Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Dika yg Lembut


__ADS_3

Dika membawa Melisa pergi dari kosannya, memapahnya pelan,


Melisa yg masih dalam kondisi syok dan ketakutan berjalan sempoyongan dalam rampahan Dika.


" Mm.. mau kemana mas...???" tanya Melisa lirih


" Tinggalah dengan ku... aku tidak bisa memastikan kamu selalu aman jika jauh dariku..."


" T..tapi...." Melisa sedikit keberatan, tinggal dengan Dika artinya dia harus tinggal seatap dengan laki laki yg belum jelas status mereka, Melisa memang nyaman dengan Dika mungkin bisa lebih aman, tapi bukan berarti harus sejauh ini melangkah


" Percayalah... aku akan menjagamu dengan baik..."


" Aku disini aja... atau aku akan pindah kosan..." tolak Melisa


" Mantan suami mu itu selalu mengawasi mu... selama ini dia selalu mencari dan membuntutimu sayang... aku semakin kawatir dia akan datang dan mencelakai mu lebih dari ini..."


" Dari mana mas tau kalau mas Gani membuntutiku...!!!"


" Nanti kuceritakan... sekarang please ikutlah dengan ku biar aku menjagamu dengan baik..."


" Please kumohon...????"


Dengan sangat berat Melisa akhirnya ikut dengan Dika, rasanya dia sudah sangat salah langkah, andai orang tuanya tau kondisinya saat ini pasti mereka akan marah besar,


Walaupun sebaik apapun Dika tetap, pilihan ikut tinghal bersamanya adalah salah


"Istirahat dulu ya... aku buatin susu jahe buat mu supaya tubuhmu lebih enakan..." ujar Dika begitu mereka tiba di bengkel Dika


Melisa hanya mengangguk, langsung naik ke atas keruangan kamar Dika dan duduk di atas ranjang,


Tak selang lama Dika muncul membawa segelas susu jahe hangat untuk nya


" Minum dulu... biar enakan..."


Melisa langsung meneguk pelan pelan, rasanya begitu hangat dan sedikit memberi kekuatan pada tubuh lemahnya


" Mas... aku lapor polisi aja ya... aku nggak usah tinggal disini..." pinta Melisa lagi


" Kenapa...???"


" Nggak mas... kita nggak bisa tinggal sama sama tanpa status seperti ini... aku mau lapor polisi aja minta perlindungan dari gangguan dan teror mas Gani...."


" Nggak semudah itu sayang..."


Dika menatap dalam tepat di kornea mata Melisa mencoba menenangkan kepanikan gadis itu


" Kemarin Gani datang menemui ku...!!"


Flashback on


Siang itu Dika lagi sibuk sibuknya melayani para pelanggan nya, bahkan makan siang dilewatkannya, masakan Melisa dengan aroma makanan yg begitu lezat terpaksa di tepisnya dulu, pekerjaannya di tuntut untuk harus kelar segera.


Tiba tiba datang tiga laki laki berbadan tegap kekar dan tanpa basa basi langsung menghajar Dika yg tak siap, Dika di lempar nya dan di tendang nya berkali kali ke dinding bengkel

__ADS_1


Beruntung bengkel rame jadi mereka langsung cepat di lerai


Lalu muncul seorang laki laki yg tak lain adalah Gani, mendekati Dika dengan tatapan mengancam dan penuh kebencian


" Breng**k lu...!!!" ucapnya sembari melayangkan bogeman mentah di wajah Dika


Membuat dua karyawan Dika langsung berdiri melawan balik


" Heeehhhhh sedari tadi pakai kekerasan terus... apa mau kalian...!!!" tereak mereka marah melihat Dika diserang orang asing tanpa kejelasan


" Diam kalian...!!! aku hanya berurusan dengan lelaki Breng**k ini...!!!" Gani melotot


" Kamu dengan berani nya mengambil milikku...!!!"


Dika langsung peka, rupanya lelaki ini adalah mantan suami Melisa, tapi dari mana dia tau soal hubungan nya dengan Melisa


" Lelaki kasar sepertimu tak pantas mendapatkan Melisa...!!!" Balas Dika dingin, kali ini dia sudah siap untuk melawan balik serangan Gani


" C*k...!!!! mau mati kau ini...!!!" Gani kembali menyerang Dika tapi kali ini Dika dengan cepat menangkis dan menyerang balik Gani menghajar lelaki beringasan nggak jelas itu sampai babak belur


Sedang dua karyawan Dika dibantu dengan pelanggan bengkel menghajar tiga preman yg dibawa Gani, mungkin anak buahnya


Perkelahian makin sengit hingga saling babak belur dan kondisi bengkel ancur berantakan


Gani terjatuh dan terbatuk mengeluarkan darah, tendangan Dika tepat di dadanya membuat sesak dan ngilu


" Lu boleh menang kali ini... tapi ingat dia hanya milikku... aku akan mengambil paksa dia dari tanganmu... akan kembali ku nikmati apa yg seharusnya milikku...!!!" ucap Gani dengan mata memerah


" Tak akan ku biar kan sekuku pun kamu menyentuh dia lagi...!!!" balas Dika sengit


" Maaf suasana jadi seperti ini..." Dika meminta maaf pada karyawan dan pelanggannya


" Waahhh anarkis juga mereka mas Dik... lain kali lebih hati hati orang kaya gitu suka licik..." lontar salah satu pelanggan Dika memberi masukan


" Apa ini gara gara Melisa...???" tanya Wawan karyawan sekaligus teman baik Dika


" Iya.. dia mantan suami Melisa.." sahut Dika menjelaskan


" Melisa adalah istri ke 4 nya yang kabur beberapa bulan kemarin darinya...Melisa sudah nggak tahan lagi, selalu disiksa, dipukulinya dengan kasar.." lanjut Dika lirih sembari mengusap darah segar yg mengucur dari bibir nya yg pecah


" Istri ke 4...!!!" pekik Wawan kaget, tak habis pikir aja gadis Abege macam Melisa pernah jadi istri ke 4 , dan Dika sahabatnya mati matian melindungi gadis itu


" Paksaan orang tuanya..." sahut Dika pelan


" Nggak nyari cewek lain aja Dik...beresiko berurusan dengan istri orang...apalagi Gila memang laki laki itu...!!! brutal dan anarkis..."


" Aku justru kawatir dia akan mencelakai Melisa... dia akan nekat mengganggu paksa Melisa lagi... buktinya dia sampai tau hubungan kami..." Dika kawatir


" Lu terlalu ambil resiko Dik..."


"Udah jadi tugas gue....." sahut Dika


" Serah lu lah... asal jangan gila aja apa yang lu lakuin.. lu harus pikirin diri lu juga...!!!" saran Wawan yang entah rasanya nggak rela aja Dika harus ikut campur masalah Melisa

__ADS_1


" Gue pasti bisa...!!!"


Flashback off


Melisa berhambur memeluk Dika, tangis nya kembali pecah sesenggukan


" Maaf ya mas... maaf kan aku karena telah membawa mu terseret dalam masalah ku hingga kamu jadi dipukuli mas Gani..."


Dika membelai rambut Melisa lembut


" Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu sayang... percayalah kamu akan aman disini bersamaku..."


" Tapi apa kata orang jika kita tinggal bersama mas..."


" Peduli apa tentang kata orang.... mereka tidak tau apa yg kita rasakan... yg terjadi dengan kita disini....!! tenanglah... belajar lah cuek dan tak begitu peduli apa kata orang yg tak paham keadaan kita..."


Benar kata Dika


Untuk apa kita selalu mendengar apa kata orang yg hanya bisa menghakimi tentang hidup kita, tanpa tahu seperti apa hidup yg sudah kita jalani


Saat ini Melisa butuh perlindungan, butuh orang yg peduli dan mau melindunginya dari ancaman dan bahaya seorang Gani


Mungkin jika dia lapor polisi bisa saja, tapi tak semudah itu bukan... apalagi status Melisa dan Gani memang masih banyak urusan yg belum terselesaikan


Dia hanya takut Gani yg cerdik dan licik malah akan membuatnya kembali terperangkap di dalam permainan Gani


" Makasih ya mas.. kamu begitu baik dan peduli dengan ku..."


" Iya sayang... tenang lah... aku akan selalu menjaga mu... tak akan ku biarkan siapapun kembali menyakitimu... kamu milikku...kamu adalah bagian terpenting dari hidupku..."


Melisa mengetatkan pelukannya


Dika lelaki yg begitu lembut dan tulus, membuat hatinya begitu nyaman dan tenang saat berada di sisinya


Termasuk saat dia tengah ketakutan seperti saat ini, sikap Dika lah yg mampu menenangkan dirinya


" Udah malam tidur lah...besok harus kerja kan...???"


" Kamu tidur dimana...???" tanya Melisa, sepertinya dia masih keberatan kalau harus tidur bersama tiap malam


" Aku bisa di ruang bawah tenang lah... aku tak akan memaksamu jika kamu tak nyaman..." ucap Dika pengertian


Melisa mengangguk lalu mulai membaringkan tubuhnya yg letih dan lemas, Dika menyelimutinya lalu mengecup keningnya pelan


" Tidur ya... tak perlu takut lagi..."


" Iya mas..."


~Bersambung~


Pernah nggak sih kalian hidup di perantauan dan masih baru, dengan kondisi tertekan dari orang orang terdekat kalian


Please jawab di komen apa yg readers lakukan...

__ADS_1


Happy reading...


__ADS_2