Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Keluar Dari Rumah Sakit


__ADS_3

Dokter memutuskan jika kondisi Melisa dan bayinya sudah sehat, perkembangan bayi nya cukup bagus dan berat badan nya juga stabil, kesehatan Melisa juga sudah pulih


Hari ini hari pertama Melisa bertemu anaknya, sedari dia baru melahirkan dia harus terpisah karena kondisi dan kesehatan, suster membawa masuk bayi mungilnya, semua anggota keluarga berdiri menemani Melisa, ibu muda itu menangis haru betapa dia amat sangat bahagia melihat anak yang dilahirkan nya sedang menatapnya dengan tatapan bening menggemaskan


" Anak ku...!!!" panggilnya pelan


" Bu .. disusui dulu ya anak nya... sepertinya dia sudah haus..." ujar suster yang menggendong baby Valdi


Melisa meraih tangan suster dan menggendong Valdi, ditatapnya penuh haru air matanya tak berhenti berderai, tangisan penuh keharuan... dia tak menyangka dia telah menjadi seorang ibu .. seorang malaikat pelindung anak nya, laki laki kecil yang terlahir dari rahim nya


" Hai sayang... ini ibu... apa kamu mencintai ibu...???" tanya Melisa lembut


Seakan mengerti apa yang diucapkan Melisa, bayi kecil itu tersenyum lebar sembari memejamkan matanya nyengir, lalu memonyong monyongkan bibirnya seakan sedang membalas sapaan Melisa, membuat Melisa makin terharu, menciumi nya berulang kali


" Malaikat ibu... lelaki terhebat ibu... tumbuh besar ya nak...!!!"


" Ayo nak sepertinya baby Valdi haus cepat kasih asi dulu..." Resinda mengingatkan anak nya untuk memberikan asupan nutrisi terbaik pertama pada baby Valdi, Melisa hanya mengangguk lalu mulai memberikan asi pada anak nya


Haru yang tidak terbendung lagi ketika dia merasakan pertama kali nya bayi mungil itu menghisap asi nya, perasaan bahagia yang tidak bisa di lukiskan untuk ukuran ibu muda, Melisa hanya mampu mengucap syukur di dalam hatinya tiada henti... Tuhan maha baik...


Dika duduk disamping Melisa, dia pun ikut terharu dengan pertemuan ibu dan anak itu, Dika merasa memiliki tanggungjawab besar atas hidup mereka, karena mereka adalah nyawa dalam kehidupan nya


" Apa anak ku sudah bisa pulang suster...???" tanya tuan Hermawan setelah beberapa saat


" Jika keadaan berangsur terus membaik dan stabil... besok ibu Melisa dan baby Valdi sudah bisa pulang tuan..." sahut suster dengan ramah


" Hanya perlu benar benar di perhatikan asupan gizi nya, serta kesehatan dan istirahat yang teratur untuk sang ibu..."


" Terimakasih sus... tolong urus segala seeuatu nya biar besok anak dan cucu ku sudah bisa pulang..." perintah tuan Hermawan


" Baik tuan.. kalau begitu saya permisi...!!!"


" Mas... apakah setelah ini kamu akan meninggalkan kami...???" tanya Melisa lirih pada Dika yang duduk disampingnya sembari mengelus kepala babby Valdi

__ADS_1


" Jangan bicara begitu... focus kan pada kesehatan mu dan anak kita dulu... jangan banyak mikir yang tidak tidak..." sahut Dika


" Kemanapun kamu pergi aku mau ikut mas... jangan tinggalin aku lagi .. bukan kah seharusnya kita sudah waktunya bahagia... kita sudah memiliki Valdi buah cinta kita yang kamu inginkan...!!!" rengek Melisa sedih


Dika menatap Melisa dengan perasaan dalam


" Tenanglah... aku tidak akan pernah meninggalkan mu... aku akan selalu disamping mu menjagamu..." sahut Dika


Gondrong dan Wawan hanya diam, jujur mereka ikut perih dan teriris mendengar permintaan Melisa, permintaan sederhana dari seorang istri kepada suami dan ayah dari anak nya yang baru lahir, tetapi jalan hidup mereka berbeda dari kebanyakan orang... mereka tidak bisa selama nya berjalan beriringan...


" Kalaupun nanti aku pergi jauh.... kamu tidak bisa melihat ku setiap hari... percayalah aku selalu ada disamping mu... menjagamu, dan menemanimu mengurus Valdi... jangan sedih aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi... cukup tutup mata kamu dan panggil namaku aku akan datang menemanimu...!!!" ucapan Dika kali ini agak aneh terdengar, tetapi untuk saat ini tidak ada yang menyadari keanehan itu,


" Ada ibu sayang... ibu janji bakalan menemani mu melewati kesulitan mu... ibu gak akan pergi meninggalkan kamu lagi..." ujar Resinda pada Melisa, ucapan tulus dari seorang ibu untuk anaknya


" Bolehkah pah...??? boleh kan mama menemani Melisa... membantu merawat bayi nya sebelum dia terbiasa...???" Resinda memohon pada suaminya


" Kenapa harus menanyakan itu ke papa mah... tentu papa akan sangat mengijinkan... bukan kah Valdi juga cucu kita juga...!!! aku mau dia mendapatkan perawatan yang terbaik dan fasilitas yang terbaik..." jawab tuan Hermawan, jawaban yang membuat semua orang yang mendengarnya lega


" Kamu tak perlu khawatir Melisa.... memang ini kenyataan yang berat tetapi suami mu wajin mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan nya... menghilangkan nyawa orang bukan lah sesuatu yang ringan... apapun alasannya..." tuan Hermawan memberi pengertian pada Melisa


" Ju... juwita...???" tanya Melisa ragu


" Papa sampai lupa memberitahukan ke kamu... berkat kebaikan hati mu... hati sekeras batu seperti Juwita akhirnya bisa melunak malah dia sangat menghawatirkan mu begitu tau kabar soal suamimu...!!!" tuan Hermawan memberitahukan soal Juwita yang sudah mulai bisa menerima Melisa


" Dia tidak bisa ikut dengan mu karena harus membantu Ervina mengurus Toserba abang mu...!!!" lanjut Tuan Hermawan


Gondrong menatap Papa nya


" Apa ada masalah dengan toko ku pah...???" tanya Gondrong


" Apa kau tak berfikir meninggalkan toko yang baru saja kau rilis kau titipkan dengan orang yang bukan siapa siapa mu... apa kau yakin akan di pegang nya dengan baik...???" tanya Tuan Hermawan balik


Gondrong hanya diam, dia sendiri juga tak tau apa yang harus di jawabnya

__ADS_1


" Anak ku... kau tak perlu risau lagi yahh... keluarga mu menerima mu dengan kedua tangan terbuka... kami semua akan mendampingimu... bersama sama menghadapi apapun keadaan sulit dalam hidupmu... jangan risau ya sayang..." Resinda memeluk Melisa dengan sangat lembut


" Terimakasih ibu.... tuan... bang Gondrong... setidaknya saya lega... kalau pun saya harus meninggal kan Melisa saya tidak akan khawatir dia sendirian... saya gak mau Melisa merasakan hal buruk seperti dulu lagi... jaga Melisa bu... aku titip Valdi dan Melisa..." ujar Dika memasrahkan anak dan Istrinya


Resinda bangun dari pelukan Melisa berjalan pelan mendekati Dika, lalu meraih tengkuk anak lelaki nya itu dan dipeluknya dengan erat


" Kamu sudah melakukan yang terbaik nak... ibu bangga pada mu...!!!" Resinda menguatkan Dika dengan kelembutan seorang ibu


Dika hanya menyusupkan kepalanya di pelukan Resinda, membiarkan ibu mertuanya mencurahkan segala kasih sayang yang mungkin tak pernah ia dapatkan dari seorang ibu


***


Keesokan tiba...


Melisa dan Valdi sudah di perbolehkan pulang, Resinda membantu Melisa memberesi semua barang barang mereka, Wawan dan Dika menjemput Valdi, tuan Hermawan mengurus administrasi sedang Gondrong menyiapkan mobil, semua mendapat tugas masing masing, menyambut kepulangan Melisa dan Valdi dengan suka cita


" Wan... kamu masih ingat permintaan ku kan...!!! ku mohon kabulkan permintaan ku Wan..." ujar Dika berbicara pada Wawan dengan nada lirih


" Ngomong apa sih Dik... kalau pun kamu di penjara kamu kan masih bisa bertemu Valdi dan Melisa... aku yakin istriku pasti akan sering menjengukmu...!!! jangan mikir macem macem lah..."


Dika hanya diam, dia tak bisa menjelaskan apa yang dirasakan nya saat ini... dia juga tak tau apakah ada yang mengerti ketakutan terbesarnya saat ini...


Setelah semua siap, mereka pulang bersama sama ke bengkel Dika, sebelum tuan Hermawan mengantar Dika menyerahkan Diri, mempertanggungjawabkan segala kesalahan nya, lalu setelah itu Melisa akan diboyong ke Jakarta tinggal bersama tuan Hermawan


Tetapi.....


Mereka tak sadar, aktivitas mereka selama dirumah sakit selalu diawasi oleh seseorang yang misterius, lebih tepatnya ketika Dika keluar dari persembunyian dan datang ke rumah sakit, orang misterius itu Memang sudah menargetkan rumah sakit akan didatangi Dika... karena ada istrinya yang sedang melahirkan


Tatapan tajam mengerikan dengan seringai iblis siap membunuh menambah misterius laki laki memakai jaket hitam Hoodie yang berdiri sedikit jauh dari arah keluarga tuan Hermawan berjalan membawa Melisa keluar rumah sakit


" Sudah saat nya... kau membayar semuanya...!!!"


Bersambung~

__ADS_1


Jangan lupa kasih Vote yang banyak ya readers


Happy Reading....


__ADS_2