua kebutuhan kalian, memfasilitasi hidup kalian... waktu itu mama hanya berfikir ingin mencari kebahagiaan mama yang hilang... mama lelah mama udah gak sanggup lagi...."


" Sampai mama bertemu orang baik, sangat baik, dia memperlalukan mama dengan sangat baik, mama yang haus akan kasih sayang, yang tidak pernah merasakan perlakuan lembut memilih meninggalkan semua nya, kemewahan, hidup berkecukupan, menjadi orang terpandang, dan meninggalkan kalian... mama memilih hidup dengan laki laki sederhana namun bisa membuat mama bahagia...."


Resinda akhirnya menguak luka masa lalu lagi, dia harus menceritakan aib antara dia dan suaminya di depan anak nya sendiri, Resinda tak tau lagi harus memberikan pemahaman Juwita seperti apa, sebab gadis itu seakan mengolok dan menyalahkan dirinya, merasa dia dulu pernah ditinggalkan nya pergi hanya untuk mencari kesenangan nya sendiri


" Mama gak mau gila... mama kepengen hidup waras...!!! maafkan mama jika mama egois mama jahat pada kalian...!!!!" lanjut Resinda memelas pada Juwita


Juwita membuang muka


" Jadi sepadan kan mah jika mama akhirnya juga ninggalin anak mama dari laki laki itu... sepadan kan mah...!!! akhirnya anak mama itu bisa merasakan apa yang aku rasakan....!!!!"


" Melisa tidak bersalah nak... dia tidak tau apapun soal apa yang sudah terjadi.... dia sama seperti kamu, Delon dan kakak mu... dia juga lahir dari rahim mama... anak itu anak malang... ditinggal ibunya sedari bayi, sama sekali tak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu...." pinta Resinda pada Juwita, meminta Juwita tidak menyalahkan Melisa atas apapun


" Tetap saja mah dia bukan saudara ku...!!! aku tidak bisa menerima nya berada diantara kita...!!! dia tidak sedarah dengan ku...dia bukan anak papa... tapi anak mama dengan laki laki lain...!!!" tolak Juwita


Penolakan yang sangat menyakitkan dihati Resinda, meskipun dia sudah memprediksi sejauh ini, tapi tetap saja rasanya cukup sakit


" Dia tidak minta apapun sayang... dia juga tidak akan pernah mengambil mama dari kamu ataupun keluarga kita... mama cuman mau dia dianggap, dia bisa diterima... dan diberi kesempatan untuk bisa merasakan kasih sayang mama... hanya itu nak...!!!" Resinda memohon


" Terserah...!!! tapi aku tidak akan pernah sudi menganggapnya saudara...!!!"


" Juwita dengar papa...!!!" tuan Hermawan angkat bicara


" Tunggu pah...!!! tolong jangan paksa aku untuk menerima perempuan itu... tolong... aku punya hak untuk menolak nya... aku gak bisa pah... aku gak bisa menerima semua ini... dia adalah anak dari laki laki yang sudah merebut mama dari aku... dia adalah anak dari laki laki yang sudah membuat mama meninggalkan aku... aku gak bisa terima pah... tolong... tolong jangan paksa aku...!!!" potong Juwita pada tuan Hermawan

__ADS_1


Watak tuan Hermawan yang keras, kaku, tegas, arogan, dan sulit memaafkan menurun pada Juwita, membuat gadis itu keras dengan pendirian nya, menolak kenyataan dan menganggap semua nya menyakiti dirinya


" Juwita...!!! jangan buat mama mu semakin merasa bersalah... ayoo buka hati mu sedikit kita bisa perbaiki semua nya sayang... kita bisa berdamai dengan masalalu..." ajak tuan Hermawan merayu Juwita


" Nggak pah...!!! aku gak bisa berdamai...bukan kah selama ini kita sudah aman dan bahagia... tetapi semenjak kemuculan gadis itu... membuat luka itu menguak lagi... mama jadi berani bohong sama papa... kalian jadi tiap hari bertengkar... kak Delon sampai terusir dari rumah karena membela dia... lalu papa memperlakukan mama seperti dulu... menghukum mama... hilang sudah kehangatan dan canda tawa dirumah kita pah...!!!"


" Jangan jangan setelah ini papa sama mama juga akan diambilnya dari aku... buktinya mama segitu membela dia....!!" tuding Juwita dengan segala pemikiran dan berandai andai nya


" Kamu belum mengenal Melisa nak... dia anak yang baik... hatinya begitu tulus...." bujuk tuan Hermawan lagi


" Gak perlu pah... aku gak perlu kenal dia... aku tidak peduli siapa dia... yang aku tau aku gak mau menerima dia... please pah mah... jangan paksa aku..." Juwita tetap bersikukuh dengan pendirian nya


" Sayang.... mama papa tidak ada sedikitpun niatan untuk memaksa mu... jika kamu tidak bisa menerima Melisa sebagai saudara mu tak apa nak mama tidak keberatan... mama hanya minta mama mohon untuk kamu mengijinkan mama sering bertemu dengan nya...." Resinda melunak, mencoba melunakkan hati anak nya


" Mama janji mama tidak akan meninggalkan kalian lagi... kalian adalah hidup mama... mama juga akan pastikan kasih sayang mama pada mu dan yang lain tidak akan terbagi... tetap sama seperti biasanya..."


" Terserah mah...!!! aku gak bisa ngelarang mama untuk melakukan apapun...!!! itu hak mama... tetapi pendirian ku tetap sama aku tidak bisa menerima gadis itu sebagai saudaraku... dia tetaplah orang lain bagiku meskipun anak mama....!!!" tegas Juwita


" Tu... tunggu nak...!!!" cengkal Mama, tapi tuan Hermawan segera menenangkan istrinya membiarkan Juwita naik kekamarnya dan membanting pintu sekeras kerasnya


" Hiks hiks hiks.... mama sebenernya sudah memperkirakan hal ini terjadi pah... tapi kenapa rasanya masih sakit seperti ini.... Juwita Melisa itu semua anak ku... lahir dari rahim ku pah... aku hanya ingin mereka bisa saling mengenal dan menyayangi...." tangis Resinda frustasi


Tuan Hermawan langsung memeluk istrinya erat, mengusap rambutnya dengan lembut mencoba menenangkan


" Sabar mah.... kita kan sudah tau watak dan sifat Juwita...kita jangan gegabah... kita kasih pemahaman dia pelan pelan...." tuan Hermawan mencoba menenangkan istrinya


" Apalagi kalau Juwita bisa kenal lebih jauh Melisa papa rasa dia juga akan melunak.. yang kita pikirkan sekarang bagaimana caranya mempertemukan mereka... kita buat seolah pertemuan yang tidak disengaja...." lanjut tuan Hermawan memberi ide


" Caranya....???" tanya Resinda penuh harap


" Nanti papa pikirkan lagi....." sahut tuan Hermawan santai, Resinda kembali manyun serasa habis kena php huhuhuuu


" Pah....apa gak sebaiknya kita ketemu Delon dulu aja... kita ceritakan yang terjadi sama Delon... mama rasa Delon pasti punya saran atau ide untuk Juwita dan Melisa..." ajak Resinda

__ADS_1


Wajah tuan Hermawan tampak keberatan, sebenernya beliau sendiri masih gengsi jika harus bertemu anak lelaki nya apalagi sampai minta tolong


" Nanti saja mah.... kita istirahat dulu aja tenangin diri...." jawab tuan Hermawan menghindar


" Lebih cepat lebih baik pah.... papa tau kan saat ini Melisa lagi hamil cucu kita... mama pengen pas dia lahiran mama bisa bawa dia kerumah kita... mama punya firasat kurang enak dengan suami nya pah...." rengek Resunda membujuk tuan Hermawan


" Firasat apa mah...???"


" Aku gak tau pah tapi aku ngerasa Melisa dan suaminya sedang dalam bahaya besar.... hanya mama gak tau bahaya apa... Mama khawatir mama pengen lindungi anak mama pah...."


" Oke papa paham... tapi mama juga jangan terlalu over thinking memikirkan sesuatu yang belum mungkin terjadi... nanti mama malah jadi parnoan..."


" Iya pah... yang pasti mama kangen anak laki laki mama pah... please... temenin Mama ketemu Delon pah mama pengen tau kondisi dia sekarang...." Rengek Resinda lagi


Tuan Hermawan hanya bisa menghela nafas berat, pasrah


Semakin di tahan Resinda akan semakin merengek, lagi pula tak ada jeleknya memperbaiki hubungan yang sempat jelek ini


" Oke... besok kita cari Delon...!!!" ucap tuan Hermawan memberi putusan


" Beneran pah...!!!!" tanya Resinda dengan wajah berbinar binar, tuan Hermawan hanya mengangguk malas


" Makasih papa......!!! mama mau ngabarin Delon dulu mau nanya dia udah pindah dari kontrakan lama dia atau belum....!!!!" ucap Resinda girang sembari naik ke kamar nya


Tuan Hermawan hanya memandangi istrinya dengan helaan nafas panjang


" Mungkin sudah saatnya...."


Bersambung~


Jangan lupa kasih Vote yang banyak ya Readers


Happy Reading....

__ADS_1


__ADS_2