
Setelah mendengar kabar duka dari orang yang sudah mengorbankan diri untuk nya, Faizal segera kembali ke bengkel Dika, dia masih punya satu tugas dari mendiang yang harus diselesaikan nya
Faizal tiba di bengkel alias rumah duka, suasana pilu penuh kepedihan, Melisa tak terlihat tetapi dari suara tangisan yang hampir habis dia sedang berada di kamar ditemani bu Resinda, di ruang tunggu pelanggan, ada Gondrong, tuan Hermawan, Ervina dan Juga Juwita, Faizal datang langsung disapa Wawan dan dibawa nya keluar dari bengkel
" Mas Wawan...!!!" Faizal menyalami Wawan
Wawan langsung membawanya sedikit menjauh,
" Kamu datang kesini apakah aman...??? apa kamu yakin tidak ada yang menbuntutimu...!!!" tanya Wawan penuh ke khawatiran
Faizal tersenyum, rupanya baik Dika maupun Wawan mereka sangat setia kawan dan peduli dengan orang yang sudah dianggapnya bagian dari keluarga nya
" Mas Wawan tenang aja... aku tidak terlibat dalam masalah itu.. mas Dika mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan ku... paling jika ada anak buah mafia yang melihatku mereka hanya menganggap aku kabur sebelum kejadian itu terjadi..." sahut Faizal menjelaskan
" Kamu yakin...!!!" Wawan masih sanksi, dia baru saja trauma kehilangan sahabat nya karena hal itu
" Yakin mas... gak usah khawatir... aku terbebas dari masalah itu...!!" jawab Faizal
" Syukurlah... aku gak mau kamu jadi target mereka selanjutnya Is... aku sudah hancur kehilangan Dika... aku gak mau menyaksikan kehilangan kamu juga...!!!"
" Mas aku mau ziarah ke makam mas Dika boleh...???" tanya Faizal meminta persetujuan
" Ayo ku antar...!!!" Wawan dan Faizal bergegas ke makam Dika
Pusara merah basah yang semua orang berharap ini adalah sebuah mimpi ternyata menjadi saksi kebenaran, bahwa kenyataan ini bukan lah mimpi, Dika memang benar benar telah meninggalkan kita semua, gugur karena kelicikan dan ketamakan... dia tidak bisa menepati janjinya melanjutkan hidup bersama istri dan anak nya, membawa kebahagiaan Melisa ikut terkubur dengan nya, menyisakan tangis, pilu, kehancuran dan kesedihan yang mungkin akan sulit terobati dihati mereka yang merasa kehilangan
" Mas Dik...!!!" Faizal langsung bersimpuh menangis di pusara, hatinya terkoyak sakit... amat pedih
__ADS_1
Nyatanya orang yang selama ini selalu berkorban untuknya, menolongnya tanpa pamrih harus pergi dengan cara seperti ini
" Mas... kamu pergi karena menyelamatkan ku... andai mungkin aku tidak terlalu bodoh kamu tidak perlu mengorbankan dirimu seperti ini... aku terlalu naif... aku bahkan tidak tau bagaimana mencari solusi... aku hanya jadi pengikut yang sama sekali tak membantu apapun malah menyusahkan mu... aku minta maaf mas Dik...!!! aku telah menuntun mu dalam bahaya....huhuhuh...." tangis Faizal menderi nderu
" Kenapa mas Dik gak ngijinin aku buat ikut bertanggungjawab atas masalah itu.. kenapa malah nyuruh aku pergi duluan...!!! kalau aku tau akhirnya harus nyawamu yang jadi korban aku gak mungkin mau pulang duluan mas... aku akan ikut dengan mu menghadapi semua ini bersama...!!! mas Dik... kamu terlalu baik padaku... sangat baik... sampai aku gak tau gimana cara membalasnya...!!!"
" Kita semua juga tidak mempergitungkan bakal seperti ini Iz... bahkan pihak berwajib aja sampai tidak memperhitungkan, nyatanya penyusup itu memang sudah menyusun siasatnya dengan baik... dia memang sudah menargetkan Dika untuk balas dendam...." Wawan ikut memberi penjelasan
" Aku tidak tau pasti kapan dia datang... apa mungkin setelah semua anggota kepolisian bersiaga atau pada saat Dika keluar rumah mau menyerahkan diri disitulah dia datang langsung menyerang... sebab semua terjadi secara tiba tiba... tidak ada yang menyangka bakal ada satu peluru yang ditembakkan ke Dika setelah sang komandan memberi aba aba untuk menurunkan senjata...!!!"
" Kami pikir awalnya ada salah satu anggota berwajib itu yang bersiaga dan salah bidikkan tetapi ternyata dia adalah Jo... klan Mafia yang selamat dari pembantaian yang Dika lakukan...!!!"
" Hiks hiks hiks... waktu kejadian itu... mas Dika memang tidak sempat benar benar memastikan kalau ketiga anggota besar mafia itu sudah mati... sebab dia sudah diburu waktu untuk menyelamatkan ku dari massa, agar aku tidak terdeteksi jejaknya... rupanya Jo masih selamat... peluru yang mas Dika luncurkan meleset dari jantungnya...!!! aku sangat nenyesali itu semua...!!!" keluh Faizal sesal
" Sampai akhirnya mas Dika harus menjadi korban...!!!"
" Yang kedua... kita.. aku dan kamu sama sama menjaga Melisa... menjaga Valdi...sebab Dika menitipkan mereka pada kita..."
" Mbak Mel... gimana kabar mbak Melisa mas... tadi aku tak melihatnya... aku hanya mendengar suaranya samar...???" tanya Faizal
" Melisa masih terpuruk di kamarnya... belum ingat apapun kecuali Valdi..." sahut Wawan
" Aku tau... mbak Mel pasti sangat terpukul... dia sangat kehilangan mas Dika... ya Tuhan... singkat sekali kebahagiaan mereka... baru mereka berbaikan mas Dika mau menikahi mbak Mel dan mereka langsung dikaruniai anak... malah semua harus hilang seperti ini...!!!" keluh Faizal penuh kesedihan
" Mungkin Tuhan sudah memberikan kebahagiaan lain untuk Melisa... lihat dirumah... seluruh keluarganya yang dulu membuangnya... tidak mau menerima nya kini semua nya berbalik menyayangi dan peduli dengan nya... dia gak sendirian lagi... dia bersama orang orang yang menyayanginya....!!!" sahut Wawan
" Ada kita juga... kita adalah keluarga nya... para sahabat yang akan selalu ada untuknya..."
__ADS_1
" Mas Wawan... apa aku bisa bertemu mbak Mel...???"
" Saran ku jangan dulu Iz... Melisa masih sangat kacau biarkan dia tenang dulu... mereka yang ada disana hanya menyuruh Melisa untuo kuat kuat dan kuat tanpa mereka mau memahami apa yang dirasakan nya saat ini... aku takut jika dia makin tertekan... dia malah tambah stres... apalagi dia baru aja melahirkan..." saran Wawan, dia gak tega melihat keadaan Melisa saat ini
" Aku mau memberikan surat yang mas Dika tulis untuk mbak Mel waktu kami masih di mess mafia... dan mas Dika dulu berpesan aku harus memberikan surat itu ketika waktunya sudah tepat... ku pikir ini saat nya..."
" S.. surat...????" tanya Wawan tajam
" Ya mas..." Faizal mengangguk
" Aku gak tau isi suratnya sebab aku tidak berani membuka nya... tapi aku rasa mas Dika sudah merasa kalau dia pasti akan pergi meninggalkan mbak Mel... mas Dika seakan sudah merasakan jika kejadian ini akan terjadi..."
Wawan terdiam, dia mengingat beberapa hal janggal yang mungkin dulu tidak mereka sadari dari Dika... Wawan mengingat semua... banyak kata kata yang Dika ucapkan sebagai pertanda sebenarnya... tetapi kenapa dulu dia tak menyadarinya....!!!! salah satunya adalah kata kata yang Dika ucapkan pada Valdi saat pertama kali menggendong bayi itu
" Terimakasih sudah hadir diantara ibu dan ayah... terimakasih sudah membawa kebahagiaan dan harapan baru untuk kami... kehadiran mu adalah kekuatan baru untuk ayah mampu mengahadapi semuanya sampai hari ini... maaf jika suatu saat nanti ayah meninggalkan mu karena sesuatu hal yang tidak bisa ayah jelaskan....tetapi ketahuilah nak... ayah sangat mencintai mu... ayah sangat menyayangimu....kau harus jadi orang yang arif dan bijaksana nak...jangan sampai salah jalan seperti ayah mu yang bodoh ini...." Wawan melihat saat itu air mata Dika jatuh membasahi dagunya, sesak dan pilu, seakan dia sedang mengatakan hal yang sangat di takutinya....
" Harusnya aku peka... aku mengerti bahasa dia....itu adalah pertanda yang dia tunjukan... kenapa aku seakan menganggap karena dia sedang panik saja... dia sedang takut karena selalu mendapat ancaman....hiks hiks..." Wawan ikut menangis sesenggukan
Semua telah terjadi... yang sudah terjadi tak bisa diulangi lagi....
Bersambung~
Terimakasih komen yang tidak memaki maki author karena protes para Readers...
Setidaknya author gak nge down untuk melanjutkan novel ini sampai selesai
Happya Reading....
__ADS_1