
Pagi yang sejuk, mentari yang datang dengan senyum cantik nya membelah gelap dengan secarik sinar indah nya,
Gemercikan embun pagi mulai tersapu dengan pancaran sinar mentari yang hangat
Suasana yang cukup menenangkan
Melisa sudah duduk disebelah Dika, memakai pakaian putih kebaya dan Dika juga memakai kemeja putih, didepan mereka ada meja diatasnya ada mukena, Al Qur'an lengkap dengan peralatan sholat lain,
Ada satu ustadz dan dua orang laki laki yaitu bapak nya Faisal dan pak Rt setempat
Hari ini mereka akan melangsungkan ijab Qobul atas pernikahan Dika dan Melisa
Jujur suasana saat ini tampak haru, meskipun ini hanyalah nikah secara agama, tapi tentu ini lebih baik ketimbang mereks tetap berada di fase tanpa status
Lagi pula dengan seperti ini Dika bisa melindungi Melisa, lebih bisa menjaga nya lagi
Meskipun secara hukum negara ikatan mereks belum cukup kuat
" Bagaimana nak Dika... Melisa.. apa sudah siap...???" tanya pak Ustadz ramah
Dika mengangguk
" Siap pak..."
" Baik... segera kita mulai saja ijab Qobul nya... silahkan nak Dika pegang tangan saya dan ucapkan dengan lantang apa yang saya ajarkan...!!!" titah pak Ustadz lagi
Melisa hanya bisa meneteskan air mata haru nya saat Dika dengan lantang mengucapkan ijab Qobul, terasa begitu sakral meskipun hanya sederhana,
Bahkan hanya dihadiri ibu bapak Faisal, pak Rt dan pak Ustadz
Untunglah ada orang tua Faisal yang dengan senang hati membantu Mereka, mencarikan Ustadz, lalu meminta ijin pak Rt setempat untuk menjadi saksi dan sekaligus ijin pada ketua takmir Masjid untuk menyelenggarakan acara ijab Qobul,
Hingga acara berjalan dengan lancar, sampai bapak Faisal dan Pak Rt mengucapkan kata SAH
" Alhamdulillah....!!!" ucap Mereka bersamaan
Dika menatap Melisa dengan tatapan yang sulit diartikan, tarikan nafas nya terlihat lega dengan senyum manis yang mengambang di bibirnya
Dika juga menyematkan cincin di jari manis Melisa sebagai tanda ikatan mereka
" Selamat nak Dika nak Melisa... kalian sudah sah sebagai suami istri secara agama... menghindarkan kita dari perzinahan... tetapi saran saya segeralah datang ke KUA untuk melangsungkan pernikahan secara hukum negara..." ucap pak Ustadz sekaligus memberi saran
" Sebab nikah secara agama saja hukum nya tidak terlalu kuat... bisa dikatakan belum ada ikatan yang sakral, misalkan ada urusan gono gini tetap si perempuan yang kalah..." lanjut pak Ustadz
" Iya pak... setelah ini akan saya segerakan untuk nikah KUA, setelah saya ketemu Wali nikah Istri saya pak..." jawab Dika
" Selamat ya mas Dika mbak Melisa... yang rukun rukun ya... ibu ikut seneng lohh.." ucap ibu Faisal dengan gembira
" Makasih buk..." sahut Melisa malu malu
Setelah acara selesai, Melisa di bantu ibu Faisal membagikan takiran selametan ke beberapa tetangga terdekat, anggap saja perkenalan Melisa sebagai tetangga baru sekaligus syukuran atas tercapai nya hajat mereka yang tertunda selama ini
Ucapan Selamat dan doa kebaikan diucapkan dari mereka pada Melisa,
__ADS_1
Semoga ini menjadi awal yang baik dan penuh sukacita bagi kehidupan Melisa selanjutnya....
***
Dika masih duduk sembari menyruput kopu panasnya pelan pelan
malam ini adalah malam pengantin bagi Mereka, namun entah kenapa kedua nya tak terlalu focus kesana
Melisa yang jadi gusar setelah memgabari bang Gondrong soal pernikahan nya dan menanyakan kabar ibu... Melisa merasa begitu rindu pada ibu nya, rasanya baru sekejap kemarin dia merasakan bahagia nya bertemu dengan ibu kandung nya saat ini harus terpisah lagi karena sebuah penolakan
Sedang Dika, hatinya merasa was was.. entah kenapa dia merasa sering di kejar kejar rasa ketakutan, panik dan paranoid semenjak dia memutuskan bergabung dalam klan Mafia
Bahkan di kontrakan tempat nya kemarin, dia merasa ada yang mengawasi apalagi tetangga barunya yang terlihat begitu sangar dan dingin,
Cepat atau lambat bos Reyden pasti akan menghubungi nya lagi, akan meminta kesediasan nya untuk membantu urusan nya, Dika tak bisa menolak apapun perintah dari bos Reyden, dia hanya bisa berkata " Siap dan Sanggup"
Lalu bagaimana dengan Melisa...???
Dika tak mungkin melibatkan Melisa dalam masalahnya, Dika tak akan membiarkan Melisa berada dalam ancaman karena nya
Dia sudah cukup terancam dengan keluarga tuan Hermawan, bahkan Dika sendiri tidak tau diluaran sana entah apa yang sedang direncanakan tuan Hermawan untuk Melisa
" Mas..." panggil Melisa lembut sembari menyentu punggung Dika lembut
" Belum mau tidur...????"
" Mas belum ngantuk sayang... kamu belum tidur sih...??? seharian udah capek loh mondar mandir sana sini beberes juga..." balas Dika
" Belum ngantuk..."
" Mikirin apa sih kok belum ngantuk...???" tanya Dika lembut
" Mikirin ibu... aku kangen sama ibu mas...." sahut Melisa sendu
" Sabar ya...mas pasti akan cari cara supaya kamu bisa ketemu ibu...tapi mungkin gak sekarang... kita focus dulu dengan langkah langkah yang akan kita ambil setelah ini...." jawab Dika memberi pengertian
" Besok... temeni mas kerumah bandot tua itu... setelah itu kita focuskan untuk kembali buka bengkel..."
" Kan mas Wawan sama mas Faisal gak ada... yang bantuin mas Dika di bengkel siapa...???"
" Gampang... nanti kalau emang udah rame dan butuh yang bantuin tinggal pasang loker..." sahut Dika santai
" Kalau bengkel udah kembali beroperasi kita tinggal di bengkel lagi ya kaya dulu..." ajak Dika
Melisa mengangguk setuju
" Oya... kayaknya mas mau bikin selametan deh buat syukuran kembali buka bengkel... kamu bisa bikin nasi tumpeng...???"
" Bisa donk... apa sih yang gak bisa aku lakuin..." sahut Melisa berbangga diri
" Duuuhhh istriku ini emang serba bisa ya..." puji Dika sambil mencubit hidung Melisa gumush
" Sekarang udah boleh ya panggil suami istri...???" tanya Melisa
__ADS_1
" Iya donk... tanpa perlu ragu ragu lagi... jadi kamu juga gak perlu khawatir lagi kalau ada yang menghina mu kaya dulu... pokoknya setelah urusan kita beres... mas bakalan urus pernikahan kita ke KUA..." sahut Dika
Melisa memeluk pinggang Dika erat
" Makasih ya mas... kamu sudah mau memilih aku untuk menjadi pelabuhan terakhirmu... kamu mau menerima semua kekurangan aku..."
" Aku juga makasih ke kamu sayang... selama ini kamu selalu sabar menghadapi aku... kamu tetep sabar mencintaiku meskipun aku berulang kali membuat mu kecewa... aku sadar Mel... ternyata aku yang gak bisa hidup tanpa kamu..."
" Gombal...!!!" Melisa mencubit pinggang Dika
" Beneran sanyang... serius...!!!! jangan pernah tinggalin aku ya... apapun yang terjadi... dan satu hal yang harus kamu tau... apapun yang aku lakukan semata mata karena hanya ingin membahagiakan mu... dan jika ada hal yang sangat buruk terjadi... pergi lah sejauh mungkin selamat kan dirimu..." pesan Dika
" Ngomong apa sih mas...!!! bukan nya kamu yang janji mau jagain aku...!!"
" Iya... mas pasti akan jagain kamu lebih dari mas menjaga diri mas sendiri... hanya kamu harus ingat... jika ada hal buruk yang terjadi pada ku cepat pergi menjauh sejauh mungkin jangan hiraukan aku...!!;" entah Kenapa Dika pengen banget menyampaikan hal itu pada Melisa, dia takut jika suatu hari nanti klan mafia itu mencari nya dan terjadi permasalahan dengan nya, dia tak ingin Melisa berada dalam bahaya
" Promise...!!!!" pinta Dika
Melisa yang bingung hanya bisa mengangguk
" Iya promise..."
" Yaudah sana tidur duluan bentar lagi mas nyusul..."
" Mas gak mau kita ke kamar bareng gitu...??? ini malam pengantin kita lohhh..." ajak Melisa penuh arti
Dika hanya tersenyum menanggapi
" Gak sekarang ya sayang... mas bener bener belum bisa focus... masih banyak pikiran... kita tunda dulu sampai urusan bengkel selesai ya... gak apa kan...????"
Melisa balik tersenyum
" Iya... aku juga gak maksa kok... hanya ngasih tau aja... hihihihiii...yaudah aku ke kamar duluan ya... jangan malem malem mas tidurnya nanti masuk angin...!!!"
" Iya sayang... ngabisin satu batang rokok lagi kok habis itu tidur..." sahut Dika
Melisa segera masuk kamar untuk beristirahat, tubuh lelahnya perlu di istirahatkan, otak nya pun perlu istirahat
Setidaknya Melisa sudah lega, plong rasanya
Saat ini cinta nya sudah memiliki status yang jelas
" Tuhan terimakasih untuk hadiah hari ini... mungkin memang belum sempurna... tapi aku sudah cukup lega dengan keadaan sekarang... jaga ibu Tuhan.. aku titip ibu...." ucap Melisa sambil mulai terlelap
Dika yang mendengarnya hanya bisa tersenyum penuh arti
Bersambung~
SAMAWA yaaahhh buat Melisa dan Dika, semoga ini adalah awal dari bahagia kalian...
Buat Readers gimana udah plooong juga ngliat Melisa sudah mendapat status dari Dika...????
Berarti jangan lupa Vote yang banyak yaaaa
__ADS_1
Happy Reading....