
" Mas dari mana....???" tanya Melisa tiba tiba begitu Dika masuk ke kamar mereka
" Lhoooo kamu belum tidur....!!!!" tanya Dika balik dengan ekspresi kaget
" Aku tadi udah tidur cuman ke bangun dan nyariin kamu gak ada... kamu abis dari mana sih mas malam malam pergi gak bilang bilang...!!!" tegur Melisa
" Bukan gak bilang... tadi kan kamu udah tidur jadi mau bangunin kasihan...." Dika memberi pengertian
" Mas dari rumah Wawan... dia kan baru datang dari Jakarta..."
" Looohhh mas Wawan baru nyampai...??? aku pikir udah dari tadi siang nyampe nya..."
" Kok kamu tau kalau Wawan pulang...???" Dika gantian heran
" Pagi tadi aku sempet telponan sama mas Wawan soalnya aku ngerasa mas Dika ada yang aneh...dan mas Wawan bilang kalau dia lagi dalam perjalanan pulang..." jelas Melisa
" Melisa sempet telponan sama Wawan...!!! apa yang mereka bicarakan...????" gumam Dika membatin
" Emang aku aneh gimana...???" tanya Dika
" Aku ngerasa nya sih mas Dika aneh.... kaya banyak yang mas sembunyiin dari aku... ada banyak rahasia yang mas tutup tutupin dari aku... yaa sebagai istri aku kadang pengen tau rahasia apa sih yang gak mas ceritain ke aku dan apa alasan nya... makanya aku ngepoin dengan nanya mas Wawan tapi rupanya mas Wawan juga gak tau..." sahut Melisa
Dika menatap Melisa dalam, hatinya sebenernya sedih mendengar ungkapan Melisa barusan, sejujurnya dia tak ingin membuat Melisa merasa demikian, Melisa itu adalah hal terpenting dalam hidupnya, apapun akan dia lakukan demi kebahagiaan Melisa, hanya saja untuk urusan yang satu ini Dika tak bisa memberi tahu Melisa, ini sangat beresiko, kesalahan ini akan segera diakhiri nya agar semua bisa kembali normal dan berjalan aman, setidaknya itu harapan Dika setelah ini
" Mas memang masih ada satu rahasia yang mungkin belum bisa mas ceritakan sama kamu sayang... bukan karena mas gak mau terbuka atau tidak menganggapmu penting... hanya untuk masalah satu ini terlalu beresiko jika kamu tau.. suatu saat kamu pasti akan tau tapi gak sekarang... ini gak ada hubungan nya dengan perempuan, masa lalu atau apapun... ini adalah sebuah kesalahan, sebuah kebodohan yang mas ambil dalam hidup mas... hanya karena suatu ambisi...."
" Apa ini ada hubungan nya dengan mas Faizal...???" selidik Melisa
Dika tak bisa lagi mengelak, Dika hanya mengangguk mengiyakan kecurigaan Melisa
" Baiklah... aku gak akan maksa mas buat cerita kalau mas memang belum mau jujur...."
Dika meraih tubuh Melisa dan disandarkan di dadanya
" Aku sangat mencintai kamu sayang.... jika selama ini aku selalu menutup diri kalau wanita paling istimewa dalam hidupku hanyalah Je... ternyata aku salah... kamu lebih berharga dari siapapun dihidupku... aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kamu... jadi percayalah aku sangat mencintai mu... aku ingin menghabiskan hidupku bersama mu... punya anak dari kamu dan kita hidup bahagia..."
__ADS_1
Melisa membalas pelukan Dika erat
" Terimakasih mas sudah mau mencintaiku... sudah mau menerima semua kekurangan ku... aku bisa merasakan ketulusan cinta mu sekarang...."
Dika menengadahkan wajah Melisa dengan kedua tangan nya, lalu mengecup bibir Melisa lembut
" Sayang... mas harus pergi untuk menyelesaikan masalah mas ini.... berjanjilah untuk jaga dirimu baik baik selama mas pergi... ada Wawan yang akan menjaga mu selama mas pergi.... jangan risaukan mas ya mas janji akan pulang dengan baik baik saja...." pamit Dika
" Mas mau kemana...??? kenapa pergi dadakan gini...!!!" protes Melisa, dia menyadari betapa ketergantungan nya dia pada Dika, Melisa tak bisa jauh jauh dari Dika apalagi di tinggal dalam waktu lama seperti dulu
" Gak usah kawatir... mas akan segera pulang... mas hanya ingin menyelesaikan perjanjian yang sudah terlanjur mas buat... setelah semua beres mas janji hidup kita kedepan nya akan lebih aman, nyaman dan bahagia...."
" Malak ini banget perginya...???" tanya Melisa gak rela
" Lebih cepat lebih baik sayang... masalah ini udah gak bisa mas tunda lagi... mas lebih takut jika kamu akan kena resiko nya jika mas terus menunda nya..."
Melisa kembali memeluk Dika erat,
" Jaga diri ya mas... pulang lah untuk aku... selesaikan semua urusan mu itu dan setelah itu hiduplah bahagia dengan ku disini..."
" Mas janji sayang...."
Malam ini Dika putuskan untuk mendatangi Markas klan Mafia, Dika mau menyelesaikan semuanya, dia harus berani ngambil resiko besar ini, dia sudah berani memulai nya maka dia juga harus siap dengan penyelesaian nya
Tekad Dika sudah bulat, dia harus membebaskan Faizal dari belenggu mafia itu, ini adalah kesalahannnya tidak seharusnya Faizal terjerumus dan ikut menanggung masalahnya,
Apalagi kedatangan Jo yang tiba tiba bahkan sengaja mendekati Melisa benar benar menbuat Dika makin was was, dia tak bisa berdiam diri lagi, semua harus segera diakhiri
Setelah berpamitan dengan Melisa, dan menitipkan Melisa pada Wawan, meminta Wawan agar sementara selama Dika pergi menggantikan nya handle bengkel, Dika langsung mengendarai motornya menuju markas bos Reyden
Hati Melisa sebenarnya tak rela melepas kepergian Dika kali ini, meskipun Melisa tak tau pasti masalah yang sedang dihadapi suaminya, tapi Melisa merasa masalaha Dika adalah masalah besar yang sangat serius, bahkan beresiko atas keselamatan nya juga, Melisa merasa seperti Dika sedang mendatangi sesuatu yang mengerikan
Jujur Melisa sebenernya tak rela melepas Dika pergi, namun dia tak punya alasan untuk mencegahnya karena sepertinya tekad Dika sudah bulat pada tujuan nya
Melisa hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk suami nya, keselamatan nya agar keinginan mereka untuk hidup bahagia terwujud
__ADS_1
" Jangan sedih Mel... kita doakan aja semoga Dika bisa menyelesaikan urusan nya...!!!!" ujar Wawan menghibur
" Sementara Dika pergi aku yang menggantikan Dika mengurus bengkel dan menjaga mu... kamu gak keberatan kan...???" tanya nya lagi
" Makasih mas Wawan udah mau bantuin kita... aku malah seneng kalau mas Wawan yang handle bengkel... tapi apa gak mengganggu kerjaan mas di Jakarta...???" tanya Melisa balik
" Aku udah ijin sama mbak Ervina dan beliau mengijinkan.... jadi gak lah kalau mengganggu kerjaan ku..." jelas Wawan
" Yaudah balik ke kamar sana tidur... aku tidur di ruangan bawah...." perintah Wawan pada Melisa, karena malam semakin larut dan sepertinya mata Melisa sudah lelah, entah karena kantuk atau karena sembab menangis
" Aku ijin tidur disini gak papa kan...???"
" I... iya mas... malah kebeneran jadi aku gak sendirian di bengkel..." balas Melisa sambil memaksa bibir nya untuk tersenyum hambar
" Yaudah mas aku mau balik ke kamar lagi..." Melisa segera naik kekamar
Duduk merenung diranjang nya, memikirkan segala kemungkinan yang terjadi
" Mas... apa sebenarnya masalah kamu...??? apa ini ada hubungan nya dengan bisnis yang kamu bilang dulu...??? apakah uang yang kamu dapatkan untuk memulai semua ini ada kaitan nya dengan masalah mu itu...!!!! kesalahan apa mas yang udah kamu perbuat sampai kamu setakut itu...!!!!" Melisa meratap seorang diri
Tanpa sadar bulir air matanya berjatuhan
Entah apa yang ia tangisi, hanya saat ini Melisa merasa sangat takut
" Tuhan aku mohon... jaga suami ku dimana pun dia berada... tolong jauhkan dia dari bahaya apapun... ijinkan lah agar kami bisa mewujudkan keinginan kami Tuhan... hidup bersama dan bahagia...."
" Tolong tenangkan hati ku ini.... tolong positifkan pikiran ku ini... aku sangat takut... takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada suami ku ...."
Bersambung~
Nantikan seperti apa cara Dika menyelesaikan masalah nya yaaaa.....
Jangan lupa kasih Vote sebanyak banyak nya, yuuukkk dukung karya author kesayangan kalian ini...
Happy Reading....
__ADS_1