Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Menyambut Perubahan


__ADS_3

" Aku punya kabar gembira untuk mu..." ucap Dika tak sabar


" Kabar apa mas...???" tanya Melisa penasaran


" Mulai besok mas udah nggak ngamen lagi... mas udah dapat kerja di bengkel besar...mas juga di beri tantangan jika mas bisa membuat bagus bengkel dalam waktu dekat, maka mas akan diberi kesempatan untuk mengelola bengkel itu..." terang Dika menggebu gebu


Melisa mendengarnya begitu kaget dan terharu


" Beneran mas...!!!! mas Dik bisa balik megang bengkel lagi...???"


Dika mengangguk axcited


" Iya... bu Fatma memberikan mas kesempatan untuk bekerja di bengkel nya...."


" Alhmdulillah.... selamat ya mas aku ikut seneng..." Melisa sampai berkaca kaca sangking bahagia nya mendengar kabar baik dari Dika


" Jadi tugas mu buatkan aku sarapan dan bekal ya...."


" Siaaappp... pokoknya tiap hari aku masakin yang enak enak biar kamu gemuk hihihiiii..."


" Yaudah sekarang mau makan apa biar aku masakin...???" tawar Melisa


" Apa aja lah....aku juga udah laper...aku tunggu sambil tiduran ya..." jawab Dika, kemudian langsung rebahan di kasurnya


Melisa segera kewarung mpok Mimin, belanja sayuran dan beras


Lalu cepet cepet dimasaknya


Sekitar 20 menitan masakan sudah ready, Melisa segera membangunkan Dika yang ketiduran karena di timang timang kipas angin


" Mas mas Dik masakannya udah mateng... makan yuk..."


Dika segera bangun, sepertinya alarm perutnya cepat membuatnya tersadar saat dengar kata makanan,


Sembari mengumpulkan nyawa Dika duduk bersila menunggu Melisa mencentongi nasi untuknya


" Mas... aku mulai besok jadi mau keliling jualan roti ya... aku udah deal sama bos roti nya..." ujar Melisa membuka obrolan


" Apa nggak usah aja... mas juga kan udah kerja yang pasti... kamu dirumah aja lah..." saran Dika


" Boring mas kalau dirumah terus nggak ada kesibukan..." keluh Melisa lagi


" Yaudah gimana baiknya kamu aja...yang penting jangan sampai nyasar.. ingat ini Jakarta, kamu nyasar nggak bakalan ada orang mau nganterin..."


" Iya tenang aja... aku kelilingnya yang deket deket aja kok biar cepet pulang..."


Dika mengangguk menyetujui,


Bukan hak dia memang melarang Melisa melakukan kegiatan, toh kasihan juga jika dia harus berdiam diri di kontrakan tanpa kegiatan apapun, yang ada dia malah stres dan jenuh nanti.


Hitung hitung biar dia belajar keliling Jakarta meskipun hanya sebatas gang gang kecil deket kontrakan, siapa tau nambah wawasan dia juga kan....


Setelah selesai Melisa memberesi sisa sisa makanan dan membersihkan piring piring, mereka tiduran di kasur Dika tidur bersebelahan.


" Sayang kamu bahagia dengan keadaan kita sekarang...???" tanya Dika sembari membelai rambut Melisa lembut


" Aku merasa lebih nyaman dan tenang mas... aku nggak selalu dihantui ketakutan karena mas Gani, tekanan dari ibu sama ayah...aku merasa aku lebih bebas disini..." sahut Melisa


" Meskipun kita memulai lagi semuanya dari awal... kita harus terbiasa dengan kehidupan baru ini.. tapi asal bersama kamu aku tetep bahagia mas... aku nyaman dan tenang..." tambahnya, kayaknya Melisa bucin tingkat tinggi sekarang sama Dika


Dika tersenyum, sambil mengecup kening Melisa mesra

__ADS_1


" Kita mulai semuanya dari awal lagi ya... kita ciptakan hidup kita yang lebih baik..."


" Makasih ya mas buat semua pengorbanan dan perjuangan kamu buat aku..." Melisa menyandarkan kepalanya di dada Dika


Disitulah tempat ternyamannya


" Jangan bilang begitu... kamu lebih berharga dari apapun buat ku..." balas Dika lembut


***


Pagi ini Dika dengan penuh semangat sudah bersiap siap berangkat kerja,


Memakai kemeja merah maron, celana hitam dan rambutnya ia sisir rapi


Di depan Melisa tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi, nasi goreng pedes telur ceplok favorite nya Dika


Dika menilik sekali lagi penampilannya,


"tampan..." puji nya lirih,


Hari ini adalah hari pertama nya bekerja, di berikan peluang dan kesempatan besar untuk bisa kembali memegang bengkel adalah hal yang sangat membuatnya bersemangat, bagaimana tidak


Bengkel, oli, mesin dan segala keriwehan nya adalah nyawa bagi Dika, dia sangat mengimpikan menjadi montir profesional dan memiliki usaha bengkel yang besar, dikenal orang dan memberikan kepuasan bagi langganannya.


" Hari ini aku akan kembali mewujudkan mimpiku itu...." gumam nya penuh percaya diri


" Sarapan sudah siaaappp...." Melisa datang dengan wajah sumringah membawa dua piring nasi goreng


" Waaahhh mas Dik udah ganteng..." puji nya lagi


" Menurut mu kemaren kemaren belum ganteng...???" cibir Dika


" Sama kok ganteng nya... tapi pagi ini lebih ganteng dan bersemangat..."


" Hmmmm gombal aja... udah yuk sarapan nanti telat lagi..."


" Waooowww nasi goreng favorite..." Dika langsung melahap nasi goreng dipiringnya


Melisa hanya terkekeh melihat tingkah Dika yang konyol itu, padahal nasi gorengnya kan masih panas udah main dia suap aja


Hihihiii


Seberangkatnya Dika dari kontrakan, Melisa segera memberesi kontrakannya lalu bersiap siap mengambil roti dagangan nya di rumah si juragan roti.


Setelah sekali lagi dijelaskan harga jual roti, upah per picis untuk nya, Melisa segera berjalan kaki dari gang ke gang menawarkan roti yang dibawanya.


Hari ini dia juga mulai bergerak merubah keadaan, dia juga harus melakukan pergerakan untuk menperbaiki hidupnya


Meskipun hanya ini yang bisa ia lakukan, sebab dia tak punya potensi lain selain menulis,


Yahhh... mau gimana SMA saja dia tak lulus


Karena keegoisan orang tuanya, menjadikannya barang jaminan atas hutang hutang mereka yang menumpuk, hutang ayah pada Gani bukan untuk kebutuhan sehari hari ataupun untuk biaya sekolah, tapi untuk pengobatan ibu yang dulu sempat harus dioperasi kelenjar getah bening dan sisanya untuk pesta dan foya foya


Melisa menyeka embun dimatanya, bukan lagi saatnya harus menangisi keadaan, meratapi kenyataan, air matanya sudah cukup


Kini waktunya dia merubah keadaan, biarlah luka dan kekecewaan nya adalah sumber kekuatan dalam diri, untuk tetap kuat dan kokoh menjalani hidup.


" Roti roti...." treak Melisa berulang kali menawarkan dagangannya, dia berjualan dengan cara manual, membawa dagangannya dengan troli jinjing, lalu menawarkan nya kesetiap rumah, orang duduk duduk santai, orang yang berpapasan dengannya ataupun siapa saja yang bisa menjadi peluang nya


Cukup lelah memang, ternyata realita tak sesuai ekspetasinya, sudah berjalan muter muter berkilo kilo sampai kaki nya pegal dan panas, dagangannya belum ada yang menyentuh, masih utuh saja

__ADS_1


Tapi dia tak mengeluh, namanya orang usaha harus ulet, optimis dan pantang menyerah


Harus yakin dengan rejeki yang sudah Tuhan berikan..


" Roti roti.... rotinya buk... roti...."


" Bang beli roti..." tawarnya pada seorang laki laki yang sedang memandikan motor didepan rumahnya


" Kagak mbak... udah makan..." sahutnya cuek


" Buat cemilan aja... banyak Varian loh... ada roti kacang, roti nanas, strowbery, sosis..."


" Kagak deh... laen kali aje..." tolak laki laki itu lagi


" Ohhh iya makasih bang..." Melisa segera berlalu


" Rotiii.... roti....!!!!"


" Buk mau beli roti....???"


" Udeh neng... ama langganan ibu..." sahut ibu ibu yang sepertinya bu Hajah ini


" Siapa tau pengen yang varian lain.. masih lengkap loh buk..." Melisa tak putus asa untuk terus menawarkan dagangannya


" Sama neng... ini kulak di Hajah Marpu'ah kan...??? sama neng... neng nya telat kite mah udeh ada langganannye... neng mending cari pasaran laen jangan sama juga jalan kesini..." si ibu memberi saran


" Ohhh gitu ya bu..."


" Iye neng... kalau neng juga jalan kesini ya kagak bakal ada yang beli... kite kite udeh langganan jadi kagak beli ke penjual laen...."


" Ohhh iya buk.. makasih sarannya besok saya mau ke jalan lain...hari ini udah terlanjur kesini mau balik lagi jauh buk..."


" Iye neng... moga laris yak... "


" Iya bu makasih....."


Melisa segera melanjutkan jalannya,


Pantaslah berjam jam Melisa menelusuri jalan tak ada satupun yang membeli, ruapnya sudah ada yang duluan jualan ke daerah sini, dan rata rata para pelanggan setia dengan langganan nya


Melisa harus bisa menciptakan pelanggan seperti mereka juga,


Anggap saja hari ini adalah pembelajaran, besok harus menggunakan strategi dan cara baru untuk bisa bersaing dengan penjual lain, bersaing secara sehat tentunya.


" Roti Rotiiii.... rotinya buk... pak... abang..m adekkk....."


Bersambung~


Kebayang kan di Jakarta siang siang, panas terik yang luar biasa, jalan kaki berkilo kilo dagang roti tapi belum laku laku....


Aahhh mari kita doakan Melisa bersama ya readers biar cepet ada yang mau beli


Atau mungkin kalau ada dari kalian yang mau borong roti nya kasihan looohhh


Hihihiii...


Jangan lupa Vote nya ya...


Like dan komen yang positif juga


Supaya memberi semangat lebih buat author amatiran ini

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2